MOM BLOGGER

A Journal Of Life

Image Slider

Hi Blog!

Minggu, 15 April 2018
Hi blog! Tepat banget hari ini tanggal 14 April, tepat 1 bulan kamu ga dijejaki tulisan. Sebenarnya dari beberapa hari yang lalu saya sudah membuat beberapa draft tulisan, tapi sayang, moodnya belum dapet. Kemudian saya putuskan membuat tulisan ini sebagai pembuka mood. Mudah-mudahan aja bener-bener kebuka moodnya πŸ˜….

Hi blog! Mau menulis apa kita? πŸ˜… Rasa pening dikepala ini memang sedikit mengganggu produktifitas. Jika 4 minggu lalu yang mengganggu adalah mual muntah yang tak kunjung berhenti, seminggu kebelakang pening dan pusing karena efek obatlah faktor penghambatnya. Lalu mau menulis apa kita blog?!

Hi blog! Banyak kisah yang hendak dibagi, mulai dari pengalaman menggunakan fasilitas kesehatan di kota kecil Columbus ini hingga pengalaman menderita Hyperemesis Gravidarum. Namun sayang, aliran tulisan agak menghilang sehingga saya merasa kehilangan jati diri dalam menulis πŸ˜†

Hi blog! Saya berharap tulisan yang diketik saat ini publish ya. Tak peduli ada yang baca atau tidak, menarik atau tidak, yang saya peduli hanyalah produktifitas! Tak peduli kondisi fisik lemah sekalipun, sesekali saya pun ingin menjadi pejuang😎. Ya ... meskipun pejuang ala ala ... Saya hanya tidak ingin setelah masa ini berlalu kemudian jadi penyesalan ...

"kenapa ga kamu paksa dirimu menulis?!",
atau
"kenapa ga kamu paksa dirimu berkarya?!".

Ala ala drama sinetron.πŸ˜†

Duh blog! Ini tulisan apa sihπŸ˜‚ ... GJ amat. Berasa lagi nulis diary jaman remajahπŸ˜….

Ya beginilah pemirsa, sebulan ga nulis jadi tumpul lagi otaknya. Kudu banyak-banyak baca at least blog walking. Semoga kondisi dibawah pengaruh obat ini segera berakhir dan ku kembali normal ... aamiin.

Mohon doanya mentemen 😊😊😊

Columbus, 14 April 2018


Tulisan Diulas Oleh Dream.co.id, Gimana Caranya?

Rabu, 14 Maret 2018
https://www.google.com/amp/s/m.dream.co.id/amp/community/merisa-putri-3-cara-orang-tua-pantau-perkembangan-anak-180308y.html

Saya menyadari diluaran sana tentunya sangat banyak para blogger keren yang memiliki bejibun prestasi di dunia blogger. Apalah saya seorang blogger pemula yang baru serius dan rutin menulis kurang dari 3 tahun ini. Tapi setiap kita tentunya punya cerita perjalanan masing-masing yang bisa dibagi. Berharap, ketika ada yang membaca, ada yang mencari infonya, tulisan kita bisa menyumbang sudut pandang dan informasi yang sekiranya dibutuhkan. Karena bagi saya, menulis bukanlah perihal kebanggaan, tapi lebih ke kepuasan berbagi #eaaaa #filsafatblogger πŸ˜†

Jadi ceritanya, sekitar seminggu yang lalu, saya memperoleh sebuah email dari salah satu reporter situs muslim lifestyle terkenal, Dream.co.id. Yang mana situs ini merupakan anak perusahaan dari Kapanlagi.com. Kaget? Ya tentu saja. Dan saya juga sempat curiga khawatir ini spam atau sejenisnya πŸ˜…. Namun setelah memastikan segala keakuratannya, akhirnya saya mesem-mesem bahagia.

Dalam email yang dilayangkan oleh Kak Popo, nama reporter dream.co.id, beliau menyampaikan bahwa ada konten web saya yang layak untuk diulas di situs mereka. Dan email ini beliau maksudkan untuk meminta izin kepada saya untuk mengulas konten yang dimaksud.

Setelah menanyakan teknis pengulasannya dan memastikan saya paham dengan sistem kerjasamanya, akhirnya tulisan ulasannya pun terbit dengan judul "Merisa Putri: 3 Cara Pantau Perkembangan Anak Tanpa Jadi Resah". Berasa bak seorang artis, nama saya dicantumkan di awal judul artikel πŸ˜…. Sungguh hal ini membuat saya melayang dan bertambah semangat dalam menulis.

Lalu apa kira-kira yang membuat dream.co.id menghubungi saya secara personal untuk sebuah ulasan singkat ini?

Sejujurnya saya tidak tau πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Selain karena memang saya tidak mengerti dengan dunia jurnalistik, blog, algoritma atau apapun yang berhubungan dengan dunia media, saya juga tidak paham apa yang jadi pertimbangan sebuah situs mengulas tulisan dari situs lain. Yang saya tau sepertinya memang mereka mencari tulisan dari blogger pemula yang kontennya dinilai unik, dan tak memerlukan dana endorse alias gratisanπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Cukup memberikan backlink yang tentunya bermanfaat untuk performa blog si blogger ini.

Namun, terlepas dari itu semua, satu hal yang saya yakini tentang dunia blog dan kepenulisan adalah semakin rutin sebuah blog diisi, maka semakin besar peluang blog tersebut muncul di mesin pencari. Semakin rutin seseorang menulis, maka semakin meningkat kemampuan menulisnya.

Hmmm, tapi itu hanya dugaan saya saja. Anggap saja penyemangat untuk terus menulis dan menulis tak peduli apapun yang terjadi, bagaimana respon publik atau jumlah viewer dan komentator. Benar begitu? 😁

Nah, ada beberapa value yang saya peroleh terkait penglaman tak terduga ini. Dimana value ini benar-benar membantu saya untuk memurnikan kembali niatan awal untuk ngeblog. Terlebih setelah saya benar-benar bertekad menjadi seorang blogger bermanfaat yang tak hanya bergantung pada keberuntungan takdir hidup, tapi lebih dari itu.

Apa saja value nya?

1. Menulis bukan soalan siapa yang membaca, tapi soalan siapa yang menuliskannya.
2. Ketika menulis melibatkan hati maka dengan sendirinya pembaca akan terkait dalam tulisan kita.
3. Menulislah tanpa ekspektasi, karena ekspektasi tertinggi itu adalah keikhlasan
4. Sesuatu yang dilakukan dengan ikhlas akan bernilai abadi.
5. Menulislah untuk masa depan, bukan masa sekarang.
6. Jadikan masa sekarang peluang dan masa lalu pelajaran.
7. Reward bukanlah apa yang manusia beri kepada kita tapi apa yang Allah hadiahkan untuk kita, maka bersabarlah.
8. Tak ada perjuangan instan, yang ada hanyalah mie instan πŸ˜…. Maka teruslah menulis apa yang nuranimu bisikkan. Tak peduli bisikkan itu lagi happening atau out of date πŸ˜†
9. Tak usah malu belajar berapapun usia kita. Kepada siapapun kita memetik hikmah. Karena hikmah bukan milik orang yang telah sukses saja, hikmah juga milik mereka yang sedang mengeja makna.
10. Buka mata batin dan perluasan pandangan. Bacalah dengan hati olahlah dengan pikiran. Belajar seimbang dari alam, semoga kita benar-benar menjadi penulis andalan.

Itu sedikit value yang saya peroleh selama menjadi blogger. Fluktuasi semangat itu wajar, yang terpenting tak berhenti karena alasan klasik "tak ada viewer". Berhentilah menulis jika memang sudah tidak ada hal yang layak kamu tuliskan.

Semoga kita tetap semangat ya ... meski yang klik web kita cuma puluhan orang #curhat πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Gimana Sih Rasanya Hamil?

Selasa, 13 Maret 2018
Dulu, waktu saya kecil, melihat orang hamil hanya seperti melihat ibu-ibu berperut buncit saja πŸ˜…. Tak pernah terpikirkan sedikitpun oleh saya bagaimana rasanya hamil, berat atau tidak, capai atau biasa saja. Ya, saya memang anak kecil yang tidak kritis 😜


Namun, seiring bertambahnya usia, terlebih ketika hendak menuju pelaminan, saya pun mulai penasaran. Namun saya tidak lantas menanyakannya langsung pada ibu saya atau teman yang sedang hamil. Sampai akhirnya, ketika kakak pertama saya hamil, saya menyimpulkan bahwa hamil itu membuat orang jadi gampang ngambek dan doyan makan rujak πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

Suatu ketika, saya lupa dialog ini kapan terjadi, seorang teman bercerita tentang apa yang ibunya gambarkan tentang bagaimana beratnya beban yang dipikul saat hamil. Ibunya mengatakan bahwa ibu hamil besar itu seperti kamu sedang membawa 7 butir kelapa tua yang diikat diperutmu. Begitu lebih kurang gambaran berat yang dipikul ibu hamil berdasarkan deskripsi ibu teman saya.

