MOM BLOGGER

A Journal Of Life

Image Slider

Ramadan di Amerika

Senin, 29 Mei 2017
Hari ketiga Ramadan ketika tulisan ini awal diketik. Masya Allah ... Ramadan disini sensasinya...
Ramadan di Amerika, terutama di Columbus memang tidak selama Ramadan di negara Eropa atau negara bagian Amerika lain yang memiliki waktu malam lebih pendek dibanding Columbus. Sebut saja Belanda dimana kita harus berpuasa selama lebih kurang 18 jam. Sedangkan saya di Columbus hanya 16 jam saja. 3 jam lebih banyak dibanding puasa di Indonesia.
Sensasinya?
Bagi saya yang membuat Ramadan di negara 4 musim itu memiliki sensasi berbeda bukan pada lama nya waktu menahan nya. Tapi pada jadwal shalat tarawehnya. Jadwal yang membuat akika jadi dilematis. Kenapa? Jujur saja, Ramadan tanpa taraweh ke masjid kurang terasa Ramadan nya. Terus kenapa dilematis? Ya karena taraweh nya midnight pray alias tengah malem. Tentunya menjadi hal yang cukup menantang buat saya dengan 2 anak ini. Belum lagi peraturan mesjid yang cukup ketat dimana anak-anak harus di baby sitting area ketika shalat berlangsung ... hmmmmm ...
Tapiiiiiiii ... harapan itu selalu ada!!! Niatin aja dulu. In sya Allah ntar ada momen yang tepat untuk bisa merasakan nuansa Ramadan utuh di negri minoritas muslim ini. Yakin!!!! #ehm (sambil sounding anak-anak terutama saat mereka shalat jumat)
Oh ya! Hal yang membuat bulan Ramadan sangat terasa kehadirannya di Indonesia menurut saya salah satunya dengan sajian iklan dan jenis acara televisi selama bulan Ramadan. Sedangkan di Amerika, tentunya Ramadan tidak menjadi kultur yang dipertimbangkan dalam konten siaran televisi #secaraminoritas. Alhasil, saya mencoba berbagai macam cara agar Ramadan tetap berasa meski tanpa sajian khusus acara Ramadan di televisi.
Apa sajakah itu??? Cekidot!!!
 Dekorasi Ramadan
Beberapa hari sebelum Ramadan, saya mendapat resume link yang berisi segala hal terkait Ramadan. Mulai dari artikel terkait Ramadan, aktivitas anak selama Ramadan dan juga dekorasi untuk menyambut Ramadan. Hmmm ... Di Indonesia, jangankan Ramadan, Idul Fitri saja keluarga besar saya tidak pernah dekar dekor. Tapi ternyata aktivitas mendekor ini cukup membantu dalam menghadirkan suasana Ramadan di perantauan.
 Kalender Ramadan
Membuat kalender khusus Ramadan baik berupa kalender selama 30 hari ataupun kalender 'counting down' idul fitri paling tidak membuat saya dan suami selalu sadar sudah memasuki hari ke berapa Ramadan-kah kami. Sehingga paling tidak Ramadan berlalu dengan sadar. Karena seringnya kita ga sadar kan ... tiba-tiba udah Idul Fitri ajah  ...
 Daftar Aktivitas Rutin
Buat apa? Untuk menyemangati diri sendiri, suami dan anak-anak untuk selalu melakukan aktivitas khas Ramadan. Apa saja itu?
 Sahur
 Ifthor
 Taraweh
Ada perlakuan spesial untuk 3 ibadah ini dimana pelaksanaan nya selalu dinanti-nanti, terutama ifthor 
 Berbagi Makanan
Sudah jadi rahasia umum lah ya kalo membukakan orang yang berpuasa itu jadi salah satu amalan utama di bulan Ramadan. Bagaimana tidak, pahalanya sama seperti pahala orang yang berpuasa ... wow wow wow. Sehingga melebihkan makanan buka puasa untuk di kirim ke tetangga muslim atau pun teman Indonesia masuk jadi aktivitas yang merekatkan nuansa Ramadan.
 Mengaji atau Mendengar Bacaan Alquran
Mengaji alquran dengan suara nyaring atau mendengarkan bacaan Alquran lewat speaker Alquran yang kami punya di detik-detik eh menit menit hendak berbuka puasa juga bisa menghadirkan nuansa Ramadan. Karena di Indonesia kita sangat akrab dengan dendangan Alquran dari microfon masjid atau mushala sekitar rumah kita. Sayangnya, sirine nya kami tidak punya  ...
 Makanan khas Ramadan
Meski agak sulit, tapi menghadirkan makanan khas buka puasa saat Ramadan di Indonesia juga bisa melekatkan rasa nuansa Ramadan. Dengan sajian khas seperti cendol, sop buah, kolak, burcang atau pun menu minuman dingin seperti cincau. Hmmm ... Ditambah sirop marjan (tanpa diiklankan pun marjan selalu di hati kala Ramadan ). Wow ... rasanya Ramadan begitu nikmat meski di perantauan. 
Cara-cara di atas terkesan biasa dan terlihat tidak spesial kali ya jika dibaca oleh teman-teman yang belum pernah merantau . Tapi inilah saya ... (entahlah perantauan yang lain) ... mencari berbagai macam cara agar Ramadan selalu berkesan untuk saya dan keluarga. Agar Ramadan setiap tahunnya selalu memiliki cerita. Meski anak-anak belum terlalu paham apa itu puasa, sahur dan Ramadan itu sendiri (dekorasi Ramadan saya mereka kira tempelan pelajaran A B C mereka  - dan memang benar sih itu rangkaian alphabet yang mereka pelajari), tapi membuat setiap Ramadan punya cerita itu merupakan cita-cita saya 
Columbus, 11 Ramadan 1438 H / 6 Juni 2017
NB:
 Ramadan 2013  pasca lahiran dan LDR 1
 Ramadan 2014  anak-anak usia 1 tahun dan masih LDR  ... masih nebeng di orang tua dan tidak diizinkan bawa anak-anak Taraweh karena mereka masih ASI dan masih terlalu kecil 
 Ramadan 2015  anak-anak usia 2 tahun dan cerita Ramadan mulai terasa dimana anak-anak sudah rutin shalat taraweh ke masjid dengan aneka cerita unik yang sayang nya tak tertuliskan karena saya belum aktif nge blog 
 Ramadan 2016  anak-anak usia 3 tahun ... Ramadan pertama yang paling berkesan karena jadwal taraweh keliling yang kami lakukan. Ceritanya tertulis dalam beberapa tulisan saya di tahun 2016.
 Ramadan 2017  Ramadan yang barusan saya tulis. Mungkin akan ada tulisan lanjutannya ... semoga saya memiliki unforgettable momen di Ramadan pertama di belahan benua yang lain ini. Aamiin.

