MOM BLOGGER

A Journal Of Life

Image Slider

Babak Baru Pendidikan Anak

Rabu, 06 November 2019
Satu bulan lebih satu minggu saya dan anak-anak di Indonesia. Hal penting yang selalu dipikirkan dan direncanakan sejak dari jauh hari hingga sekarang adalah tentang hak pendidikan anak-anak terutama Zaid dan Ziad (ZaZi). Aneka kemungkinan dengan segala alternatifnya sudah saya dan suami perkirakan sebelum balik ke Indonesia. Sekarang tiba masanya untuk menjalankannya.

https://thebestschools.org/magazine/homeschool-style-right/

Jika boleh berkata jujur (kalo bohong kan dosa πŸ˜…), salah satu pertimbangan saya memulangkan diri sendiri dan anak-anak tanpa menunggu kuliah suami selesai yaitu karena pertimbangan hak pendidikan anak-anak. Memang tidak terlalu signifikan antara pulang September atau Desember tahun ini jika dikaitkan dengan periode tahun ajaran. Karena tetap ZaZi akan masuk SD di tahun ajaran 2020/2021.

Namun, rentang waktu 3 bulan itu cukup signifikan untuk saya pribadi agar bisa beradaptasi dalam mempersiapkan segala sesuatu terkait hak pendidikan ZaZi. Dalan hal ini terkait pilihan jalur pendidikan, formal atau informal.


Banyak faktor yang selalu menjadi bahasan ketika saya dan suami berbicara tentang pilihan jalur pendidikan untuk anak-anak kami. Pilihan untuk melakukan homeschooling (HS) pun masuk daftar kemungkinan. Bahkan sejak ZaZi berusia bayi kami sudah mengangkat wacana HS ini.

Babak Awal Pendidikan ZaZi
Meskipun wacana untuk melakukan HS sudah muncul sejak ZaZi bayi, gambaran pelaksanaannya justru baru muncul sekarang-sekarang ini. Kenapa? Karena kondisi baru bisa dikatakan cukup stabil saat ini, terutama kondisi saya sebagai pelaku utama yang akan mengeksekusi HS ini.


Sehingga, tercatatlah bahwa ZaZi menyicip pendidikan di lembaga formal untuk tahapan pendidikan anak usia dini di usia 2,5 tahun. Hingga usia 6 tahun bulan Juli lalu, ZaZi masih menjalani pendidikan formal di tanah rantau kami, negeri Paman Sam.

Meskipun babak awal pendidikan ZaZi adalah jalur formal, tetap saja bahasan kemungkinan untuk melakukan HS menjadi topik utama dalam pembahasan hak pendidikan untuk ZaZi. Terlebih mengingat kami yang sudah merantau 3 tahun lebih di negara yang sistem pendidikannya sangat memanjakan kami. Keluar dari zona nyaman, jujur kami pun agak sedikit gamang.

Babak Baru kah?
Berawal dari kegamangan saya sebagai seorang ibu yang memiliki kepekaan rasa, akhirnya kami mencoba untuk mengalokasikan waktu lebih untuk proses adaptasi saya dalam mempersiapkan pendidikan untuk ZaZi. Dan tentunya juga proses proses adaptasi untuk ZaZi di tanah kelahirannya yang memiliki kultur dan suasana yang berbeda dengan Amerika.


Dan inilah dia, katakanlah babak baru jalur pendidikan ZaZi. Meskipun belum resmi dan bisa dikatakan sebagai babak percobaan sebelum memasuki tahun ajaran baru, apa yang ZaZi lakukan saat ini tentunya menjadi bagian dari periode perjalanan pendidikan mereka.

Rekam Jejak Babak Baru
Tercatat sejak tanggal 14 Oktober 2019, saya berpositif diri untuk mengeksekusi aktivitas belajar ala HS versi saya. Saya mencoba meyakinkan diri bahwa memiliki bayi bukanlah penghalang. Bahwa menikmati proses terkadang menjadi jalan terang terbukanya jalan menuju tujuan.


