MOM BLOGGER

A Journal Of Life

Image Slider

Resep Tiramisu Creamy bin Halal

Minggu, 22 Oktober 2017
TIRAMISU
Hei ho ... Ayo ayo siapa pecinta Tiramisu? Bagi yang mengikuti tulisan saya yang berjudul Tiramisu Halal mungkin bakal tau resep tiramisu yang saya pake. Coba, Tiramisu berasal dari Jepang apa Itali? Tenang ... Kali ini kita tidak akan membahas perihal asal muasal Tiramisu. Tapiiii ... Yups, kali ini kita akan berbagi resep Tiramisu yang super duper creamy yang tentunya bisa dieksekusi langsung di dapur mungil kita. Apa aja sih alat dan bahan yang dibutuhkannya?

Oke, pertama-tama sebelum ke alat dan bahan, perlu diketahui bahwa dalam resep Tiramisu ini, kita akan membagi cream Tiramisu menjadi 3 jenis, yaitu:

Pendidikan Agama Anak di Negara Minoritas

Selasa, 10 Oktober 2017

Awal tahun ajaran baru ini Alhamdulillah saya bisa menerapkan beberapa hal baru terkait pendidikan agama kepada anak-anak dengan lebih konsisten (Konsistennya ini nih yang sulit 😅). Semisal berdoa, mengaji, shalat dan diskusi kecil perihal tauhid.

Nah yang menarik, disaat sekolah dimulai, saya mendorong anak-anak untuk tetap berdoa sebelum makan dimana pun mereka berada, termasuk ketika di sekolah. Hampir setiap hari sebelum berangkat ke sekolah dan di review sebelum tidur saya bahas soal doa sebelum makan ini. Sampe akhirnya tadi pagi Zaid mengeluh bahwa dia tidak bisa berdoa karena sebelum makan gurunya melarang bicara. "No chat Mi, kata Miss Amy".

Zaid dan Ziad memang masih sangat kecil terlebih karena mereka memiliki kemampuan bicara dibawah rata-rata anak seusia mereka. Sehingga mendapati situasi seperti ini dan menanamkan hal baru kepada mereka jadi tantangan tersendiri juga buat saya. Ya meskipun tantangan mendidik anak kembar ini kayanya ga akan berakhir sampe akhir hayat saya, tapi tantangan yang satu ini bikin saya sedih dan berkecil hati. Hiks.

Kenapa? Karena saya bingung cara mengoptimalkan pendidikan agama ditengah negara minoritas Islam. Rasanya kalo lagi kaya gini saya pengen pulang cepet-cepet biar anak-anak bisa familiar dan akrab dengan kebiasaan dan rutinitas ibadah.

Namun karena pulang bukanlah sebuah solusi, sehingga saya mencoba mencari solusi lain sebagai usaha untuk mengoptimalkan pendidikan agama di negara minoritas Islam ini. Hal-hal yang baru bisa saya terapkan diantaranya:

Meningkatkan Intensitas ke Masjid
Menjalani rutinitas shalat jumat alhamdulillah sudah oke. Tahap selanjutnya membiasakan  anak-anak shalat ke masjid atau sekedar mengikuti kegiatan halaqoh rutin di masjid. Harapannya masjid menjadi tempat favorit anak-anak dalam berkehidupan.

Meningkatkan Intensitas Interaksi dengan Alquran
Salah satunya dengan merutinkan subuh dan maghrib mengaji oleh saya dan suami dan juga anak-anak (jadwal anak-anak baru maghrib saja). Rutinitas ini in sya Allah makin mengakrabkan telinga anak-anak dengan lantunan ayat suci Al-quran. Selain itu saya  juga memperdengarkan audio murattal 30 juz dari syeik-syeik ternama di speaker alquran yang saya punya. Tapi semenjak kabel casan speakernya digunting Zaid, jadilah cuma ngandalin HP sembari dikepoin anak-anak karena You Tube itu begitu menarik buat mereka 😪😪😪

Meningkatkan Interaksi dengan Komunitas Muslim
Bergabung dengan komunitas muslim baik sesama muslim yang berasal dari Indonesia ataupun dari negara lain, sehingga anak-anak mendapatkan pemandangan fashion Islami sebagi counter dari pemandangan umbar aurat yang pastinya sering kami temukan disini. Selain itu ungkapan-ungkapan kalimat thoyyibah saat berkumpul dengan komunitas muslim pun bisa berimplikasi terhadap pembiasaan kebiasaan baik anak-anak dalam berucap. Semoga In sya Allah ... aamiin...

