MOM BLOGGER

A Journal Of Life

Image Slider

Apakabar Imanmu di Amerika sana?

Kamis, 25 Agustus 2016

Ah maaf ya. Saya lagi melankolis. Tetiba sedih ketika menyaksikan diri ini stagnan bahkan menurun dalam kualitas dan kuantitas ibadah. Nurani masih terus berbisik agar tak lena dalam nikmat ini. Nurani juga selalu memotivasi untuk terus 'eling' padaNya. Saat jiwa sudah dahaga, barulah terasa dan kemudian segera mendekat kembali padaNya. Namun tetiba lena, ibadah pelepas wajib raga saja yang terlaksana.

Lalu kemudian saya tersentak saat membaca salah satu tulisan dari seorang da'i. "Apa kabar iman mu hari ini??? Oh rindu rasanya dengan pertanyaan ini. Pertanyaan yang dulu nyaris setiap saat saya pertanyakan. Pertanyaan di masa saudara seperjuangan masih sangat banyak bahkan nyaris setiap hari bertemu.

Bukan tak bersyukur dengan hidup yang sekarang, bukan! Tapi memang berkeluarga memiliki tantangan keimanan tersendiri. Karena 2 raga telah menjadi 1 jiwa. Tentunya ada saling pengaruh mempengaruhi. Ah sulit saya menjelaskannya. Yang pasti hidup berkeluarga dan saling mengingatkan dalam kebaikan di keluarga jauh lebih menantang dibanding saat single. Yang sudah berkeluarga barangkali bisa merasakannya?

Dulu, saat teman sekamar bangun tengah malam untuk bertahajud, sontak diri ini pun bangun. Tak ingin kalah dalam hal ibadah. Soal niat biarlah Allah yang menilai. Begitu dulu pikir saya. Namun sesudah menikah. Dipercikan air ke wajah pun banyak alasan untuk bermalas. Ditambah ketika anak-anak bangun. Bukan karena anak-anak saya tidak bertahajud, tapi karena kemalasan saya.

Perjalanan ruhani tentulah masih panjang. Hati dan fikiran terus menerus bercengkarama. Sesekali saya sentak mereka dengan paksa raga agar mau bangkit untuk bermesra denganNya. Ah nikmat. Sesekali air mata membasahi wajah saya.
"ALLAH"... ucap saya lirih penuh rindu.

Dan kemudian rangkaian pengampunan dan doa penuh harap pun terucap bertubi-tubi tanpa jeda. Sampai akhirnya tersekat dalam tenggorokan perih menahan tangisan penuh dosa.

"Rabbi ... hamba memohon akhir yang baik dalam kehidupan hamba ...", kemudian terputus tenggelam dalam tangisan.

★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★

Cerita batin di atas cerita saya pribadi. Pengalaman dan perasaan pribadi. Dan Alhamdulillah Allah masih memberi saya kesempatan memperoleh majelis ilmu yang baru di negeri minoritas muslim ini. Jika bukan karena 'dipaksa' oleh nurani, bisa saja saya memilih untuk tidak bergabung dalam majelis langka ini. Jazakumullah khairan katsir untuk semua yang sangat rutin ngontrol keberlanjutan ngaji saya. Karena memang saya bandel. Tapi saya masih seneng kok menjadi bagian dari kelompok manusia penebar kebaikan. Semoga saya juga masuk ke dalam barisan penerus estafet dakwah Rasul. Semoga ... aamiin...

Guru Baru, Teman Baru

Kamis, 18 Agustus 2016

Hatchiiiiiiim (pura-pura bersin) foto sama bule. Eits, disini eike donk bulenya. #bangga.

Kenalkan, nama ibu ini Kelly Rowe Will. Orang kentucky doi. Salah satu negara bagian di Amerika. Tapi jangan tanya Kentucky Fried Chicken yaks :P #garing

Beliau ini guru bahasa Inggris untuk penutur asing dari lembaga Bridge International OSU. Orangnya sangat ramah dan sabar pastinya. Dengan beragam jenis orang dengan beragam lidah, saya salut beliau bisa ngerti jenis bahasa Inggris dari lidah-lidah itu. Ada lidah Mesir, India, Cina, Korea, Iran dan Indonesia. Saya aja sesak napas denger mereka ngomong. Lebih engap ketimbang denger native speaker yang ngomong. Ah berarti orang pun akan sama ya ketika ngedenger saya ngomong. #lol

Ini pertemuan pertama saya di kelas dengan beliau. Harusnya ini jadi pertemuan kedua. Tapi entah apa minggu lalu saya kehilangan kesempatan pertemuan pertama.

Di pertemuan kedua ini, saya dan teman-teman baru saya (ada artis Korea lhoooo) dibekelin ilmu dasar tentang first impression dan small talk.
* kenapa first impression itu penting
* apa yang bisa kita lakukan untuk membangun first impression yang baik
* small talk seperti apa yang bisa kita lakukan sebagai salah satu cara membangun kesan pertama yang positif.