Dan setelah mengalami sendiri, apalagi dengan hamil pertama anak kembar, saya merasa perlu mendeskripsikan detail gimana sih rasanya hamil itu. Mulai dari hamil muda hingga hamil tua versi saya. Karena kehamilan saya yakini memiliki sensasi yang berbeda di setiap wanita πŸ˜‰

Rasa Mual
Hamil, katanya membawa perubahan hormon pada seorang wanita. Salah satunya hormon estrogen yang memberikan efek rasa mual pada ibu hamil.

Selain hormon estrogen, kandungan hormon HCG (Human Chorionic Gunadotropin) yang dihasilkan oleh embrio yang sedang berkembang sebagai hormon kehamilan membuat para ibu hamil juga akan mengalami rasa mual yang hebat setiap harinya.

Nah rasa mual yang seperti apa?

Pernah masuk angin? Trus merasa mual dan keluar keringat dingin? Makan salah ga makan salah, dan dua-duanya bikin mual  Nah seperti itu lebih kurang rasa mual pada ibu hamil, terutama ibu hamil muda sekitaran trimester pertama. Bahkan di beberapa kasus mengalami rasa mual diiringi muntah ini di sepanjang kehamilannyam. Seperti saya πŸ˜†.

Sekarang coba bayangkan rasa mual yang bisa jadi diikuti muntah ini terjadi setiap pagi, bahkan setiap selesai memakan suatu makanan. Kebayang? Itulah yang dihadapi ibu hamil setiap harinya.

"... ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, ..." (Qs. Lukman 31: 14)

Setiap ibu hamil memang memiliki reaksi tubuh yang berbeda-beda. Dan setiap ibu hamil juga memiliki daya respon yang berbeda terhadap reaksi tubuh mereka. Perbedaan respon ini bisa saja tergantung pada suka atau tidak sukanya seorang ibu hamil terhadap sesuatu.

Misal, ketika saya hamil si kembar, saya tidak suka bau bawang putih. Memang pada dasarnya saya tidak terlalu menyukai bawang putih. Dan ketika hamil, ketidaksukaan itu meningkat berlipat ganda. Termasuk terhadap semua bau tidak enak lainnya seperti bau pesing, apek, busuk, keringat, bau nafas dan lain-lain. Dan inilah hal kedua yang akan dirasakan ibu hamil, terkait dengan bebauan.

Sensitif Terhadap Bau
Konon memang ibu hamil akan memiliki daya penciuman yang hebat selama kehamilan. Mendadak ibu hamil menjadi sangat sensitif terhadap bau-bau tertentu. Dan hal ini tentunya sangatlah wajar. Seperti yang diulas oleh bidanku.com:

"Penelitian yang dilakukan oleh Philadelphia's Monell Chemical Senses Center di AS menyatakan bahwa wanita usia subur lebih sensitif terhadap aroma. Bahkan wanita yang tidak berada di usia subur (di bawah pubertas dan wanita menopause) memiliki sensitifitas atau daya penciuman yang sama. Dengan kata lain sensitivitas penciuman ibu hamil disebabkan karena hormon estrogen."

Rasa mual efek dari peningkatan hormon HCG yang merangsang produktifitas asam lambung ditambah sensitif terhadap bebauan, menjadi perpaduan yang sempurna kan? πŸ˜‚πŸ˜†πŸ˜…

Kuantitas Liur Bertambah dan Cenderung Asam
Saya kurang tau juga apakah ini terjadi di setiap ibu hamil atau hanya orang-orang tertentu saja. Tapi saya pribadi mengalaminya. Dan yang paling ga enak dari perpaduan 2 hal ini adalah, mereka juga mengundang rasa mual karena asam nya mulut. Belum lagi liur yang berlebih yang dikenal juga dengan istilah  Ptyalism atau Sialorrhea sehingga ada hasrat ingin meludah terus-terusan. Jika ditahan dimulut, mual. Kalo meludah terus, bisa bikin illfeel orang-orang sekitar. πŸ˜₯

Ya begitulah nasib ibu hamil, terlebih hamil muda yang notabene perutnya belum terlihat layaknya ibu hamil. πŸ˜…

Asam Lambut Meningkat
Katanya, peningkatan asam lambung terjadi pengaruh dari hormon HCG. Bagi yang punya magh, pahamlah ya gimana rasanya. Dan kombinasi ludah asam yang bisa jadi disebabkan oleh peningkatan asam lambung inilah yang bikin ibu hamil berkurang nafsu makannya.

Sedangkan, dilain sisi ibu hamil harus dituntut memenuhi nutrisi dirinya dan si jabang bayi. Kalo kata saya, bagian inilah yang benar-benar perjuangan. Dimana kita belajar mengalah dari ego pribadi dan mulai bertindak sebagai ibu, tak lagi sebagai diri sendiri.

Gampang Letih dan Denyut Jantung Meningkat
Selain memiliki rasa mual dan muntah di waktu-waktu tertentu, dan sensitif terhadap bau tertentu, ibu hamil juga biasanya jadi gampang letih. Hal ini disebabkan karena jantung bekerja lebih keras untuk memompakan darah untuk kebutuhan dua makhluk sekaligus.

Sehingga, ibu hamil sangat disarankan memiliki istirahat yang cukup selama kehamilan. Apalagi di usia kehamilan awal, dimana janin masih sangat lemah. Jadi, jika kamu sedang hamil, tubuhnya dirasa-rasa aja, masih kuat atau udah mulai letih. Berhenti sejenak untuk sekedar menata energi dan menakar seberapa kuat kita untuk melanjutkan aktivitas terkadang dibutuhkan, biar tidak menyesal nantinya.

Sering Buang Air Kecil
Tak hanya jantung yang bekerja ekstra, ginjal pun demikian. Sehingga ibu hamil akan mengalami peningkatan rentang waktu buang air kecilnya. Jadi, yang biasanya minum air 1 gelas hanya akan buang air kecil satu kali per 6 jam, ketika hamil bisa saja jadi 2 atau 3 kali dalam 6 jam, misalnya.

Memasuki trimester ketiga, biasanya buang air kecil akan semakin sering lagi. Selain faktor ginjal yang bekerja lebih ekstra dari biasanya, posisi janin yang menekan ginjal juga menjadi faktor penyebab seringnya ibu hamil buang air kecil. Dan tak jarang ginjal mengalami trauma pasca melahirkan akibat digencet sang janin. Seperti yang saya alami πŸ˜†.

Yang Perlu diingat, meskipun mengalami peningkatan kuantitas buang air kecil, jangan pernah ditahan ya jika tidak mau mengalami infeksi saluran kemih. Mending BAK sering kan ketimbang punya penyakit baru. Naudzubillah.

Perut Membuncit, Tidur Pun Jadi serba Salah
Nah memasuki usia kehamilan yang semakin bertambah, tentunya perut ibu hamil akan membuncit. Situasi inilah yang membuat ibu hamil akan mengalami kesulitan posisi dalan tidur. Telentang jadi sesak nafas, miring kiri miring kanan ga nyaman. Belum lagi ketika berubah posisi, dede janin yang sudah semakin membesar mulai terasa mengikuti gerakan tubuh kita. Maka tak jarang, dulu saat hamil si kembar, saya sering menopang perut saya dengan tangan karena khawatir anak-anak di dalam perut kaget dengan perubahan posisi tidur yang saya lakukan. Maklum, aslinya saya tidur motah πŸ˜‚

Bagaimana dengan ngidam?
Bagi saya ngidam itu hanyalah asosiasi terhadap makanan yang diciptakan oleh ibu hamil karena dianggap bisa mengurangi rasa mual yang dialaminya.

Jauh-jauh saya terbang ke Padang buat makan soto Padang, tetap saja mual muntah itu terjadi. Disitulah saya berfikir bahwa ngidam itu hanya fatamorgana. Tapi tak jarang ibu-ibu yang lain memiliki makanan andalan masing-masing untuk mengatasi rasa mual. Seperti ibu mertua saya yang doyan makan ubi talas ketika hamil suami.  Atau bibinya suami yang doyan ngemutin mawar ketika hamil anak pertama πŸ˜…

Udah ya ... segitu dulu. Cuma itu aja? Masih banyak sih sebenernya (kayanya). Tapi yang diingat ini aja πŸ˜…. Ada satu lagi sih, soal ibu hamil yang suka kegerahan. Tapi saya ga terlalu mengalaminya. Jadi ya ga dibahas.