Tak perlu jauh-jauh saya melihat contoh untuk bisa menyemangati diri. Perjalanan blog ini justru berawal dari ketidakyakinan dan kurangnya rasa percaya diri saya. Namun dengan segala gejolak yang muncul saya tetap berusaha menghasilkan satu demi satu tulisan yang tak pernah saya alamatkan diperuntukkan kepada siapa. Hingga akhirnya blog ini bisa menjadi sumber referensi untuk beberapa tulisan yang belumlah banyak ini.

Begitu pula untuk HS ZaZi, saya berharap meski belum memiliki persiapan yang bisa dikatakan matang, menjalani satu persatu proses menuju HS ini bisa mengantarkan saya pada sebuah keyakinan hati untuk pilihan jalur pendidikan ZaZi, formal atau informalkah.

Aktivitas Kami Satu Bulan Ini
Tidak banyak tentunya aktivitas yang kami jalani dalam satu bulan penuh liku ini. Tapi selama makna belajar itu tak melulu sebatas belajar dengan mendengarkan guru menjelaskan dan dan kemudian mengerjakan tugas, maka bisa dikatakan ZaZi sudah melalui puluhan aktivitas dalam satu bulan terakhir.


Berawal dari aktivitas pagi yang belum terlalu teratur, saat itu saya masih menargetkan diri minimal ZaZi belajar formal 2 jam dalan sehari. Sehingga matematika, membaca dan menulis menjadi aktivitas utama.

Waktu berjalan, evaluasi terus dilakukan sembari berjalan. Muncul dilema tentang sekolah mengaji ZaZi yang tak kunjung ketemu. Akhirnya aktivitas prioritas beralih dari aktivitas akademis formal ke spiritual yang meliputi baca Iqro dan praktek shalat.

Memasuki minggu ketiga, minggu dimana perpisahan dengan Abinya terjadi. Sayapun agak sedikit longgar sembari menilik-nilik kembali apa yang harus saya lakukan agar tak jalan di tempat.

Akhirnya saya putuskan untuk membaca-baca kembali referensi HS dan tergiringlah otak ini membuka kembali website rumahinspirasi.com yang sudah lama tak saya singgahi. Tak lama berselang, saya pun memperoleh pinjaman buku karangan founder rumah inspirasi. Dan dari buku itulah kemudian saya tergerak menuliskan babak baru pendidikan ZaZi ini.

Selain itu, setelah membaca buku tersebut, saya menjadi semakin yakin dan percaya diri dalam mengkreasikan aktivitas HS ZaZi.

Tantangan
Tak ada gading yang tak retak, tak tak hidup tanpa tantangan. Begitu juga dengan babak baru ini. Dengan segala keterbatasan, dimulai dari sarana prasarana hingga mobilitas, HS ZaZi agak sedikit terkendala dualisme kepemimpinan antara Umi dan OmaπŸ˜….


Mengingat HS ini dieksekusi di lokasi sementara, dengan anggota keluarga yang tidak lengkap, tak bisa dipungkiri bahwa keteraturan dan juga rutinitas agak sulit diterapkan. Sehingga saya lebih bersifat fleksibel terhadap aktivitas HS ZaZi. Kondisi ini tak jarang membuat ZaZi kehilangan momen belajar materi akademis dan juga spiritual. Yang tersisa hanya materi lain berupa komunikasi sebagai jalan terakhir agar tetap terhubung dengan ZaZi.


Penutup
Bagaimanapun kondisinya, waktu terus berjalan dan usahapun harus terus disempurnakan. Dalam segenap keabstrakkan tulisan ini, yang mana saya sadar tak banyak informasi yang bisa teman-teman pembaca peroleh, saya mohon maaf. Maklum udah lama ga nulis πŸ˜…πŸ˜‚. Dan tulisan ini dalam rangka memecut diri ditengah kendala teknis yang saya temui ketika ngeblog dari HP baru ini #cieeeeeehpbaru

Ya udah sih ... Segitu dulu aja ya ... Mohon maaf kalo tulisannya ga dimengerti. Gaya nulis saya jadi kebawa-bawa serius abis baca buku HS πŸ˜‚πŸ˜‚.

Columbus eh udah di Payakumbuh denk,
5 November 2019

Ziad Munif Alfatih

Jumat, 01 November 2019
I miss you Abi. I want to see you again.


