MOM BLOGGER

A Journal Of Life

Gimana Sih Rasanya Hamil?

Selasa, 13 Maret 2018
Dulu, waktu saya kecil, melihat orang hamil hanya seperti melihat ibu-ibu berperut buncit saja 😅. Tak pernah terpikirkan sedikitpun oleh saya bagaimana rasanya hamil, berat atau tidak, capai atau biasa saja. Ya, saya memang anak kecil yang tidak kritis 😜


Namun, seiring bertambahnya usia, terlebih ketika hendak menuju pelaminan, saya pun mulai penasaran. Namun saya tidak lantas menanyakannya langsung pada ibu saya atau teman yang sedang hamil. Sampai akhirnya, ketika kakak pertama saya hamil, saya menyimpulkan bahwa hamil itu membuat orang jadi gampang ngambek dan doyan makan rujak 😂😂😂.

Suatu ketika, saya lupa dialog ini kapan terjadi, seorang teman bercerita tentang apa yang ibunya gambarkan tentang bagaimana beratnya beban yang dipikul saat hamil. Ibunya mengatakan bahwa ibu hamil besar itu seperti kamu sedang membawa 7 butir kelapa tua yang diikat diperutmu. Begitu lebih kurang gambaran berat yang dipikul ibu hamil berdasarkan deskripsi ibu teman saya.

Dan setelah mengalami sendiri, apalagi dengan hamil pertama anak kembar, saya merasa perlu mendeskripsikan detail gimana sih rasanya hamil itu. Mulai dari hamil muda hingga hamil tua versi saya. Karena kehamilan saya yakini memiliki sensasi yang berbeda di setiap wanita 😉

Rasa Mual
Hamil, katanya membawa perubahan hormon pada seorang wanita. Salah satunya hormon estrogen yang memberikan efek rasa mual pada ibu hamil.

Selain hormon estrogen, kandungan hormon HCG (Human Chorionic Gunadotropin) yang dihasilkan oleh embrio yang sedang berkembang sebagai hormon kehamilan membuat para ibu hamil juga akan mengalami rasa mual yang hebat setiap harinya.

Nah rasa mual yang seperti apa?

Pernah masuk angin? Trus merasa mual dan keluar keringat dingin? Makan salah ga makan salah, dan dua-duanya bikin mual  Nah seperti itu lebih kurang rasa mual pada ibu hamil, terutama ibu hamil muda sekitaran trimester pertama. Bahkan di beberapa kasus mengalami rasa mual diiringi muntah ini di sepanjang kehamilannyam. Seperti saya 😆.

Sekarang coba bayangkan rasa mual yang bisa jadi diikuti muntah ini terjadi setiap pagi, bahkan setiap selesai memakan suatu makanan. Kebayang? Itulah yang dihadapi ibu hamil setiap harinya.

"... ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, ..." (Qs. Lukman 31: 14)

Setiap ibu hamil memang memiliki reaksi tubuh yang berbeda-beda. Dan setiap ibu hamil juga memiliki daya respon yang berbeda terhadap reaksi tubuh mereka. Perbedaan respon ini bisa saja tergantung pada suka atau tidak sukanya seorang ibu hamil terhadap sesuatu.

Misal, ketika saya hamil si kembar, saya tidak suka bau bawang putih. Memang pada dasarnya saya tidak terlalu menyukai bawang putih. Dan ketika hamil, ketidaksukaan itu meningkat berlipat ganda. Termasuk terhadap semua bau tidak enak lainnya seperti bau pesing, apek, busuk, keringat, bau nafas dan lain-lain. Dan inilah hal kedua yang akan dirasakan ibu hamil, terkait dengan bebauan.

Sensitif Terhadap Bau
Konon memang ibu hamil akan memiliki daya penciuman yang hebat selama kehamilan. Mendadak ibu hamil menjadi sangat sensitif terhadap bau-bau tertentu. Dan hal ini tentunya sangatlah wajar. Seperti yang diulas oleh bidanku.com:

"Penelitian yang dilakukan oleh Philadelphia's Monell Chemical Senses Center di AS menyatakan bahwa wanita usia subur lebih sensitif terhadap aroma. Bahkan wanita yang tidak berada di usia subur (di bawah pubertas dan wanita menopause) memiliki sensitifitas atau daya penciuman yang sama. Dengan kata lain sensitivitas penciuman ibu hamil disebabkan karena hormon estrogen."