Tips Parenting Uminya si Kembar

Kamis, 25 Mei 2017

Yey! Libur telah tiba ... Libur telah tiba ... hatiku gembiraaaaa #tasya'ssong πŸ˜„

Tapiiiii ... liburnya kepanjangaaaaan 😭😭😭

Eh bukan soal libur kepanjangan yang mau dibahas. Tapi soal pengasuhan si kembar. Katakanlah tips parenting ala-ala Umi ZaZi.

Seperti halnya di Indonesia, setiap akhir persekolahan biasanya ada acara sejenis perpisahan. Nah, disini juga ada acara sejenis meski ga semeriah TK-TK di Indonesia.

Pada acara yang dinamakan "Celebration The End of School Year" ini, setiap anak akan menerima laporan akhir perkembangan mereka beserta sertifikat dan portofolio mereka selama bersekolah. Dalam 1 tahun, anak-anak sebenarnya menerima laporan perkembangan sebanyak 4 kali, di pertengahan semester fall, akhir semester fall, pertengahan semester spring dan terakhir, sebelum liburan summer.

Bedanya laporan akhir dengan 3 laporan sebelumnya, laporan ini disertai dengan bukti anak-anak beraktivitas selama bersekolah dengan foto-foto dan video aktivitas mereka. Daaaaaaaan, buat saya karena ini pengalaman pertama anak-anak menyelesaikan 1 tahun sekolahnya, rasanya 'W O W!!!!'. Saya terharu dan amazing bangeeeeeeeet #alay saat menyaksikan foto dan video aktivitas mereka.

Tapiiiii ... disinilah dia awal kegalauan dimulai (lagi). Iya lagi! Karena saya sangat sering galau kalo udah ngomongin anak-anak terlebih soal perkembangan mereka. Kenapa? Karena membesarkan 2 anak sama usia itu tantangannya beda lagi. Dan pastinya membesarkan setiap anak dengan jumlah tertentu itu juga memiliki tantangan nya masing-masing.