Warna Warni Hidup Di Amerika

Jumat, 18 Oktober 2019
Memulai hidup di perantauan, tentunya butuh waktu untuk penyesuaian diri dan adaptasi. Dari sekian banyak hal baru yang ditemukan di Amerika, bergulat dengan stereotype negatif tentang Amerika menjadi tantangan yang lumayan berat. Terlebih ketika stereotype tersebut benar-benar terjadi, tak sekedar anggapan belaka.

Apa sajakah itu?

1. Sering terjadinya penembakan di Amerika


2. Islamophobia dimana-mana



3. Seks dan pergaulan bebas terpampang di depan mata


4. Trumpmania


5. Stereotype Lainnya??? πŸ‘‡

Berdasarkan kompasiana.com, Orang Amerika diberi ciri sifat-sifat ’angkuh’ (arrogant), terbuka (open-minded), suka yang praktis dan efisien (efficient and practical), cuma tahu negaranya saja dan buta sama sekali dengan negara-negara lain (US-centered), egois, suka blak-blakan (straight-forward), tukang makan fast foods, tukang perang kayak koboi (war-monger) dan hobi mengucapkan God is with us.

Bagaimana Faktanya? 

1. Kasus Penembakan
Juli 2016 datang ke Columbus, Agustus disambut tragedi penembakan di wilayah kampus OSU


2. Islamophobia di Columbus
Pasca kejadian penembakan yang tersangkanya (kebetulan) seorang muslim, Islamophobia meningkat di wilayah Columbus dan negara bagian Amerika lainnya beberapa bulan setelahnya


3. Kehidupan muda mudi kampus
Memasuki semester fall di bulan Agustus akhir, pemandangan di kampus OSU tak lepas dari pakaian super minim dengan muda mudi yang bercengkrama tanpa batas




4.
Negara bagian Ohio termasuk wilayah merah. Namun kota Columbus, ibukota negara bagian Ohio masuk wilayah biru


5. Hal lainnya terkait adaptasi awal kedatangan

πŸ’¬ Konversi nilai mata uang


πŸ’¬ Lajur jalan dan aturan lalu lintas


πŸ’¬ Bahasa


πŸ’¬ Sistem belanja 


πŸ’¬ Perbedaan waktu


πŸ’¬ Makanan


πŸ’¬ Tempat ibadah


πŸ’¬ Standar sopan santun

Gimana???

Hidup dimana pun, pada dasarnya pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Begitu pula hidup di Amerika. Dari beberapa hal 'menyeramkan' di atas berdasarkan stereotype negatif yang ada terhadap Amerika, tinggal di Amerika tentunya masih ada hal positifnya. Apa sajakah?

1. Individual dan Menghargai Privasi
Sifat individualitas orang Amerika memberikan keuntungan tersendiri bagi kita pendatang. Berbeda dengan budaya di beberapa negara Asia dimana tingkat rasa ingin tau (kepo) cukup tinggi, di Amerika tidak. Butuh waktu hingga akhirnya seseorang berani menanyakan hal-hal pribadi seperti agama, usia, dan pilihan politik. Jika sudah benar-benar akrab dan membuka diri, barulah mereka berani menanyakan hal-hal pribadi, seperti menanyakan tentang kenapa perempuan muslim berhijab.


Sehingga sikap menghargai privasi ini mempermudah kita untuk menjalankan ibadah dan keyakinan pribadi kita dimanapun bahkan di tempat umum sekalipun. 

2. Sistem Belanja Islami?
Beberapa barang didesain bisa dicoba sebelum membeli. Seperti mainan yang bisa dicek apakah mainannya masih berfungsi baik atau tidak dengan fitur 'Try on Me!" Sedangkan untuk barang lain yang tidak bisa dicoba, layanan return dan refund membantu kita konsumen jika setelah pembelian ternyata barangnya cacat.

3. Tersebar aneka makanan berbahan dasar tumbuhan (vegan friendly)
Jika mau sedikit mempelajari kandungan bahan makanan yang muslim friendly, ternyata di Amerika sangat banyak makanan jajanan yang bisa dikonsumsi oleh Muslim. Salah satu caranya dengan melihat tanda tanda dietary yang terdapat di kemasan makanan tersebut.


