MOM BLOGGER

A Journal Of Life

Image Slider

Menjadi Kindergarten Student di Amerika

Selasa, 04 September 2018
Alhamdulillah Zaid dan Ziad tahun ajaran ini udah jadi anak TK. Tidak seperti pendaftaran headstart (setara PAUD) 2 tahun lalu, kali ini saya jauh lebih tenang dan siap melepas ZaZi untuk bersekolah. Mungkin karena sudah terbiasa juga kali ya dengan ritme hidup disini dibanding 2 tahun lalu dimana saya masih difase adaptasi begitu juga dengan anak-anak.

Raut wajah ceria di hari pertama sekolah

Tak banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk bersekolah TK disini. Cukup melatih kemandirian anak dalam mempersiapkan dirinya berangkat ke sekolah trus kasih tau deh kalo TK ga dianter Abi lagi, tapi pake School Bus. Dan alhamdulillah anaknya ready dan bahkan sangat happy plus excited. Ga berhenti-henti bilang 'excited' saat hari pertama masuk sekolah. Meski kadang terlihat mereka melamun dan sesekali bertanya "Abang sendirian Mi", "Umi ga ikut ke sekolah Abang?" Dan pertanyaan konfirmasi lainnya. 


Setelah hari pertama berlalu, alhamdulillah pertanyaan-pertanyaan konfirmasi pun hilang dan terjawab dengan sendirinya melalui pengalaman langsung hari pertama sekolah mereka.

Hmmm ... rasa-rasanya sudah lama juga saya tak menuliskan tentang si kembar di Blog ini. Memang saya pribadi tidak memiliki schedule khusus per tema untuk konten blog ini. Semua mengalir, sesuai mood dan ide tema tulisan yang muncul di kepala. Tadinya ingin seperti para blogger yang lain. Dimana hari Senin nulis tentang ini, Selasa nulis itu dan seterusnya. Tapi saya urungkan. Karena ternyata mood menulis saya jadi ga ngalir dan malah seringnya bikin mentok ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

Berbicara perihal anak, setiap orang tua pastinya punya cerita emosi tersendiri dalam membersamai anak menapaki kehidupan mereka. Begitu juga dengan orang tua kita. Dan tak sedikit tentunya dari kita yang mengetahui perasaan terdalam dari orang tua kita, baik Ayah ataupun Ibu kita. Jika bisa dibilang, masih menjadi misteri yang tak akan terungkap bahkan hingga maut memisahkan (iya ga sih???๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”)


Kita hanya mampu menerka, oh Ibu saya sayang sama saya. Ayah saya pun mencintai saya. Mereka marah itu pertanda cinta. Bahkan khawatirnya mereka tergurat dalam raut wajah yang tampak marah. Tanpa kita bisa mengkonfirmasi langsung pada orang tua kita terhadap sebuah reaksi emosi yang mereka keluarkan. 

Misal, saya sampe sekarang ga pernah tau secara langsung apa yang membuat Mama saya beraut wajah cemas, cenderung kaya marah ketika mengetahui saya berkerudung ke sekolah? Saya hanya mampu menerka, sepertinya mama khawatir saya masuk aliran sesat. Mama khawatir saya berjilbab hanya main-main saja. 

Dan kekhawatiran itu bentuk ungkapan emosi yang disertai rasa sayang kan ... karena pasti setiap orang tua menginginkan anaknya memperoleh jalan hidup yang baik-baik saja. Amit-amit anak saya ikut aliran sesat jaringan teroris misalnya. Dan amit-amit lainnya. Tapi, diungkapkan ga? Untuk kasus saya ini, engga! ๐Ÿ˜† Tuh misterikan???

Lagi nunggu school bus

Bagi saya, bahasa cinta orang tua terhadap anaknya merupakan sebuah teka teki yang tak memiliki jawaban pasti kecuali satu, cinta. Tak ada orang tua yang tak cinta kepada anaknya. Jika pun ada sebuah tindakan asusila kepada anak, tentunya ada faktor X yang melatarbelakanginya. Bahasan seriusnya yang lebih akademis sila Googling sendiri ya hehehe ...

Tulisan ini hanya sebuah opini dan berbagi pemikiran saya saja. Tak perlu disepakati, dan juga tak perlu diperdebati. Kata lainnya, ini tulisan curhatan ๐Ÿ˜”

Hal yang ingin saya ungkap hanyalah tentang sebuah misteri hubungan antara ibu dan anak, bapak dan anak. Dimana kesalahpahaman akan pasti bisa terjadi. Bahwa definisi cinta pun akan pasti jadi berbeda ... sesuai nanti bagaimana perjalanannya.

Contoh ...
Teman main sepeda ๐Ÿ˜†

Seperti seorang remaja yang merasa tak dicinta Ibu Bapaknya karena ditinggal bekerja. Sementara Ibu Bapaknya merasa, bekerja adalah bahasa cinta mereka untuk si remaja. Konflik memang mungkin belum akan langsung terbentuk di saat anak masih lah dini. Namun pola bisa kita lihat, jika mata batin kita mau melihat. Sehingga, dimasa remaja dimana karakter pemberontak menyertai perkembangan anak seusia itu, mulai mendramatisir keadaan sehingga pola yang tadi dipandang biasa oleh orang tua, tidak begitu adanya oleh sang anak. (Contoh versi sinetron amat ๐Ÿ˜†)

Contoh lain ...

Sebut saja pola komunikasi. Dimana kebiasaan sebuah keluarga dalam mengkomunikasikan, katakanlah perasaan, pemikiran, pengalaman, dan lain sebagainya akan berujung pada sebuah kisah. Jika saling menghargai dengan menghadirkan diri di setiap cerita anggota keluarga, maka akan menjadi kisah bahagialah dia. Namun jika setiap anggota keluarga menuntut untuk didengar tanpa ada yang menyiapkan telinga untuk mendengar, maka kisah pun akan terbentuk dengan jalan cerita yang berbeda. Bisa jadi sering muncul pertikaian, pertengkaran dan lain sebagainya karena antar anggota keluarga tak ada yang memahami satu sama lainnya.


Tak ada yang salah dengan sebuah ritme dan pola kebiasaan dalam sebuah keluarga. Bukan kemudian karena keluarga A berisikan anggota keluarga yang senang mendengar cerita lantas keluarga ini lebih baik. Bukan! Yang terpenting, ada cara yang kita tempuh untuk menjalani kehidupan rumah tangga bersama pasangan dan anak-anak dengan meminimalisir peluang konflik. Jika pun ada konflik, cukuplah menjadi sebuah pembentukan karakter diri dan keluarga sehingga lebih matang dikemudian. Bukan sebagai pemecah rasa cinta. Dengan kata lain, masing-masing keluarga tentu memiliki cara terbaik dalam menjalani 'cerita' sehingga alurnya berujung bahagia. Tentunya dengan definisi bahagia masing-masing. 

Keluarga dengan segenap anggotanya memang merupakan komunitas paling unik menurut saya. Hubungan pertalian darah justru membuat celah salah paham lebih terbuka lebar. Tak jarang para anggota keluarga gagal mendefinisikan bahasa cinta mereka. Sehingga yang muncul hanyalah prasangka. Jika dibuatkan peta emosinya, tentulah sangat variatif dan harus dibahas case by case. 

Anak TK yang doyan 'baca' buku
Doyan pake kaos kaki panjang ๐Ÿ˜†

Beranjak dari pengalaman pribadi saya sebagai seorang anak dan seorang ibu plus istri inilah muncul sebuah, katakanlah ide, untuk menuliskan apa-apa yang saya rasakan. Bukan untuk pembenaran akan kesalahan yang saya lakukan. Ataupun sebagai pengwajaran atas kekeliruan yang saya perbuat. Tapi cukup sebagai pengikat memori akan sebuah sejarah hidup di masa lalu, yang barangkali ketika disajikan kembali untuk anak dan cucu penerus generasi, bisa diambil hikmah atasnya. Sehingga teka-teki dan misteri hubungan orang tua dan anak ini tak lantas hanya berakhir praduga yang tak terkonfirmasi kebenarannya #halahbahasanya ๐Ÿ˜…

Jadi tulisan ini tentang apa sih?

Jujur, ungkapan pemikiran yang sebenarnya lebih kepada pengungkapan perasaan di tulisan ini muncul kemaren. Sesaat setelah saya dan Zaid 'bertengkar' dengan sebuah ujung mendrama lewat tangisan airmata. Dan hal ini kejadian kedua kalinya pasca usia mereka 5 tahun setelah sebelumnya saya mendrama dengan Ziad. ๐Ÿค’๐Ÿค’๐Ÿค’๐Ÿ˜ง๐Ÿ˜ง๐Ÿ˜ง


Bagi saya, perjalanan emosi yang tercipta disetiap rangkaian cerita kami sekeluarga saya percayai sebagai pembentuk karakter jiwa, baik untuk saya, pasangan saya, dan tentunya anak-anak saya. Misal saja perjalanan emosi dalan mengatasi konflik perbedaan pendapat. Jika saya tak berhasil menciptakan suasana nyaman dalam mengatasi perbedaan pendapat, maka saya harus bersiap di masa transisi mereka saat remaja kelak, saya akan kehilangan ruang dalam ruang diskusi anak-anak saya. Alih-alih mereka akan mendengarkan saran saya, yang terjadi justru mereka menutup rapat peluang bagi saya dalam menyampaikan pendapat terhadap sebuah keputusan yang akan mereka ambil. 

