MOM BLOGGER

A Journal Of Life

Image Slider

Hyperthyroid dan Low Potasium Saat Hamil?

Selasa, 15 Mei 2018
Kehamilan merupakan momen bahagia yang ditunggu-tunggu pasangan suami istri, terutama pasangan yang baru saja menikah. Namun, siapa sangka momen bahagia ini menyimpan berjuta tantangan yang tidak pernah dibayangkan sama sekali oleh para calon ibu atau pun ayah. Yang terbersit hanyalah bahagia tatkala momen garis dua itu menghiasi hari-hari setelah masa penantian.

picture from pexels

Tantangan dalam kehamilan memang akan berbeda di setiap wanita hamil. Nyaris setiap wanita hamil memiliki kisah yang berbeda bahkan kehamilan anak pertama dengan anak berikutnya pun akan memiliki kisah tersendiri dengan tantangannya masing-masing.

Baca juga: Gimana Rasanya Hamil

Sebut saja saya, saya bukanlah Mawar πŸ˜…. Di kehamilan kedua ini, saya menderita Hyperthyroid dan Low Potasium yang mengharuskan saya mendapatkan tindakan medis secara intens selama tiga hari berturut-turut di rumah sakit dan masih dibawah kontrol dokter hingga saat ini.

Sebagai orang awam yang tidak memiliki pengetahuan sama sekali tentang 2 jenis diagnosa ini (saya kurang tau istilah yang tepat untuk menamai 2 hal ini. Penyakitkah?), saya tidak memiliki kekhawatiran apapun selain khawatir saya akan merepotkan suami dan anak-anak.

Sebelum rawat inap diputuskan, seminggu sebelumnya saya sudah sempat melewati pemeriksaan di Emergency Department (ED). Bukan karena saya kondisinya kritis, bukan. Saya ke Emergency Department karena memang satu-satunya cara untuk bisa bertemu dokter tanpa appointment ya dengan cara ini. Karena memang prosedur berobat ke dokter disini cukup berbeda jika dibandingkan di negara kita. Di Indonesia kita bisa dengan bebas datang memeriksakan diri ke dokter praktek, baik ke klinik 24 jam atau langsung ke rumah dokter yang buka praktek sendiri.

Saat kunjungan pertama ke ED ini, saya memang hanya menderita hyperemesis gravidarum yang menyebabkan tubuh saya mengalami dehidrasi ringan. Hanya 1 labu cairan infus saja yang saya butuhkan saat itu. Setelah diresepkan multivitamin kehamilan, saya pun diperbolehkan pulang.

Keesokan hari setelah dari ED ini, kondisi saya tidak mengalami perubahan yang berarti. Hyperemesis makin menjadi-jadi setiap harinya. Hingga 10 hari dari ED yang pertama, akhirnya suami saya memutuskan membawa saya kembali ke ED. Kenapa? Karena kondisi saya yang semakin hari semakin memburuk meskipun sudah memaksakan diri untuk makan dan minum dan sempat jatuh pingsan sekali dengan badan yang gemetaran.

Baca juga: Berencana Hamil Kedua?

Tadinya saya mau mencoba bertahan sekuat tenaga (berasa lirik lagu yaks πŸ˜…πŸ˜‚) menunggu appoitment dengan OB/GYN yang hanya tinggal 3 hari saja. Tapi memang tak bisa dibohongi, selain rasa haus yang luar biasa, tubuh saya memang terasa sangat lemah hanya sekedar untuk ke kamar mandi. Jadilah kami siang hari itu menuju ED untuk yang kedua kalinya.

Memilih memeriksakan diri ke ED artinya bersiap menunggu berjam-jam lamanya. Rangkaian pemeriksaan hanya sekitar 3 jam, sedangkan waktu menunggu dari satu ruang pemeriksaan ke ruang pemeriksaan lain bisa mencapai 5-7 jam. Tergantung jumlah pasien dan tenaga medis yang bertugas saat itu.