Selain itu, juga ada aplikasi scan halal yang lebih praktis namun daftar makanannya masih sangat terbatas.



4. Pendidikan gratis hingga SMA dengan fasilitas yang lengkap
- playground
- ruang makan
- gym
- ruang seni
- perpustakaan
- ruang terbuka hijau

5. Fasilitas kesehatan tak pandang status ekonomi dan ras

6. Komunitas muslim yang menghimpun seluruh Muslim di Amerika
Terdapat ICNA (Islamic Circle Of North America) dan ISNA (The Islamic Society of North America)
Selain itu juga ada sister halaqoh yang terdapat di masjid-masjid sekitar

7. Komunitas muslim Indonesia yang sudah sangat besar
IMSA (Indonesia Muslim Society in America)
Ada juga pengajian lokaliti

8. Berbagai macam bantuan peningkatan kesejahteraan mulai dari bantuan berupa makanan hingga uang
- WIC
- Food assistance
- Santunan kesehatan

Ada di Indonesia, Ada juga di Amerika
1. Pengemis
2. Sales
3. Penipuan
4. Razia
5. Pasar tumpah
6. Warung dan kaki lima
7. Gerobak penjual makanan

Diskusi Yuk!


Payakumbuh, 18 Oktober 2019

Tulisan ini pointers buat berbagi dengan teman-teman di acara Ngobrol Seru 😁. 


Jastip Buatku Terlena Ga Ngeblog!

Jumat, 06 September 2019
Berapa lama ga ngeblog? Wow sekali rasanya. Banyak draft menanti tapi diri ini belum bisa fokus menuangkan ide tulisan dalam draft tersebut. Sibuk apa sih?

Pasca HP J7 saya rusak, aktivitas ngeblog langsung ga stabil. Proses Pergantian HPnya lumayan memakan waktu. Yang tadinya ngeblog masih menjadi 'kebutuhan' pelan-pelan berubah jadi kebiasaan kalo ga ngeblog. Pun saat HP sudah kembali ada (red. HP baru πŸ˜‚), eh ada beberapa gangguan cemet yang bikin aktivitas nulis blog di HP ga senyaman HP J7 ku 😭.


Dan pada akhirnya, saya ga ngeblog lagi. Sedih. 😩

Tapi eh tapi, ada hal lain memang yang membuat aktivitas ngeblog jadi anak tiri. Apa aja tuh?

1. Prioritas nuntasin eczema Zaynab yang bikin saya kurang bisa begadang seperti jaman dahulu 😁
2. Efek samping begadang yang mempengaruhi kuantitas ASI sehingga saya susah alokasi waktu untuk menulis karena prime time menulis saya ya di malam hari πŸ˜…
3. Saya mendadak buka jasa titip beli dan bawa  barang dari Amerika.

Nah, poin yang ketiga ini nih yang bikin saya terbuai dalam lamunan cinta 🎀

Sekitar akhir Juni kemaren, saya pengumuman buka jastip di akun medsos saya. Tak kira yang nitip paling banter cuma 5 orang dan itu pun cuma nitip buku. Ternyatah????

Masya Allah tabarakallah ... Semoga selalu dalam keberkahan Allah ... Alhamdulillah yang nitip ada 48 orang dan mostly nitip barang bermerk😭😭

Saya yang awam dan polos ini ga nyangka bakal sampe serame itu. Padahal awalnya cuma 'iseng' aja. Iseng dalam artian, posting aja. Ada atau ga ada yang beli ya ga papa. Yang penting ada aktivitas sebelum back for good. Begitu lah lebih kurang bisikan nurani akoh.

Ternyata banyak yang nanggepin. Terus 'bodohnya' saya mau aja ya direpotin buat ngecekin ini dan dan itu. Akhirnya ngerasa bodoh dan lelah, saya pun bikin aturan khusus untuk jastip dadakan bin karbitan ini.

Singkat cerita, dari akhir Juni sampe kemaren awal September, saya blas 'sok sibuk' ngurus jastip. Apanya sih yang diurus sampe ga sempet ngeblog??