Okeh! Dilihat dari pemaparan saya di atas, apakah ibu hamil itu sama dengan orang yang lagi sakit?

Saya rasa setiap wanita hamil tidak akan setuju dibilang orang sakit. Meski memang rasa yang dialami selama hamil 11 12 sama orang sakit πŸ˜…. Ya dikembalikan sajalah pada sugesti diri masing-masing. Kalo saya? Dulu saya emang ngerasa kaya orang sakit. Tak jarang saya nangis merasa kehamilan ini begitu sulit dan menyiksa. Namun setelah dijalani, inilah ladang amalannya, saya pun mencoba menerima kenyataan dengan lapang dada πŸ˜‚.

Tak heran kan jika surga dikatakan terletak dibawah telapak kaki ibu. Dan nama ibu disebut-sebut nabi solallahu'alaihiwassalam sebanyak 3 kali sebagai pemuliaan untuk para ibu.

Jadi ladies, sudah siap untuk hamil?

Daripada nyari-nyari tau pengalaman orang tentang gimana rasanya hamil, mending cobain sendiri deh. Hihihihi. Fase beratnya cuma trimester pertama kok. Selanjutnya udah kaya biasa. Bahkan ketika perut udah membesar, gerakan janin bisa dirasakan, masa-masa sulit itu seolah hilang. Dan ketika si janin terlahir menjadi baby, waaaaaah lupa deh semua keluh kesah di masa lalu 😜.

Tapi kalo masa-masa sulit mencari pasangannya yang kamu keluhkan, hmmm maaf saya ga bisa bantu banyak kecuali doa πŸ˜†✌

Semoga tulisan singkat ini membantu ya buat kalian calon ibu dan calon bapak yang penasaran sama rasanya hamil. Dan diharapkan melalui tulisan ini kita bisa lebih berempati kepada para ibu hamil. Terutama untuk ibu kita sendiri. Jug langsung sungkem minta maaf sama mama/ibu/ummi/bunda 😁

Columbus, 13 Maret 2018


5 Fakta Ajaib Dibalik Film Wonder

Kamis, 08 Maret 2018
Siapa yang sudah membaca buku dan atau menonton film 'Wonder'?


Ya, di tulisan sebelumnya saya memberikan sedikit ulasan tentang kisah 'Wonder' ini. Belumlah tulisan itu saya terbitkan, saya kemudian tertarik menuliskan fakta-fakta ajaib dibalik buku 'Wonder' yang kemudian difilm kan dengan judul yang sama ini.

Jujur saja, ketika menuliskan review filmnya, saya benar-benar ingin menuliskan review yang berbeda. Sebut saja review penuh makna, paling tidak bermakna untuk diri saya. Sehingga jadilah sebuah tulisan yang berjudul "Mengubah Mindset dengan Menonton Film Wonder".

Sejujurnya, sangat banyak draft tulisan yang saya buat terhadap semua film yang saya tonton, yang kisahnya menurut saya sangat bermakna. Sebut saja film 'Mengejar Hilal', "Critical Eleven", atau film India "Tumhari Sulu". Dimana film-film ini terasa begitu dekat dengan kehidupan saya.

Lalu kenapa tulisannya tidak diterbitkan? Karena saya kehilangan momen untuk menyelesaikan tulisan dan membuat saya lupa poin-poin pentingnya. Hehehe #shorttermmemory a.k.a keburu males πŸ˜…

Entah kenapa, cerita Wonder ini benar-benar membawa keajaiban. Saya ga berniat tadinya malah menulis review  Eh taunya malah nulis 2 judul untuk bahasan yang setema. Mungkin karena saya bener-bener dapet momen pas kali ya. Pas karena saya sudah diposisi sebagai orang tua. Entahlah πŸ˜…

Disaat saya benar-benar meresapi apa yang terdapat di dalam ceritanya, saya kemudian semakin takjub mendapati fakta-fakta setelah peluncuran bukunya. Sampai tak terasa, air mata saya mengalir ketika menonton liputan tokoh asli yang tak sengaja dikisahkan ini.

Saya mendapatkan infonya ketika sedang mencari-cari foto di Google untuk diunggah untuk tulisan review saya. Karena penasaran, jadilah kepo. Dan semakin terharu saya dibuatnya. Jadi tak hanya filmnya yang bikin haru, kisah dibaliknya dan kisah lain yang mengikutinya juga bikin haru.

Ga panjang-panjang deh dalam tulisan ini, langsung aja ya kita bahas singkat 5 fakta ajaib dari kisah Wonder.

1. Wonder ditulis berdasarkan kisah nyata?
R.J. Palacio, penulis novel 'Wonder' , menjawab bahwa penulisan bukunya bukanlah berdasarkan kisah nyata. Namun dia mengakui memang buku ini terinspirasi dari kehidupan nyata. Berawal dari pengalamannya bertemu dengan seorang anak seperti August Pullman (tokoh utama cerita Wonder) di sebuah toko es krim. Disana Palacio mendapati anaknya menangis setelah melihat wajah anak tersebut. Dari sanalah dia merasa terketuk untuk menuliskan kisah dari seorang anak penderita kelainan genetis yang kemudian tokohnya diberi nama August Pullman.

Keluarga Newman, Real Augie

2. Sosok  Asli August Pullman muncul sesaat buku Wonder diluncurkan
Tanpa di duga, ternyata apa yang di kisahkan Palacio di bukunya mewakili apa yang dirasakan oleh sebuah keluarga yang memiliki anak dengan penyakit genetis yang sama.

3. Beberapa kisah seolah menjadi hidup
Setelah kedatangan tokoh nyata dari August Pullman yang kemudian dikenal dengan nama Nathaniel Newman, ditemukan fakta bahwa apa yang digambarkan Palacio di dalam bukunya adalah kisah nyata Nathaniel.

4. Lirik lagu favorit
Palacio tidak menduga bahwa lirik lagu yang dia kutip di tulisannya merupakan lagu favorit Nathaniel yang selalu dinyanyikannya setiap hari ulang tahunnya.

5. Tautan usia 
Nathaniel dan Auggie (August Pullman) memiliki usia yang nyaris sama. Seolah cerita dibuat berdasarkan kisah nyata dari seorang Nathaniel. Padahal, semua terjadi secara tidak sengaja atau bisa dibilang keajaibanlah membuat kisah ini seolah nyata.

5 fakta ajaib ini seolah menyempurnakan buku Wonder ini menjadi benar-benar ajaib sesuai judulnya. Jadi, selain memiliki banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik, Wonder benar-benar membuka mata kita untuk melihat lebih bijak lagi dalam menjalani hidup. Bahwa hidup tak lagi persoalan benar atau salahnya, tapi persoalan seberapa manfaatnya kita.

"When given the choice between being right and kind, choose kind"

Columbus, 8 Maret 2018 

Mengubah Mindset Dengan Menonton Film 'WONDER'

Seorang anak penderita kelainan genetik meraih penghargaan dari sekolahnya sebagai tokoh yang mampu membawa perubahan. Dialah Auggie, anak lelaki berusia 11 tahun yang memiliki wajah tak seperti anak lainnya. Namun, ternyata dia mampu membawa perubahan terhadap apa yang orang pikirkan tentangnya.

https://m.sevendaysvt.com/vermont/wonder-promotes-kindness-with-schmaltz/Content?oid=10444482
Dari kiri: Nate Pullman, August Pullman,
Olivia Pullman dan Isabel Pullman

Setelah menjalani 27 kali operasi dibagian wajah akibat penyakit genetis yang dideritanya, Auggie harus memulai hidup bersama lingkungan baru. Tak lagi hanya bersama keluarganya, Ibu, Ayah, dan Via kakaknya, tapi bersama orang lain di luar sana. Yang kerap melayangkan tatapan jijiknya ketika melihat Auggie.

Merasa tertarik dengan kelas sains yang dimiliki sekolah yang direkomendasikan orang tuanya, Auggie memutuskan untuk memberanikan diri memulai bersekolah di sekolah umum. Ya! Selama ini Auggie bersekolah di rumah dengan homeschooling bersama ibunya karena alasan kesehatan dimana Auggie bisa menjalankan operasi 3 kali dalam satu tahun.