Menghadirkan Buku Cerita Islami
Memang tidak mudah mendapatkan buku Islami seperti halnya di Indonesia, tapi alhamdulillah ada beberapa buku islami yang diperjual belikan di salah satu web jual beli online di Amerika. Sehingga anak-anak bisa berkesempatan menikmati cerita bernafaskan nilai-nilai Islam. Seperti halnya adab-adab dalam Islam dan juga terkait ibadah mahdoh.

Memaparkan Fakta Penciptaan
Alam dan segenap isinya merupakan fakta penciptaan yang bisa kita ungkapkan kepada anak-anak sebagai salah satu cara memanamkan tauhid. Misal dengan menanam pohon tomat dan menyiraminya setiap hari, tomat yang tadinya kecil bertumbuh menjadi besar dan berbuah. Pelibatan anak terhadap perawatan pohon tomat tersebut bisa kita jadikan momen diskusi dimana air yang merupakan  anugrah (hadiah) dari Allah bisa menumbuhkan tanaman. Masya Allah ... Banyak hal yang bisa kita paparkan, termasuk dalam hal perubahan musim. Siapakah yang mengganti musim di setiap tahunnya? Allah ta'ala ... Begitulah, sehingga diharapkan bisa menjadi sugesti di alam bawah sadar mereka terhadap sang Pencipta.

Masih banyak lagi tentunya aktivitas pendidikan agama yang bisa kita lakukan mandiri jika memang kondisi tidak memungkinkan untuk menempuh pendidikan agama khusus seperti halnya di Indonesia. Namun perlu diketahui, sekolah Islam bukannya tidak ada disini ya. Ada ... hanya saja biaya pendidikannya sangatlah mahal 😥., yaitu satu per tiga  (1/3) dari living allowance (LA) kami, dimana ketika anak-anak disekolahkan disana akan memakan 2/3 LA. Sedangkan biaya rumah lebih dari 1/3 LA. Artinya, jika anak-anak sekolah di sekolah Islam disini, uang beasiswa akan terserap ke biaya pendidikan dan kebutuhan papan. Tentu akan muncul kezaliman berupa tidak terpenuhinya kebutuhan untuk bertahan hidup berupa pangan dan sandang 😂😂😂.

Bismillah ... apa-apa yang kita lakukan jika semata-mata hanya untuk mengharapkan ridho Allah, maka hasilnya akan dirasakan kelak, bukan hari ini ataupun esok. Melainkan di waktu dimana Allah sudah mengatakan 'Iya' akan usaha yang telah kita lakukan ...

'Iya, hambaku ini sudah genap ikhtiarnya. Iya, berikanlah dia hadiah sebagai imbalan atas usahanya'.

Semoga kita tergolong hambaNya yang bersyukur ya ... aamiin .. 

Wallahu'alam bisowab

Columbus, 29 Oktober 2017

NB: Tahun depan ZaZi in sya Allah udah bisa ikut program-program mengaji ataupun tahfidz di masjid sekitar. Mudah-mudahan jadi salah satu cara mengoptimalkan pendidikan agama disamping pendidikan berbasis rumah. 😍

Octonauts: Tontonan Edukatif Bebas Rasa Khawatir

Dunia anak-anak adalah dunia imajinasi. Sehingga ga salah seandainya anak berimajinasi yang seringnya bikin ga mudeng di otak orang dewasa. Tapi tapiiii, mengarahkan imajinasi sehingga berkembang lebih baik dan ke arah yang lebih positif tentunya menjadi hal yang penting juga disamping si imajinasi itu sendiri. Jadilah kita orang tua harus sedikit lihai melihat kalo-kalo ada imajinasi yang dikhawatirkan berkembang ke arah yang tidak diharapkan. Nah salah satu hal yang mempengaruhi alur imajinasi anak adalah lewat tontonan.