Teknik ajarnya ga ada yang spesial. Tapi saya ga ngantuk kaya waktu jaman mahasiswa #ketahuandeh. Mungkin kalo kata orang sunda 'bakat ku butuh' jadinya ga ngantuk. Eh eh, tapi dia ngajar ga kaya ngajar. Tapi lebih ke sharing info sama ilmu gitu. Mungkin ini spesialnya ya.

Seperti di kursusan di Indonesia, Kelly sebagai pengajar akan sangat melibatkan peserta ajar untuk turut aktif. Baik dalam membaca modul ajar (sepertinya untuk melihat kemampuan pronunciation nya), memahaminya (dengan bertanya atau mengajukan kesempatan bercerita atau berpendapat) dan mempraktekannya (dengan bermain peran / role play). Tentunya praktek hal paling penting di kelas ini. Karena memang target nya adalah membangun kepercayaan diri memulai percakapan kecil dengan orang asing. Jika berlangsung terus menerus atau berkesinambungan, diharapkan bisa jadi orang asing tersebut menjadi teman baru kita.

Peserta dari kelas ini rata-rata ibu-ibu seperti saya. Satu-satunya peserta laki-laki ya si artis Korea itu. Namanya Saejoun Lee. Hehehe. Liat wajah dia inget si Lee yang di 'Kelas Internasional' nya Net TV.

Ada lagi orang India. Namanya Arpana. Dia membawa ibu dan nenek nya untuk gabung juga di kelas ini. Wuih keren lah. Sekeluarga belajar 3 turunan. Eh 4 denk, dia bawa anak usia 2 tahun kurang kayanya. Ngeliat Arpana saya jadi inget pemain Uttaran #ngarang.

Nah satu lagi yang sempet saya kenalan. Namanya Maha. Dia nih yang jepretin saya ma bu Kelly. Maklum, tadinya mau selfie eh susah dapetin gambarnya karena pake kamera depan berhubung kamera belakang saya rusak. Jadi doi nawarin diri buat jepretin deh. Makasi ya Maha #semogadiangerti :P

Nama-nama lain yang belum sempet kenalan:

3 orang Cina ada Luna, Xia dan ah lupa,, nama dia yang paling susah.

Ada yanh dari Iran juga tapi dianya keburu pergi. Ga sempet kenalan deh.

Oh ya, selama di kelas saya sering keceplosan pake Bahasa Indonesia. Tak apalah. Grogi boooo.. yang penting enjoy dan ga pasang standar tinggi dalam capaian pemerolehan bahasa kedua. Enjoy this long holiday putriiiiiiiii ... manfaatin sebanyak-banyaknya ilmu buat bekel di masa depan. Semoga berkah. Aamiin.

Minggu depan pengen foto full team ah

Colombus, 18 Agustus 2016

Tips Adaptasi di Negeri Orang

Rabu, 17 Agustus 2016

Tulisan ini (jujur-jujuran) ditulis buat saya pribadi. Kan katanya menulis bisa mengikat memori. Hehe. Alhamdulillah kalo ada yang merasa memperoleh info baru nantinya.. #ngarep.

Saya yakin sih masing-masing orang punya caranya sendiri untuk beradaptasi. Nah karena saya kemampuan adaptasinya rada lama, untuk meminimalisir itu akhirnya saya curi start.

Begini nih ceritanya tips adaptasi versi saya.

1) SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) jurus andalan
Sebelum menapaki kaki di negeri paman Sam ini, saya mulai SKSD dengan siapapun kenalan suami yang saya rasa bisa saya SKSD-i. Baik itu roomate suami, tetangga di apartemen, istri mahasiswa indonesia di OSU, mahasiswa indonesia ataupun teman pengajian suami. Pokoknya siapapun yang kira-kira ketika saya SKSD ga ngerasa risih dan bahkan membalas dengan respon yang cukup friendly. Kalo yang ga seneng saya SKSD saya minta maap yak.. sumpah ini demi kebahagiaan saya semata #innocent
Dan jadilah sebelum ke Colombus dan bertemu mereka-mereka ini, saya sudah berbalas komen dan berkomunikasi via WA. Alhamdulillah benar saja, sesampai di Colombus saya tidak terlalu merasa asing dengan kenalan baru. Untuk yang belum bertegur sapa lewat medsos pun saya 'merasa' kenal karena wajah-wajah mereka sudah saya hafalkan namanya.
Untuk tips ini agak berbahaya, karena ga semua orang nyaman di SkSd-in #senyumdevil