Apresiasi permintaan mereka
Yang minta difoto pas makan ๐Ÿ™„

Contoh lainnya. Sebut saja dalam usaha menghadirkan ruang dengar dalam keluarga. Sebagai anak yang memiliki perkembangan bahasa yang tertunda, saat ini ZaZi tengah berada dalam fase kecerewetan maksimal. Hobi bercerita dan berimajinasi. Jika ruang dengar tak tercipta kondusif di dalam keluarga baik untuk Zaid ataupun Ziad, maka jangan harap kebiasaan bercerita mereka akan bertahan lama. Bisa-bisa mereka membentuk atau mencari ruang dengar baru yang lebih nyaman, semisal bersama teman. Atau yang sekarang tengah marak banyak dari para remaja yang kehilangan ruang dengar mereka mencari kenyamanan bersama teman virtualnya melalui game online ๐Ÿ˜ฃ๐Ÿ˜ฃ๐Ÿ˜ฃ

Kompleksitas pemikiran saya yang terkadang memburuk menjadi overthinking ini memang ingin saya optimalkan ke arah yang lebih positif. Saya juga tidak menginginkan diri ini menjadi orang tua protektif. Keseimbangan dalam bersikap tentunya perlu saya lakukan. Dengan tidak membatasi kreatifitas lingkup sosial anak-anak dan mengoptimalkan peran dan fungsi saya sebagai ibu, teman cerita, dan sahabat mereka.

Kreatifitas tanpa batas

Namun lagi-lagi keterbatasan diri membuat saya kadang berada di titik putus asa. Hanya mengadu pada Sang Kuasa jalan akhir yang bisa saya tempuh. Bahwa anak, adalah ikhtiar orang tua. Hingga dalam mendidiknya pun, ikhtiar harus selalu menyertai bersama doa. Bukan untuk sebuah kesuksesan di mata manusia melainkan keberhasilan melewati ujian di hadapan Allah.

Jadi, tatkala anak-anak lebih percaya akan kata teman dan gurunya, saya hanya bisa mencari cara untuk bisa mengambil alih hati dan pikirannya seraya berdoa semoga apa-apa yang sampai kepada anak-anak saya adalah hal-hal yang baik saja. 

Ketika teman menjadi panutan
Maka didiklah temannya seperti kita mendidik mereka

Ya, saya pribadi pernah berada pada posisi dimana apa yang dikata orang tua selalu tertolak di dada. Bukan membangkang, bukan pula membantah. Saya hanya tidak setuju dengan apa yang disampaikan orang tua saya. Ada hal lain yang lebih 'make sense' bagi saya kala itu. 

Belajar dari 2 posisi inilah saya coba untuk bersikap lebih tenang ketika anak-anak menyanggah apa yang saya sampaikan. Karena ketika saya memaksakan, hasilnya malah akan membuat mereka semakin keras dan tak paham dengan apa yang kita maksud. 

Harap saya, semoga mereka nyaman dengan ruang diskusi dan ruang dengar yang tengah saya dan suami coba ciptakan ini ๐Ÿ˜Ÿ๐Ÿ˜Ÿ๐Ÿ˜Ÿ

Salah satu cara yang kami tempuh
Agar tercipta keseimbangan pengaruh keluarga, teman dan lingkungan dalam pembentukan karakter

Mengerti ataupun tidak, tulisan ini memang sebagai refleksi saja buat saya pribadi. Yang sedikit butuh mengelus dada sembari berkata 'sabar' di 10 hari pertama sekolahnya ZaZi sebagai anak TK. 

Kebiasaan baru mereka yang jadi senang berteriak, bercanda berlebihan tanpa mengindahkan kenyamanan orang lain, respon yang lambat terhadap sebuah seruan atau permintaan tolong. Seolah 'merampas' kebiasaan baik yang sudah ada sehingga mereka terkesan mengalami kemundurun hanya dalam hitungan hari. Tapi saya coba berfikir positif dan mencari celah untuk bisa mengimbangi. Caranya? Salah satunya ya introspeksi diri ๐Ÿ˜ฅ

Jika memang ini bagian dari tahap perkembangan, saya berharap tak ada hal yang luput dan menjadi sebuah kebiasaan buruk. Prinsip saya dan suami hanyalah 'luruskan jika ada yang bengkok' dengan cara yang baik. Semoga saya dan suami dijaga dalam kesabaran. Terlebih sebentar lagi kami akan kehadiran anggota keluarga yang baru. Semoga dimampukan Allah untuk menjalani amanah ini. Karena ladang amal kami adalah mereka. Maka ujian pun akan datang dari mereka. Semoga kami dan segenap orang tua yang tengah 'pusing kepala' menghadapi amanah titipan Allah ini diberi kesabaran dan kemampuan. Aamiin ...

Menciptakan lingkungan nyaman
Tak hanya untuk anak sendiri
tapi juga untuk teman-teman mereka 

Ya! Sedikit tantangan hidup di negri barat dimana anak dan orang tua memiliki norma yang berbeda dari kita orang timur. Apalagi saya orang Minang. Dimana dalam bertutur saja ada 4 kata yang harus dipakai. Kata mendaki kepada yang lebih tua dengan hormat dan santun. Kata menurun kepada yang lebih muda dengan lembut dan sayang. Kata mendatar kepada seusia dengan saling menghargai. Dan kata melereng kepada suami dan keluarganya.

Untuk nilai-nilai kehidupan saya memang masih menganut paham konvensional. Saya masih membungkukkan badan ketika melewati kumpulan orang-orang. Saya pun masih mengecup punggung tangan setiap orang tua yang saya temui. Dan masih melempar senyum sungkan kepada orang asing yang lebih tua atau terlihat serumpun negara.

Maka, salam salut saya kepada orang tua Indonesia yang mendidik dan membesarkan anaknya di Amerika yang masih bisa mempertahankan nilai dan norma ketimuran kita. Tanpa merampas kebebasan anak-anak kita dalam mengeksplor kehidupan di sebuah negara bebas, tapi tetap terjaga dalam kehidupan serba bebas tanpa batas.

Segitu saja dulu ya curhatan saya pasca anak-anak menjadi kindergarten student. Selagi kita masih menjaga Allah ... maka Allah pun pasti menjaga kita ... Yakinlah! In sya Allah ... ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Columbus, 3 September 2017

Nb: foto dan video entah nyambung entah ga ... anggap aja biar tulisannya ga monoton huruf aja .. ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜‚

Pagi Inaya ...

Jumat, 31 Agustus 2018
Ingin ku menulis mu si kecil mungil bernama Inaya. Agar melekat dalam sejarah hidupku tentang sebuah sumber kehidupan yang saling bersinergi. Karena hadirmu juga karena sinergi alam yang dititah Tuhan atasmu.

pict from pexels

Apa kabar pagimu hari ini? Seperti yang terpatri dalam namamu ... pertolongan itu akan selalu ada. Wajah tegar sang Bunda dan tak gentarnya sang Ayah mengikhtiari hidupmu. Maka tersenyumlah Inaya .. tersenyumlah bersama gurat bibir bundamu. Maka kuat dan teguhlah Inayah, bersama optimis tatapan Ayahmu.

Kehadiranmu memberi juta asa pada pikiranku, bahwa ada sebuah kata yang bernama takdir. Bukan untuk diterka namun dijalani bersama. Ya! Bersama keimanan akan ketentuan dan kuasaNya. Karena kita manusia tugasnya hanya berada pada garis pelaksana. Biarlah rencana itu tertoreh indah dalam garis rahmatNya. Karena apa yang baik menurut kita, belum tentu menurutNya. Karena Dia yang Maha Mengetahui segala. Semoga Allah izinkan Ayah Bunda menjemput rahmatNya ya Inaya ...

Bersama semburat sinar mentari pagi ini ... ku sekali lagi ingin menyapa dirimu Inaya ... Putri kecil nan kuat lagi tangguh. Jikapun banyak airmata yang tertumpah melihat dirimu saat ini, sungguh! Setiap tetesnya adalah doa yang mengalir deras teruntuk mu wahai Inaya. Bukan untuk meratapi dalam kelam, namun mendendangkan doa dalam keoptimisan! Seperti cahaya mentari yang sesekali redup, tapi bukanlah berarti kelam. Karena hakikatnya cahaya adalah harapan. Dan namamu ... adalah harapan akan sebuah pertolongan ... yang membawamu pada kemenangan jiwa. Itulah yang tersemat sejak dirimu terlahir kedunia ...

Jika kelak dirimu bertumbuh bersama menjalani kehidupan dunia, maka tulisan ini akan menjadi pengikat rasa yang hadir saat dirimu belumlah menyicip dosa. Mengikat kenangan jiwa-jiwa yang saat ini berlara.

Pagi Inaya!

Teruntuk Inaya Nur Zafira ...

Dari sebuah jiwa, yang belum terlahir ke dunia ... semoga kita diizinkanNya melukis cinta dalam pertemanan sesurga ...

Dari Zaenab Razaan Alkhansa

Columbus, 31 Agustus 2018

Nulis Cerpen? Siapa Takut!

Kamis, 30 Agustus 2018
Pake hitam? Siapa takut!
Nulis cerpen? Ga boleh takut!

Akhir tahun 2017 lalu saya alhamdulillah memperoleh kesempatan yang menantang diri menulis sebuah cerpen untuk komunitas blog tercinta, 1 minggu 1 cerita atau disingkat 1m1c. Tadinya saya pikir proyek buku kroyokan alias antalogi ini hanya sekedar guyon belaka. Maklum, proyek nulis buku ini bukan tawaran pertama yang saya dapatkan #ciiletawaran. Bedanya, ajakan proyek menulis kali ini benar-benar digarap serius dan terealisasi dengan baik. Yeeeeeeey!

pict from ellunar publisher

Berhubung proyek menulis ini proyek barengan, jadi untuk menentukan segala sesuatunya tentu merupakan hasil musyawarah anggota komunitas 1m1c yang berminat ikut proyek. Dan musyawarah pertama yang kami lakukan yaitu menentukan jenis buku yang akan digarap. Fiksi atau non fiksi, itulah dua pilihan yang ditawarkan. Daaaaan ... setelah persaingan suara yang cukup sengit, akhirnya karya fiksi pun memenangkan suara.