R.J. Palacio dan Cover Buku Wonder

Bertemu dengan orang-orang baru di lingkungan sekolahnya, Auggie mencoba menjalankan semua sugesti positif yang ditanamkan orang tuanya kepadanya. Salah satunya, sugesti untuk menganggap semua tatapan aneh orang terhadapnya adalah tatapan penuh kebanggaan dan penghargaan. 

Namun ternyata semua berjalan tak semulus apa yang dia harapkan. Kekecewaan demi kekecewaan terjadi. Yang akhirnya membuat Auggie kehilangan kepercayaannya kepada semua orang. Termasuk kepada keluarganya.
Bagi Auggie, dianggap sebagai orang biasa itu jauh lebih menyenangkan baginya. Tapi kenyataannya, Auggie harus menerima perlakuan orang tuanya yang dia rasa terlalu berlebihan. Seolah dia adalah orang yang tak biasa, dengan wajah yang juga tak biasa yang harus diberikan perhatian penuh karena dikhawatirkan akan melewati hari yang buruk, terutama saat menghadapi hari pertama masuk sekolah.

Dalam pikiran Auggie, memiliki hari pertama sekolah dengan pengalaman yang baik pasti akan selalu dialami setiap anak biasa, seperti kakaknya, Via. Sehingga, dia pun menjadi sangat sensitif ketika mendapati kenyataan bahwa hari pertamanya sangatlah menyedihkan. Dan keluarganya terkesan mendesaknya untuk bercerita pengalamannya di hari pertama sekolah.

August Pullman, Charlotte dan Jack

Di lain sisi, Via ternyata juga mengalami sebuah permasalahan serupa. Dimana, di hari pertama sekolahnya dia harus kehilangan sahabat kecilnya, Miranda. Karena Miranda lebih memilih bergaul dengan teman barunya yang terlihat high class. Namun, tak ada seorangpun yang mengetahui hari berat yang dialami Via di hari pertamanya sekolah. Dan disinilah konflik dimulai.

Film Wonder, yang kisahnya diangkat dari sebuah buku fiksi berjudul sama, 'Wonder', karya R.J. Palacio memang menghadirkan pemandangan khas permasalahan remaja di Amerika. Dimana setiap anak akan memiliki perasaan yang sama di hari pertama sekolahnya. Perasaan was-was memiliki hari yang buruk yang bisa saja menimpa siapa pun, orang biasa ataupun tak biasa seperti Auggie.


Saya, ketika menonton film ini, benar-benar hanyut dalam perasaan dan tebakan pikiran. Seolah digiring kembali memasuki dunia remaja, yang sedang mencari jati diri dan berlomba untuk sebuah eksistensi dan pengakuan. 

Ada 4 sudut pandang tokoh dalam cerita Wonder ini. Pertama, Auggie sebagai tokoh utamanya yang memiliki konflik karena kelainan yang dia derita. Kedua, Via kakaknya Auggie, yang memiliki konflik krisis perhatian dari orang tua. Ketiga, Jack teman baru Auggie di sekolah, si anak kurang mampu yang harus menjaga nama baiknya demi keberlangsungan beasiswanya. Dan terakhir Miranda, sahabat baik Via sejak kecil yang orang tuanya bercerai dan ayahnya nikah lagi.

Menghadirkan 4 sudut pandang dalam satu cerita membuat cerita Wonder ini syarat makna. Tak menghilangkan sedikitpun rasa penasaran ketika masing-masing tokoh bercerita dari sudut pandang mereka. Seolah cerita terkonfirmasi kebenarannya, tapi ternyata tetap saja, kita tidak bisa menebak alur dan endingnya (mungkin karena saya emang ga ahli nebak alur cerita kali yak πŸ˜…).
Menurut saya, sang sutradara berhasil menghidupkan goresan tulisan Palicio menjadi bernyawa. Dimana inti cerita sangat tergambarkan sempurna lengkap dengan esensi cerita yang ingin disampaikan Palacio di dalam bukunya. Meski tak semua bagian di film kan, tetap tidak mengurangi esensi cerita. Ada beberapa tokoh yang tidak ditayangkan, tapi lagi-lagi tidak mengurangi keindahan alur ceritanya yang khas drama keluarga.


Ada 7 pelajaran yang saya petik dari film 'Wonder' ini yang akan saya coba bagikan. Poin-poin ini murni opini saya yang saya tangkap tentang value yang coba disampaikan si penulis. 

1. Setiap manusia pasti memiliki masalah, tak peduli sebesar apapun masalah kita, tetap saja orang lain pun akan merasakan hal yang sama, yaitu "saya memiliki masalah besar/berat" πŸ‘‰ pelajaran dari konflik Auggie dan Via

2. Kehidupan ini tidak melulu hanya soalan kita. Karena kehidupan itu adalah rangkaian cerita antara kita dan orang lain di sekitar kita. Yang akan membentuk sebuah cerita suka, duka, bahagia ataupun lara. Itulah hal yang harus kita sadari. Dan tanpa itu semua, hidup kita tidak akan bermakna πŸ‘‰ pelajaran dari konflik Auggie di hari Halloween.

3. Mengalah sejenak untuk kemudian melihat lebih dekat kehidupan orang lain dan kemudian memetik hikmah terhadapnya seringkali membantu kita lebih bijaksana dalam menghadapi permasalahan kita πŸ‘‰ pelajaran dari konflik batin Miranda.

4. Menjalani hidup bersama nilai-nilai positif tanpa sebuah rasa pamrih akan membuahkan hasil yang melegakan ketimbang hidup bersama gaya hidup yang penuh kepamrihan sebut saja demi sebuah eksistensi πŸ‘‰ pelajaran dari konfliknya Miranda pasca summer camp.

5. Kekuatan sugesti bisa sangat membantu kita dalam mengatasi krisis kepercayaan diri dengan tetap terus membuktikan kelebihan diri kita dengan cara yang lebih elegan πŸ‘‰ pelajaran dari konflik Auggie di hari pertama sekolah

6. Rasa sayang itu tak melulu berupa perhatian dan rasa iba. Terkadang butuh sentakan keras untuk 'menampar' orang yang kita sayangi agar mau melihat lebih luas tak sebatas dirinya dan hidupnya semata πŸ‘‰ pelajaran dari konflik Via yang mendapatkan perhatian minim dari orang tuanya pasca kelahiran Auggie. 

7. Menjadi terasing itu tak selamanya buruk, karena tak selamanya memiliki banyak teman pun akan baik untuk hidup kita. Jadi nikmati saja takdir yang tengah membersamai kita hingga akhirnya orang lain menyadari kekeliruannya menjauhi kita πŸ‘‰ pelajaran dari konflik Auggie dengan wajahnya yang tak sempurna dan konflik Via yang dijauhi sahabatnya Miranda.

Itulah sedikit ulasan tentang film Wonder beserta 7 pelajaran yang terdapat di dalamnya. Semoga bermanfaat dan 7 pelajaran yang saya petik ini membantu kita merubah mindset dalam menghadapi hidup dengan segenap persoalannya. 

Columbus, 6 Maret 2018


Serba Serbi Mendaftar Kindergarten Di Columbus, USA

Selasa, 06 Maret 2018

Beberapa minggu kebelakang, saya dan suami disibukkan dengan persiapan pendaftaran sekolah anak-anak ke kindergarten. Setelah dua tahun mengenyam pendidikan di Headstart - Early Learning Childhood Center (ECLC) setingkat PAUD, akhirnya anak-anak mulai memasuki level kindergarten, setingkat Taman Kanak-kanak di Indonesia. Aaaaaaaaaa mereka sudah besar #inhaleexhaledulu

Berhubung ini merupakan pengalaman pertama saya dan suami menyekolahkan anak-anak dengan sebuah tes, sehingga saya merasa terpanggil untuk menuliskannya πŸ˜†.

pengalaman mendaftarkan anak sekolah TK di amerika
Tampak depan enrollment center

Pada dasarnya, tes yang dilakukan untuk memasuki level kindergarten bukanlah penentu diterima atau ditolaknya anak. Tes dilakukan untuk mengetahui readiness level atau tingkat kesiapan anak-anak memasuki babak baru pendidikan mereka. Termasuk di dalamnya kesiapan dalam berkomunikasi, dalam hal ini kemampuan bahasa. Tapi, meskipun tidak menentukan diterima atau ditolaknya anak-anak, tetep saja saya keder duluan πŸ˜…. Hmmm

front office of enrollment center columbus city school
front office enrollment center

Amerika, sebagai negara dengan angka kedatangan imigran cukup besar menyadari bahwa bahasa Inggris bukanlah satu-satunya bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi. Sehingga, dalam persiapan belajar anak, pemerintah menyediakan fasilitas berupa ESL (English as a second language) class. Nah untuk mengetahui siapa saja anak yang membutuhkan ESL class ini, maka salah satu caranya dengan tes masuk kindergarten ini.

kaya barak rumah sakit ya πŸ˜…
www.merisaputri.com
diruangan verifikasi data
 ada pojokan kids friendly

Sejujurnya, saya dan suami tidak terlalu menyadari bahwa tes yang dilakukan cukup serius. Mengingat kami beberapa kali berurusan dengan sekolah anak-anak, dan mendapati proses yang dilakukan dalam memverifikasi seorang anak untuk bersekolah sangatlah sederhana. Yaitu hanya dengan memenuhi syarat administratif berupa rekam medis dan surat keterangan lahir. Mungkin karena kami hanya mendaftar Headstart kali ya. Barangkali akan beda cerita jika anak-anak masuknya ke Pre-school.