1. Transaksi sama customer (teman-teman di Indonesia yang mau sesuatu barang dari Amrik)
2. Transaksi sama produsen (maksute beliin barang konsumen dari sini, online atau offline)
3. Ngotak ngatik keuangan biar ga bablas kehabisan dolar.
4. Ngurus beberapa masalah teknis mulai dari barang yang di cancel sepihak sama suatu web online sampe ke miskomunikasi dengan customer.
5. Packing repacking barang-barang orang
6. Packing barang-barang sendiri (bukan jastip donk ini tapi oyeh oyehπŸ˜‚)
7. Beresin rumah (biar enak ngepacking2)
8. Yang pasti mah sibuk belanja dah berasa sosialita aja akoh πŸ™ˆ

Saya manusia riweuh bin hectic ini tentu sangat tersiksa menjalani kehidupan serba mendadak ini. Jastip mendadak pun pulang mendadak. Tapi meskipun de mi ki an ... Tetap saja saya suka yang mendadak ini πŸ˜…. In sya allah tetap well prepare 😁 yang ga akan bisa dibayangin sama kamuh preparasi versi saya tu kaya gimana. Preparasi orang perfeksionis 😌😌.

Hmmm, nulis apalagi ya πŸ€”πŸ€”

Dah ah ... Semoga ga dikick dari 1m1c aja πŸ˜‚πŸ˜…

Columbus, 6 September 2019




Berteman Dengan Eczema

Senin, 22 Juli 2019
Halo semua. Setelah sekian lama ga nulis, semoga apa yang saya tulis sekarang kelar dan published ya πŸ˜…

Semenjak Zaynab terkena eczema, saya memang tidak memaksakan diri memenuhi target menulis di blog yang tadinya satu kali kali dalam satu minggu. Seminggu berlalu, dua minggu dan akhirnya dua bulan. πŸ˜… Tak terasa kebiasaan menulis memudar dan dan masuklah saya dalam zona nyaman yang berkepanjangan. Nyaman kagak ngeblog πŸ™ˆ.

Sekarang? Alhamdulillah perlahan saya mulai mengerti bagaimana eczema itu dan cara mengontrolnya. Jadilah saya pengen aktif nulis lagi di blog. Kangen kaaaaaan akutu πŸ€—πŸ€—πŸ€—

Baca Juga: Alergi dan Eczema

Eczema atau Dermatitis?
Sesungguhnya ku tak tak ingin membahas istilah. Selain lelah bolak balik nge-googling. Ku juga takut salah paham dan jadi sok tau. Tapi eh tapi, ga papalah ya tak tulis saja disini. Kalo-kalo misal ada yang keliru kan bisa dikoreksi sama kamu😁.

Eczema atau dermatitis merupakan dua istilah untuk sebuah kondisi serupa. Namun ternyata, ada perbedaan dalam dua istilah ini.


Eczema sendiri, merupakan istilah yang digunakan untuk sebuah kondisi kulit yang mengalami peradangan. Sedangkan dermatitis , istilah umum yang digunakan untuk seseorang yang memiliki gejala gangguan kulit seperti merah-merah, gatal, kering dan lain-lain yang salah satunya adalah eczema.

Tapi, kayanya ini mah ya. Eczema ataupun dermatitis merupakan dua istilah untuk kondisi serupa. Kalo kata saya sih, eczema itu istilah terkenalnya, dermatitis itu istilah medisnya. Yang intinya si dua istilah ini kerap digunakan untuk sebuah kondisi kulit yang tidak wajar dan bersifat genetis atau turun temurun.

Istilah Lainnya
Saya kurang paham memang kenapa ada berbagai macam istilah yang digunakan untuk sebuah kondisi kulit meradang ini. Selain eczema dan dermatitis, penggunaan istilah eksim atopik juga kerap ditemukan atau dermatitis atopik. Nah eksim atau dermatitis atopik inilah yang disebut sebagai istilah lain dari eczema.

Nah dikalangan masyarakat awam, selain istilah eksim, kondisi kulit dengan gangguan berupa rasa gatal, kering, merah-merah, mengeras, bintik-bintik terkadang muncul dengan istilah amis darah atau manis darah. Saya pribadi sih ga tau apakah istilah tersebut sama atau tidak. Yang pasti istilah dermatitis memang digunakan untuk menggambarkan sebuah gangguan kulit. Jenisnya atopik atau tidak, perlu diagnosa lebih lanjut. Sedangkan amis darah, kalo kulit kita gampang borokan.