Saya? Tentunya nyali langsung keburu ciut berhubung fiksi bukanlah minat saya. Hiks! Tapi apa boleh dikata. Take it or leave it! Kesempatan tak datang dua kali. Ayo coba dulu! Begitu lebih kurang hati saya memotivasi diri ๐Ÿ˜†.

Berbekal pengalaman menulis cerpen di zaman SMP, saya pun memutuskan untuk memilih cerita pendek sebagai jenis karya fiksi saya. Dengan mengangkat tema Cinta, Budaya dan Generasi Kita, saya pun memulai memikirkan ide cerita berikut plot beserta tokoh-tokohnya.

Bagi seorang saya yang bukanlah pembelajar sejati dimana saya masih sangat malas mempelajari kaedah-kaedah kepenulisan, menulis fiksi terasa begitu teramat sulit. Berbeda dengan menulis blog yang bahasa dan kepenulisan tak berkaedah suka-suka saya saja ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜†. Alhamdulillah tim editor sangat sabar menghadapi karya saya yang banyak nilai merahnya. Dan sebuah pelajaran gratis pun saya peroleh dari saran editing yang diberikan editor tercinta, sang novelis muda kita, neng Ayu Welirang.

cuplikan cerpen saya hehehe

Kini tinggallah waktu menunggu terbitnya sebuah karya fenomenal yang akan kami, saya dan member lain, nantikan. Rasanya sudah tak sabar menanti bulan Juli. Dan hal yang membuat saya bangga bukan karena saya berkarya dalam proyekan antologi ini melainkan karena saya berkesempatan berkarya bersama cerpenis hebat member 1m1c. Asli!!! Tulisan member yang lain ide ceritanya udah kaya cerpenis handal. Tulisan mereka mampu memainkan imajinasi kita sehingga melayang mengikuti alur cerita.Pikiran membawa raga kita masuk ke dalam alur cerita. berpindah menjadi karakter satu ke karakter lainnya sesuai tokoh yang tengah berada dalam cerita. Hidup! Cerita pendek karya teman-teman 1m1c ini benar-benar hidup.

Penasaran dengan bukunya? Teman-teman bisa peroleh buku Antologi Cerpen ini melalui admin @1m1c di akun INSTAGRAM nya. Atau bisa juga melalui INSTAGRAM @ellunarpublish_

Atau klik LINK berikut: http://bit.ly/POBuku1M1C

Dengan membeli buku Antologi Cerpen ini, artinya teman-teman turut serta memajukan budaya literasi bangsa. Ayo berkarya untuk Indonesia!

Salam dari kami, member 1 minggu 1 cerita!

Menulislah! Walau hanya 1 cerita :)

Columbus, 2018


RESENSI Buku:
*  http://www.ellunarpublisher.com/2018/07/antara-cinta-budaya-dan-generasi-kita.html

Apa kata Admin 1M1C tentang karya pertama komunitas 1m1c:
https://www.1minggu1cerita.id/launching-buku-antologi-1minggu1cerita/

Hal-hal Kecil yang Perlu Diketahui Sebelum Studi ke Amerika

Setelah membahas (semoga lengkap) tentang persiapan keberangkatan studi dari sudut pandang emak-emak secara teknis, saya lanjut bahas persiapan keberangkatan cimelekete alias yang kecil-kecil. Jadi ini tulisan ini sequel dari 'Persiapan Keberangkatan Studi di Amerika (Part 1)'. Bagi yang belum baca tulisan sebelumnya, bisa klik link ini.

Pict: pexels.com

Dalam bahasan kali ini, saya mungkin akan lebih banyak membahas hal-hal kecil yang saya sendiri dulunya tidak tau. Nah hal-hal kecil inilah yang sebenarnya menurut saya membuat kehidupan di awal perantauan penuh dengan kekhawatiran. Sebut saja kekhawatiran terkait biaya kesehatan, pengadaan transportasi, tempat tinggal, dan keberadaan halal market dan asian market.

Baca juga: Tips Memilih Makanan Halal di Amerika

Jadi, selain akan berbagi tips dan saran, saya akan coba berbagi informasi sarana dan prasarana yang membantu memudahkan kita selama menjalani masa studi bersama keluarga yang informasinya bisa kita gali sejak sebelum keberangkatan. Meskipun tetap pada praktiknya akan ditemukan banyak perbedaan. Harapan saya semoga info ini membantu teman-teman biar ga ngeblur banget soal Amerika ๐Ÿ˜† (saya aja kali ya yang ngeblur soal Amerika)

Baca juga: Serba Serbi Mendaftar Kindergarten di Amerika 


Seperti halnya bahasan-bahasan lain di setiap blogpost saya, semua tulisan saya merupakan hasil dari pengalaman semata. Jadi pastinya ada beberapa hal berbeda yang nantinya akan ditemukan.

Oh iya, pembahasan terkait persiapan keberangkatan ini memang perspektif 'emak-emak' banget. Saya ga ngerti ya andai student nya si istri, apakah bapak-bapak akan berfikir detail kaya gini juga ๐Ÿ˜….

Oke sip! Masuk ke bahasan!

๐Ÿ‘‰ perlukah urus asuransi untuk pasangan atau keluarga sebelum keberangkatan?

Coba dilihat kembali persyaratan administrasi resmi dari pemberi beasiswa, kampus ataupun kedutaan. Jika termasuk sebagai salah satu syarat administrasi, mau tidak mau tentunya perlu di urus. Jika tidak termasuk syarat administrasi, berdasarkan pengalaman saya, tidak perlu diurus sebelum keberangkatan.

Nah sedikit berbagi pengalaman teman dengan visa J. Dependent (J2) bisa membeli asuransi sementara sesampai di Amerika dengan premi $100 per 3 bulan. Sedangkan pengalaman saya pribadi dengan visa F2, tidak perlu membeli asuransi baik sebelum atau pun setelah masuk ke Amerika.

๐Ÿ‘‰ Bagaimana dengan asuransi student sendiri?

Sependek pengetahuan saya, setiap mahasiswa yang memperoleh sponsorship akan selalu disertai asuransi. Jikapun tidak, bisa dikomunikasikan dengan pihak sponsor dan juga kampus. Dan biasanya student selalu dibekali persiapan keberangkatan sedangkan pendamping student (dependent) engga ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜…

๐Ÿ‘‰ Jika tidak ada asuransi, apakah kita mampu membayar biaya kesehatan seandainya terkena sakit atau misal hamil dan melahirkan?

Jika yang hamil atau sakit adalah student, maka asuransi yang melekat dari student biasanya akan mencover biaya kesehatan. 100% atau setidaknya tergantung fasilitas yang ditawarkan asuransi. Untuk suami saya sendiri, beberapa pengecekan kesehatan tetap masih membayar co-pay, yaitu uang sisa yang tidak tercover asuransi.

Jika yang hamil atau sakit adalah pasangan student (dependent) dan tidak memiliki asuransi, Amerika memiliki program-program yang sangat berpihak pada masyarakat pendatang (non citizen) seperti mahasiswa bahkan untuk para refugee atau pengungsi.

Baca juga: Hyperthyroid dan Low Potassium Saat Hamil?

Di Ohio state sendiri, ada yang namanya Financial Assistance (FA). Terkait apa itu FA, bisa dicari informasinya di rumah sakit terdekat secara online. Dan bisa jadi istilah yang digunakan di state lain berbeda. Jika ingin memperoleh informasi lebih lanjut, bisa mempelajari web rumah sakit atau Public Health setempat via internet dengan keywords 'financial assistance' atau lainnya.

Prinsipnya, Amerika sangat menjaga kesejahteraan manusia di negaranya. Jadi teman-teman jangan takut 'terzalimi' selama teman-teman terus bertanya dan mencari informasi. Hanya saja dalam pelaksanaannya, tentu tergantung kondisi state atau negara bagiannya dan juga kebijakan pemerintah pusatnya. Jadi silahkan dilihat-lihat kondisi state tempat studinya via internet ๐Ÿ˜Š

๐Ÿ‘‰ perlukah bawa obat-obatan warung dari Indonesia?

Jika memang dirasa butuh karena suka mengonsumsi, silahkan dibawa. Pastikan jika membawa obat-obatan ke cabin, ada surat resep dokternya. Jika tidak, lebih baik simpan di tas kecil bersama barang-barang yang masuk bagasi.

๐Ÿ‘‰ bawa stroller / jangan untuk anak selama diperjalanan?

Saran saya, kalo hanya bawa satu anak berusia di atas 2 tahun, gendongan saja cukup. Tapi kalo anaknya usia 2 tahun kebawah, bawa stroller perlu agar istirahat anak tidak terganggu meski harus transit. Sehingga anak tidak rewel karena ringsek badan.

๐Ÿ‘‰ makanan selama diperjalanan gimana?

Bagi yang picky, membawa makanan rumahan untuk porsi 2 hari perjalanan direkomendasikan. Namun bagi yang ga picky, makanan yang disediakan maskapai cukup banyak dan mengenyangkan. Jadi bawalah seperlunya sesuai kondisi. Dan pastikan makanan yang mengandung daging-dagingan habis sebelum masuk Amerika yaks ๐Ÿ˜†

๐Ÿ‘‰ Perlukah dokumen pribadi di alih bahasakan? Harus oleh translator tersumpah atau gimana?