Tontonan memberikan daya khayal yang luar biasa terhadap anak-anak. Di satu sisi bisa baik disi lain bisa jadi buruk. Yang buruknya ini nih yang bikin saya khawatir. Seperti kekhawatiran saya ketika anak-anak terlalu mengidolakan tontonan balap-balapan mobil sejenis Blaze and Monster Machines, Lightening Mcqueen , atau film-film serupa lainnya. Saya khawatir anak-anak nanti ga aware sama rambu-rambu lalu lintas dan speed limit meski di film-film tersebut juga diajarkan perihal rambu lalu lintas. Plus bikin mereka mikirnya balapan terus. Duh kaya sugesti alam bawah sadar gitu ga sih. Jadilah si hati kecil ini agak khawatir kalo anak-anak dibiarkan terus-terusan menonton film-film itu. Sehingga disaat liburan musim panas, jatah nonton anak-anak dikurangi drastis bahkan mereka sempet ga nonton selama 1 bulan full. Prestasi buat umi #horrrraaaaaay.


Ditengah kerinduan dimana saya sekeluarga sangat mencintai aktivitas 'menonton TV' sebagai salah satu cara kami untuk ber-quality time sekeluarga #eitdahgayabener, tak sengaja kami menemukan tontonan menarik yang sangat-sangat-sangat bagus untuk di tonton, baik buat anak-anak ataupun orang dewasa. Kenapa??? Karena tontonan ini sangat edukatif dan penuh unsur pengetahuan di dalamnya. Film apakah ituuuuuu ... Yup! Sesuai judul, OCTONAUTS!

source: Google
Film kartun yang menceritakan sekelompok tim penyelamat hewan-hewan laut bernama Octonauts ini bagi saya memiliki daya tarik tersendiri. Selain si film nya memiliki unsur edukatif, daya tarik tambahannya ada pada penyajian wujud biota laut versi aslinya. Sehingga saya dan anak-anak bisa mengetahui 'oh begini bentuk asli si hewannya toh'. Terus ... hal menarik lainnya, film Octonauts ini  tidak memiliki tokoh antagonis seperti halnya di film-film kartun lainnya. Seperti Dora dengan si SwiperBlaze dengan si Crusher nya, atau Mcqueen dengan tokoh antagonis di setiap seri filmnya. Yang jujur saja si tokoh antagonis ini entah kenapa lebih menarik buat Ziad (si bungsu saya) sehingga hal ini menambah lagi rasa khawatir saya.

Nah tulisan kali ini sengaja saya selipkan sedikit info terkait film ini. Barangkali ada yang mau intip film nya dan barangkali ada yang penasaran atau buat referensi sebelum disuguhkan ke si kecil. 🤗

Intro
Seperti biasa, film kartun tentu identik dengan musik dan nyanyi-nyanyian khas setiap film. Nah, Octonauts ini juga punya. Dengan jargon Explore, Protect and Rescue film ini selalu dimulai dengan musik intro yang sangat bersemangat. Silahkan klik link buat yang penasaran dengan theme song nya ...

Pembukaan Cerita
Tim Octonauts hidup di bawah laut di sebuah kapal selam bernama Octopod. Berawal dari sinilah biasanya cerita bermula, atau bisa juga cerita bermula dari sekitaran laut karena tim Octonauts yang sesuai jargonnya senang explore, agar mereka bisa memastikan tidak ada hewan atau biota laut yang dalam keadaan bahaya. Jadi ceritanya tim ini sejenis tim polisi bawah laut gitu ... hehehe

Problem / Klimaks
Nah biasanya kan sebuah film pasti ada something wrongnya yang justru itu jadi jalan cerita utama. Kalo ga ada masalah ga ada cerita kan.. hehehe .. Biasanya si masalah itu terkait hal-hal yang membahayakan biota yang terdapat di sub judul setiap serinya. Misal, subjudulnya 'Jelly Fish Bloom', nah si seri tersebut pasti akan bercerita tentang Jelly fish ini. Tentang karakternya, ciri fisiknya ataupun kebiasaan hidupnya.

Creature Report
Setelah menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, tim Octonauts akan memberikan laporan tentang makhluk hidup yang sedang in story. Penyajian laporannya dalam bentuk lagu sehingga anak-anak sangat mudah mengingat apa aja sih karakteristik hewan ini dan itu setelah sebelumnya si karakteristik hewan tersebut kita saksikan sendiri di cerita yang tersaji.

Aaaaaaah pokoknya saya jatuh cinta banget sama film kartun ini. Mendadak berasa cerdas dan jadi tau tentang biota bawah laut dengan menyenangkan. Jadi bisa dibilang film Octonauts ini sejenis media ajar yang bisa digunakan buat mengenalkan biota bawah laut untuk anak usia dini.

Biar lebih kenal lagi sama si Octonauts Team, berikut bocoran nama-nama tokohnya.