Nah, disinilah cerita bermula. Setelah menunggu 5 jam, barulah saya dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di emergency room. Saya pikir saya hanya akan diperiksa dengan stetoskop lalu ditanya-tanya gejala-gejala yang saya rasakan. Ternyata, pemeriksaan bukan sekedar menggunakan stetoskop saja. Namun lebih dari apa yang saya bayangkan.

Setelah mengganti atasan dengan atasan khusus pasien rumah sakit (saat ED yang pertama saya tidak diminta menggunakan pakaian pasien), nurse yang bertugas menempelkan lebih kurang 20 sticker di sekujur badan bagian atas saya, di perut, dada atas, bahu, dan dada kiri dibawah payudara. Disinilah saya merasa sepertinya ada yang salah dengan sistem tubuh saya. Masalahnya kok ya sebegini amat diperiksanya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Tapi segera saya tepis pemikiran itu. Saya beranggapan pihak rumah sakit hanya berlebihan saja.

Singkat cerita, saya mengalami Hyperthyroid dan kadar potasium yang sangat rendah plus hypersaliva. Penyebabnya?

HYPERTHYROID & HYPERSALIVA
Berdasarkan dari penjelasan dokter saat saya dirawat, produksi tiroid saya menunjukkan angka yang tidak normal, yaitu di atas angka yang seharusnya. Tadinya saya berfikir mungkin inilah yang menyebabkan saya hypersaliva (liur berlebih). Namun setelah konfirmasi ke dokter bukan inilah penyebabnya.

Hyperthyroid sendiri terjadi karena tubuh saya membaca hormon yang dihasilkan janin (hormon HCG) di dalam tubuh saya sebagai benda asing yang membahayakan. Sehingga autoimun bereaksi bekerja untuk 'melawan' benda asing ini, dalam hal ini kelenjer tiroid lah yang reaktif. Sehingga dia memproduksi hormon tiroid lebih banyak dari yang seharusnya.

Saat itu dokter mengatakan bahwa hormon HCG dan hormon tiroid saya berjumlah imbang dengan perbandingan 50:50. Mereka 'balap-balapan' dalam memproduksi hormon. Dan inilah yang dicurigai sebagai penyebab saya mengalami mual dan muntah hebat karena 2 hormon ini memicu peningkatan asam lambung. Begitu yang saya tangkap πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

Lalu kenapa produksi liur saya juga banyak? Dokter menduga karena reaksi dari asam lambung yang merangsang liur diproduksi lebih banyak terutama setelah saya muntah. Dan memang tampaknya demikian. Karena setelah mual muntah berkurang, liur pun kembali normal kecuali disaat saya mengalami muntah lagi. (dan alhamdulillah sudah 1 bulan saya bisa beraktivitas normal meski tetap harus membatasi diri agar tidak terlalu kecapean ... aduuuuuuuuh ... berasa gimanaaaaaa gitu. πŸ˜‚)

Singkat cerita yang memang udah panjang ini, untuk menormalkan produksi hormon tiroid ini, saya harus menjalani cek darah rutin dan bedrest yang tentunya ditemani obat-obatan πŸ˜†.

LOW POTASIUM
Jujur, ketika dokter bilang potasium saya rendah, saya ga ngerti potasium itu apa hahaha. Saya cuma tau magnesium wkwkwk. Jadilah saat itu saya dan suami googling donk. Dan okeh, ngerti. Kemudian baru saya nyambung dengan apa yang dokter jelaskan.

Kenapa potasium saya rendah? Ya karena hyperemesis. Mual dan muntah parah menyebabkan tubuh menyerap sedikit sekali zat-zat penting. Karena memang belum sedetik saya makan atau minum, langsung keluar seketika itu juga. Alih-alih menyerap zat penting, yang ada zat yang tadinya sudah ada di dalam tubuh ikutan keluar bersama cairan lambung.