2) Mengumpulkan Informasi
Informasi disini terkait rumah, tempat dimana saya akan menghabiskan sebagian besar hari-hari saya disana. Lingkungan sekitar rumah seperti playground, tempat dimana anak-anak akan bermain disana. Caranya? Saya minta pak suami live video call sambil kelilingin rumah plus keliling sekitaran apartemen. Hehehe. Daaaan, pas nyampe sini hati saya udah merasa dekat dengan rumah dan lingkungan sekitarnya. Langsung jatuh cinta #eh
Selain itu saya juga mengumpulkan informasi terkait kebiasaan suami, mahasiswa disana dan orang Indonesia ketika pada kumpul. Kenapa cari info seperti itu? Agar ketika saya bergabung dalam acara-acara tersebut atau sedang berkumpul dengan teman-teman Indonesia disini saya tidak cengo. Saya kebiasaan cengo dan LoLa (loading lama) kalo ngikutin sesuatu yang baru #nyengirkuda
Trus trus, info lainnya yaitu info tentang kampus dan kota Colombus. Paling ga ketika saya jalan-jalan ke kampus ataupun ke kota Colombus saya bisa "oooooh ini tu ini" atau "ini disini toooh" alias komen-komen geje bin sotoy buat peramai suasana #heu

3) Gabung Komunitas Lain
Nah poin ketiga ini, tips yang cuma bisa saya lakukan ketika saya udah di Colombus.
Maksudnya komunitas lain? Komunitas yang bukan kumpulan orang Indonesia aja. Alias nyampur dari berbagai macam negara. Jadilah saya ikutan 'English Class' yang pernah saya share. Selain kelas nya gratis, waktunya ga bentrok dengan jam kuliah suami, saya pun jadi bisa punya banyak kenalan dari berbagai macam negara.
Nah kalo udah punya banyak kenalan dari negara lain saya yakin kepercayaan diri akan meningkat dan inspirasi makin bertambah. Akhirnya ga merasa sendiri lagi dengan keterasingan bahasa karena ternyata masih banyak orang asing yang kemampuan bahasanya jauh di bawah saya dan mereka bertahan dalam keberagaman. Hmmm #semangat!!!

4) Pencitraan
Waduh ini kalo dibaca ma temen-temen disini bisa ketabuan nih. Hehehe. Saya awal nyampe hari kedua kalo ga salah, langsung masakin kerupuk mie kuah sate padang buat tetangga Indo disini. Yang diundang yang udah komen-komenan di medsos aja. Bukan apa-apa sih ga undang semua, khawatir kalo undang semua kerupuk sama bihunnya ga cukup #maapyak

5) Akui kekurangan diri... "••○○○Jujurlah Padaku -song- °°••••○○●•••●●◇
Nah ini tips yang terakhir. Maksudnya jujur pada diri sendiri, jujur mengakui apa yang diri sendiri belum mampu, belum bisa dan belum mengerti ke siapapun yang ada disekitar. Tujuannya bukan untuk dimengerti kekurangan diri dan stagnan, tapi biar ga maksain yang malah bikin ngedrop. Trus biar  termotivasi untuk menambah kemampuan diri dengan belajar dari yang sudah berpengalaman hidup di negeri orang. Prinsipnya sih "No body's perfect". Orang lain juga melewati fase shock juga kaya kita pastinya. Misal, Ga ngerti native ngomong A bukan berarti ga ngerti semua bahasa Inggris. Jangan mikir begitu, karena cuma bikin minder dan akhirnya ga mau speak up. Ga usah minder lah intinya #nunjukdirisendiri. Confidence is needed. Ga tau bahasa inggrisnya apa? Pake gesture aja. Enjoy. And it will be a fun moment. Trust me, it works!!!! #lol #ngegaring

Itu sih yang saya lakuin. Poin no 5 poin curhat banget. Wkwkwkwk ... hanya saya, suami, orang terdekat dan pastinya Allah yang tau #indeeeeeed

Colombus, 29 Agustus 2016

Dan Koper pun Berkisah

Minggu, 14 Agustus 2016

Uh, lumayan banyak barang bawaan. Semua koper abis sama perbajuan. Dan nyaris separonya baju saiah. Heu ...

Memang sebelum berangkat saya memutuskan untuk melengkapi kebutuhan sandang semaksimal mungkin. Karena konon di Amerika perbajuan mahal-mahal dan yang pasti akan sulit menemukan atasan, bawahan apalagi kerudung yang cocok. Belanja belanje ... eh dah banyak aje hasil buruan diskonan aye.

Packing packing. Dengan entah berapa kali bongkar, akhirnya packingan selesai. Semua koper terisi full. Eh, lebih dari full alias padaaaaaaaaat banget. Heu, udah feeling sih bakal overload.

H-1 entah mengapa baru tuh koper ditimbang. Fiks!!! Semua over load! 3 koper besar + 1 koper kecil itu overload! Padahal koper besar udah ditambah 1 punya mama. Tapi kenapa masih overload tanteh #uh.

Bongkar lagi ... packing lagi. Udah lah, tambah aja pake dus. Aku ga tega kudu ninggalin baju-baju jelek ku juga. Lumayan kan buat dirumah. Atau sekedar jalan-jalan deket rumah disana. Setelah bongkar muat akhirnya barang bisa dibawa dengan aman. Korban nya baju-baju anak-anak yang masih muat tapi udah belel. Udahlah ga pa pa. Toh baju anak-anak disana harga nya sama aja. Lha wong import China juga.