Rasa mual efek dari peningkatan hormon HCG yang merangsang produktifitas asam lambung ditambah sensitif terhadap bebauan, menjadi perpaduan yang sempurna kan? 😂😆😅

Kuantitas Liur Bertambah dan Cenderung Asam
Saya kurang tau juga apakah ini terjadi di setiap ibu hamil atau hanya orang-orang tertentu saja. Tapi saya pribadi mengalaminya. Dan yang paling ga enak dari perpaduan 2 hal ini adalah, mereka juga mengundang rasa mual karena asam nya mulut. Belum lagi liur yang berlebih yang dikenal juga dengan istilah  Ptyalism atau Sialorrhea sehingga ada hasrat ingin meludah terus-terusan. Jika ditahan dimulut, mual. Kalo meludah terus, bisa bikin illfeel orang-orang sekitar. 😥

Ya begitulah nasib ibu hamil, terlebih hamil muda yang notabene perutnya belum terlihat layaknya ibu hamil. 😅

Asam Lambut Meningkat
Katanya, peningkatan asam lambung terjadi pengaruh dari hormon HCG. Bagi yang punya magh, pahamlah ya gimana rasanya. Dan kombinasi ludah asam yang bisa jadi disebabkan oleh peningkatan asam lambung inilah yang bikin ibu hamil berkurang nafsu makannya.

Sedangkan, dilain sisi ibu hamil harus dituntut memenuhi nutrisi dirinya dan si jabang bayi. Kalo kata saya, bagian inilah yang benar-benar perjuangan. Dimana kita belajar mengalah dari ego pribadi dan mulai bertindak sebagai ibu, tak lagi sebagai diri sendiri.

Gampang Letih dan Denyut Jantung Meningkat
Selain memiliki rasa mual dan muntah di waktu-waktu tertentu, dan sensitif terhadap bau tertentu, ibu hamil juga biasanya jadi gampang letih. Hal ini disebabkan karena jantung bekerja lebih keras untuk memompakan darah untuk kebutuhan dua makhluk sekaligus.

Sehingga, ibu hamil sangat disarankan memiliki istirahat yang cukup selama kehamilan. Apalagi di usia kehamilan awal, dimana janin masih sangat lemah. Jadi, jika kamu sedang hamil, tubuhnya dirasa-rasa aja, masih kuat atau udah mulai letih. Berhenti sejenak untuk sekedar menata energi dan menakar seberapa kuat kita untuk melanjutkan aktivitas terkadang dibutuhkan, biar tidak menyesal nantinya.

Sering Buang Air Kecil
Tak hanya jantung yang bekerja ekstra, ginjal pun demikian. Sehingga ibu hamil akan mengalami peningkatan rentang waktu buang air kecilnya. Jadi, yang biasanya minum air 1 gelas hanya akan buang air kecil satu kali per 6 jam, ketika hamil bisa saja jadi 2 atau 3 kali dalam 6 jam, misalnya.

Memasuki trimester ketiga, biasanya buang air kecil akan semakin sering lagi. Selain faktor ginjal yang bekerja lebih ekstra dari biasanya, posisi janin yang menekan ginjal juga menjadi faktor penyebab seringnya ibu hamil buang air kecil. Dan tak jarang ginjal mengalami trauma pasca melahirkan akibat digencet sang janin. Seperti yang saya alami 😆.

Yang Perlu diingat, meskipun mengalami peningkatan kuantitas buang air kecil, jangan pernah ditahan ya jika tidak mau mengalami infeksi saluran kemih. Mending BAK sering kan ketimbang punya penyakit baru. Naudzubillah.

