MOM BLOGGER

A Journal Of Life

Persiapan Awal Sebelum Melakukan Sleep Training Pada Bayi Usia 3 Bulan

Jumat, 21 Desember 2018
Ada yang sudah akrab dengan istilah Sleep Training? Saya pribadi baru mendengar istilah ini setelah mejadi emak-emak. Saat kelahiran ZaZi saya tidak begitu ambil perhatian untuk hal ini. Karena perhatian saya sudah terkuras banyak soalan gimana caranya bisa ASI eksklusif buat si kembar ZaZi bisa tercapai.


Lalu kenapa sekarang saya fokus ngelatih tidurnya Zaynab?

Segala sesuatu pasti ada latar belakangnya ya ... Saya pribadi hanya termotivasi karena melihat (lebih tepatnya mendengar sih) tetangga saya disini (US) melakukan sleep training untuk anaknya. Ketika tau saya hamil, salah satu hal yang ingin saya praktekan ya sleep training ini 😁

Pasca melahirkan, motivasinya bertambah, yaitu agar Zaynab mandiri dan saya bisa melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya.

Disclaimer
Saya sangat menyadari bahwa pengasuhan anak itu banyak mengundang kontroversi. Entah kontroversi dari sisi medisnya, kulturnya, atau keyakinannya. Saya hanya meyakini bahwa tidak ada hal baku dan kaku di dunia ini yang mana X lebih baik dari Y. Apalagi, hal tersebut terkait pilihan pengasuhan. Semua dikembalikan ke preferensi pribadi. Karena kita punya nurani πŸ˜‰. Begitu juga terkait sleep training, ikutin kata hati aja ya 😊

Apa Itu Sleep Training
Sedikit membahas tentang sleep training berdasarkan definisi yang saya tangkap.

Sleep training itu katanya proses membantu seseorang untuk belajar bagaimana caranya biar bisa tidur dan tetap tertidur di saat jam tidur. Intinya belajar caranya buat tidur dan menjaga tidur kalo-kalo kebangun sehingga memiliki pola tidur yang baik.

Sleep training bisa dilakukan untuk segala usia ya. Nah berhubung Zaynab adalah bayi mungil yang berusia dibawah 3 bulan, jadi di tulisan ini saya akan berbagi tentang sleep training bayi usia 0-3m.

Apa Tujuan Dilakukannya Sleep Training pada bayi?
Pada bayi, sleep training dilakukan agar si bayi memiliki pola tidur mengingat bayi belum memiliki pola tidur seperti halnya manusia dewasa normal (maksudnya yang ga punya insomnia atau sindrom lainnya).

Bayi baru lahir hingga 6 bulan, normalnya memiliki jam tidur sekitar 16-17 jam (8-9 jam diwaktu siang dan 8 jam diwaktu malam). Tapi seringnya rentang waktu mereka tidur itu suka pendek. Sehingga terkadang kita suka sulit menentukan kapan jam tidur mereka atau apa ciri-ciri bayi mengantuk karena tidur mereka yang belum keliatan polanya.

Kenapa sih bayi cepet kebangun?
Karena katanya, bayi memiliki dimensi bermimpi yang pendek. Itu lho ... yang kalo lagi tidur mata suka bergerak-gerak, itu berarti bayi lagi mimpi dan itu siklusnya pendek, ga sepanjang manusia dewasa. Istilahnya REM (Rapid Eye Movement yaitu waktu bermimpi saat tidur) kalo saya ga salah yaaaa ...

Selain itu, bayi baru lahir memang membutuhkan kenyamanan mengingat mereka saat dalam kandungan sangatlah nyaman dan penuh kehangatan. Jadi katanya lagi nih (kata orang pinter alias ahlinya), setelah terlahir bayi akan memiliki perasaan takut ditinggalin atau istilahnya Separation Anxiety. Makanya kalo abis digendong, padahal udah kenyang, lagi sehat dan diaper udah diganti si bayi tetep nangis (meskipun ga semua bayi ya kaya gini ...)

Memang segitu pentingnya ya membentuk pola tidur bayi? 
Ya kembali lagi ke kitanya, melihat urgensi si sleep training itu sendiri bagi kita.

Bagi saya pribadi, sleep training untuk Zaynab cukup penting. Karena saya tidak mau energi saya terkuras untuk menidurkan Zaynab tapi anaknya tak kunjung tidur. Digendong 30 menit lalu 30 menit kemudian bangun dan lanjut nangis lagi. Lalu kita gendongan lagi, ganti diaper, nenenin, ayun-ayun dan begitu seterusnya.