Berangkatlah kami pagi itu. Dengan seonggok barang-barang nangkring dibelakang. Seperti dalam perjalanan saya biasanya, saya selalu mengabsen barang bawaan.

* 1 koper besar itam abu
* 1 koper besar itam
* 1 koper coklat kotak-kotak
* 1 koper cabin itam
* 1 dus rokok yang udah dibungkus kertas kado cantik #infopenting
* 1 ransel itam
* 1 tas baby (akhirnya tas ini dimasukin ke koper kecil
* 1 handbag itam suami
* 1 handbag itam saiah

Check in. Heh??? Ada kesalahan info soal berat maksimal barang ke kabin. Cuma boleh 7 kilo. Sementara bawaan kami 13 kilo. Akhirnya siasati. Masukin kresek. Yey berhasil mpe 9 kilo. Petugas tolerir 2 kilo. Udah berhasil check in, barang yang dikresek dimasukin lagi,, hahahaha...

Sesampai Amerika, tepatnya Philadelphia.  Ambil semua barang di klaim bagasi. Ah saya tampaknya kecapean. Ga inget dengan rutinitas presensi barang. Plus anak-anak rewel pengen cepet-cepet sampe rasanya. Dan tanpa disadari 1 koper kami lupa dicomot alias lupa ngambil.

Koper coklat kotak-kotak memang koper pinjaman ke orang tua saya. Harusnya saya yang ingat. Karena suami pasti lupa karena koper coklat itu masih asing diingatannya. Ah apadaya dikasih lupa sama Allah. Pasti ada hikmahnya ... hehehe.

Setelah perjuangan singkat di 40 menit menuju keberangkatan akhir, suami balik dengan tergesa-gesa karena khawatir ketinggalan pesawat. Dan keberadaan koper coklat berisi 100% baju baru saiah belum mampu saya tanyakan karena dikalahkan rasa kantuk.

Alhamdulillah nyampe juga di Colombus, di sebuah apartemen keluarga milik kampus. Langsung rebahan. Sesaat saya ingat nasib koper. Sempet kepikiran, apa baju-baju yang saya beli ga berkah ya, sampe dibuat hilang sama Allah.

Turun ke lantai bawah seraya bertanya ke pak suami.

Saya: jadi kopernya dapet ga bi?
Suami: engga...
Saya: ya udahlah. Mungkin baju aku ga berkah kali. #lemes
Suami: tapi alhamdulillah udah diurus di lost and found. Kopernya hari ini langsung ikut penerbangan tercepat dari phil ke colombus.
Saya: iya, semoga aja ga kececer dia di langit sana #masihsedih
Suami: in sya allah kopernya selamat kooook!

Berasa kehilangan apaaaaaaa gitu. Koper aja bikin saya merenung. Gimana kalo kehilangan hal lain yang lebih berharga??? Hiks, iman ku masih lemah.

Hari minggu nya ... (kami nyampe hari jumat siang)

Suami: mi, abi jemput koper dulu ya. Ga jadi dianter petugas soalnya. Karena kopernya ternyata udah nyampe ke Colombus di hari yang sama sama kita.
Saya: oh gitu??? #antusias Jug jug, pergi. #nyuruh hehehe

Alhamdulillah nasib koper coklat itu masih berjodoh sama saya. Mungkin Allah pengen negur saya. Jangan boros pake baju disana. Ingat janjimu ke suami kalo ga akan belanja baju-baju disana.

Ah semua pasti ada hikmahnya. Selain penuh dengan renungan, koper kelupaan ini bikin suami jadi punya pengalaman urus barang ilang atau ketinggalan kaya kami di bagian lost and found.

Selama ini cuma baca tulisannya doank lost and founs kalo lagi di bandara. Sekarang masuk ke kantornya buat urus barang lupa. Bukan barang ilang #suaminyengir

Colombus, 14 Agustus 2016

Nb: setelah koper nyampe rumah, ada masalah baru. Koper ga bisa dibuka karena kodenya suami lupa. #lemeslagi

Langkah Pertama di Amerika

Jumat, 12 Agustus 2016

Belum 1 jam pesawat meninggalkan landasannya, Ziad udah minta turun. Bilangnya udah sampe. Ooooooh Ziaaaaaad. Masih 10 jam lagi naaaaaaak. Saya pun mewek. Yah, mungkin Ziad udah lelah dengan penerbangan 8 jam sebelumnya. Saya mulai deg-degan. Ini anak yang tadinya excited naik pesawat, baru sekali flight dah nyerah. Masih ada 2 flight lagi kita deeeeeeeeee #gemeeees.