Menuju ruangan tes ZaZi

nomor ruangan tes mereka πŸ˜…

Nah, dua hari lalu, tepatnya hari Kamis, 1 Maret kemaren, kami mendatangi kantor enrollment center (pusat pendaftaran) sekolah kota Columbus, (Columbus City School) negara bagian OHIO, Amerika Serikat. Jadi ditulisan ini, saya hanya berbagi pengalaman mendaftar Kindergarten sesuai pengalaman saya di kota Columbus saja ya.

Syarat Masuk TK di Amerika
Persyaratan masuk Kindergarten di Amerika memang ga susah. Selagi anak berada diusia yang tepat, yaitu usia 5 tahun, maka anak sudah bisa didaftarkan Kindergarten. Selebihnya hanya melengkapi syarat administrasi saja.

Setelah melakukan pendaftaran online dan melengkapi data-data berupa form pendaftaran, rekam medis (riwayat kesehatan dan imunisasi), data keterangan domisili dan surat keterangan lahir, kami pun membuat jadwal appointment yang jatuh pada hari Kamis, 1 Maret 2018. Setelah verifikasi selesai dilakukan di sebuah ruangan yang lebih mirip barak rumah sakit iniπŸ˜…, kami pun menunggu tahapan selanjutnya, Readiness Test for Kindergarten.

Apa saja yang di Tes?
Tesnya sederhana, dan sudah sering diujikan oleh guru anak-anak di Headstart. Yaitu tes:
1. Alphabet
2. Numeric
3. Shapes
4. Parts of body
5. Things around us
6. Retell a story

Dalam enam jenis tes inilah kemampuan berbahasa anak dilihat. Sudah seberapa pahamkah anak-anak dengan instruksi dan pertanyaan yang diajukan oleh pengujinya. Dan tentunya akan terlihat dari respon yang diberikan anak-anak, baik berupa ketepatan dalam menjawab pertanyaan ataupun kemampuan dalam merespon.

www.merisaputri.com
Candid yang gagal πŸ˜…
ZaZi mau tes dan saya harus enyah πŸ˜†

Apakah anak-anak didampingi orang tua selama tes dilakukan? Tentu saja tidak. Orang tua diminta menunggu diruang tunggu. Meskipun tes dilakukan hanya sekitar 15 menit saja, tetap saja, saya merasa kaget mengetahui peraturan ini. Pasalnya, saya dan suami tidak menyangka tes akan langsung dilakukan dihari kami mendaftar.

Alhamdulillah, setelah dikomunikasikan ke anak-anak, mereka mengerti dan terlihat happy ketika memasuki ruangan tes. Untungnya mereka berada diruangan yang sama hihihi ... masih ada untungnya ya πŸ˜„.

Pemilihan Sekolah
Perihal pemilihan sekolah, kita selaku orang tua dipersilahkan memilih sekolah yang kita inginkan. Namun, tetap saja keputusan apakah pihak dinas menyetujui atau tidak, bergantung pada hasil tes dan juga kuota di sekolah tersebut. Jadi, prioritas utama mereka tetap calon siswa yang berdomisili di wilayah yang sama dengan sekolah. Mirip ya dengan sistem rayon di Indonesia 😊.

Apakah ada sekolah Islam?
Di Amerika, sama seperti halnya di Indonesia terdiri dari dua jenis sekolah, private school (sekolah swasta) dan public school (sekolah negeri). Nah untuk sekolah Islam masuknya private school. Yang artinya biaya pendidikan ditanggung langsung oleh orang tua murid. Sedangkan public school, segala macam biaya dibebaskan alias gratis.

Di kota Columbus, kami memiliki satu Islamic school, namanya Sunrise Islamic School. Untuk kindergarten, biaya bulanannya sebesar $400/anak. Artinya, untuk anak-anak saya akan dibutuhkan biaya perbulan sebesar $800 hehehe ...

Bismillah aja ya ... Kita cus ke sekolah negeri aja 😊

Pengumuman Hasil Tes
Untuk pengumuman hasil, langsung disampaikan on the spot kepada orang tua. Penguji akan menyampaikan bagaimana anak kita dalam melewati tes yang diberikan. Dimana kelebihan mereka, dan apa kekurangan mereka. Skor diberikan dalam skala 1-5. Anak-anak alhamdulillah memperoleh skor 1 untuk Zaid, dan 2 untuk Ziad. Skor yang cukup baik untuk ukuran anak speech delay dan as a foreign learner 😁

Speech Screening
Mengingat anak-anak memiliki perkembangan bahasa yang unik. Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk melakukan speech screening untuk mereka. Sifatnya hanya ingin memastikan apakah anak-anak memiliki gangguan yang menyebabkan bahasa mereka berkembang agak lama. Sekaligus ingin mengetahui pendapat ahli langsung tentang perkembangan bahasa anak-anak. Mumpung gratis hehehe

www.merisaputri.com
Dapet gratisan alhamdulillah
Buku yang dibaca pas di ruang verifikasi

Jadilah sebelum mendaftar ke pusat pendaftaran sekolah, anak-anak terlebih dahulu melewati screening berbahasa. Dan alhamdulillah hasilnya tidak ada indikasi gangguan pendengaran, difungsi organ mulut ataupun ciri-ciri disablitas lainnya. Anak-anak hanya butuh waktu dan lingkungan baik untuk encourage kemampuan bahasa mereka.

Biaya Sekolah
Seperti yang sudah disinggung di atas, perihal biaya pendidikan, mulai dari preschool hingga high school, asalkan sekolah negeri pemerintah Amerika menyediakan fasilitas sekolah yang tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis

Meskipun gratis, sarana dan prasarananya sangat lebih dari cukup menurut saya. Bahkan setingkat sekolah swasta di Indonesia kualitasnya hehehe. Jadi, semua proses yang berhubungan dengan pendidikan ini kami tidak mengeluarkan dana sepeserpun kecuali bensin dan tinta printer untuk mengeprint πŸ˜†

Demikianlah sedikit serba serbi mendaftar sekolah di kota Columbus, negara bagian OHIO, Amerika serikat. Karena setiap negara bagian memiliki kebijakan yang berbeda, jadi saya spesifikasi tulisan ini berdasarkan kota tempat kami tinggal.

Columbus, 2 Maret 2018


Menjadi Orang Lempeng Itu Perlu

Kamis, 01 Maret 2018
Dari jaman dahulu kala, udah jadi rahasia bersama kalo manusia itu anekaragam isinya. Hal aneka ragam yang paling bikin pusing itu, anekaragam pikiran dan perasaannya. Sampe-sampe ilmuwan turut andil dalam mendefinisikan manusia.

Saya, sebagai bagian dari manusia, termasuk dalam ragam sensitif dan penuh drama. Tapi disisi lain saya juga kurang peka, ceplas-ceplos dan terlalu polos apa adanya.

Seperti siang dan malam, hitam dan putih dan dua sisi lain dari setiap benda dan sifat di dunia ini, ragam yang saya punya berefek baik dan buruk untuk diri saya. Baiknya, saya jadi bisa menghayati hidup seperti halnya drama-drama dalam sinetron India. Buruknya, saya tumbuh bersama airmata dalam jumlah yang berlebihan.

Sampai suatu ketika, saya merenung. Menjadi manusia lempeng itu perlu juga. Lempeng dalam menghadapi respon sosial atau problema pribadi. Sehingga, ketika diputus pacar tak perlu ada air mata atau drama ceramah agama untuknya. Sehingga, tak perlu ada rasa kecewa ketika dituduh durhaka.