Yaaaa kalo udah eczema ya bakal borokan πŸ™ˆ. Jadi sama apa tidak?

Appointment 25 April masih ke dokter anak

Kondisi bulan Mei memburuk lagi pasca 25 April
Akhirnya minta rujukan ke deematologis

Cing lah pokona mah kitu. Intinya, kalo denger istilah-istilah di atas, berarti kamu harus siap-siap sama 5 hal berikut.

5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Eczema
Dari secuil ilmu dan pengalaman yang saya peroleh dari berbagai macam sumber, saya pun berniat untuk menuliskan treatment eczema Zaynab. Mana tau ada yang bisa diadopsi atau diadaptasi.

Namun sebelum saya menuliskan tentang treatment eczemanya Zaynab, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan jika anak didiagnosis dermatitis atopik atau eczema.

1. Kenali Eczemamu
Apa itu eczema. Siapa yang bisa terkena eczema. Apakah eczema sama dengan alergi. Dan lain sebagainya. Observasi dan pelajari terus menerus hingga menemukan klik terhadap eczema yang diderita (untuk kasus saya, diderita anak saya).

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, saya pada mulanya menyerahkan sepenuhnya penanganan eczema kepada ahlinya (dokter). Saya berfikir bahwa dokter lebih paham tentunya. Namun ternyata, karena Zaynab tidak langsung dirujuk ke dermatologis. Jadilah Zaynab setiap kali berobat diresepkan obat baru sesuai mazhab dokter jaga saat itu. Maklum, disini kami tidak punya dokter keluarga. Jadi dokternya beda-beda terus 😁.

21 Mei, nyaris satu bulan dari appointment sebelumnya
Ke dermatologis baru tanggal 10 Juni

Dengan mengenali eczema kita, menjalani
apa yang dokter nasehatkan dan obat yang diresepkan cukup membantu mengurangi kebingungan saat eczema tak kunjung mereda padahal kita merasa sudah melakukan semua yang dikatakan dokter dan menggunakan obat yang diresepkan dokter.

Baca Juga: Eczema Pada Bayi Usia 2-6 Bulan

Berhubung eczema berbeda dari penyakit lainnya yang memiliki pemicu yang jelas. Jadi eczema tidak serta merta hilang atau sembuh seperti halnya sakit demam, flu atau penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus. Sehingga jika kita tidak memahami apa itu eczema, maka kita bisa dengan mudahnya berpindah dari satu dokter ke dokter lain atau dari satu obat ke obat lainnya karena panik kok kulitnya ga sembuh-sembuh (pengalaman pribadi ini mah hehehe).

Kondisi paling baik ya begini
Merah terang tanpa cairan

Ya meskipun pada perjalanannya memang eczema itu bikin kita melakukan trial and error sampe akhirnya  nemu yang pas. Baik itu dokter yang cocok atau obat yang adem di hati. Harapannya trial and error bisa diminimalisir dengan kita benar-benar mengenal eczema yang diderita.

2. Tingkatan dan Jenis Eczema
Eczema pada setiap orang itu berbeda-beda. Ada 3 tingkatan jika mau dibagi berdasarkan tingkat keparahannya.
- eczema ringan (mild)
- eczema sedang (accute)
- eczema berat (chronic)

Selain itu, setiap orang  bisa  jadi  memiliki jenis eczema yang berbeda. Yang mana setiap jenisnya memiliki ciri fisik yang berbeda. Ada 7 jenis eczema yang pernah saya baca. Salah satunya ya dermatitis atopik yang lagi diderita Zaynab ini. Untuk jenis lainnya silahkan pelajari sendiri ya. Saya kurang ahli merangkum hal-hal diluar kapabilitas saya. Uhuk. Alias males.

10 Juni saat pemeriksaan di dermatologis

3. Faktor pemicu
Aneka ragam faktor pemicu munculnya eczema bergantung pada respon tubuh masing-masing. Secara garis besar eczema kambuh  karena dipicu oleh lingkungan sekitar. Bisa karena debu, polusi, asap rokok, dan lain-lain. Bisa juga karena makanan tertentu seperti turunan susu sapi, kacang-kacangan, berry-berryan dan lain-lain.