Sehingga, untuk meningkatkan jumlah potasium ke kadar normal, cairan potasium pun di suplai melewati cairan infus. Dan, rasanya ga enak 😒. Tangan kerasa terbakar terutama kalo cairan infus sudah habis. Ya Allah ... baru kerasa nikmat nya sehat 😒😒😒

HYPERTHYROID & LOW POTASIUM SAAT HAMIL
Lalu apakah 2 gejala ini berefek buruk terhadap janin?

Jujur lagi, dokter sama sekali tidak menginfokan tentang hal ini. Dokter hanya menjelaskan bahwa kondisi seperti ini bukanlah kondisi yang baik. Jangankan untuk ibu hamil, buat yang tidak hamil pun kondisi seperti ini harus segera ditangani. Dan orang awam seperti saya ya ngangguk-ngangguk saja. Saya benar-benar lempeng. Yang terpikir saat itu hanyalah bagaimana caranya sepulang dari rumah sakit pola makan dan pola tidur kembali normal biar saya bugar dan bisa kembali menjalankan peran sebagai istri dan juga ibu.

Kenapa? Karena memang saya sempat beralih menjadi pecinta minuman soda selama 1 minggu sebelum akhirnya masuk ED yang pertama. Setelah keluar dari ED yang pertama, saya beralih ke sirop marjan (satu-satunya sirop Indonesia yang bisa ditemukan disiniπŸ˜†) untuk sekedar memenuhi kebutuhan minum saya yang saat meminum air putih (dingin, anget ataupun biasa)  selalu ditolak tubuh. Dan tentunya saya sadar hal ini tidaklah baik, baik untuk tubuh saya ataupun bagi janin.

Alhamdulillah, setelah menjalani perawatan intens selama 3 hari di rumah sakit, hingga saat saya menuliskan blog ini saya sudah kembali ke kehidupan normal. Normal ala ibu hamil. Yang masih suka kehilangan nafsu makan tapi lapar. Yang masih merasa mual dengan muntah dalam jumlah yang wajar. Dan mudah kelelahan tapi tetap bisa beraktivitas sekedar menemani anak-anak bermain atau bercengkrama dengan keluarga dan tetangga. Dan yang terpenting, saya kembali bisa ngeblog meski masih belum rutin 😍😍😍 #pentingini, buat me time 😁

Demikianlah secuil pengalaman saya yang entahlah berfaedah atau tidak. Ada kepuasan tersendiri ketika bisa mengabadikan pengalaman ini dalam blog tercinta ini. Meski tidak detail, paling tidak bisa mengikat memori dalam menjalani proses kehamilan kedua ini.

Terimakasih buat teman-teman dan terutama keluarga yang selalu setia mendoakan. Terlebih buat suami dan anak-anak saya tercinta yang dengan sabar merawat saya dengan penuh perhatian dan pengertian.

Rasa-rasanya ingin memuji-muji mereka dalam tulisan ini ... terutama anak-anak yang diumur mereka yang belum 5 tahun ini sangat mengerti bahwa Umi mereka dalam kondisi yang tidak baik.

Ada hal lucu tatkala saya hanya bertiga dengan anak-anak dan salah satu diantara mereka kebelet pup. Dengan wajah memelas dia bilang ke saya:

"Umi, Abang mau ee. Be strong pliiiiis. Buat ombehin Abang..." πŸ˜…πŸ˜‚

ombehin alias cebokin. Karena mereka tau saya suka mual kalo masuk kamar mandi.

Yah begitulah ... kalo dilanjut bisa panjang πŸ˜‚

Columbus, 12 Mei 2018

Kembali ...

Jumat, 11 Mei 2018
Suasana rumah kembali tenang, setelah melewati ketidaknyamanan malam dan kehampaan menelan makanan. Ya, akhirnya Allah mengizinkan kami sekeluarga kembali mereguk nikmatnya hari 'tanpa kepayahan'. Ya, akhirnya Allah memberikan kesempatan bagi kami melewati badai yang kemaren terasa tak akan usai.