Perlu jika memang masih berbahasa Indonesia. Harus translator tersumpah? Kami pribadi tidak menggunakan translator tersumpah (sworn translator). Suami yang menterjemah dokumen seperti surat vaksin anak-anak dan kartu keluarga (selama disini kartu keluarga tidak pernah terpakai ๐Ÿ˜†). Sejauh ini aman-aman saja ๐Ÿ˜†

FYI aja, kartu keluarga ga pernah ditanya sama sekali. Surat keterangan vaksin anak cuma diliat riwayat vaksinasi nya saja. Ga ditanya apakah ini resmi dari pemerintah negara kita atau ga. Padahal surat keterangan vaksin anak-anak saya buat menyerupai buku Pink dari Posyandu bagian yang tabel vaksin. Plus tandatangan bidannya yang saya minta khusus buat dokumen ke Amerika ini. Hehehe

๐Ÿ‘‰ Dokumen apa saja yang harus mudah terakses selama perjalanan?

1. VISA (yang ditempel di passport)
2. Surat izin memasuki Amerika (tergantung jenis visa). Untuk visa F namanya i-20

๐Ÿ‘‰ Apa saja yang harus langsung diurus setelah sampai di Amerika?

Disesuaikan saja dengan kebutuhan sesuai state dan kampus masing-masing. Saya pribadi hanya mengurus kelengkapan administrasi untuk syarat sekolah anak-anak dan kartu pendamping mahasiswa dari kampus. Untuk state ID sampe sekarang saya ga punya hehehe. Selain itu suami juga langsung urus sejenis surat keterangan domisili di family housing campus. Isinya kaya pernyataan bahwa orang yang bernama Merisa Putri benar berdomisili bersama Taufik Mulyadin, student di kampus OSU. Begitulah lebih kurang ๐Ÿ˜†

๐Ÿ‘‰ Apa saja syarat administrasi untuk sekolah anak?

Hanya visa, i-20, dan surat riwayat vaksin anak. Jika vaksin anak dianggap belum lengkap, sekolah akan meminta kita melengkapinya dengan memberikan info Public Health yang menyediakan pelayanan pemberian vaksin gratis.

๐Ÿ‘‰ Bagaimana cara melengkapi vaksin anak?

Cari informasi di NationWide Children state masing-masing. Untuk Ohio sendiri, semua vaksin gratis dan dilakukan di Public Health atau di Nationwide Children. Untuk anak-anak saya, vaksin dilakukam di Nationwide children. Sedangkan beberapa orang teman disini, di Public Health. Dua-duanya gratis ๐Ÿ˜Š

๐Ÿ‘‰ Apa saja fasilitas pelayanan publik yang bisa kita dapatkan?
Lagi-lagi di setiap kota dan negara bagian tentunya akan berbeda. Semisal transportasi umum, pelayanan kesehatan, perpustakaan umum, layanan emergency, sekolah, bantuan pangan, dll. Ditulisan ini saya coba share yang saya peroleh ya ...

1. Transportasi
Ada dua jenis transportasi yang bisa kami gunakan. Pertama transportasi milik kampus namanya CABS (Campus Area Bus Service)  dan kedua transportasi umum milik pemerintah / yang disediakan pemerintah namanya COTA (Central Ohio Transit Authority). Dua jenis transportasi ini bisa dinikmati secara gratis oleh para mahasiswa. Namun COTA bus hanya bisa dinaiki secara gratis selama student terdaftar aktif kuliah (honestly bukan gratis sih ya, tapi sudah include dalam bayaran semesteran ๐Ÿ˜‚. Makanya kalo ga aktif kuliah, ya ga bisa gratis ๐Ÿ˜…). Sedangkan CABS bus, bisa dinikmati oleh siapa saja yang melewati rute Bus kampus tersebut.

Baca juga: Cerita ke US Bersama Qatar Airways

Selain bus, ada electric scooter yang baru diluncurkan tahun ajaran ini. Saya sendiri belum pernah menggunakannya ๐Ÿ˜†. Jadi ga bisa kasih gambaran apa-apa. Yang jelas, penggunaannya harus donlot Apps nya dulu.

2. Bantuan Pangan
Ada namanya program WIC (Women Infants and Children) dari departemen pertaniannya Amerika. Setiap yang tinggal di Amerika dengan income dibawah rata-rata, maka akan memperoleh layanan WIC ini. Syaratnya?
- hamil
- menyusui
- anak usia dibawah 5 tahun
- low income

Datang langsung ke kantor WIC di kota masing-masing dengan membawa dokumen standar seperti ID (visa atau state ID jika sudah punya), surat tanda masuk Amerika, dan dokumen lain yang dirasa perlu. Bisa telp dulu untuk memastikan syarat dokumentasinya atau kunjungi web WIC nya.

3. Perpustakaan Umum
Salah satu surga di Amerika ya perpus nya. Sangat banyak perpustakaan umum di Amerika yang bisa dinikmati secara cuma-cuma. Berikut dengan program-programnya. Tinggal search atau tanya-tanya ke tetangga atau komunitas yang ada. Salah satu hal yang menggiurkan adalah jika ada acara sale buku-buku dengan harga yang sangat terjangkau. Kan lumayan nambah koleksi buat dibawa ke Indo ๐Ÿ˜†

Tampaknya tulisan ini sudah cukup panjang. Jadi kaya semacam FAQ ke Amerika jadinya ya ... ๐Ÿ˜

Jika ada yang belum terbahas, boleh tanya di kolom komen ya readers #eaaaaaa ๐Ÿ˜‚

Columbus, selesai di Tanggal 30 Agustus 2018
Hari Kamis, pukul 4.33 AM

Semoga Bermanfaat ๐Ÿ˜Š

Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2012

Sabtu, 18 Agustus 2018
Rasanya belum pernah saya menuliskan tentang hal yang tercantum di judul. Ya! Tentang PPAN. Sebuah program yang pernah saya ikuti sekitar 6 tahun yang lalu. Kalo tidak salah, di bulan Februari 2012. Dan hari ini, pertemuan dengan alumni PPAN SUMBAR 2012 di kota kecil bernama Athens, Ohio, Amerika serikat, menggiring kembali ingatan saya akan memori singkat dan sekejap kala itu.


Nostalgia ... dikit aja!

Ceritanya, saya angkatan 2006 yang baru saja lulus di akhir tahun 2011 (diperjelas telat lulusnya ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚) merasa perlu aktivitas pengembangan diri. Maksud hati agar diri tak mati gaya dalam menanti panggilan kerja ataupun panggilan nikah ๐Ÿ˜…. Berbekal informasi dari seorang kakak tingkat, akhirnya saya coba melengkapi syarat administratif program pertukaran pemuda ini dan kemudian mendaftarkan diri.

Prosedur detail nya asli saya lupa 100% ๐Ÿ˜‚. Dalam tulisan ini saya hanya akan menuturkan pemikiran random saya perihal pengalaman saya di PPAN ini ๐Ÿ˜†. Yang mana ending tulisan ini dijamin bikin kesel karena ga nyambung dan sedikit private story gitu ๐Ÿ˜…


Okeh lanjut .... bahas PPAN

Semua berjalan begitu cepat, setelah membawa semua syarat, saya bertolak dari kota Payakumbuh ke kota Padang untuk mengikuti seleksi PPAN tersebut. Seinget saya sih saya ngeblank, ga tau jenis seleksinya akan seperti apa. Taunya cuma bawa ini dan itu, dan datang ke kantor apa (saya pun lupa) dan saya pun melakukannya.

Sesampai di lokasi saya mengikuti arus masa. Sampailah saya ke meja panitia. Setelah berkas-berkas yang diperlukan diserahkan ke panitia, saya diminta duduk di kursi yang sudah disediakan. Barulah saya mulai tau bahwa akan ada tes tertulis berupa menulis essai dalam bahasa Inggris dengan tema yang sudah disiapkan panitia.

30 besar PPAN SUMBAR 2012

Tik tok tik tok ..  tes selesai, pengumuman 30 besar diberitahukan tengah malam di hari itu juga, sekitar pukul 12 malam via SMS atau telpon (saya lupa lagi-lupa terus) kata panitia. Singkat cerita, saya lulus 30 besar. Artinya? Saya harus datang karantina besok harinya, kalo ga salah jam 6 pagi apa jam 7 ya๐Ÿค”  sudah harus datang ke lokasi karantina. Saya, yang tidak memiliki persiapan apa-apa untuk karantina karena ga ekspek lulus 30 besar ini pun langsung tunggang langgang melengkapi kebutuhan karantina. Cukup epik memang, dan my hero was my Papa ๐Ÿ˜ ... disaat itulah saya kembali merasa sebagai anak kecil yang mau masuk sekolah TK karena Papa ngurusin ini itu luar biasa. Seperti tersimpan harapan dalam diri Papa agar saya lolos di program pertukaran ini.


LOLOS GA???

Menjalani karantina 3 hari 2 malam bersama teman-teman (lebih tepatnya adik-adik) yang luar biasa membuat gairah berkarya saya muncul kembali. Semangat belajar kembali bergelora. Yang tadinya saya emmoh lanjut S2, pasca PPAN saya daftar S2 ke UI. Bahkan dengan optimisnya saya meyakini suatu saat saya bisa ke luar negeri semisal Australi untuk studi.

Lomba bikin yel2 ๐Ÿ˜…

Khayalan yang jujur saja seperti dikabulkan, meski tak plek 100% percis apa yang saya bayangkan, tapi mengarah-arah atau bisa dikatakan serupa. Seperti mengecap studi di luar negeri. Meski tak menjadi mahasiswinya langsung, menjadi pendamping mahasiswa juga berasa belajarnya ๐Ÿ˜‚. Meski tak ke Australi, ke Amerika juga lebih berasa luar negerinya. Meski tak menulis paper, menulis blog pun bisa jadi karya sebagai wujud gelora berkarya itu masih membara.

Yah begitulah! Jawabannya saya tak lolos menjadi perwakilan pemuda untuk tahun 2012 saat itu. Namun, memiliki pengalaman bertemu orang-orang keren jauh lebih bermakna.