Nah yang perlu kita ingat, respon tubuh setiap orang akan berbeda reaksinya. Waktu kambuh eczema setelah terpapar faktor pemicu pun bisa berbeda. Jadi coba diperhatikan dengan seksama. Dan hindari membanding-bandingkan satu individu dengan individu yang lain ya. Misal:

"Anak temen saya eczema juga karena makan ayam suntik. Kamu kebanyakan makan ayam suntik kali!"
Padahal keluarga kita ga punya riwayat alergi ayam suntik.

Langkah awal mengenali faktor pemicu menurut saya, cari tau riwayat kesehatan keluarga kita. Jangan keluarga orang lain hehehe. Karena biasanya ini mah ya, faktor pemicunya suka sama.

Baca Juga: Eczema Zaynab dan Dermatologis

4. Treatment
Selain respon tubuh yang berbeda, jenis peradangan yang berbeda, hingga faktor pemicu dan lamanya eczema menyerang seseorang yang juga bisa berbeda, ternyata treatment masing-masing orang pun berbeda.

Memang secara umum, prosedurnya sama, namun dalam perjalanannya akan ada perbedaan treatment yang dilakukan bergantung pada:
- Lamanya eczema meradang
- Obat yang sudah diberikan
- Riwayat kesehatan dan alergi di dalam keluarga
- Tingkat keparahan kulit yang mengalami peradangan

19 Juni sisa warna gelap di titik eczema nya

5. Imunitas dan Steroid
Bisa dikatakan, penyakit eczema merupakan penyakit yang terkait dengan sistem kekebalan tubuh. Tidak ada penyebab yang pasti dan pengobatan yang jelas.

Karena eczema terkait kekebalan tubuh, maka tak heran setiap individu memeliki reaksi yang berbeda terhadap faktor pemicu ataupun treatment yang diberikan. Karena semua bergantung imunitas tubuh masing-masing.

Lalu apa hubungannya imunitas dengan steroid?

Jadi katanya, setiap penyakit yang belum ada obatnya, steroid merupakan obat yang digunakan untuk mengurangi keluhan terhadap sebuah penyakit. Seperti eczema yang jika dibiarkan maka rasa gatalnya akan membuat kita ingin menggaruk berkepanjangan. Dan efek sampingnya membuat kulit mengalami peradangan terus menerus. Jika kulit terus meradang, virus dan bakteri dengan sangat mudah masuk dan menyerang.

Baca juga referensi di Milis Sehat biar kamu makin oke pahamnya. Karena bahasa saya mah belibet bahasa orang awam πŸ˜‚.

Mulai provokasi Zaynab dengan lingkungan baru
Biar terbentuk imun tubuhnya
Abis dari sini? Ya eczemanya meradang lagi hehehe

Nah, jika sudah memperhatikan 5 poin di atas, harapannya ketika membaca treatment eczema yang dijalani Zaynab, kita bisa mengambil langkah-langkah pengobatan dengan bijak. Alias tidak mengikuti plek ketiplek seperti apa yang saya lakukan.

Karena apa? Karena masing-masing individu itu berbeda.πŸ˜‰

Saya ulang-ulang terus soal ini ya, bahwa tiap individu itu berbeda. Resep dokter aja belum tentu cocok, apalagi rekomendasi orang lain. Tapi ya memang harus siap-siap rajin observasi sih sampe nemu yang cocok πŸ™ˆ.

Bayi yang suka bersin bisa jadi indikasi awal bayi sensitif
Bisa juga karena reaksi alergi dari paparan lingkungan

Apa saja treatment eczema Zaynab?
Bagi yang pernah membaca tulisan saya sebelumnya tentang eczema Zaynab, pasti tau donk gimana ketar ketirnya saya menghadapi eczema Zaynab yang tak kunjung membaik. Padahal nasehat dan resep dokter saya jalankan sesuai panduan. Meski sempat krisis kepercayaan terhadap dokter, saya tetap menjalani apa yang disarankan dokter.