Hidup lempeng bukan berarti hidup tanpa makna dan tak mau menyerap makna. Tapi hidup lempeng adalah hidup dengan makna yang hakiki berasal dari Sang Kuasa. Bukan dari tetangga ataupun mertua.

Jika sudah demikian, bisalah kita hidup di atas kaki sendiri karena nanti pun akhirnya kita mati dengan ucapan akhir dari diri sendiri. Jika kita hidup dari ucapan tetangga ataupun saran mertua, maka dimana letak dan posisi nasehat Sang Kuasa dalam kitab suci pemberianNya?

Begitulah. Hidup sederhana kita yang bikin rumit. Hidup penuh makna, kita yang mempropagandanya.

Mari hidup lempeng! Peeeeeeng!

nb: jika ada yang nyasar baca dua tulisan saya berturut-turut di waktu yang berdekatan, maka sungguh. Kamu adalah orang yang beruntung. Paling tidak kamu beruntung karena menjadi bagian kecil yang membaca tulisan ini. Karena sungguh tulisan ini tidak akan di promosikan karena ini bagian dari aktualisasi diri yang liar ini πŸ˜…

Jika ingin anak menjadi ...

Saya sering bertengkar dengan mama. Entah adu argumen, entah sinis-sinisan atau apalah. Saya bingung menjelaskannya. Entah kata 'berantem', 'bertengkar', 'berselisih pendapat' atau kata apa yang tepat untuk mengungkapkan apa yang terjadi antara saya dan mama.

Sampai akhirnya saya berkeinginan untuk tidak mau seperti mama. Tidak semuanya sih. Kalau cantik dan awet mudanya saya mau seperti mama πŸ˜‰. Tapi untuk hal lain yang sering membuat atau memancing pemberontakan diri saya, saya bertekad untuk tidak seperti mama.

Seperti yang terjadi di suatu ketika itu. Saya dimarahin mama papa. Eh ini bukan lagunya trio kwek kwek ya ... Ini beneran. Saya lupa tepatnya kenapa saya dimarahin. Tapi biasanya karena saya suka berantem dengan kakak kedua saya. Ya, kami memang seperti wow wow dan meong. Benci tapi cinta.

Ketika kami dimarahi, kami yang tadinya berantem mendadak akrab. Hingga kami bersepakat, bahwa kami tidak mau seperti mama papa. Kami bersepakat, kelak ketika punya anak, kami tidak akan memarahi anak-anak kami meski mereka berantem.

Dan sekarang kami sudah menjadi orang tua. Dengan anak masing-masing dua. Bagaimana? Jadi tidak seperti mama papanya? Saya tidak tau dengan kakak kedua saya. Tapi saya pribadi, berhasil menjadi mama papa 100% πŸ˜†.

Ya! Saya menjadi ibu yang pemarah. Sampai anak-anak bilang saya monster. Tapi ketika saya dandan, pake lipstik, bedak dan kerudung, mereka bilang saya cantik 😎. Tak mengapa jadi monster, berarti monster cantik.

Dari kejadian inilah saya berkesimpulan, dan pemikiran ini muncul hasil pancingan seorang teman yang memang agak aneh orangnya, bahwa jika ingin anak tidak memiliki apa yang buruk dari kita. Maka bercita-citalah agar anak itu seperti kita. Kenapa? Karena jika kita bercita-cita anak tidak seperti kita, bisa-bisa jadi seperti kita. Seperti saya, yang tidak ingin seperti mama papa. Tapi malah jadi seperti mama papa.

Pusing?

Kalo gitu jadi diri sendiri aja. Anaknya juga jadi diri sendiri aja.

Selesai

Kalo tulisan ini dinilai aneh. Berarti yang aneh teman saya. Bukan saya. Saya cuma menuliskannya saja.

5 Prinsip Agar Tak Membebek

Selasa, 27 Februari 2018
Pernah merasa useless ga? Minder atau rendah diri dan sejenisnya? Tampaknya setiap manusia pernah ya merasakan hal itu. Terlebih setelah melihat orang lain jauh lebih baik dan lebih bisa dari kita (dalam pandangan kita).


Rasa tak selamanya mengikuti indahnya rupa. Apa yang dilihat tak selamanya benar seperti apa yang muncul dalam fikiran kita. Begitu lebih kurang pelajaran yang saya dapatkan hari ini. Pelajaran dari cake yang selesai difoto dan diposting kemaren πŸ˜….

Cake ini bukan cake pertama saya. Cake dengan resep yang sama sudah pernah saya buat tiga kali sebelumnya. Jadi saya sudah mengeksekusi resep cake ini sebanyak 4 kali. Dalam 4 kali eksekusi, 2 kali gagal dan 2 kali berhasil. Namun, baik gagal ataupun berhasil, rasa cake ini tetaplah sama. Cake coklat yang tidak terlalu manis yang ketika dimakan seret di kerongkongan dan eneg ga bikin ketagihan. Tapi bikin lapar mata dan lapar hidung.

Memang cake ini mengeluarkan wangi cake yang menggugah selera. Ditambah setelah cake ini memiliki kesempurnaan bentuk (tidak lagi gagal/bantat), semakin menambah pesona si cake ini. Soal rasa? Sama saja ... tak ada bedanya πŸ˜…

Refleksi diri yang saya dapat dari cake ini justru setelah cake ini diposting di Instagram pribadi saya. Tentunya setelah dihias dan diatur sedemikian rupa (tentunya semampu saya πŸ˜…) sehingga menghasilkan foto yang menggugah selera (I wish πŸ˜…). Benar saja, beberapa orang teman dan kerabat melayangkan komennya tentang si cake yang rupanya memesona ini.

chocolate cake
menggugah selera ga sih?
ga? Ya sudahlah πŸ˜‚

Apa yang dipandang mata tak selamanya mendefinisikan hal tepat ya. Banyak contohnya. Ya salah satunya foto cake ini. Mata memandang cake ini begitu memesona dan serasa enak dimakan dan menggugah selera. Kenyataannya? Setelah memakannya, cake ini memiliki citarasa yang mengecewakan.

Sering kan kita lapar mata seperti ini?

Dari cake ini, saya jadi refleksi diri lagi setelah sebelumnya refleksi juga di tulisan yang berjudul Berkat Rahmat. Ya anggap saja minggu ini minggu perenungan buat saya biar selalu eling. Tak jarang, kita jadi lapar mata setelah melihat hal-hal yang kayanya kok ya enak ... kok ya asik ... kok ya keren dan lain sebagainya.

Dulu zaman kecil, saya suka lapar mata melihat es krim walls varian selain Paddle Pop. Tau kan alasannya? Karena mama hanya izin beli Paddle Pop (belakang baru saya tau karena harganya paling murah πŸ˜‚. Dulu saya taunya karena yang lain ga sehatπŸ˜…).

Beranjak remaja, setelah menyicipi Walls varian Feast, mulai ngiler liat Conello dan Magnum. Sampai akhirnya setelah  mandiri sebagai mahasiswalah akhirnya semua varian walls saya khatami πŸ˜‚. Dasar memang teknik marketing #nyalahkeunbatur πŸ˜‚

Lapar mata! Padahal es krim ya rasanya itu-itu saja. Manis kan? Tapi karena diliatnya menggugah selera, membuat kita penasaran untuk menyicipinya. Alhamdulillah saja rasanya memang memanjakan lidah tak seperti kasus cake buatan saya πŸ˜† #curhat

Beranjak ke zaman now. Hal-hal yang membuat lapar mata sangatlah banyak dan beredar dimana-mana. Terlebih setelah media sosial menjadi sarana baru dalam kehidupan sosial. Jika dahulu lapar mata melihat kemapanan orang hanya akan kita rasakan di lingkungan tempat tinggal saja, sekarang kita bisa lapar mata melihat kemapanan yang disajikan di seluruh akun-akun selebgram penduduk dunia (bisa jadi salah satunya kenalan kita).

Masalah bertambah, ketika tak hanya selebgram yang bikin kita lapar mata. Tapi orang-orang yang kita kenal yang tinggal berbeda daerah dari kita, sebut saja teman sekolah atau kuliah dulu, juga membuat kita lapar mata.

Lapar mata melihat 'kesuksesan' mereka ... melihat keahlian mereka ... dan melihat kebahagiaan mereka. Sehingga seringnya kita eh saya denk lupa untuk menyadari bahwa yang dihadirkan di media sosial pastinya apa yang baik-baik saja dari hidup mereka. Tapi sayang, seringkali melihat sesuatu hal yang bagus membuat kita lupa ada rasa yang tak bisa kita kecap dari apa yang kita lihat itu. Ujung-ujungnya kita membebek.