Jom kita lihat ilmu parenting ala-ala umi ZaZi #eaaaaaaa. Terutama dalam menghadapi berbagai macam kejutan dari anak kembar ini ...yang selalu bikin Uminya galau dan mikir 😫

πŸ‘¬ Saat 2 Perpaduan sempurna bersatu
Halah judulnya. Tapi memang begitulah adanya. Ketika 2 perpaduan karakter, cengeng bertemu dengan iseng. Kebayang kan apa yang terjadi???? Yups! Si cengeng akan terus merengek manja karena diisengin, dan si iseng semakin gemes buat terus menerus mengisengin. Mau marah? Lha gimana caranya??? Yang iseng hanya mencoba mengajak main, yang cengeng hanya mencoba merajuk manja. Ulalaaaaa ... pusing pala syahrini.
SolusiπŸ‘‰ Situasi seperti ini solusi terbaiknya adalah sabar πŸ˜†. Bersabar menunggu si kembar menyelesaikan 'tugas'nya. Si iseng selesai dengan keisengan nya, dan si cengeng selesai dengan kecengengan nya. Sampai kapan??? Sampai mereka menjawab "udah" ketika ditanya "Udah iseng/cengeng-nangis nya?". Kemudian selanjutnya berbicaralah dari hati ke hati bahwa sesungguhnya umi fusing dan fening melihat kalian iseng dan nangis begini #umicurhat. Saya yakin setiap orang tua punya cara komunikasinya sendiri dalam hal ini πŸ˜†πŸ˜…

πŸ‘¬ Saat mereka saling mempengaruhi
Saya sadar alias tidak pingsan bahwa anak kembar meski lahir di tanggal yang sama dan tahun yang sama, mereka tetaplah 2 individu dengan 2 karakter yang berbeda. Dan disinilah terkadang saya merasa binun (bingung) tatkala mereka bertukar karakter sebagai efek dari saling mempengaruhinya mereka.
Misal, ketika sang cuek dan antimainstream tengah melukis (Zaid) akan mempengaruhi si karakter perfeksionis bin mainstream (Ziad) yang juga sedang melukis. Ziad yang awalnya melukis sesuai warna yang seharusnya di lukiskan pada si gambar mendadak ikut absurd dengan lukisan abstrak ala Zaid πŸ˜‚. Untuk hal ini saya hanya mengamati saja. Belum menemukan cara untuk pengarahan karakter asal pengaruh yang saling mereka berikan bukan hal yang prinsip.
Tak jarang, pertukaran karakter seperti pemalu berganti dalam kurun waktu tertentu. Contohnya, awal persekolahan yang pemalu adalah Ziad. Namun di akhir persekolahan, Zaid lah yang menjadi pemalu. Sedangkan Ziad percaya diri seperti halnya Zaid di awal semester (ini kegalauan baru saiah πŸ˜‘)

πŸ‘¬ Saat hari-hari kita berubah jadi tim pencari mainan 😫
Mendidik itu long lasting memang. Jika berhasil mengajarkan sesuatu, yang lebih berat itu justru follow up nya. Dan yang paling signifikan terasa berat ketika konsep "mainannya dijaga karena kalo udah hilang ga bisa dibeli lagi" membuat anak-anak sangat menjaga dan menyayangi mainan mereka. Dan hal ini merupakan perubahan positif kalo mengingat bagaimana dahulu kala mereka memperlakukan mainan mereka sekenanya. Di lempar dan disakiti #umi lebay dan kalo ilang bilang "Beli lagi" 😧.
Tapiiiii ... follow up sikap positif ini cukup berat mengingat mereka belum memiliki daya fokus layaknya orang dewasa. Ketika fokus mereka teralihkan, saat itulah mereka bisa lupa dimana terakhir kali menaruh mainan mereka. Dan masalahnya, mainan yang selalu awet dibawa-bawa itu berupa mobil-monilan hotwheels dimana si hotwheels ini sangat mudah menghilang kaya jin #eh. Alhasil, saya dan suami nyaris setiap hari dan setiap waktu terlibat dalam misi pencarian mainan mereka 😏
Solusi πŸ‘‰ Setelah memastikan si mainan hilang ulah siapa, minta mereka yang menghilangkan untuk mencari si mainan tersebut. Jika mereka sudah berusaha keras dan belum ketemu juga, kita bantu cari. Jika tidak ketemu, pasrahkan pada takdir dan berikan mereka pengertian bahwa jika tidak teratur menyimpan mainan, jadinya mainan gampang hilang. Endebla endeble πŸ˜†. Dan konsisten menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi masalah seperti ini πŸ€—