Sedangkan, kondisi tidak memungkinkan saya menjadi 100% milik Zaynab. Ada Abang Uda yang juga butuh perhatian saya. Ada dapur yang harus tetap ngebul dan rumah yang butuh dibersihkan. Serta segenap pekerjaan rumah tangga lainnya.

Apa yang perlu diketahui sebelum melakukan sleep training?
Berdasarkan pengalaman pribadi selama 5 minggu melakukan trial and error sleep training Zaynab, saya menyimpulkan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menerapkan sleep training pada bayi.

1. Mempelajari metode-metode sleep training
Ada 2 jenis metode yang sering digunakan dan disarankan para ahli.

  • Metode Cry It Loud (CIL)
Yaitu melatih bayi mengenal rasa kantuknya dengan membiarkannya menangis. Dalam menerapkan metode ini, pastikan bayi dalam keadaan fisik yang sehat. Tempatkan bayi di tempat tidur khusus bayi sejenis crib atau bassinet. Jangan bedong bayi atau menyelimuti bayi. Untuk menjaga bayi tetap hangat, bisa menggunakan baju tidur bayi (sleepwear). Selain itu, pastikan juga diaper bayi tidak basah atau berisi pup dan perut bayi terisi sempurna.

Pengkondisian tempat tidur ideal
Standar Baby Safe sleep
  • Metode No Tears (NT)
Yaitu metode tanpa tangisan. Metode ini menurut saya yang paling banyak digunakan di Indonesia. Dimana bayi ketika sudah menunjukkan gelagat mau menangis, maka harus segera diberikan perhatian. Apakah dengan pelukan, tepukan lembut, diayun, dan lain sebagainya.
Dalam menggunakan metode ini, kita juga harus memastikan bahwa satu-satunya penyebab tangisan bayi adalah karena mengantuk. Bukan karena diaper penuh, kesakitan, atau karena lapar.

2. Kenali kepribadian anak
Belajar dari Zaid dan Ziad lalu sekarang Zaynab, saya meyakini bahwa setiap anak membawa karakter pribadi sejak lahir. Ada anak yang easy going, sensitif, manja, mandiri, dan lain sebagainya.

Harapannya, dengan mengenal kepribadian anak, kita bisa menentukan perlu tidaknya melalukan sleep training. Dan metode mana yang tepat untuk si anak jika memang dirasa perlu sleep training. Misal, Zaynab yang sensitif akan lebih cocok metode NT. Sedangkan Zaid dan Ziad, bisa menggunakan metode CIL karena anaknya yang easy going. Atau anak yang sudah memiliki pola tidur cukup bagus, ya berarti tidak perlu sleep training.

3. Mengenal bahasa komunikasi bayi
Bahasa pertama bayi adalah dengan menangis. Sehingga, mengenal jenis tangisan bayi diperlukan sebelum melakukan sleep training. Kapan bayi menangis karena lapar, mengantuk, kecapean, cari perhatian, atau kesakitan.
Setelah yakin mengenal jenis tangisan bayi, maka akan membantu kita dalam memilih metode yang mana yang mau diterapkan.

Jika memilih CIL, maka tidak usah khawatir bayi akan menangis melengking karena tidak diperhatikan misalnya. Prinsipnya, selama tangisan bayi tersebut hanya karena mengantuk saja, para ahli menyatakan tangisan tersebut aman. Dan pun jika memilih mentode NT, jangan sampai salah tafsir tangisan bayi. Jika salah tafsir, maka waktu dan tenaga kita akan habis seharian untuk menenangkan bayi yang menangis.

4. Mengenal pola makan bayi
Terkadang, untuk mengenal bahasa tangisan bayi, membuat kita frustrasi atau tidak percaya diri. Apakah benar tangisan begini karena si bayi lapar dan tangisan begitu karena bayi ngantuk. Untuk membantu mengatasinya, mengenal pola makan bayi bisa mengurangi ketidak-PD-an kita dalam mendefinisikan tangisan bayi.

Salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi ketidak-PD-an ini yaitu dengan mencatat berapa lama bayi menyusu (khusus bayi breastfeeding) dan berapa lama setelah menyusu bayi kembali lapar.

Biasanya, 5 menit menyusu tanpa jeda berhenti, bisa membuat bayi anteng selama 30 menit. Menyusu 10 menit bisa untuk bertahan 2 jam. Menyusu 15-20 menit bisa bertahan selama 3-4 jam.