Haha hihi nonton sambil mondar mandir toilet plus bolak balik seat umi abi yang kebetulan di penerbangan ini saya dan suami beda row. Tadaaaaaaa .... 30 menit ga kerasa (bohong amat ga kerasa, kerasa keleeeeeees) udah mau landing. Yey!!! Yang paling heboh pas dibilang mau landing tentunya Ziad. Emang Zaid ga? Ya ga lah. Zaid itu di penerbangan pertama dan kedua entah mengapa selalu tidur pas mau landing. Dan memang Zaid lebih banyak tidur ketimbang Ziad.

Alhamdulillah mendarat juga. Ini pertama kalinya saya menginjakan kaki di amerika. Anak-anak juga. Negara bagian yang kami lewati sebelum menuju Colombus tujuan akhir tempat suami sekolah, adalah Philadelphia.  Pasti pada tau donk salah satu negara bagian Amerika ini. Hmmm ... berbeda dengan Bandara International Doha. Perasaan saya entah mengapa mulai kaku. Bukan kaku kikuk. Tapi kaku tak bisa merasakan apa yang saya rasakan. Bahkan tidak bisa memikirkan apa yang saya pikirkan. Entah takjub, entah tidak percaya, entah apalah namanya. Hingga akhirnya saya sekeluarga melangkah masuk ke ruang bandara. Siap-siap untuk cek imigrasi.

Wow, antrian panjang. Ah paling juga ntar anda line khusus family. Tik tok tik tok, waktu berjalan. Eaaa eaaaa (suara bayi nangis ceritanya). Antrian makin panjang. Anak-anak mulai bertingkah, termasuk anak-anak saiah. Rewel. Bertingkah. Mau digendong. Dua-duanya minta gendong depan. Oke saya gendong. Kesepakatan, Zaid di belakang, Ziad di depan (tetep donk pake ergo carrier #sayamasihjualanlhoooo #promo). Ga berapa lama, mereka becanda sampe cubit-cubitan dan tet toooooot, berantem. Aaaaaaaaarrrrgh pusing!!!!!

Semua mata dari awal antrian sampe akhirnya anak-anak berantem selalu tertuju pada kami bertiga. Mulai dari di jutekin petugas, petugas yang bilang 'hust hust!!!' Plus dengan wajah sangarnya ke arah anak-anak yang bikin anak-anak malah makin rewel, sampe akhirnya anak-anak kehausan minta minum. Huft.

Saya: minumnya ga ada nak... #memelas
(Di hati saya kesel, kenapa juga saya ikutin kata suami buat buang mineralnya. Padahal buangnya pas mau pemeriksaan aja! #kesel)
Zaid: minum!!!! #teriak
Saya: tau ah!! #sambil manyun ke suami
Suami: ngomong ke petugas.

Ga berapa lama petugas yang sangar itu dateng bawa sebotol air mineral. Beberapa saat anak-anak tenang. Hati saya komat kamit menenangkan diri >> Sudahlah putri... kalo lagi custom (cek imigrasi) emang gini kan kata suamimu. Apalagi ini negara adidaya. Kalo petugas imigrasinya unyu-unyu, bisa-bisa banyak penyelundup datang. Sudah ya putri ya. Jangan acuhkan wajah ngebetein petugas nya. Yakinlah kalo mereka itu baik ko aslinya. Buktinya anakmu di kasih minum. Huft. Saya mulai tenang. (Asli lah wajah nya ga ada yang ramah.... hiks)

Setelah antri cukup lama, sampailah giliran kami (oh ya, setelah banyak anak pada rusuh, akhirnya special line for family dibuka :D ). Petugas minta dokumen-dokumen. Suami saya dengam sigap menyerahkan sesuai permintaan. Sedangkan saya sibuk menenangkan anak-anak yang udah ga sabar masuk ke ruang berikutnya. Mereka mengira bagage claim itu toko. Karena emang kaya indomaret gitu warnanya, biru #eh. Pemeriksaan dilakukan. Mulai dari passport kami berempat yang kaya nya dicocokin gitu antara data satu dengan yang lainnya. Trus jepret lah suami saya plus sidik jari. Giliran saya nih ma anak-anak. Periksa-periksa dokumen, pas dokumen lagi disisihin sama petugas, entah mengapa bapak suami sok kerajinan bantuin beresin si dokumen yang lagi diperiksa petugas. Udah ajeeeee ... diomelin petugas deh yang wajahnya mirip-mirip petugas bandara kalo lagi nonton pilem hollywood. (Apa wajah bule gitu kabeh yaks??? #mikir).

Abis saya di jepret (difoto) dan di sidik jari, alhamdulillah masuk bagage claim. Ga papa dah disepet juga. Yang penting gue dah beres urusan ma lu. Jutek amat dah eluuuuu ... (ngomel dihati)

Treng treng ... ambil bagasi. Mau ambil trolley.  Eaaaaaa kudu bayar 5 dolar. Bujug dah. Akhirnya ambil 1 trolley aja. Sempet sih kepikiran, emang muat yak 1 trolley. Eh pas barang-barang beres diambil ternyata muat. Yasud. Anak-anak dah rewel lagi. Sepertinya mereka ngantuk dan lapar. Mereka kelewat jam makan malam dan tidur malam mereka (masih pake standar waktu Indonesia, di Amerika nya sih masih pagi sekitar jam 9an).