Daaaaaan ...

Perjalanan takdir bersama PPAN ini mengantarkan saya pada kehidupan yang lebih akademisi. Tanpa saya perlu menjadi mahasiswa ๐Ÿ˜‚. Ya! Saya menikah dengan seorang pemuda Sunda yang doyan belajar. Dari dialah saya memperoleh info PPAN ini. Dan dia juga alumni PPAN JaBar 2011. Takdir kami berdua sama-sama tidak lolos mewakili pemuda ke negara pilihan, dan tak disangka tak dinyana PPAN menjadi jalan takdir kami bersua dalam dua kutub yang berbeda namun tujuan yang sama #eaaaaaapasiiiih


Ya intinya sih, PPAN jadi cerita nostalgia paling singkat namun penuh makna yang terjadi dalam hidup saya. Tak ada yang kebetulan kan? Semua Allah yang mengatur ... dimana pasca PPAN saya memutuskan S2 di UI yang ternyata jadi jalan jodoh saya. Yang jodohnya pun anak PPAN. Jadi semacam "Wow!!! Kok bisa!!!"

Meski suami saya adalah kakak tingkat jaman kuliah, tapi kami tak pernah terlibat cinta lokasi atau apalah itu yang namanya VMJ (Virus Merah Jambu-istilah anak ROHIS banget ๐Ÿ˜‚). Kita nikah aja anak-anak Bahasa Inggris pada "Haaah! Kang adin sama Uni?" Saking kita ga ada irisan sama sekali ๐Ÿ˜…. Saya anak organisasi, suami anak akademisi. Saya ngurus bidang rohani himpunan suami saya ngurus bidang akademi himpunan. Saya tukang bolos, suami kebalikannya.

Sehingga salah satu hal penting yang saya bahas kala ta'aruf adalah "Akang tau IPK saya berapa?" Karena saya takut dia kaget dan nyesel dikemudian hari karena mengetahui istrinya tak sesuai ekspektasi ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Ta'arufan kami ta'aruf antimainstream dengan bahasan antimainstream ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†. Alhamdulillah hal-hal penting dan bersifat rahasia clear sebelum akhirnya dia memutuskan mengkhitbah saya ๐Ÿ˜†. Prinsipnya "jangan ada dusta diantara kita" #eaaaaaaaa

Jadi? Ini ngebahas PPAN apa ngebahas perjalanan jodoh saya? Ya ngebahas dua-duanya lah ๐Ÿ˜ ... karena gegara PPAN kubertemu jodoh ku inilah, aktivitas yang cuma sekejap (hitungan hari doank) jadi berasa bermakna ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

Jadilah tadi sepanjang perjalanan pulang dari Athens yang memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit kami habiskan dengan nostalgia pengalaman PPAN masing-masing. Saya Sumbar, suami Jabar, berbekal sabar, kami pun menikah dan dikarunia anak kembar ๐Ÿ˜

Random yak bahasannya???

Moon maap ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

Columbus, 17 Agustus 2018
Hari disaat diri ini merdeka mau nulis apapun ... nyambung ataupun ga nyambung. Merdeka!!!!

Photos credit to Siska Mandalia dari blognya

Persiapan Keberangkatan Studi di Amerika (Part 1)

Kamis, 19 Juli 2018
Berangkat ke luar negeri dalam rangka studi tentunya membutuhkan persiapan khusus. Tak hanya mahasiswanya, calon pendamping mahasiswanya (suami/istri) pun juga perlu mempersiapkan keperluan dan kebutuhan di negara rantau nanti. Apalagi bagi pasangan yang baru pertama kali merantau. Pasti ga kebayang donk apa saja persiapan yang perlu dibawa dari Indonesia, apa saja yang bisa di skip dan dilengkapi di negara rantau nanti. Belum lagi bagi pasangan yang telah memiliki atau akan memiliki momongan saat menempuh studi nanti.

From Pexels.com

Baca juga: Spouse of Students 

Secara umum, ada dua jenis persiapan yang harus dilakukan bagi setiap individu yang akan merantau ke luar negri.
1. Persiapan administratif
2. Persiapan teknis

Untuk persiapan administratif, saya baru sempat menuliskan cara aplikasi visa F2. Karena memang ini pengalaman sendiri. Untuk visa jenis lain, saya butuh tanya-tanya dulu ke suami untuk F1 dan ke teman untuk jenis J1 atau J2. Mudah-mudahan ke depan saya bisa memberikan review aplikasi visa jenis lain ini, tentunya untuk skup Amerika ya. ๐Ÿ˜‰

Baca juga: Apply Visa Amerika (F2)

Nah, ditulisan kali ini, saya akan membahas hal yang sifatnya teknis. Mulai dari persiapan akomodasi, transportasi, dan keperluan lain untuk kesiapan hidup di awal-awal perantauan. Kenapa hanya di awal? Karena saat itulah para perantau beradaptasi dengan kehidupan baru. Masa-masa awal inilah yang terasa berat, lebih berat dari rindunya si Dilan #eaaaaaaa

Berhubung Amerika merupakan negara 4 musim, jadi bakal ada beberapa perbedaan persiapan yang akan dipengaruhi perbedaan musim ini. Terutama bagi teman-teman yang datang di musim dingin atau winter.

Sebagai gambaran awal, rentang waktu 4 musim di Amerika berlangsung seperti berikut:
๐Ÿ‘‰ Summer: Juni-Agustus
๐Ÿ‘‰ Fall/Autumn: September-November
๐Ÿ‘‰ Winter: Desember-Februari
๐Ÿ‘‰ Spring: Maret-Mei
Seperti halnya di Indonesia, disini ada juga sejenis pancaroba. Jadi misal, meskipun sudah bulan Maret, suhu bisa saja masih drop seperti halnya suhu winter. Bahkan tak jarang salju masih turun hingga bulan Mei. Atau saat Summer, meskipun masih bulan Juli, tak jarang cuaca justru sesejuk suhu disaat spring ataupun fall.

Jadi, hal pertama yang perlu teman-teman lakukan sebelum hari keberangkatan adalah, mengecek cuaca di daerah tujuan teman-teman sehingga meminimalisir saltum (salah kostum) ๐Ÿ˜.

Sip! Kita lanjut ke pembahasan persiapan teknis.

Akomodasi
Persiapan tempat tinggal biasanya dilakukan dengan bantuan orang Indonesia yang ada di daerah tujuan studi kita. Jika tidak ada? Mau tidak mau harus mencari sendiri melalui situs penyediaan rumah atau apartemen sekitar kampus.
Biasanya, masing-masing sponsor memiliki cara tersendiri dalam memberikan akomodasi kepada awardeenya.

Baca juga: Buckeye Village Family Housing

Misal saat suami saya S2 di kota Athens, Ohio, suami memperoleh akomodasi yang diurus langsung oleh pemberi dana, saat itu dari USAID dengan nama beasiswanya PRESTASI. Akomodasi disiapkan kurang lebih untuk dua minggu pertama kedatangan di Amerika. Jadi dimasa dua minggu inilah suami mencari-cari apartemen disekitaran kampus. Jika mau lebih aman, bisa nyicil nyari akomodasi lebih awal sih via internet.

Berbeda dengan S3 yang sekarang masih berlangsung dengan sponsorship LPDP, akomodasi diserahkan kepada para awardee. Namun LPDP tetap memberikan informasi yang dibutuhkan berupa networking dalam bentuk contact person dengan orang Indonesia yang berada di daerah tujuan studi. Jika kita menjadi orang Indonesia pertama yang belajar di kota tersebut, sepertinya kita akan membutuhkan usaha lebih, dalam pengaadaan akomodasi ini.

Lalu bagaimana cara menemukan situs yang tepat sehingga tidak terkena scammer atau penipuan? Ditambah belum adanya kontak orang Indonesia yang diperoleh?

Biasanya, setiap website kampus memiliki tawaran informasi perihal akomodasi ini. Jadi kita bisa memanfaatkan link situs yang dicantumkan website kampus. Jika tidak menemukannya di website kampus, menanyakan langsung ke forum FAQ web kampus atau mengunjungi bagian International Office kampus secara online bisa jadi pilihan. Syukur-syukur kita sudah memiliki kontak calon pembimbing, sehingga bisa langsung bertanya kepada pembimbing studi tersebut. Itu pun kalo pembimbingnya peduli hehehe.

Masih adakah cara lain? Yup! Googling adalah pilihan terakhir yang bisa kita lakukan. Dan tentunya harus benar-benar super hati-hati. Berhubung orang Indonesia banyak tersebar di Amerika sini, melakukan pencarian soal keberadaan orang Indonesia di daerah tujuan kita nanti bisa jadi prioritas pertama sebelum akhirnya mencari akomodasi sendiri. Seperti yang pernah dilakukan teman saya disini, menemukan kontak orang Indonesia di kota Columbus melalui pemanfaatan mesin pencari di internet. Setelah ketemu, mulai deh tanya-tanya dan minta saran soal akomodasi dll.

Ssst ... Atas alasan seperti ini juga saya sangat senang berbagi informasi lewat blog ini, semoga bisa bermanfaat buat yang membutuhkan ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ alias tulisan ini kelacak mesin pencari hehehehe ...

Oh ya, mengingat biaya sewa rumah atau apartemen di sini lumayan mahal, menjadi selektif dan detail terhadap fasilitas yang ditawarkan adalah keharusan. Apa saja sih yang perlu kita perhatikan?
↪ full furnished atau unfurnished?
↪ transportasi umumnya ada atau ga? Halte nya jauh atau dekat?
↪ Mesin laundry dikasi per unit atau per block atau ga ada?
↪ yang ga suka hewan, pastikan free pet
↪ biaya deposit berapa?
↪ syarat dan ketentuan apartemen nya apa?
↪ bagi yang sewa rumah, pastikan landlord nya yang gampang dihubungi jika terjadi kerusakan dll.