Untuk bayi bottlefeeding, bisa melihat panduan dari dokter anak, sekian ml susu untuk berapa lama. Karena jika bayi over feeding, juga membuat bayi rewel karena kekenyangan.

Dengan mengenal pola makan bayi, membantu kita untuk yakin bahwa bayi menangis bukan karena lapar atau justru karena lapar. Sehingga kita bisa melakukan pengecekan lain semisal pengecekan diaper, pakaian, atau hal lain yang sekiranya mengganggu bayi.

Sleep Training pun Bisa Dimulai
Setelah mengetahui hal-hal terkait 4 poin di atas, maka sleep training bisa dilakukan.

Pengkondisian tempat tidur ideal
Standar Baby Safe sleep

Saya pribadi, melakukan sleep training sembari belajar. Jadi tidak menunggu 4 poin di atas terkuasai. Kenapa? Karena saya ga mau kaku saja dengan teori yang ada. Seperti yang saya katakan, dengarkan saja nurani kita 😁.

Awal Mula Sleep Training Zaynab
Pada suatu hari, saya mulai merasa kelelahan mengatasi semua hal sendirian terkait urusan domestik rumah tangga. Sedangkan yang namanya bayi, pastilah akan sering menangis mengingat memang itulah satu-satunya bahasa komunikasi mereka.

Awalnya Zaynab masih layaknya bayi baru lahir. Tidur sepanjang hari. Namun memasuki usia 4 minggu, Zaynab mulai bertambah cerdas. Tangisan semakin variatif dan sering.

Tiba-tiba saya teringat tentang sleep training ini. Spontan saja, di hari itu juga, dengan berbekal baca-baca yang belumlah terlalu banyak, saya mentraining tidur Zaynab. Harapannya hanya satu: saving my energy.

Minggu awal Sleep Training
Minggu awal, saya mencoba 2 jenis metode yang saya sebutkan di atas secara bergantian.

Pertama saya terapkan metode NT. Zaynab nyenyak dan ceria keesokan siangnya. Sedangkan saya lelah tak terhingga. Zaynab saat itu belum bisa co-sleeping jadilah saya harus menyusui sambil duduk. Selain itu, Zaynab juga masih butuh ditenangkan ketika mau tidur. Sedangkan waktu itu Zaynab belum punya ayunan. Empeng terkadang mau terkadang tidak. Dan teknik tepuk-tepuk pantat atau pundak belum kepikiran saat itu.

Jadi, setelah menyusui, saya harus gendong Zaynab dengan posisi gendong dipundak. Lumayan pegel dan bikin capek kan itu.

Kedua, saya cobakan metode CIL. Zaynab tidur pulas setelah menangis cukup lama. Saya pun bisa beristirahat ekstra. Tapi keesokan siangnya, Zaynab kehilangan keceriaannya. Saya melihat Zaynab seperti insecure padahal ada saya yang bermain dengannya. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, Zaynab terlihat tenang ketika bermain dan terjaga di siang hari.

Minggu ke 2 dan ke 3
Sleep training mulai tak terlalu saya pikirkan pasca merasa bersalah setelah menerapkan metode CIL pada Zaynab. Tapi saya masih tetap penasaran. Konon katanya, jika konsisten selama seminggu saja, maka anak akan bisa tertidur ketika mengantuk dengan sendirinya.

Akhirnya, saya coba pelajari perlahan prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam sleep training ini tanpa tergesa dan terburu target pribadi. Sembari mengamati Zaynab mulai dari karakternya, jenis tangisannya, pola makannya, pencernaannya, dan lain sebagainya.

Pertengahan pekan ke 2, saya mulai merasa percaya diri bahwa Zaynab sudah memiliki pola tidur yang cukup bagus. Kenapa?
* Karena Zaynab tidur pulas di malam hari tanpa perlu digendong. Cukup ditepuk-tepuk.
* Ketika terjaga di malam hari, Zaynab akan langsung tertidur kembali setelah kenyang menyusu
* zaynab hanya bangun 2-3 kali di malam hari
* Zaynab bermain dan terjaga di siang hari tanpa kerewelan yang berarti. Hanya tangisan kecil.
* Zaynab bisa jatuh tertidur sendiri tanpa perlu di gendong, ayun, atau ngempeng. Cukup di bedong untuk mencegah Zaynab menggaruk wajahnya yang gatal karena kulit kering lalu tepuk-tepuk lembut sampai akhirnya tertidur.

Pola bagus ini memang belum konsisten. Terkadang Zaynab terganggu dengan refluxnya, ingusnya (karena disini lagi musim dingin), dan gatalnya kulit keringnya. Tapi dengan aneka macam gangguan tersebut, menurut saya Zaynab cukup bagus pola tidurnya.