πŸ‘¬ Saat si kembar berekplorasi diluar batas kewajaran
Ga perlu heran lah ya kalo liat anak kecil melakukan hal-hal ajaib semisal masukin manik-manik kehidung, meludah dan ngacak-ngacak ludahnya, manjat benda-benda yang rawan jatoh atau patah, lompat sekena hati, dan hal lain yang mungkin lebih ekstrim. Yah begitulah! Anak-anak nan unik ini memang tinggi rasa penasarannya. Lalu bagaimana???
SolusiπŸ‘‰ Pastikan ekspresi kita dalam batas wajar tanpa teriak atau pun tindakan yang mengagetkan anak. Karena hal ini hanya akan membuat mereka semakin tertantang untuk meneruskanπŸ˜‚. Jadi sebaiknya, katanya, bangun open ended question seperti "ade lagi ngapain?" atau "Lagi acak-acak apa de?" atau "wah, dede hebat manjatnya, manjatin apa de?" dan seterusnya. Sehingga menumbuhkan keterbukaan anak dalam menjelaskan kenapa atau atas tujuan apa mereka melakukan hal tersebut. Jika anak belum bisa bicara jelas, kita bisa alihkan jika hal yang mereka lakukan itu membahayakan. Misal alihkan perhatian anak yang akan ngedrumb di kepala adik bayi, misalnya, ke ngedrumb di ember atau galon atau hal lain yang bisa mengalihkan perhatian mereka. Jangan lupa lontarkan pujian dan dorongan kepada mereka untuk hal-hal yang mereka respon dengan baik. Jika belum berhasil, bersabarlah πŸ˜„

Segitu dulu aja deh ... moga manfaat 😘

Columbus, Mei 2017

Disclaimer: tulisan ini hanyalah catatan curhat yang dirangkum seolah ilmiah biar dibaca πŸ˜†. Adapun ketidaksesuaian tulisan dengan teori yang ada bukanlah faktor kebetulan melainkan memang begitulah teori parenting. Fleksible sesuai objek nya. Berhubung objeknya manusia jadi teorinya liquid .. (halah bahasanya). Jadi ga menutup kemungkinan tips parenting ini bakal berbeda di orang tua yang lain 😘.

Demi Masa

Terlintas begitu saja dalam pikiran saya, akan masa dimana semua tak lagi berarti apa-apa. Sedangkan diri masih berlumur dosa. Ya! Dunia yang fana ini begitu mempesona. Tak heran membuat manusia jatuh terperangkap karenanya.
"Demi masa!". Sungguh rasanya saya menjadi orang yang sangat merugi atau bahkan celaka andai umur yang tersisa masih saja dilumuri dosa, dengan sengaja! Bagaimana bisa mengetahuinya?
Entahlah. Catatan ini hanya bagian dari kesah diri dan gelisah hati. Menatap kehidupan panjang ke depan, jika berumur panjang. Atau menatap takdir akan seberapa panjangkah diri ini menutup usia. Berakhir baikkah? Semoga.
Menutupi diri dari apa yang telah diketuk Allah untuk kita sama halnya menjauhkan diri dari peluang memperoleh hidayah dariNya. Hidayah yang kesekian kalinya. Otak berfikir dan hati mampu merasakan, hal mana yang bisa membawa kita tetap pada lajurNya.
Demi masa! Mampukan hamba Ya Allah ...
Columbus, 24 Mei 2017