Udah sedikit kebayang kan gimana serial ini. Buat yang masih belum puas, bisa jalan-jalan ke link berikut.

Selamat menonton 🤗 dan semoga tontonan berkualitas seperti ini semakin banyak ya ... Agar aktivitas menonton anak-anak tak lagi diikuti rasa khawatir 😊.

Seaman apapun tontonannya, tetap mendampingi anak saat menonton itu penting ya ...😆

Columbus, 9 Oktober 2017

Cara Terbaik Merayakan Ulang Tahun

Sabtu, 07 Oktober 2017
Tenang tenang ... ulang tahun saya sudah berlalu sekitar 10 hari yang lalu. Tulisan kali ini dibuat semata-mata untuk menjaga produktivitas (tanpa bermuatan iklan apalagi minta kado). Pasalnya, 2 kali Selasa dimana pada hari itu saya tetapkan sebagai hari menulis gagal memposting 1 tulisan sekalipun. Kenapa? Selasa pertama karena saya baru memulai menulis tok di hari selasanya yaitu tentang review film kartun rekomendid buat anak-anak pra sekolah, dan selasa kedua karena saya ada jadwal appointment untuk periksa mata Ziad Munif Alfatih, anak lelakih saya. Alhasil, hari-hari berlalu tanpa postingan. Jangan kan One Day One Posting, One Week aja No posting 
Nah, daripada gagal produktif, ada baiknya saya coba berbagi pengalaman saya 'merayakan' ulang tahun saya yang ke 17 tahun ini (semoga para pembaca tidak kabur ketika membaca fakta ini ).
Sebagai pribadi yang tidak terlalu menyukai kata ulang tahun, karena menurut saya ulang tahun itu hanyalah sebuah fatamorgana, sehingga saya sangat tidak mengharapkan sebuah perayaan khusus dimana terdapat kueh dan kado, tapiiiiii adapun kue dan kado sangat saya harapkan di waktu kapanpun dan dimanapun karena pada hakikatnya saya senang 2 hal tersebut . Sehingga saya mencoba menemukan cara sendiri untuk merayakan ulang tahun agar antimainstream . Yuk disimak.

Ganti kata 'Ulang Tahun' menjadi 'Kurang Umur'
Sebelum usia 25 tahun, (lha tadi kan usianya baru 17 tahun katanya, piye thoo???) saya masih mencintai kata ulang tahun. Karena memang feel nya saya di ulang kembali tahun kelahirannya. Saya masih merasa muda, bahkan masih merasa anak SD hanya saja badan bertambah bongsor. Namun setelah usia 25, dimana kenyataannya saya sudah memiliki 2 kloningan (red. anak), disitulah saya merasa terhenyak bahwa saya tak lagi muda. So, bertambahnya angka di usia dan berkurang nya jatah hidup di dunia membuat saya ingin memaknai kata ulang tahun dengan kata lain, kurang usia atau umur.
Pastikan Setting-an di Medsos mu tidak ada keterangan tanggal lahir
Memperoleh doa dari orang-orang terdekat tentulah sangat kita harapkan. Namun terlalu luasnya 'pertemanan' di media sosial yang kita punya dimana orang yang sama sekali tak kita kenal mengetahui tanggal lahir kita membuat saya menjadi agak sedikit 'ehm ehm' alias serem menyadari bahwa data pribadi yang sifatnya rahasia diketahui khalayak medsos. Sehingga jika tetap ingin bermedsos untuk memperluas pergaulan dan menjaga komunikasi dengan rekanan namun terpisah jarak, maka mengubah setting-an media sosial salah satu cara aman agar ulang tahun kita terjaga privasinya.
Minta Kado dan Kue Kapan pun Dimana pun
Tak hanya saat berulang tahun, kue dan kado bisa kita minta kapanpun dimanapun. Rugi donk kalo terpatok cuma satu tahun sekali . Alhasil, saya memperoleh banyak kueh dan kado pada tahun ini dari orang terdekat a.k.a suami ... Terimakasih ya suam ... Istrimu sangat bahagia. Doakan kado-kadonya bikin berkah produktivitas istrimu ini yaaaaa ... #rayuangombal.
Demikian tulisan singkat yang entahlah berfaedah atau tidak ini. Sengaja hanya singkat karena khawatir pembaca jadi kuciwa.
Tunggu tulisan benerannya tentang kehidupan Islam di Amerika ya ... In sya Allah.
Columbus, 7 Oktober 2017