Perut Membuncit, Tidur Pun Jadi serba Salah
Nah memasuki usia kehamilan yang semakin bertambah, tentunya perut ibu hamil akan membuncit. Situasi inilah yang membuat ibu hamil akan mengalami kesulitan posisi dalan tidur. Telentang jadi sesak nafas, miring kiri miring kanan ga nyaman. Belum lagi ketika berubah posisi, dede janin yang sudah semakin membesar mulai terasa mengikuti gerakan tubuh kita. Maka tak jarang, dulu saat hamil si kembar, saya sering menopang perut saya dengan tangan karena khawatir anak-anak di dalam perut kaget dengan perubahan posisi tidur yang saya lakukan. Maklum, aslinya saya tidur motah 😂

Bagaimana dengan ngidam?
Bagi saya ngidam itu hanyalah asosiasi terhadap makanan yang diciptakan oleh ibu hamil karena dianggap bisa mengurangi rasa mual yang dialaminya.

Jauh-jauh saya terbang ke Padang buat makan soto Padang, tetap saja mual muntah itu terjadi. Disitulah saya berfikir bahwa ngidam itu hanya fatamorgana. Tapi tak jarang ibu-ibu yang lain memiliki makanan andalan masing-masing untuk mengatasi rasa mual. Seperti ibu mertua saya yang doyan makan ubi talas ketika hamil suami.  Atau bibinya suami yang doyan ngemutin mawar ketika hamil anak pertama 😅

Udah ya ... segitu dulu. Cuma itu aja? Masih banyak sih sebenernya (kayanya). Tapi yang diingat ini aja 😅. Ada satu lagi sih, soal ibu hamil yang suka kegerahan. Tapi saya ga terlalu mengalaminya. Jadi ya ga dibahas.

Okeh! Dilihat dari pemaparan saya di atas, apakah ibu hamil itu sama dengan orang yang lagi sakit?

Saya rasa setiap wanita hamil tidak akan setuju dibilang orang sakit. Meski memang rasa yang dialami selama hamil 11 12 sama orang sakit 😅. Ya dikembalikan sajalah pada sugesti diri masing-masing. Kalo saya? Dulu saya emang ngerasa kaya orang sakit. Tak jarang saya nangis merasa kehamilan ini begitu sulit dan menyiksa. Namun setelah dijalani, inilah ladang amalannya, saya pun mencoba menerima kenyataan dengan lapang dada 😂.

Tak heran kan jika surga dikatakan terletak dibawah telapak kaki ibu. Dan nama ibu disebut-sebut nabi solallahu'alaihiwassalam sebanyak 3 kali sebagai pemuliaan untuk para ibu.

Jadi ladies, sudah siap untuk hamil?

Daripada nyari-nyari tau pengalaman orang tentang gimana rasanya hamil, mending cobain sendiri deh. Hihihihi. Fase beratnya cuma trimester pertama kok. Selanjutnya udah kaya biasa. Bahkan ketika perut udah membesar, gerakan janin bisa dirasakan, masa-masa sulit itu seolah hilang. Dan ketika si janin terlahir menjadi baby, waaaaaah lupa deh semua keluh kesah di masa lalu 😜.

Tapi kalo masa-masa sulit mencari pasangannya yang kamu keluhkan, hmmm maaf saya ga bisa bantu banyak kecuali doa 😆✌

Semoga tulisan singkat ini membantu ya buat kalian calon ibu dan calon bapak yang penasaran sama rasanya hamil. Dan diharapkan melalui tulisan ini kita bisa lebih berempati kepada para ibu hamil. Terutama untuk ibu kita sendiri. Jug langsung sungkem minta maaf sama mama/ibu/ummi/bunda 😁

Columbus, 13 Maret 2018


2 komentar on "Gimana Sih Rasanya Hamil?"
  1. Saya dong, golongan yg hamil tanpa mual. Mualnya kalau belum makan alias perut kosong, jd perut mesti diisi sebelum mual. Makan terasa enak teruuss. Alhasil, tubuh menggendut maksimal T.T

    BalasHapus
    Balasan
    1. berbahagialah kamu golongan sana 😂 ... dan berempatilah ke golongan sini 😆

      Hapus

Komenmu sangat berarti bagiku 😆
Makasi ya udah ninggalin komen positif ... 🤗