Untuk dikawasan kampus Ohio State University (OSU) sendiri, kisaran harga sewa mulai dari $300-$1500. Tergantung jenis fasilitas yang ditawarkan dan jarak tempuh ke kampus. Bagi yang berkeluarga, jangan lupa pertimbangkan jumlah kamar, posisi unit apartemen atau posisi rumah apakah ramah anak atau tidak, dan juga kondisi lingkungan. Apakah rumah atau apartemen berada di daerah aman atau justru rawan kriminalitas. Termasuk juga mempertimbangkan jarak rumah dengan fasilitas publik seperti taman bermain, rumah sakit, transportasi umum, market, dll.

Transportasi
Pengadaan transportasi terutama bagi mahasiswa yang akan memboyong keluarga biasanya harus menyiapkan dana sendiri. Jika semua biaya transportasi ditanggung sponsor, aman, tinggal pesen tiket sejumlah anggota keluarga, print out atau save di gadget yang kita punya, beres deh ๐Ÿ˜‰.

Baca juga: Ke US bersama Qatar Airways

Nah, untuk mahasiswa yang menyiapkan transportasi keluarga dari dana pribadi, perlu sekiranya mengingat beberapa poin ini ๐Ÿ˜Š

1. Pemesanan tiket PP Amerika-Indonesia dengan Indonesia-Amerika bisa jadi memiliki range harga tiket yang cukup significant perbedaannya. Biasanya tiket PP Amerika-Indonesia lebih murah dari PP Indonesia-Amerika.

2. Mencari tau puncak liburan di Amerika sehingga tidak terjebak pada harga vacasion seperti halnya liburan natal, liburan musim panas, dll

3. Membeli tiket langsung ke maskapai biasanya memiliki harga yang lebih murah dibanding menggunakan jasa perjalanan.

4. Pastikan jenis pembayaran tiket bisa teman-teman lakukan di awal pemesanan tiket. Tak jarang ada maskapai yang hanya menerima pembayaran menggunakan credit card.

5. Pastikan rute perjalanan berakhir di bandara terdekat dengan kampus atau tempat yang akan kita tuju. Sehingga bisa menekan dana tanpa harus mengeluarkan dana tambahan karena mendapati flight terakhir mendarat di daerah yang masih jauh dari tempat tujuan.

Nah, untuk teman-teman yang domisili di daerah  sehingga membutuhkan waktu tambahan untuk ke bandara Internasional soekarno hatta, pastikan kalian berangkat tidak mempet jadwal penerbangan ya. Selain meminimalisir kepanikan, biar ketika check in peluang memilih tempat duduk yang diinginkan jadi lebih besar. Apalagi bagi yang membawa balita. Request posisi ramah anak sangat memungkinkan jika kita check in tidak mepet waktu.

Informasi lain terkait transportasi, biasanya keberangkatan mahasiswa dengan pendamping sering berbeda. Tergantung perizinan sponsor ataupun terkait budget transportasi. Seperti saya dengan beberapa orang teman disini, berangkat ke Amerika setelah 1 semester kuliah berjalan. Karena memang begitulah ketentuan dari LPDP. Dimana dana Family allowance baru akan cair di semester kedua (peraturan terbaru kabarnya family allowance LPDP baru akan cair di tahun kedua atau semester ketiga awardee). Tapi jika kita memiliki dana cukup untuk berangkat langsung bersamaan, juga tak ada masalah selama hitung-hitungan dananya pas ๐Ÿ˜…

Keperluan Lainnya
Beranjak membahas keperluan lainnya terkait persiapan keberangkatan.

Sandang๐Ÿ‘–๐Ÿงฅ๐Ÿงค๐Ÿงฃ๐Ÿ‘—๐Ÿ‘”
Kebutuhan sandang atau pakaian merupakan hal yang dulunya saya paling concern. Kenapa? Karena saya pengguna rok dan hijab dimana dua benda ini tak terbayang harus beli dimana saat di Amerika nanti. Sehingga saya pribadi yang saat itu hanya berbekal info dari suami dan temannya, memutuskan membawa kelengkapan sandang saya secara lengkap dari Indonesia. Terutama rok dan kerudung (dan juga gamis)
Apakah memang susah menemukan kebutuhan sandang ramah Muslim di Amerika?
Jawabannya adalah TIDAK.
Banyak sekali pakaian yang bisa dikreasi sebagai pakaian muslimah. Termasuk rok dan kerudung yang biasanya bisa kita dapatkan di bazar acara muslim komunitas di Islamic Center setempat. Selain itu, situs toko online penyedia kebutuhan sandang muslim juga banyak.

Hanya saja ... bagi saya harga yang dikeluarkan tak sebanding dengan kualitas yang didapatkan. Dengan baju seharga $30 atau senilai Rp. 520.000, di Indonesia kita sudah bisa menikmati produk-produk premium. Sedangkan di Amerika, kita hanya mendapatkan produk sekelas barang KW ๐Ÿ˜…. Eh tapi disini ga ada barang KW ya ... hanya saja kualitas bahan dengan harga di atas belum memperoleh kualitas top.

Sehingga ... saya tidak terlalu menyesal membawa banyak baju dari Indonesia ๐Ÿ˜

Bagaimana untuk anak-anak?

Berhubung anak-anak itu bertumbuh, saya hanya membawa baju anak-anak seadanya. Kenapa? Karena baju anak-anak bisa didapatkan murah di toko barang bekas namun masih memiliki kualitas baju layak pakai dan tergolong bagus. Jikapun akan membeli, harga baju anak-anak masih setara dengan harga baju anak-anak di Indonesia.

Eh, disini suka banyak acara sosial dari teman-teman gereja lho. Kita bisa memperoleh baju, sepatu, mainan dll dengan harga sangat murah bahkan free. ๐Ÿ˜

Bagaimana persiapan kebutuhan sandang berdasarkan musim?


Nah bagi teman-teman yang akan datang ke Amerika di bulan-bulan winter, pastikan teman-teman membawa 1 set perlengkapan winter untuk dipakai sesampai di Amerika. Apasaja itu? Yaitu minimal:
1. Jaket winter
2. Sarung tangan
3. Hat winter
4. Syal
5. Sepatu (tidak harus boots, yang penting sepatu tertutup)
Jika teman-teman datang disaat puncak winter, tak ada salahnya mempersiapkan 1 set pakaian dalem anget khusus winter yang biasa disebut thermal atau long john.

Nah untuk perlengkapan winter ini, saya pribadi menyarankan pengadaannya ambil standar minimal saja. Bawa 1 set yang saya sebutkan di atas saja. Kenapa? Karena membeli perlengkapan winter disini jauh lebih menarik dibanding membelinya di Indonesia. Selain banyak pilihan model dan warna, hargapun tak jauh beda dari toko di Indonesia. Sehingga bagasi bisa dimanfaatkan untuk membawa barang lain yang tidak ada di Amerika ๐Ÿ˜‰

Baca juga: Menjadi Produktif Dampingi Suami Bersekolah

Untuk kedatangan di 3 musim lainnya? Saran saya tidak perlu bawa persiapan pakaian winter. Bawa pakaian seperlunya. Jika datang saat spring atau fall, bawa jaket saja seperti halnya kita mau jalan-jalan ke daerah puncak ๐Ÿ˜

Oh ya, berikut tips menemukan pusat belanja kebutuhan sandang di Amerika.

1. Untuk awalan kedatangan, pusat belanja serba ada yang paling gampang ditemukan di Amerika itu namanya 'Walmart'. Selain baju-baju, makanan dan semua kebutuhan rumah tangga ada disana. Meskipun untuk harga baju dan sepatu tergolong mahal dengan kualitas setara kaki lima (menurut saya) kalo di Indonesia. Tapi pusat belanja yang satu ini cukup membantu pemenuhan kebutuhan di awal kedatangan kita.

2. Untuk memperoleh baju second dan barang-barang second hand agar bisa memperoleh harga murah, bisa datang ke 'Thrift Store' atau 'Goodwill'. Harus pinter-pinter milih memang, biar dapat barang $1-$5 dengan kepuasan. Apalagi awal-awal di Amerika biasanya otak kita sibuk men-konversi harga ke rupiah ๐Ÿ˜‚.

3. Ga mau barang second? Ada namanya TJ Maxx. Toko ini menjual barang-barang branded yang sudah out of date dengan harga cukup miring. Jika mau rada-rada kece, boleh lah kesini. Karena kalo beruntung, kita bisa dapetin barang berkualitas dengan harga yang ga jauh beda dengan harga 'Walmart'. Wow kalo kata saya mah hehehe

4. Penasaran dengan toko-toko branded? Silahkan search location toko barang branded incaran kamu. Seperti Old Navy, GAP, Clarks, Sketcher, dll (saya ga tau banyak soal beginian ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ). Jika keberadaan toko-toko ini sejam lebih dari apartemen mu, maka itu indikasi kamu berada di kota kecil ๐Ÿ˜…✌

Pangan ๐Ÿž๐Ÿ‡๐Ÿฅ˜๐Ÿฒ๐Ÿ”๐Ÿฅ๐Ÿฅž๐Ÿ—
Saya di masa persiapan, benar-benar ngeblur soal Amerika. Ga kebayang nanti makan apa. Tapi mau bawa banyak jenis makanan pun takut, karena pemeriksaan di kantor imigrasi Amerika lumayan ketat. Bisa-bisa makanan udah cape-cape bawa banyak, eh malah dibuang ntar oleh petugas.