Bukan Sebuah Kebetulan

Sabtu, 20 Mei 2017
Hidup itu bukan sebuah kebetulan katanya. Ya saya sepakat. Katanya ada energi yang menggiring. Bagi yang percaya Tuhan, pasti meyakini bahwa yang menggiring nya adalah Dia. Dan saya juga sepakat.
Membaca dalam kegelisahan memaknai hidup yang perlahan pergi meninggalkan angka demi angka usia, saya terpana. Menatap satu persatu sajian takdir dari Nya. Semua bisa dirangkai untuk menjadi satu makna yang selama ini saya cari, tujuan!
Saya tidak menyalahkan perubahan status yang berlalu begitu cepat. Ataupun perjalanan hidup yang tetiba dipercepat jam keberangkatannya dari biasanya. Saya hanya manusia yang butuh waktu cukup lama untuk ... katakanlah, beradaptasi. Sehingga butuh waktu nyaris 5 tahun bagi saya untuk merevitalisasi diri saya.
Ya! Diri! Semangat, nilai, pikiran, jiwa, nurani, semuanya yang pernah tersemat dan bersemayam di dalam diri saya. Ibarat ruh, mereka semua sempat pergi. Dan tentu saja saya seperti mayat hidup. Tak tahu kemana arah dan tujuan bisa dicapai.
Perlahan kegelisahan menggiring saya untuk terus beranjak dari mati suri ini. Saya ingin hidup! Kembali hidup berjalan di atas kaki sendiri. Berfikir bebas dengan arah dan tujuan yang jelas, dengan kemerdekaan jiwa dari kunci-kunci dogma.
Satu persatu kisah yang terlewati memberi cerita makna untuk saya, yang terangkai dalam kata ini. Pastinya itu bukan sebuah kebetulan. Tentang apa yang saya baca, lihat, alami, dengar, tonton, bahkan sekedar berjalan di beranda media sosial.
Tujuan. Yang selama ini terduduk diam dalam nurani menanti ketukan sang hati. Ya!
"Bermanfaatlah!" teriaknya.
Bukan mengejar apa yang manusia pinta tapi lakukan apa yang Tuhanmu kata. Hanya itu! Dan kemudian berubahlah menjadi kupu-kupu nan cantik yang mampu terbang tanpa beban menembus indahnya langit, katakanlah itu surga.
Columbus, 20 Mei 2017
Selamat Bangkit Jiwaku!
Bacalah semua!

Diantara Dua Manusia

Ini bukan kisah cinta. Apalagi novel.

Apapun!!!

Berada diantara dua manusia artinya menjadi pihak ketiga, tampaknya tidak terlalu buruk.

Paling tidak kita bisa mengambil pelajaran dari 2 orang tersebut. Baik dari dua orang yang tengah bertikai, berselisih pendapat, salah paham atau dari 2 orang yang tengah berkasih-kasihan.

Eits, tapi hati-hati. Pihak ketiga jika dalam kisah cinta rawan menjadi tempat bercumbu, dalam kisah apapun paling tidak pihak ketiga rawan kerapuhan.

Rapuh karena terlalu banyak menerima terpaan angin, guyuran hujan dan teriknya sinar matahari. Merasa kuat akan semua itu, ternyata di dalamnya keropos 👉 anggap saja ini perumpamaan😆

Meskipun pihak ketiga menjadi pihak yang paling tahu dan paling banyak mengambil pelajaran, tapi pihak ketiga jugalah yang paling dulu diuji kekuatannya. Kekuatan rendah hatinya. Yang mampu memunculkan kebijaksanaan berfikir, bersikap dan bertindak. Sehingga tidak menjadi condong ke salah satu pihak.

Anggap saja ini renungan. Renungan bagi siapapun yang sangat sering berada di posisi pihak ketiga. Pihak yang berada di antara 2 kisah manusia yang saling terkait karena aneka macam alasan. (tunjuk diri sendiri 😧👈)

Columbus, 20 Mei 2017

"Menjadi jujur itu mudah, menjadi bijaksana itu rada susah" (kata saya 😅)

It's dark here, Ziad said

Selasa, 09 Mei 2017

Hai Ziad munif alfatih... Kemaren entah tanggal berapa, you talk a lot and mix with english boy! Rasa-rasanya saya terharu dan bahagia. Mereka membuat saya jadi banyak mikir dan tentunya jadi makin bersyukur. Kenapa?

Yang mengikuti alkisah speech delay nya ZaZi tentu paham kenapa saya begitu terharunya. Ya! Penantian agar kemampuan berbicara anak-anak membaik tampaknya perlahan akan berakhir. Rasa kesal dan jengkel plus merasa menjadi ibu paling konyol dan 'useless' perlahan terobati. Kesabaran saya benar-benar diuji dan ujian nya lewat anak-anak πŸ˜‘. Sungguh tak pernah ku sangka πŸ˜†

Saya memang terkenal keras kepala, tak sabaran plus rada-rada susah kalo dikasi tau. Tak pernah terpikir sedikitpun bahwa untuk merubah karakter jelek ini akan diberi lewat kehadiran anak. Ya! 2 anak sekaligus. Saya agak-agak yakin jika anak saya hanya 1 dalam 1 waktu, saya optimis saya masih mampu sabar #somboooooooong πŸ˜‚