Sebut saja rasa berkesusahan yang teramat oleh seorang youtuber misalnya. Dimana mereka harus begadang demi mengedit sebuah video. Dimana mereka harus rela menjadikan aktivitas keseharian mereka direkam yang notabenenya membuat keseharian mereka  harus selalu membersamai kamera. Terlihat mudah dan menyenangkan memang, tapi ternyata tak seperti itu rasa yang sesungguhnya.

Ga percaya? Tanya aja para youtuber kesayangan kamu πŸ˜‰

Jadi, saya memang sempat pengen membebek jadi youtuber. Maklum, emak-emak cari kesibukan. Tapi setelah mengetahui kenyataannya, terlebih kenyataan bahwa saya tidak kompeten dalam video content dan editing plus masih belum mampu mengatur waktu sebagai vlogger dan mom and blogger, jadi saya mengurungkan niat dan keinginan saya ini πŸ˜† untuk sementara waktu. Hehehe

Berhubung tak selamanya apa yang baik terlihat oleh kita itu harus kita ikuti. Sehingga, saya coba cari 5 prinsip yang harus kita pegang agar tak terjebak pada tipuan mata yang mengarahkan nafsu untuk memperturutkannya sehingga kita membebek tanpa arah alias jadi bebek congek. Apa saja?

1. Pahami benar-benar dengan menggali informasi sebanyak mungkin.
Sejak gadget sudah menjadi tool sejuta umat, rasa-rasanya mudah bagi kita untuk mencari sebuah informasi tentang apa yang kita tertarik-i. Tak  ada lagi istilah 'terjun bebas'. Sehingga kita bisa meminimalisir kekecewaan yang berujung jadi masalah gara-gara kita gegabah ngambil keputusan. Banyak lho selebgram-selebgraman yang maksa jadi selebgram. Seperti halnya 'Brodie' kliennya JOUSKA πŸ˜†

2. Kenali diri sendiri.
Ada orang yang ketika dia berdagang, laris dagangannya. Lalu ketika kita mencoba melakukan apa yang dia lakukan, tak seperti itu adanya. Begitulah manusia... ada ranahnya masing-masing. Jadi, pelajarilah diri sendiri sehinggapun ketika kita mencari sosok inspirasi untuk diikuti, carilah sosok yang mirip secara karakternya dengan kita. Selain itu pahami kemampuan diri kita. Jika tidak mampu, ya jangan dipaksakan. Berproses saja.

3. Hindari Menjiplak. Lakukan modifikasi.
Setiap manusia itu dilahirkan dengan keunikannya masing-masing. Sehingga tidak ada manusia yang 100% plek sama. Pasti ada perbedaannya yang menjadi keunikan masing-masing. Jadi modifikasilah apa yang telah dilakukan tokoh panutan kita. Modifikasi disini juga bisa kita lakukan untuk menyesuaikan dengan kemampuan kita tadi.

4. Miliki tujuan dan visi misi hidup
Zaman sekarang kalo hidup tanpa tujuan ya susah (jaman dulu juga seh ... πŸ˜…). Ibarat kereta tanpa destinasi. Cape donk ya ...ntar kehabisan bahan bakar. Jadi, sebelum terjebak pada lapar mata pengen membebek apa yang orang lakuin, icipin atau praktekin, pastiin kita tau bahwa hal tersebut menunjang tujuan hidup dan visi misi kita.

5. Kembali ke niat
Udah berasa ceramah agama ya. Tapi poin terakhir ini 'it's the must!' #eaaaaa. Ngaruh banget niat ke semua yang kita lakuin. Kalo niatnya cuma buat ikut-ikutan, atau biar kekinian, biar eksis dan lain-lain. Siap-siap aja bakal berhenti total ngelakuin apa yang tadinya kita ikutin. Tapi kalo niatnya bener, meskipun kecewa, tetep aja lanjut. Ya seperti cake saya. Karena udah tau bakal ga enak, karena anak-anak yang minta, meski cake nya ga enak, tetep aja dimakan ... ga dibuang #curhatπŸ˜‚. Jadi bukan ikut-ikutan biar bisa aetor food photography misalnya. Itu mah nilai tambah aja πŸ˜‰

Setelah menerapkan 5 prinsip ini, mudah-mudahan kita ga jadi bebek congek ya. Apa bebek congek? Bebek yang cuma mengekor tanpa tahu arah jalan pulang 🎀🎀🎀🎀 #ehkomalahnyanyi.

Orang heboh instagraman kita ikut juga instagraman. Orang-orang rame ke tempat instgrammable, kita juga ikut. Orang-orang posting  di luar negri, eh kita juga pengen. Orang-orang hamil eh kita juga pengen (#inicurhat). 😯

atau ...

kok kayanya enak ya jadi si Anu ...
kayanya keren jadi si Inu ...
kayanya bahagia jadi si Ono ...

Cape! Dijamin bakal cape! πŸ˜‘

Jadi plis, postingan saya tentang skincare jangan sampe bikin kamu mupeng yaaaaaa ... pliiiiiiis πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™. Kalo cake coklat pasti udah ga mupeng lagi karena saya bilang rasanya ga enak kan 😁

Columbus, 27 Februari 2018

Berencana Hamil Kedua? Barangkali Ini Yang Akan Kamu Rasakan

Kehamilan itu kaya mengandung zat adiktif yang bikin ketagihan. Bikin ibu-ibu terkesan jadi tobat sambel πŸ˜…

Yang sudah melewati fase kehamilan anak pertama ... kedua ... dan seterusnya, mana suaranya? Bener ga sih hamil dan punya baby itu bikin ketagihan? πŸ˜†


Semua manusia pada dasarnya sangat menyukai rumah yang ramai dengan anak-anak ya. Meski ga bisa bohong juga kalo sumber kepanikan dan kesutresan juga berasal dari anak-anak ini πŸ˜‚. Tapi beda lah ya panik dan stres gegara anak sama panik dan stres gegara kerjaan. hehehe

Sehingga, wajar saja keluarga muda yang baru saja dikaruniai anak pertama tak lantas berhenti 'produksi' begitu saja. Banyak yang langsung 'tancap gas' tanpa penghalang untuk anak kedua bahkan ketiga. Motivasinya macam-macam. Ada yang biar sekalian capenya katanya, ada lagi karena memang pengen punya anak rapet biar kaya anak kembar. Atau memang tidak dengan alasan apa-apa selain menjalani hidup yang ditakdirkanNya 😊

Saya termasuk orang tua yang lumayan lama muncul keinginan untuk hamil laginya πŸ˜…. Entah ini ada kaitannya dengan kehamilan pertama kembar entah ga, tapi kayanya ada sih πŸ€”. Yang pasti, disaat teman-teman seangkatan sudah hamil anak kedua atau ketiga, saya masih santai tanpa 'terpengaruh' sedikitpun untuk kemudian 'ikut-ikutan' hamil juga. (hamil tu udah macam perlombaan ya kalo dibahasain kaya gini πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚)

Dan sekarang? Yes! Saya udah rindu buat punya baby (lagi). Di saat anak-anak sudah berumur empat tahun tujuh bulan. Hmmm

Namun ternyata, merencanakan kehamilan kedua anak ketiga (belibet yakπŸ˜‚) ga segampang yang saya pikirkan. Memiliki pengalaman tak terduga di kehamilan pertama dimana kehamilan tanpa direncanakan, membuat saya memiliki berbagai macam perasaan yang tak pernah saya rasakan ketika menanti kehamilan pertama.

Barangkali, perasaan yang saya rasakan ini juga teman-teman rasakan (lagi nyari temen ceritanyaπŸ˜†), lanjut baca yaks πŸ€—

Deg-deg-an
Jujur, ketika jadi penganten baru saya dan suami memang tidak memiliki targetan kapan mau punya anak. Boro-boro mikirin itu, otak kami terkuras mikirin kuliah saya yang diujung tanduk karena masalah duit maklum, dari dana pribadi. Belum lagi menghadapi kegalauan sama nasib yang bakal LDR antar benua. πŸ˜₯

Alhasil, kita ga ngerasain deg-deg-an nungguin hasil testpack. Lha wong awal Desember nikah akhir Desember udah ada gejala hamil. Januari testpack positif kita malah shock (astaghfirullah ... bukan bermaksud ga bersyukur ya ... ini lain cerita lagi). Ga nyangka kalo hamil bisa secepat itu (hapunten buat temen-temen yang lagi menunggu buah hati ... semoga diberikan kemudahan oleh Allah ta'ala .. jika ada kata-kata saya yang kurang berkenan, saya benar-benar bermaksud menyampaikan dari sudut pandang manusia yang selalu diberi apa yang dia butuhkan bukan inginkan itu lho. Jadi bukan bermaksud apa-apa ya ... πŸ™πŸ™πŸ™)

Sedangkan, untuk hamil kedua ini, kondisi sangat berbeda. Kehamilan yang direncanakan tentunya ada pengharapan untuk jadi ya. Dari awal KB dilepas, artinya dari situlah harapan dimulai. Deg-deg-an layaknya wanita yang menanti kehamilan pertama pun saya rasakan. Dan baru saya rasakan. Dan ini membuat saya sangat berempati ke temen-temen yang bersabar sampe bertahun-tahun menanti kehamilan anak pertamanya ... salam takzim buat kalian semua ... semoga kesabaran kalian membuahkan hasil dan diridhoiNya. Aamiin.