Lalu bagaimana sebaiknya?
Berikut tips dari saya:
1. Cari informasi mengenai keberadaan Asian Market di kota tujuan kita. Jika ada, tak perlu banyak-banyak membawa makanan berupa bumbu instan ataupun makanan instan dll. Bawa seperlunya untuk seminggu atau dua minggu pertama misalnya.

2. Cari informasi mengenai keberadaan halal market. Jika tidak ada, bawalah makanan yang mengandung daging-dagingan dalam bentuk sudah diolah (udah keliatan lagi kalo itu adalah daging sapi atau ayam). Simpan di sebuah wadah kaleng atau plastik lalu masukan ke tas yang akan ditaro di bagasi, bukan di cabin.

3. Andai waktu bisa diputar ulang, saya tidak akan menyesal bawa banyak makanan kering khas daerah saya. Seperti kerupuk ubi (mirip opak kalo di sunda), kerupuk sanjai, kerupuk balado dan karakkaliang ๐Ÿ˜. Jadi jika teman-teman doyan cemilan kering khas daerah, bawa agak banyak aja. Packing rapi buat masuk bagasi. Yang perlu diingat pastikan makanan kering tersebut tidak mengandung daging-dagingan jika hendak di bawa ke cabin. Yang mengandung daging-dagingan bawa dikit aja pokonya. Saya dulu bawa rendang, dimakan saat flight dari Jakarta-doha. Jadi sebelum masuk Amerika makanan yang mengandung daging-dagingan udah habis ๐Ÿ˜†.

4. Kamu bisa 'search location' supermarket terdekat dari calon tempat tinggalmu. Semisal salah satunya 'Walmart' seperti yang saya sebutkan di atas. Selain itu ada juga namanya 'Kroger'. Daerah kampus biasanya selalu dekat dari minimarket ini. Kualitas sayur dan buahnya lebih bagus dibanding Walmart. Dan harga tentunya agak lebih mahal tapi kata saya worth it. Hanya beberapa Kroger saja yang menyediakan baju dan sepatu atau menyediakan segala hal ... Namun kebanyakan, Kroger hanya menjual makanan aja sama beberapa kebutuhan rumah tangga.

Berhubung udah kepanjangan, tulisan berikutnya mengenai keperluan seperti:
๐Ÿ‘‰ perlukah urus asuransi sebelum keberangkatan?
๐Ÿ‘‰ perlukah bawa obat-obatan warung dari Indonesia?
๐Ÿ‘‰ bawa stroller jangan untuk anak selama diperjalanan?
๐Ÿ‘‰ makanan selama diperjalanan gimana?
๐Ÿ‘‰ apa saja yang perlu diperhatikan agar 'selamat' masuk Amerika?
๐Ÿ‘‰ (yang punya pertanyaan tambahan tulis di kolom komentar ya ๐Ÿ˜‰)

Akan saya bahas di bagian kedua ya ... in Sya allah ...

Columbus, 19 Juli 2018



Homeschooling Aja Gitu?

Minggu, 08 Juli 2018
Judul tulisannya kebaca ya kalo yang nulis lagi galau. Padahal ga galau-galau amat sih ๐Ÿ˜†

Alhamdulillah 5 Juli kemaren Zaid dan Ziad sudah 5 tahun menghiasi kehidupan saya, suami dan keluarga beserta karib kerabat sekitar. Gimana rasanya punya anak udah 5 tahun? Asli saya sering nangis akhir-akhir ini. Terbukti apa yang dibilang orang-orang, kalo kita bakal merindu anak jaman bayi saat mereka udah masuk usia 5 tahun ๐Ÿ˜”. Jadi rasanya ya bikin saya rada melow aja ๐Ÿ˜†



Tapi semelow apapun saya, rasanya melihat perkembangan mereka saat ini tak hentinya membuat saya terus berucap syukur. Paling tidak, karena merekalah saya bisa bertumbuh menjadi Ibu yang mampu melihat kelebihan dibalik kekurangan.

Mengikuti tumbuh kembang mereka dari awal lahir hingga berusia 5 tahun full 24 jam 7 hari, cukup membuat saya menjadi semakin sadar hakikat seorang ibu.

Dimulai dari fase-fase drama menyusui tandem, mendapati perkembangan mereka yang selalu saja lebih belakangan dari anak seusia mereka, hingga akhirnya saya menyadari bahwa keterlambatan demi keterlambatan tumbuh kembang mereka terutama dalam hal verbal ternyata memiliki hikmah yang sangat berharga.

Apa?
Bahwa sabar dan ikhlas adalah kunci utama yang harus dimiliki untuk menjadi orang tua. Diluar itu? Hanyalah hadiah dan kemudahan yang diberikan Allah kepada kita orang tua untuk menutupi kelemahan dan keterbatasan yang ada.

Karena jika kita terus meminta sesuatu yang sempurna, tentunya tak bisa kita belajar bagaimana hidup mengharga.

Karena jika kita terus mendamba serba bisa, kapan kita bisa mengenal yang namanya usaha.

Sudah. Allah sudah sangat indah mengatur semua. Dan anak-anak menjadi jalan pembuka mata, hati dan pikiran saya dalam memaknai perjalanan saya sebagai  seorang ibu, sebagai orang tua.

Lalu, setelah mendampingi 2 anak usia dini sekaligus dan sekarang mereka memasuki usia sekolah, saya manusia kembali dilanda galau. Pendidikan seperti apa yang akan saya tempuh untuk anak-anak agar mereka bisa meniti puncak sukses kehidupan mereka, di dunia dan akhirat?

Homeschooling aja gitu? ๐Ÿ˜† Nah ini dia sumber galau berikutnya ...

5 tahun membersamai si kembar, sudah lebih dari cukup buat saya mengenal karakter dasar, gaya belajar, dan cara mereka bersosial. Dan semua info terkait anak-anak ini tentunya jadi bahan timbang menimbang yang saya lakukan dengan suami terkait pilihan pendidikan untuk mereka, terutama setelah balik ke Indonesia. Jika mereka bersekolah di sekolah umum gimana, sekolah swasta gimana, sekolah tahfidz gimana, sekolah di rumah gimana? Untuk Ziad seperti apa, untuk Zaid yang bagaimana.

Lho memang mereka akan dibedakan sekolahnya? Bisa iya bisa tidak.

Meskipun kembar, Zaid dan Ziad memiliki karakter dasar yang sangat berbeda. Gaya belajar mereka pun jauh berbeda. Jika Ziad memiliki free style learning, maka Zaid adalah on rules style learning. Jadi, bisa dikatakan Ziad cocok di sekolah sejenis homeschooling, kalo Zaid cocok aja di sekolah umum.

Tapi, aplikasi pembedaan sekolah anak-anak tentu tak semudah itu ya. Perlu dipikirkan masak-masak ๐Ÿ˜„ tapi ya jangan sampe gosong juga. Sehingga saya mencoba mencari satu benang merah kesamaan mereka yang bisa saya gunakan dalam menentukan pilihan pendidikan ini. Apakah itu? Brainatorming.

Yup! Si kembar sama-sama suka brainstorming. Mereka suka diskusi. Mereka suka diajak mikir. Meski tetap dengan gaya dan cara respon masing-masing.

Dengan kesamaan ini, paling tidak untuk waktu satu tahun ke depan, sebelum pulang ke Indonesia, saya masih punya waktu membangun diskusi dan kesamaan visi dengan anak-anak terkait pilihan pendidikan untuk mereka kelak. Sembari menikmati kurikulum TK disini, sembari mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan terkait homeschooling mereka andai homeschooling menjadi pilihan, sembari terus mencari informasi perihal pilihan-pilihan pendidikan formal informal di Indonesia.

Semoga saya bisa lebih menikmati proses galau ini, tanpa dirongrong khawatir anak akan tertinggal dari anak lain. Sudah cukup pengalaman 5 tahun ini memberi pelajaran kepada saya bahwa tak ada anak yang lebih baik dari anak lain. Karena setiap anak, setiap manusia, itu unik. Maka sebaiknya saya berfokus menemukan dan mengembangkan keunikan tersebut agar bisa mendampingi mereka menjemput kebermanfaatan mereka untuk umat. Aamiin ...

Segitu aja tulisan galau saya. Temen-temen yang baca boleh donk share pilihan pendidikan yang temen-temen putuska  untuk anak apa?


Columbus, 8 Juli 2018

Sate Padang Homemade

Jumat, 29 Juni 2018
Kemaren, pas video call sama kakak kedua saya yang biasa saya panggil Elok, eh doi lagi diajak Ama (Mama) sama Apa (Papa) makan sate langganan deket rumah. Sate 'Mak Tando' namanya. Saya yang lagi kehilangan nafsu makan selama 4 hari berturut-turut (yang membuat mual muntah kumat lagi) jadi 'tabik salero' alias tergugah selera ketika melihatnya. Akhirnya, setelah cek bahan di dapur, alhamdulillah lengkap semua kecuali daun kunyit yang memang ga akan pernah nemu di Amerika sini ๐Ÿ˜†.

www.merisaputri.com

Oke ... eksekusi ...

Pertama-tama, karena saya belum pernah masak sate padang, hanya sering makannya doank ๐Ÿ˜‚, hal pertama yang saya lakukan adalah mencari resep. Googling aja. Buanyaaaaaaaaak banget resep sate Padang berseliweran. Nah pertanyaannya, rasanya cucok ga sama sate Padang yang sesungguhnya???

Baca juga: Resep Tiramisu Halal dan Creamy


Sebelumnya, saya pernah makan sate Padang disini. Buatan tetangga saya yang besar di Bangkinang. Dari dialah saya tau kalo sate Padang tu pake asam kandis. Asli saya baru tau hahaha. Dan memang diresep-resep yang ada, rata-rata pake asam kandis. Hanya beberapa yang tidak pakai asam kandis.