Menemui kesusahan dalam kehidupan artinya mendapati perhatian dari sang Kuasa. Ya! Kita tengah diberi perhatian. Tapi, kerap kali dalam menghadapinya, kesah seringkali tak tersampaikan padaNya, melainkan pada makhlukNya. Entah kenapa makhluk lebih kita pilih ketimbang Dia. Dan sampai akhirnya kesadaran yang terlambat pun masih dinantiNya dalam kesah kita yang gelisah.

Ini! Kukirimkan seteguk air kemudahan untukmu wahai hambaKu. Minumlah ... dan kembalilah membawa gairah perjuanganmu!

Begitulah mungkin sang Kuasa dengan keMaha PenyayanganNya merangkul kami, para hamba.

Saya makhluk yang payah mencerna pesan alam. Untungnya masih diberi kesempatan mengetuk pikiran. Berharap diri ini tak lagi gentar dalam menghadapi ujian. Karena hakikatnya, dunia memanglah perpindahan dari ujian satu menuju ujian kesekian.

Hingga detik ini saya memang belum bisa memberikan gambaran betapa suramnya minggu-minggu awal kehamilan. Malu rasanya jika mengingat masa kelam itu. Sebegitu rapuhnya ternyata diri ini. Sebegitu lemahnya iman yang tertancap dihati πŸ˜”

Dan saat ini, lanjutan goresan kisah saya coba goreskan kembali. Bukan untuk berbagi cerita yang lalu, tapi ingin berbagi cerita yang sekarang. Karena yang lalu terasa begitu memilukan dan memalukan. Sedangkan yang sekarang, terasa lebih benderang ... Alhamdulillah ...

Memang, nikmat tak selamanya bisa dinikmati. Tanpa keberkahan dariNya, nikmat bisa berubah menjadi laknat 😒. Seperti halnya nikmat kehamilan yang diamanahkanNya untuk saya sekeluarga.

Tadinya, kami, terutama saya pribadi, berfikir bahwa kehamilan semata-mata adalah nikmat. Dan tentunya layaknya sebuah nikmat, pasti akan disambut dengan suka cita penuh bahagia tanpa berfikir sedikitpun tentang hal buruk akannya. Namun Allah memiliki cara yang berbeda dalam menyampaikannya. Bahasa Sang Maha Karya ini sungguh luar biasa, hingga akhirnya kami, saya, tersadar bahwa nikmat tak melulu soalan yang menyenangkan pun membahagiakan.

Dari kesulitan dan kepayahan kehamilan inilah kemudian saya menjadi tersadar dan kembali digiring dalam nilai hidup yang pernah dipunya di masa lalu. Dimana Allah akan terus membersamai hambaNya yang terus meminta dalam papa. Tak peduli status sosialnya, tak peduli jabatannya, rupanya ataupun masa lalunya. Kepapaan dalam keimanan yang melemah dan meminta pengayomanlah hingga akhirnya rangkulan cintaNya menenangkan jiwa melapangkan dada.

Manusia itu tempatnya lupa. Dan dengan cara inilah Allah kembali atau kami sebagai hamba yang baru tersadar bahwa apa yang ada di dunia ini hanyalah fana. Termasuk keturunan. Jika bukan untuk menabung pahala, rasa-rasanya keturunan bukanlah cara yang tepat dalam menempuh bahagia. Namun jalan fitrah dariNya, itulah letak bahagia jika memang kita mengikuti petunjukNya, bukan nafsu belaka. Ya begitulah jalan Tuhan, yang tak pernah mau membiarkan hambaNya tersesat dalam laknat.

Sering saya tak sadar, bahwa kebanggaan akan keturunan yang banyak pun memiliki ujian yang berbanding lurus. Tak lantas kemudian kita bebas meneriakkan kebanggaan padahal keturunan dalam kehancuran zaman. Na'udzubillah ...