Maka terjadi lah sebuah kisah dimana saya menjadi seorang ibu dari 2 anak kembar, laki-laki. Saya pikir tidak akan ada bedanya. Toh orang-orang bisa kenapa saya ga. Sampai akhirnya saya dihadapkan pada kemampuan bicara anak-anak yang dari masa ke masa malah mengalami kemunduran. Faktornya? Saya pernah share disini. (atau bisa search di blog saya dengan keywords 'speech delay'. Karena ada beberapa tulisan terkait ini-saking galaunya πŸ™ˆ)

Saat ini semakin hari penglihatan saya semakin dijernihkan, hati saya semakin dilapangkan dan pemikiran saya semakin dilowongkan. Alhamdulillah. Melalui anak-anak dan berkat doa orang-orang tercinta, meski tetep masih agak sedikit 'pemarah', at least saya saat ini bisa lebih menikmati hari-hari bersama anak-anak tanpa pernah lagi merasa 'Allah salah kirim amanah'.

Sedih rasanya saat dulu saya pernah berprasangka atas takdir Allah berupa 2 amanah ini. Dimana saya harus berjuang sendiri tanpa tiada yang menemani #eaaaaa. Suami mana suami? StudiπŸ˜‘. Berjihad kalo kata orang 😊.

Ya begitulah, bukan ujian namanya kalo udah tau soalnya duluan. Dan memang saya tidak pernah tau bahwa kehidupan saya di depan akan seperti ini. Proses adaptasi nya lumayan menyita tenaga dan iman. Fluktuatif dan penuh bisak bisik hati yang sangat sulit didefinisi bisikan siapaπŸ˜₯ (nurani apa setan)

Ternyata (maafkan jika saya baru tau), berubah status itu butuh perjuangan seperti halnya berjuang saat awal memperoleh hidayah. Berjuang dari apa? Dari melawan hawa nafsu. Berjuang agar tidak keluar koridor setelah berada di dalam koridor yang tepat. Berjuang agar tetap di jalanNya meski berjalan lambat yang penting tujuan sama, surganya. Sehingga saat ini saya simpulkan sementara bahwa hidayah memang tak datang 2 kali. Tapi hidayah bisa direngkuh berkali-kali setelah kita jatuh dan terseok, selama nafas masih dikandung badan.

Yuk ah para wanita, yang gadis baik sudah 'tua' atau masih remaja, yang sudah berdua atau pun sudah janda, yang baru menjadi ibu ataupun nenek, kepekaan hati yang diberikan Allah kepada kita agar kita pergunakan dengan baik untuk menyentuh sisi-sisi ruhiyah dalam perjalanan hidup nan panjang ini. Jika tak bisa berbagi inspirasi dengan orang lain, paling tidak kita mampu menjadi inspirasi buat diri kita sendiri. Dan saya yakin inspirasi ini akan mampu kita sampaikan pada anak turunan kita dalam sebuah kisah bermakna nilai. Agar akhir hayat kita, kita tetap bisa menjadi manusia yang bermakna. 'Sekotor' apapun kita.

'it's dark here, but not in your heart 😊'

Columbus, 9 Mei 2017
Inspirator umi 
Zaid dan Ziad 😘😘

Tak Kau Rengkuh dia

Kamis, 04 Mei 2017

tatapan itu kering tandus bak di padang pasir
Tak ada kelembaban satu pun yang mampu menyentuh hingga hilang sedikit retak tak berasa itu
Tak pernah kau rengkuh dia hingga nanar menemani langkahnya

Dunia dan manusia
kering tandus
Jiwa perlu sentuhan dan rengkuhan
dekaaaaaaap
eraaaaaaat
agar tak melenakan

kini ku sambut kembali rengkuhan itu
harapku biar tandus berlalu
biar kembali kurasa apa yang selama ini hilang padanya
kembalilah kembalilah kembalilah
teriaknya

rasakan sedikit saja getarnya
semoga engkau bernyawa!

Hai Bulan Mei

Hai bulan Mei ... April ku berlalu tanpa goresan. Apakabar dirimu? Semoga goresan pertama ini menjadi penyambung goresan lain nya ya ...

Tuanmu masih berkotemplasi ... lama. Mungkin sangat lama ... hingga kemandegan mungkin saja terjadi dalam kurun ini ... Doakan ya otak tuanmu kembali normal ... Agar mampu menggoreskan barang sedikit suka lara sekalipun.

Tak hanya tentang nya ... tapi tentang semua ...

Merindu rangkai kata tak bernyawa mu duhai tuan