Minggu ke 4 dan ke 5
Pada minggu-minggu ini, saya memang sudah bersiap jika pola tidur Zaynab akan terganggu. Karena Zaid dan Ziad tengah libur musim dingin selama dua minggu. Benar saja, yang tadinya Zaynab bisa tidur siang dengan nyenyak, sepanjang liburan Zaynab terganggu. Hingga akhirnya memuncak disaat kami sekeluarga terserang batuk dan pilek.

Alhamdulillah Zaynab tidak sampai batuk pilek parah. Tapi hidungnya mulai mampet dan ingus berair. Sehingga menyebabkan pola makannya pun ikut terganggu. Yang tadinya 15 menit menyusu efektif membuat Zaynab bertahan selama 2 jam, jadi tidak lagi. Bahkan Zaynab menyusu 30 menit dan banyaknya hanya mengempeng. Tertidur 30 menit lalu bangun dan rewel.

Tadinya saya sempat putus asa. Wah Zaynab benar-benar ga bisa ditebak nih polanya. Saya menduga idung mampet Zaynab hanya sebatas mampet karena ingus yang mengeras seperti halnya di pekan awal sleep training. Ternyata setelah di cek berkali-kali, hidungnya bersih tapi Zaynab tetap terlihat susah bernafas. Dan keluar ingus air. Wah ini mah pilek.

Hikmah Sakit
Dengan dua kondisi ini yaitu disaat sehat dan sakit, saya jadi lebih memahami Zaynab. Mulai dari memahami jenis tangisannya, bagaimana tangisan Zaynab saat lapar, ngantuk, cari perhatian dan ketika kesakitan. Kemudian memahami pola makannya, yang lapar setelah BAB meski baru saja menyusu, yang lelap kekenyangan jika sudah menyusu 15-20 menit.

Selain itu, pasca sakit, Zaynab kembali ke pola semula membuat saya berkeyakinan bahwa bukan pola Zaynab yang ga ketebak. Tapi saya nya yang ga tau kapan Zaynab nyaman dan ga nyaman. Alhamdulillah dengan Zaynab pilek dikit ini saya jadi tau Zaynab kalo sakit kaya gimana.

Akhirnya
Setelah menjalani proses cukup panjang selama 5 minggu ini, saya berkesimpulan bahwa Zaynab tipe anak yang tidak susah tidur selama:
1. Badan sehat
2. Kenyang
3. Diaper kering (kena pup sedikit saja anaknya langsung bangun) dan
4. Diperhatikan (diajak main) saat terjaga

Kalo udah ngantuk ya tidur aja sendiri
Asal 4 poin di atas terpenuhi
(Tetep bandel dikasi mat lagi. Padahal ga boleh πŸ˜†✌)

Kondisi terbaru, hasil observasi lebih lanjut, Zaynab ternyata memiliki rentang tidur yang pendek di siang hari mau gimana pun cara penidurannya. Mau digendong, diayun, di bouncer, bahkan di crib sekalipun tetep aja tidurnya ga akan lama.

Tadinya saya agak khawatir anaknya kurang tidur. Tapi setelah diperhatikan, memang pola anaknya begini. Tidur 30-45 menit. Main dan cimelekete perbayian 1-2 jam. Anaknya ngantuk lagi, kasih ASI lagi, bungkus badannya biar anget, taro di bouncer atau crib, anaknya nyerocos bentar, lalu dia tertidur lagi.

Di malam hari Zaynab udah bisa co-sleeping alhamdulillah. Jadi Uminya bisa tidur dengan nyenyak 😍😍😍😍

Sedikit tentang Pacifier atau Empeng
Saya sangat menyadari tentang kontroversi benda ini. Karena saya belum mempelajari lebih lanjut tentang pengaruh empeng terhadap rahang atau kesehatan mulut bayi, jadi saya ga akan berbagi apa-apa ya soal pengaruh penggunaan empeng. Cari sendiri aja hehehe.

Zaynab sendiri diperkenalkan empeng sejak awal lahir saat dirawat di NICU selama 11 hari. Sepulang dari NICU, saya pun tak ambil pusing dan tetap menggunakan empeng sebagai salah satu cara untuk menenangkan Zaynab. Meskipun Zaynab sendiri bukan tipe anak yang menyukai empeng. Tak ada alasan khusus bagi saya untuk memberi empeng kepada Zaynab selain alasan kewarasan πŸ˜…πŸ˜†.