Nah, untuk eksekusi pertama ini, saya mau pake asam kandis aja. Ngikut yang ramai ๐Ÿ˜†

Ya udah yuk langsung aja kita tulis resepnya ya ...

Baca juga: Kumpulan resep-resep masakan ala Merisa Putri


Eh disclaimer dulu, saat memasak saya cuma pake bumbu kira-kira ya. Jadi yang diresep ini saya usahakan ada takarannya ๐Ÿ˜† Adapun resep yang saya liat hasil googling ga jadi patokan takaran saya ... Ntar link nya saya cantumin di akhir yaks ๐Ÿ˜Š barangkali butuh referensi lebih terpercaya wkwkwkwk

Bahan Utama:
* Daging 1 kg potong pipih besar (saya disini pake daging 2 pounds atau sekitar sekilo kurang dikit) - kalo liat diresep-resep sih pada pake lidah dan jeroan. Ini mah sesuai selera dan ketersediaan bahan aja ๐Ÿ˜Š. Pokoknya di awal potong rada besar dulu. Jangan langsung potong dadu ya ...
* Air +- 2 apa 3 liter (saya sampe daging kerendem aja sih ... ga di ukur-ukur pake gelas takar ๐Ÿ˜†)

Bumbu halus:
1. bawang merah 7 siung (saya pake bawang merah agak besar. Kalo kecil boleh dilebihkan)
2. bawang putih 5 siung (saya pake sedikit saja karena ga suka bawang putih ๐Ÿ˜†)
3. cabe merah sesuai selera (karena saya disini pake cabe mexico namanya Jalapeno sebanyak 4 buah. Kalo pake cabe keriting dua ons cukup kali ya bagi yang doyan pedes. Disesuaikan saja yaks ๐Ÿ˜Š. Makin banyak cabe makin pedes dan warna kuahnya jadi makin kemerah-merahan)
4. jahe secukupnya (disini jahe gede-gede. Kalo dikira-kira sih sekitar 1 1/2 jempol orang dewasa lebih kurang)
5. kunyit 5 cm - sangrai (saya ga punya kunyit batangan, jadi pakenya kunyit bubuk sekitar berapa ya ๐Ÿ˜… 3 sendok teh kali yaks ๐Ÿ˜†. Dan tetep saya sangrai)

Haluskan bahan 1-5. Bisa diblender atau diulek.

6. ketumbar kasar 2 sdt - sangrai - haluskan (saya pake ketumbar bubuk 1 sdm)
7. Jintan bubuk 2 sdt - sangrai
8. Merica 1 sdt (sesuai selera)
9. Asam kandis 2 saja / sesuai selera (asam kandis yang saya punya asam nya mantap. Jadi tadi saya masukkan 4 yang ukuran sedang, jadinya rada agak asam. Jadi kayanya next saya pake 2 aja hehehe. Seinget saya dulu masak di Payakumbuh, pake asam kandis buat asam padeh ikan tu bisa sampe 5. Dan asam nya pas. Ga pahamlah saya, yang pasti asam nya sate padang ga dominan, cuma semriwing selewat doank - semoga ingatan saya ga salah ๐Ÿ˜…)

Bahan tambahan:
1. Daun kunyit 1 lembar yang besar atau 2 lembar yang kecil (saya ga pake karena disini ga ada)
2. Daun jeruk 4 lembar
3. Serai 1 batang (memarkan)
4. Lengkuas secukupnya (geprek)

Cara membuat:
1. Didihkan 3 liter air
2. Setelah mendidih, masukkan daging (jika pake lidah dan jeroan masukkan secara bersamaan)
3. Setelah air kembali mendidih, kecilkan api hingga api sedang. Masak hingga empuk (saya belum pernah masak lidah, jadi ga tau lidah cepet empuk apa ngga hehehe. Kalo jeroan kayanya lebih lama empuknya ketimbang daging ga sih? #baliknanya)

4. Di wajan terpisah, panaskan minyak goreng secukupnya untuk menumis bahan tambahan (daun kunyit, daun jeruk, serai, dan lengkuas) dan bahan bumbu halus nomor 1-5 (ada yang ga ditumis jadi langsung cemplung semua bahan halus dan dedaunan ke air rebusan daging kaya masak gulai Padang. Saya adopsi cara masaknya 'Masak TV' di You Tube. ๐Ÿ˜Š)
5. Setelah daun-daun wangi, masukkan bahan bumbu halus 1-5. Tumis sampe wangi.
6. Lalu masukan bumbu halus 6-9. Aduk hingga rata dengan api kecil
7. Tambahkan garam secukupnya. Sesuai selera.

Ini daging yang sudah dimasukkan
Ke tumisan bumbu halus
Ini potongan dagingnya kurang pipih ya ...
bagusnya lebih pipih lagi

Kemudian ...

8. Masukkan daging yang tadinya direbus, ke dalam tumisan bumbu. Aduk rata dan setelah merata biarkan sekitar 30 menit  atau hingga bumbu matang dan meresap dengan aduk sesekali biar ga gosong aja (apinya masih api kecil ya)
9. Setelah bumbu matang dan meresap ke daging, angkat daging untuk dipotong-potong dadu.
10. Tusuk daging yang sudah berbentuk dadu (besar kecil sesuai selera saja) untuk kemudian dibakar (bakarnya ga usah lama-lama. Cuma biar dapat sensasi bakar aja, bukan untuk mematangkan seperti sate Jawa karena dagingnya kan sudah matang ๐Ÿ˜Š)
11. Sebelum dibakar olesi dengan minyak goreng kaya Uda-uda sate Padang itu lho. Kalo garem nya rada kurang, bisa tambahkan garam di minyak pengoles sate ini.
12. Bakar sesuai selera (saya pake oven. Di oven dengan api 350°F - sekitar 180°C selama 10 menit. Kalo ada bakaran, lebih mantap pake bakaran ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘)

Maap potonya potrait
Ini daging yang telah di potong dadu.
Aslinya warnanya agak kuning kemerahan

Untuk kuah:
13. Bumbu tumis yang tersisa masukkan ke dalam air rebusan daging untuk membuat kuah sate. Aduk sesekali hingga mendidih.
14. Sisihkan sekitar 200ml air kuah sate, tambahkan tepung beras sekitar 1/2 cup dan tepung sagu sekitar 2-3 sdm
15. Aduk hingga tercampur rata dan tidak berbongkah
16. Masukkan ke dalam air kuah sate sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga menemukan kekentalan yang pas dan sesuai selera.
17. Cek rasa
18. Sate siap disajikan ๐Ÿ’

Penampakan dekat ๐Ÿ˜†

Saran penyajian:
1. Siapkan potongan lontong atau ketupat di atas piring yang sudah di alas daun pisang.
2. Tambahkan sate yang sudah dibakar.
3. Siram dengan kuah sate Padang yang telah matang.
4. Taburi bawang goreng di atasnya.
5. Makin lezat jika ditambah dengan kerupuk singkong balado ๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹ atau kami sering menyebut ya karupuak merah ๐Ÿ˜
6. Sate Padang pun siap untuk disantap ๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹

Nah, lebih kurang begitulah resep dan cara membuat sate Padang yang saya eksekusi. Semoga tidak ada instruksi dan info bahan-bahan yang membingungkan ya ...

Oh ya, ketika cek rasa, saya sempat bingung karena saya baru sadar saya lupa rasa sate Padang itu seperti apa ๐Ÿ™. Baru ngeh kalo saya selama ini tidak pernah menyicipi detail bumbu-bumbu apa saja yang terpadu dalam sate Padang yang sangat sering saya makan ketika di kampung halaman. Taunya pokoknya makan enak aja ๐Ÿ˜‚.

Wajah sumringah pelanggan pertama ๐Ÿ˜†

Nah, saat sate sudah disajikan layaknya yang dijual uni uda Padang, baru deh ... saya bisa bergumam 'ooooh mirip sih rasanya sama yang sering saya beli'. Tapi rada keaseman aja. Tapi asem nya masih wajar sih .. ga sampe yang merusak rasa.

Ya udah ... udah dulu yaks ... selamat mencobaaaa...

Columbus, 28 Juni 2018

LINK referensi saya:
1. Cara membuat sate padang ala Yuda Bastura ๐Ÿ‘‰ saya suka hasil akhirnya yang kuahnya kuning. Tapi daging sate sebelum dibakarnya jadi botak alias tidak berdedak karena daging hanya direbus bukan ditumis sehingga bumbu larut dengan air. (Paham kan ya? ๐Ÿ˜…)

2. Cara membuat sate padang ala Masak TV ๐Ÿ‘‰ karena saya pernah liat langsung bentuk daging sate padang itu berdedak, jadi cara masak ala Masak TV ini saya modifikasi. Jadi bumbu yang ditumis tidak saya siram air, tapi justru saya masukkan daging yang direbus ke dalam nya. Sehingga ada bumbu yang nempel dan itulah yang membuat daging jadi berdedak. Dan ini lebih mirip dengan apa yang pernah saya lihat di hasil daging satenya. Yaitu berdedak kuning kemerahan. Bukan basah seperti di dua cara link yang saya temukan ini.

NB: saya tipe yang malas liat banyak referensi hehehe. Jadi cuma liat 2 link you tube dan 1 link web selerasa.com (karena saya visual, baca di web ini awalnya agak belum terbayang karena web nya ga pake poto), sambil ngebayang-bayangin plus berbekal pengalaman saat memakan, saya pun langsung eksekusi dengan versi saya dan cara saya ๐Ÿ˜. Jadi jika ada koreksi bagi teman-teman yang sudah berpengalaman, mohon tinggalkan komentar di kolom komentar ya. Trus kalo ada masukan atau apapun, feel free yaaaa buat kasih masukan di kolom komentar. Terimakasih banyak ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿค—๐Ÿค—