Memang setelah peristiwa salah resep, saya jadi termotivasi untuk membaca lebih lanjut tentang eczema. Selain itu, saya juga jadi dipaksa memahami alur cerita meradangnya eczema Zaynab.

Yang membuat saya:

1. Meyakini bahwa tak ada penyakit yang tak ada obatnya, sehingga terus lakukan ikhtiar dan petik pelajaran dari pengalaman orang-orang
2. Selalu observasi lingkungan sehingga ngeh setelah terpapar apa eczema Zaynab kembali meradang
3. Meyakini kandungan ASI itu rasanya percis apa yang kita makan
4. Jadi tau bahwa setelah makan makanan alergen, rasa ASI tidak disenangi Zaynab
5. Kita yang paling tau, dokter hanya menyarankan berdasarkan keilmuannya.
6. Second, third, forth bahkan fifth opinion itu perlu agar tak gegabah memberikan obat

Provokasi makanan buat liat reaksi tubuh Zaynab
Seberapa toleran Zaynab dengan ASI setelah Uminya konsumsi makanan alergen

Saya  berharap semoga teman-teman pembaca yang nyangkut di blog saya ini tidak mengalami kebingungan seperti saya atau bahkan kasus salah resep.

Oke oke ... Berikut treatment nya Zaynab.

Treatment Saat Meradang Akut
Meradang akut versi saya untuk kasus Zaynab:
πŸ‘‰ Kulit merah gelap, mengeluarkan cairan bening, rasa gatal parah.

Treatmentnya yaitu: (aplikasikan berurutan)
1. Antibakteri oles
2. Corticosteroid (hydrocortisone 1%)
3. Ceramide atau pelembab

Treatment Saat Meradang Biasa
Dengan ciriπŸ‘‰ kulit merah terang, tidak mengeluarkan cairan, gatal ringan.

Treatmentnya yaitu: (aplikasikan berurutan)
1. Fluocinolon 0.05 %
2. Ceramide atau pelembab
3. Petrolleum jika kulit masih kering setelah diberi ceramide untuk mengikat kelembaban kulit

Kalo tidur, tangannya diikat untuk mengurangi garukan
Saya masih menghindari pemberian antihistamin

Berteman dengan Eczema
Eczema bukan penyakit berbahaya. Namun jika dibiarkan, bisa membahayakan. Kenapa? Karena bisa memudahkan bakteri dan virus masuk ke dalam tubuh kita yang bisa menjadi penyebab munculnya penyakit lain.

Meskipun bukan penyakit berbahaya, eczema bisa mengundang kepanikan dan mengganggu psikis. Karena eczema penyakit yang terlihat dan bisa menimbulkan reaksi sosial yang jika kita menolak memiliki penyakit tersebut, hanya akan menambah beban mental kita yang juga bisa berefek pada eczema itu sendiri. Sehingga, berteman dengan eczema merupakan langkah awal dalam mengobati eczema.

Meski belum tiap hari, Alhamdulillah Zaynab makin bisa dibiarin tidur dengan tangan bebas ikatan

Semoga buat teman-teman yang memiliki eczema atau anaknya terkena eczema bisa menemukan treatment yang adem di hati ya.

Kalo keluarga kamu punya riwayat atopik (alergi, asma, dan rhinitis), 50% kemungkinan kamu bakal punya anak atopik juga. Jadi be ready aja. Jinakkan eczema dengan berteman dengannya. Biar ga pake panik kaya saya di awal πŸ™ˆ.

Yang pasti, kemunculan eczema memang tidak bisa dihilangkan 100%. Namun bisa di manage sehingga dia tidak meradang parah.

Kondisi saat ini
Setelah melalui perjalanan yang ga sepanjang Kirana Retno Hening (saya ga mau ya Allah 😭), alhamdulillah meski masih sering meradang. Paling tidak saya bisa melewatinya dengan agak sedikit tenang bertemankan steroid. Tapi, berteman dengan steroid bukan berarti memberikan steroid tanpa panduan ya.

Columbus, 22 Juli 2019

Jalan-jalan ke Dermatologis

Tulisan ini lagi diperbaiki

Maaf atas ketidaknyamanannya ya πŸ™πŸ€—

Alergi dan Eczema

Mohon maaf, tulisan di artikel ini lagi diedit 😁