H2C
Alias harap-harap cemas. Saya belum hamil kedua belum πŸ˜‚. Tapi memang ada rasa harap-harap cemas yang bergumul dihati ini.

Ceritanya, ketika lepas IUD, nurse nya bilang kalo saya masih ada kemungkinan hamil di bulan itu juga. Karena saya lepas IUD di hari puncak vertilisasi. Saya ga tau masa subur saya kapan, ga pernah ngitung soalnya. Dan pernyataan si nurse ini tentunya bikin saya harap-harap cemas kan.

Antara seneng kalo emang langsung hamil sama khawatir juga. Karena saya lepas IUD pengennya ada jeda dulu dari lepas IUD ke hamil lagi. Jadi biar lebih terencana begitu. Kalo langsung hamil lagi, di otak saya langsung balik ke pengalaman hamil pertama. Saya merasa ga diberi kesempatan untuk preparasi gitu lho πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘

Dan alhamdulillah ... atas izin Allah saya belum hamil ... dan masih diberi kesempatan untuk meluruskan niat sembari bermuhasabah diri 😣πŸ˜₯ #ehm

How how and how
Nah ini perasaan yang kayanya sedikit banyaknya bertengger di kepala ibu-ibu yang hamil atau promil kedua deh.

Gimana kakaknya nanti setelah adeknya lahir ya ...
Gimana sikap saya kalo nanti si kakak isengin adeknya ya ...
Gimana sikap si kakak ke adeknya ya ...
Gimana aktivitas saya pasca melahirkan ...
Gimana ...
Gimana yang lain πŸ˜…

Yang intinya ada kekhawatiran akan sibling rivalry dan kawan-kawannya. Dan juga kekhawatiran akan kesiapan kita sebagai seorang ibu dan ayah dalam mendidik anak yang jumlahnya makin bertambah πŸ˜…. New personal means new life πŸ˜„

Are we ready?
Perjalanan kami ke Chicago minggu lalu membuat saya kembali mempertanyakan kesiapan saya dan suami untuk menghadapi kehidupan baru (lagi). Ya! Bagi saya berencana hamil anak berikutnya artinya berencana memulai kehidupan baru dengan rutinitas baru dan anggota baru tentunya. Are we ready?

Dengan pagi yang mungkin akan diwarnai morning sickness. Atau dengan kelemahan yang bertambah yang bisa jadi mempengaruhi kelancaran urusan domestik. Siapkah?

Tak hanya kita, siapkah anak-anak untuk menerima anggota baru di keluarga yang sudah empat tahun lebih bersama hanya berempat? Siapkah mereka untuk jadi berlima atau mungkin berenam 😱? πŸ˜‚

Dan Akhirnya
Saya coba kembalikan semuanya kepada sang Pengatur dan Pemilik.

Berharap semoga saya diberikan kemampuan dan disanggupkan ...

Berharap semoga saya diberikan kekuatan dan dikuatkan ...

Meski belum lah hamil, anak-anak mulai menunjukkan tingkah baru sebagai attention seeker. Tapi mungkin karena memang saya yang belum lihai memberikan perhatian kepada mereka ... #husnudzonceritanya

Segitu aja share perasaan kali ini ... lain kali saya akan share pengalaman in sya Allah ... #aseek πŸ˜†


Berkat Rahmat

Ini kisah bukanlah kisah yang berkisah tentang si Rahmat sembarang rahmat. Ini kisah yang berkisah tentang perkenalan dengan Rahmat di sebuah tempat, sebut saja di sebuah dunia tak beralamat. Yang mendapati banyak orang terlibat.


Kisah pertama, tentang seorang kakek tua renta penjaja pisang ambon yang sering berjualan di sekitaran salah satu kampus negri di kota Bandung. Membopong pisang bersikat-sikat banyaknya, jika pagi barangkali lebih dari 20 sikat pisang yang dia bopong. Kuat, sangat kuat dan terlihat mustahil. Namun kenyataannya, kakek ini mampu menjajakan jualannya berkeliling daerah yang berundak.

Kisah lain tentang seorang ibu muda single fighter yang mewakafkan dirinya untuk Al-Quran. Pasca menjalani kehidupan rumah tangga yang tak semulus orang-orang rasa, dia memutuskan mendekat pada kelompok pecinta Al-Quran. Mempelajarinya, menghafalkan dan kemudian mengamalkannya sehingga ia dinobatkan sebagai hafidzah mumtaz.

Kisah selanjutnya tentang seorang pengusaha wanita sebut saja ibu Mawar. Dengan kekayaan berlimpah ibu Mawar bisa saja memilih segala kenikmatan apapun untuk hidupnya. Semisal memilih pakaian berlapis emas atau perhiasan bermahkotakan berlian. Tapi tidak dengan ibu Mawar. Kekayaannya 80% diberikan untuk kepentingan sosial tanpa seorangpun yang tau. Namun, Hartanya terus mengalir seperti tak ada habisnya.

Masih berkisah. Kali ini tentang seorang wanita mantan tuna susila yang berpindah domisili sangat jauh dari daerah masa lalunya. Berubah 180° dan memulai hidup yang baru. Tak satupun yang mengetahui masa lalunya sehingga dia mampu menjalani keseharian barunya dengan lebih baik.

Lalu bagaimana dengan kisahnya Rahmat?

Empat kisah di atas merupakan kisahnya Rahmat. Dimana kakek penjual pisang diberikan kekuatan fisik sehingga ia mampu membopong dagangannya. Lalu ibu muda yang diberikan kemampuan menghafalkan, mempelajari dan mengamalkan Al-Quran sehingga diberi gelar hafidzah. Begitu juga dengan ibu Mawar yang diberikan kelimpahan rezeki sehingga dia bisa berderma. Dan wanita mantan tuna susila yang ditutupi aibnya sehingga ia bisa beribadah dengan tenang tanpa cacian dan hinaan manusia.

Itulah semua kisah Rahmat versi saya. Berkat Rahmat Allah lah semua itu bisa terjadi. Bukan berkat si kakek rajin menjaga kesehatan, atau berkat ibu muda yang hebat hafalannya, ibu Mawar karena kedermawanannya dan si wanita karena taubatannya. Bukan. Semua hanya jalan untuk memperoleh Rahmat itu. Sedangkan rahmat itu sendiri ada atas kasih sayang Allah kepada hambaNya ...

"Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu." (QS. Al-A'raf:156)

Jadi ...
Bukan karena kita kaya kita bisa berderma ...
Bukan karena kita bekerja keras sehingga kita bisa sukses ...
Bukan karena kita keturunan bangsawan hingga keluarga kita terpandang ...
Bukan karena kita cakep hingga kita jadi seleb ...
Bukan karena kita inspiratif hingga kita terkenal masif ...

Bukan karena ... tapi karena rahmatNya hingga kita bisa mendapatkan sekarang yang ada ... Dan berkat rahmatNya jua hingga saat ini kita masih diberi nyawa agar bisa menata taqwa menuju ridhoNya ...

Tulisan ini saya tulis sebagai refleksi diri yang terlalu sering lupa bahwa apa yang ada saat ini terjadi berkat rahmat dari Allah ta'ala bukan berkat usaha dan kemampuan pribadi. Tapi entah kenapa saya terlalu sering terlena dengan usaha yang dilakukan sehingga menutupi nurani untuk sekedar meraba kehadiran rahmat dari Allah Subhanahu Wata'ala.

Astaghfirullahal'adzim ... semoga dengan rahmat Allah jua kita diizinkan masuk ke jannahNya aamiin ...

Semoga bermanfaat 😊

Columbus, 26 Februari 2018