Duh nak, masih panjang neh perjalanan kitah. Sabaaaaaar pliiiiiiis. Sambil terus berdoa, kami menuju pemeriksaan berikutnya. Pemeriksaan barang bawaan.  Baru nyampe ruang pemeriksaan,

Zaid: mi, pipis!
Saya: ya elah, tadi ditawarin kagak katanye (saya ngedadak betawi)

Akhirnya balik lagi dan kami nyari restroom. Dah beres. Balik lagi ke ruang pemeriksaan tadi. Setelah menunggu pemeriksaan penumpang lain, kayanya sih doi dari Arab atau negara middle east gitu lah. Saya rada dag dig dug juga. Khawatir kami mengalami nasib yang sama kaya orang Arab itu. Kopernya dibongkar abis-abisan.

Giliran koper kami. Ditanya, bawa apa, ada makanannya ga, terbuat dari apa makanannya, dan sekelumit pertanyaan lain yang saya kagak ngarti. Intinya jangan bawa apa yang mereka larang (baca disini). Terus masuk pemeriksaan X-ray. Alhamdulillah! Mulus. Ga lama-lama kami langsung cus. Karena khawatir ketinggalan flight ke Colombus.

Gate nya donk, lumayan jauh. Anak-anak dionggokin di trolley. Jalan dengan kecepatan penuh. Sesekali naik eskalator. Sampe deh ke Gate tujuan. Tapiiiii ... mamiiiiih antri lagiiiiii #Syahrinilelaaaaaaah

Ada pemeriksaan lagi. Ampun dah. Saya bukannya ga mau diperiksa ya. Tapi pemeriksaan disini itu segala dibuka. Ga cuma onggokin tas dan gadget ke mesin pemeriksaan. Tapi sepatu, jaket, kaos kaki ma iket pinggang kudu dibuka (disinilah saya bersyukur ga jadi pake sepatu kets). Tapi yang bikin rempong itu, saya kudu nyelamatin barang yang keluar pemeriksaan sementara anak-anak tercecer. Sedangkan suami agak lama diperiksanya. Kalo laki-laki agak lama gitu diperiksanya, entah mengapa (puitis gini kalimat terakhir).

Untung saya anak Pramuka, bisa sigap. Hahaha... hectic parah lah pokonya di pemeriksaan yang ini. Mana rame lagi. Ambil barang-barang. Pakein anak-anak sepatu dan jaket mereka lagi (sayanya masih nyeker) terus langsung ambil barang-barang yang mau dibawa ke cabin buat dipinggirin doank. Biar pak suami yang urus barang, yang penting pinggirin dulu.

Daaaaah selesai. Jalan lagi cari waiting room dan sampeeeeeee. Alhamdulillah. Sempet nyengar nyengir sambil selonjor kaki dulu dan baru deh teriak kaget karena 1 koper ketinggalan.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Suami: astaghfirullah!!!! Koper yang coklat lupa!!!!!!

Sementara keberangkatan tinggal 40 menit lagi menuju tujuan akhir, Colombus. Sudahlah, langsung pasrah dan mulai ga jelas perasaan. Sementara abinya anak-anak langsung pergi untuk mengusahakan 1 koper kami yg kelupaan ngambil di bagage claim. (Pantesan 1 trolley muat, lha wong 1 koper ketinggalan. Mana isinya baju baru kabeh #hiks)

Di hati cuma bisa bilang 'bakal sempet gitu?' Tadi aja butuh 2 jam an utk urus koper ... banyak filter nya. Pemeriksaan isi koperlah .. trus belum antrian nya panjang .. ah sudahlah .. ini udah jalannya.. dan pasti ada akhirnya ...

Bertiga dengan anak-anak yang lagi rewel akut karena kecapean di negri orang dan entah mengapa ga ada orang asing lain selain kami. Beda dengan suasana di pesawat yang beraneka orang. Di waiting room bandara Philadelpia ini kami satu-satunya makhluk yang tak berkulit putih (heu)

Pasrah pasrah ... kalo rejeki ga akan kemana. Pasrah pasrah .. anak-anak Allah yg ngatur ... pasrah pasrah semua pasti ada hikmah nya...

Alhamdulillah Ziad tertidur .. Zaid mulai anteng disuguhin video You Tube #heu. Saya sibuk cari koneksi karena mulai khawatir komunikasi via apa kl ga dapet koneksi... dapet koneksi saya langsung Line suami. Eh ga di read. Ga berapa lama otak atik HP.  Suami dateng tergopoh2 dengan nafas tersengal sengal ...