Nah, saya pribadi memberi empeng kepada Zaynab hanya di kondisi tertentu saja. Entaj kondisi kepepet atau kondisi lainnya yang saya tidak ingin terlalu banyak berdalih. Kembali ke alasan kewarasan, daripada pusing, yang penting anak diem dululah. Apa saja kondisi tersebut?

1. Pengalihan saat anaknya mengantuk berat tapi ga bisa tertidur.
Anak yang mengantuk berat biasanya bakal rewel. Segala hal udah dilakuin, kenyamanan udah di cek, tapi tetep anaknya nangis. Nah, saya gunakan empeng buat bantu Zaynab nenangin diri.

Kenapa ga pake nenen? Karena kalo Zaynab di nenen lagi, sedangkan anaknya udah kenyang, malah membuat Zaynab muntah karena dia nenen sambil ngamuk dan jadi kaya keselek gitu plus Zaynab juga reflux sehingga sangat mudah muntah jika terlalu full.

Silahkan diamati aja anaknya. Kalo Zaynab bisa, belum tentu di anak lain bisa ya.

2. Saat berkendara
Karena di sini bayi wajib duduk di car seat, sehingga ada situasi tertentu Zaynab nangisnya mulai ga tenang. Kalo penyebabnya karena ngantuk berat, ya saya kasih pasifier. Tapi kalo karena ga enak perut, biasanya anaknya juga ga akan mau dikasih empeng. Yang ada malah makin ngamuk πŸ˜†.

3. Saat lagi sibuk

Saya di rantau tidak ada pembantu komersil wkwkwk alias yang bergaji. Yang ada sukarelawan bernama Zaid, Ziad dan Pak Topik. Terkadang ketika saya masak, beres-beres rumah, mandi atau buang air, mereka suka inisiatif kasih Zaynab empeng  kalo nangisπŸ˜… sebelum akhirnya ngajak Zaynab main. Hanya butuh waktu beberapa detik hingga Zaynab tenang lalu empeng pun dilepeh. Setelahnya, Zaynab pun bisa diajak main.


Pada dasarnya berdasarkan pengalaman ke Zaynab, anak ga akan mau ngempeng kalo kenyang. Tapi anak butuh ketenangan kalo ngantuk. Nah ternyata, dengan sleep training penggunaan empeng bisa direduksi. Selama kita berhasil menciptakan pola dan definisi ngantuk buat si kecil.

Penutup
Setiap anak tentunya akan berbeda-beda dalam penerapan Sleep Training ini. Dari pengalaman saya, sleep training tidaklah plek penerapan sebuah metode. Sleep training adalah masa dimana kita diminta mengenal lebih detail anak kita. Sehingga bisa memutuskan apakah perlu dilakukan sleep training atau tidak. Jika perlu, metode mana yang kira-kira efektif untuk anak kita.

Seiring bertambahnya usia, bertambah pula lah kecerdikan anak. Harapan saya, Zaynab bisa mengetahui cara mengatasi rasa kantuk yaitu dengan tidur. Bukan dengan menangis atau digendong dan lain sebagainya. Kecuali jika memang lagi sakit atau colic.

Buat teman-teman yang bayinya memang susah tidur dengan segala macam problemnya, semoga ditemukan solusinya. Setiap kita ada ujiannya masing-masing, semoga share saya tentang sleep training ini bisa sedikit membantu.

Columbus, 8 Januari 2019

Nb:
* Zaynab start sleep training hari Selasa tanggal 4 Desember 2018 (usia 5 minggu 2 hari)
* Tulisan ini mulai ditulis pada hari Kamis, 6 Desember 2018
* Selesai ditulis hari Selasa, 8 Januari 2019 (Zaynab usia 10 minggu 2 hari)



2 komentar on "Persiapan Awal Sebelum Melakukan Sleep Training Pada Bayi Usia 3 Bulan"
  1. Dulu ku praktekkin sleep training jg nih brti. Pas itu blm tau namanya. Katanya bisa konsisten jam tidurnya emg stlh sebulanan.bdrksht sleeping training aku bisa nonton drakor deh dlu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenernya apa yg kita lakuin tu udah teorinya. Kadang kita tau kadang ga. Hahaha ... kaya tidur bareng anak di malam hari sambil di susuin, istilahnya co-sleeping. Eaaaaa ogut juga baru tau itu. Wkwkwkwk

      Hapus

Komenmu sangat berarti bagiku πŸ˜†
Makasi ya udah ninggalin komen positif ... πŸ€—