Ya, sampailah saya pada sebuah sikap dimana hidup bukanlah siapa yang lebih dari siapa, siapa yang lebih dari apa. Karena hakikatnya, timbangan penentu ke surga itu nanti ketetapannya. Bukan oleh kita ataupun dia. Tapi olehNya. Semoga kita selalu menempuh jalan taqwa agar bisa bertemu di surga. Aamiin ...

Columbus, 11 Mei 2018

Baca juga: Negri 1000 Mimpi

Amerika Negeri 1000 Mimpi

Seperti yang pernah saya tuliskan dalam tulisan saya sebelumnya. Amerika membuat kami (saya, suami dan beberapa teman) disini seperti berada di dunia mimpi dan dikelilingi fatamorgana. Dan tampaknya hal ini juga dirasakan oleh teman-teman lain yang merantau ke negara-negara maju lain seperti di Eropa atau mungkin Jepang.

joinnow:[https://cloud.securew2.com/public/98908/osuwireless/android/SecureW2.cloudconfig]

Entah karena kemajuan teknologinya, ketertiban peradabannya atau karena keramahan penduduknya membuat kami para perantau di benuanya negara-negara maju seolah sedang berada di negeri dongeng, negeri mimpi yang penuh fatamorgana.

Tidak hanya itu, suplai dana yang bukan berasal dari kantong sendiri tampaknya juga cukup membuat kami 'terbuai' makin dalam di negeri mimpi ini. Hidup seolah tak nyata karena biaya selalu tersedia. Tidak seperti di Indonesia, dimana kami perlu bekerja sekuat tenaga demi biaya hidup sekeluarga.

Ada perbedaan yang pada hakikatnya adalah kesamaan. Katakanlah biaya beasiswa yang hakikatnya adalah gaji. Terlihat berbeda tapi pada dasarnya sama. Sama-sama biaya untuk menghargai jerih payah kita dalam mengabdi untuk negara. Perbedaannya mungkin terletak pada jenis jasanya. Dimana memang tingginya pendidikan bisa mempengaruhi tingginya 'penghargaan' yang diberikan pada seseorang.

Meskipuuuuun ... ketika para 'buruh ilmu' ini kembali  mengabdi dan kemudian  menjadi pegawai dan sejenisnya, nilai penghargaan yang didapat belum tentu akan sebanyak ketika mereka sedang menempuh studi. Dan plis jangan tanya  ke saya kenapa πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

Jujur, saya dan juga suami menilai untuk bagian pembiayaan beasiswa yang diberikan negara melalui LPDP sebenarnya tidak bisa juga dikatakan lebih. Apalagi bagi kami yang belum memiliki gaji tetap di tanah air (belum memiliki homebase) sendiri. Jika tidak berfikir kedepan, ya bisa-bisa saja kami 'berfoya', tapi siap-siap, pulang kampung tanpa membawa tabungan.

Jadi jika fatamorgana yang saya sebutkan terkait soal funding beasiswa, jawaban saya tergantung kondisi penerima beasiswa itu sendiri. Untuk kami sekeluarga, beasiswa bukanlah fatamorgana. Beasiswa tak memberi begitu banyak harapan untuk kemudian menggunakannya agar bisa melancong keliling Amerika. Nei nei nei big nei πŸ˜‚

Lalu fatamorgana apa yang sebenarnya membuat saya mengkhawatirkan adaptasi diri terhadap kehidupan disini yang ketika dibawa ke Indonesia bisa jadi bikin saya culture shock? Hmmmm Apa ya? πŸ˜†

Pemikiran akan fatamorgana yang sifatnya melenakan ini muncul setelah saya membaca sebuah treat di akun Instagramnya Jouska yang berkisah tentang si Broodie selebgram. Pada tau ga kisahnya? Eh tapi saya ga akan mengulas apa yang Jouska ulas ya hehehe. Saya hanya kepikiran soal standar keterjangkauan.

STANDAR KETERJANGKAUAN
Maksudnya apa?