Suami: umi... pesawat dah mau berangkat...
Saya: Oh #cengo

Saya hanya bertindak lemah letih lunglai ga ada tenaga. Ziad dan 2 barang perentelan saya bawa semampu saya .. Ziad yang tidur digendong, tangan satu lagi ngegandeng Zaid yang agak heboh dihentiin nonton video nya. Di pikiran cuma bisa bertanya-tanya soal koper. Tapi rasa lelah mengalahkan pertanyaan penting itu.

Setelah pemeriksaan singkat... akhirnya kami bisa duduk selonjor menarik nafas lega sambil bersiap take off ... oh Allah ... terimakasih atas kesempatan merasakan sensasi lain dr hidup ...

Saya pun tertidur lelap di penerbangan terakhir ini

Colombus, 14 Agustus 2016

Cerita yang tertunda judulnya

Copas tips mengatasi anak terlambat bicara

Kamis, 04 Agustus 2016

Siapa sih orangtua yang tidak mau anaknya pintar berkomunikasi dan berkepribadian menyenangkan? Anda pasti mau kan? Tapi,  bagaimana apabila anak ternyata sulit untuk berbicara? Masalah ini tentunya harus diwaspadai oleh para orangtua. Kalau dibiarkan, maka anak akan terlambat bicara dan kesulitan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Apabila seorang anak yang berusia sekitar 2-3 tahun belum juga lancar bicara, maka bisa dianggap mengalami keterlambatan bicara.

Perlu diingat, anak yang terlambat bicara tidak bodoh. Mereka memiliki tingkat kepintaran yang sama dengan anak normal lainnya kok. Keterlambatan bicara pada anak bisa terjadi karena banyak faktor, seperti kurang pendengaran karena infeksi telinga sehingga anak sulit untuk memahami dan menggunakan bahasa, lalu ada gangguan pada otak anak sehingga ia sulit menggunakan lidah, bibir, dan rahang untuk berbicara, kemudian kurang berinteraksi dengan orangtua, dan terlalu sering menonton televisi. Daripada terus dikuasai oleh rasa khawatir yang berlebihan, Anda sebaiknya mulai mengatasi masalah ini untuk menghindari dampak psikologis yang bisa terjadi pada anak.

Berikut 12 tips dari kami yang bisa membantu Anda mengatasi anak yang sulit untuk berkomunikasi:

1. ANDA HARUS SERING MENGAJAK ANAK BICARA UNTUK MENSTIMULASI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI
Semakin sering Anda berbicara dengan anak, maka makin banyak kosakata baru yang ia dengar. Maka dari itu, jangan pernah bosan untuk melakukannya ya. Anak suka sekali ketika mendengar Anda bicara. Ia akan mengamati cara bicara dan ekspresi wajah Anda. Anak akan mengingat apa yang diucapkan oleh lawan bicaranya, dan ia akan mengucapkannya di lain hari. Anda juga bisa mengajaknya bernyanyi atau membacakan cerita atau dongeng, untuk menstimulasi kemampuan anak untuk berkomunikasi. Amati reaksi anak ketika sedang diajak bicara. Apabila ia masih terlihat antusias, maka lanjutkan saja. Namun, apabila anak terlihat bosan dan sudah mulai terdistraksi oleh hal lain, maka lebih baik sudahi dulu dan lanjutkan di lain hari.

2. AJARI ANAK BERINTERAKSI DENGAN TEMAN SEBAYANYA UNTUK MENGHILANGKAN RASA MALUNYA
Anak yang sulit bicara biasanya adalah pemalu. Untuk itu, biasakan anak bermain dengan teman-teman sebayanya. Ajari anak Anda bagaimana menyapa lalu mengajak anak lain untuk bermain bersama. Ketika sedang bermain bersama teman-temannya, anak Anda akan belajar bagaimana cara bicara, cara bersosialisasi, dan cara bermain dari anak lainya.

3. AJARI ANAK UCAPKAN KATA DAN KALIMAT DENGAN BENAR AGAR IA TIDAK CADEL
Beberapa orangtua terkadang sengaja mencadel-cadelkan kata atau kalimat yang sedang diucapkan kepada anaknya, seperti susu menjadi cucu. Padahal, orangtua sebaiknya mengajari anak untuk mengucapkan kata- kata yang benar agar ia bisa berbahasa Indonesia dengan baik.  Anda bisa memperjelas gerak bibir ketika sedang mengucapkan kata-kata. Pilih kata dan kalimat yang gampang dimengerti sesuai dengan usia anak Anda. Anda juga bisa memperlihatkan benda-benda sambil mendeskripsikannya kepada anak agar ia bisa mengenali benda apa saja yang ada di sekelilingnya.

4. SELALU DENGARKAN ANAK AGAR IA BISA MEMBUKA PIKIRANNYA DAN BEBAS MENGEKSPRESIKAN PERASAANNYA
Setiap anak tentunya memiliki masalahnya masing-masing. Untuk itu, Anda harus selalu mendengarkan apa saja yang mereka ucapkan, karena anak membutuhkan orang yang bisa membantu memecahkan masalahnya. Ingat, jangan pernah kendalikan anak dengan menasihatinya apa saja yang harus dilakukan. Selalu mendengarkan anak juga bisa mendekatkan hubungan Anda berdua karena saling memahami satu sama lain.

5. JANGAN GUNAKAN LEBIH DARI 1 BAHASA KETIKA SEDANG BERBICARA AGAR ANAK TIDAK BINGUNG
Ketika anak masih dalam tahap belajar bicara, Anda sebaiknya hanya menggunakan satu bahasa ketika sedang berbicara dengannya atau ketika sedang bicara dengan suami atau istri Anda, karena penggunaan lebih dari satu bahasa akan membuat anak bingung dan kehilangan fokus. Apabila kemampuan bicara si anak sudah lebih baik, Anda baru bisa menggunakan lebih dari satu bahasa. Selain untuk mengenalkan jenis bahasa baru, cara ini juga bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi si anak.

6. KURANGI PENGGUNAAN GADGET  KARENA BISA MEMBUATNYA SULIT BERSOSIALISASI
Sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak juga suka menggunakan gadget, terutama untuk bermain game. Namun, Anda sebaiknya bisa tegas dalam membatasi anak untuk menggunakan gadget. Anak bisa sulit untuk meningkatkam kemampuan bicaranya apabila kebablasan bermain gadget. Terlalu asyik bermain gadget bisa membuat anak lupa akan orang-orang di sekitarnya.

7. JANGAN BOLEHKAN ANAK MENONTON TELEVISI SENDIRIAN TANPA PENGAWASAN
Terlalu sering menonton televisi bisa menghambat anak belajar bicara. Jadi, jangan pernah membolehkan anak menonton televisi sendirian tanpa pengawasan. Pasalnya, tidak terjadi interaksi ketika sedang menonton televisi. Untuk itu, temani anak ketika sedang menonton acara yang ia suka lalu tanyakan apa saja soal acara itu. Apabila anak belum bisa lancar bicara, maka Anda yang bisa menjelaskan soal acara itu agar anak mengerti. Apabila tidak ada interaksi yang terjadi, anak akan tumbuh hanya sebagai pendengar yang tidak aktif. Selain itu, tayangan-tayangan televisi yang tidak sesuai usia anak juga bisa berdampak buruk terhadap perkembangan perilakunya.

8. JANGAN GUNAKAN KATA-KATA NEGATIF KETIKA SEDANG BERBICARA DENGAN ANAK
Anda harus menghindari penggunaan kata-kata yang negatif di depan anak. Ketika Anda mengucapkan kata atau kalimat yang positif, maka ia pun akan melakukan hal yang sama ketika berbicara dengan lawan bicaranya.

9. AJARI ANAK MENGGUNAKAN BAHASA TUBUH DAN EKSPRESI WAJAH KETIKA SEDANG BERKOMUNIKASI
Anak perlu belajar tentang bagaimana menggunakan bahasa tubuh dan ekspresi wajah untuk memudahkannya ketika sedang berkomunikasi. Menggunakan bahasa tubuh sangat berguna terutama ketika sedang berhadapan dengan lawan bicara yang memiliki perbedaan bahasa dan budaya.

10. AJAK ANAK BERNYANYI AGAR IA BISA TERHIBUR DAN MENGETAHUI KOSAKATA BARU
Musik diyakini mempunyai banyak manfaat bagi anak-anak, bahkan sejak mereka masih di dalam kandungan. Anda bisa mengajak anak bernyanyi sambil bertepuk tangan atau menari untuk membuatnya terhibur sekaligus bisa mengetahui banyak kosakata baru. Setel lagu anak-anak yang memiliki lirik berunsur edukasi agar mereka bisa bernyanyi sambil belajar.

11. LIBATKAN ANAK DALAM AKTIFITAS YANG BISA MENGASAH KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI
Untuk mengasah kemampuan berkomunikasi si anak, Anda bisa mengajaknya untuk terlibat dalam berbagai aktifitas dimana ia dituntut untuk aktif berbicara dan mendengar, seperti menelpon kakek neneknya. Dengan cara itu, anak bisa belajar tentang bagaimana melakukan komunikasi yang efektif serta bagaimana bersikap baik ketika sedang berkomunikasi dengan orang lain.

12. BIASAKAN ANAK UNTUK BEBAS BERBICARA DAN MENGEMUKAKAN PENDAPATNYA AGAR PERCAYA DIRI DAN TIDAK MALU
Anak harus terbiasa untuk bebas berbicara tanpa dibatasi dan juga bebas mengungkapkan pendapatnya, baik di rumah maupun sekolah. Beberapa anak justru tidak banyak bicara ketika sedang berada di sekolah, karena mungkin malu dengan guru dan teman-temannya. Anda sebagai orangtua harus bisa membantu mengatasi masalah itu sejak anak masih berusia dini.

Sumber: Sayangi Anak