Di Amerika, perbandingan keterjangkauan terhadap suatu barang (daya beli) meningkat dibanding ketika di Indonesia. Dan pun ketika standar keterjangkauan ini saya bawa ke Indonesia namtinya, saya hanya akan khawatir kalo-kalo saya berubah menjadi borjuis dan konsumtif ... Astaghfirullah ...

Kok bisa?
Belanja produk-produk branded disini bisa didapatkan dengan harga yang sangat terjangkau. Meski ketika di konversi ke rupiah masih sangat mahal untuk sekedar membeli sepatu atau baju. Lha wong di Indonesia saya paling mahal beli  sepatu seharga 150 ribu. Sedangkan disini beli sepatu 30 dolaran alias 400 ribu terasa murah, nah lho? Ribet kan? πŸ˜…

Ribet kalo standar belanjanya kebawa-kebawa sampe kampung halaman.  Padahal saya bukan tipe pembeli barang-barang branded. Tapi karena disini 'terjangkau', siapa yang ga mau melewatkan kesempatan langka ini.

Contoh lain misalkan produk skincare πŸ™ˆ. Membeli satu jenis produk skincare harga $20-an untuk dipakai selama 6 bulan lebih kurang terasa sangat terjangkau. Coba dikonversi ke rupiah, 300 ribuan untuk sebuah skincare bagi saya adalah pemborosan meskipun produk tersebut bisa dipakai dalam jangka waktu yang cukup panjang. Kenapa? Karena harga segitu baru untuk satu jenis produk. Belum produk lainnya yang bisa-bisa untuk 1 step standar skincare saja bisa menghabiskan kocek satu juta lebih sekali belanja. NOoooooo!!! (Sehingga untuk skincare saya pun agak sedikit menutup mata dalam meng'upgrade' kebutuhan kulit. Pake yang terjangkau aja deh πŸ˜‚)

"Hidup dalam fatamorgana". Dimana bukan standar kemewahan yang meningkat, tapi standar keterjangkauan yang bertambah. Kenapa? Karena daya beli terhadap sebuah benda yang jika di konversi ke rupiah dijamin tidak akan pernah kami untuk membelinya. Makanya, bagi saya Amerika adalah negri 1000 mimpi. Bukan sekedar mimpi dalam mencapai cita, namun mimpi dalam menatap benda #aliasbelanja πŸ˜‚πŸ˜‚

Tapi, fatamorgana hidup di Amerika sesungguhnya tidak hanya sebatas hitung-hitungan uang. Banyak hal sehingga mungkin hal ini tidak akan pernah atau belum tentu kami dapatkan ketika hidup di Indonesia nanti.

Nah berikut ini, fakta dari sebuah fatamorgana hidup khusus wilayah Columbus, negara bagian Ohio yang tampaknya akan membuat saya rindu untuk kembali ke negri 1000 mimpi ini.

TERTIB LALU LINTAS
Kota Columbus meskipun menurut pandangan beberapa orang teman tidaklah demikian, tapi menurut saya termasuk surganya pengendara. Surga dalam artian, kendaraan lalu lalangnya bikin adem. Selain jumlah kendaraan yang tidak banyak, pengguna jalan rayanya juga tertib. Mulai dari pejalan kaki, pesepeda, pengendara motor sampai pengendara mobil. Sampai-sampai, kalo kita melakukan sebuah pelanggaran lalu lintas kok ya kayanya bakal maluuuuuuu banget. Plus dendanya ga kuat brooooo πŸ˜….

ini jalanan Columbus .... Sepi πŸ˜…

Dan perihal tertib lalu lintas ini memang berbeda-beda di setiap kota dan negara bagian Amerika ya. Makanya saya hanya mengulas kota kecil Columbus aja. Hehehe.

ALAM HIJAUNYA YANG MENAWAN

http://www.merisaputri.com/?m=1
Kesan pertama saya ketika mendarat di Columbus, "Wow, hijau bangeeeeet". Saking masih banyaknya wilayah hijau di kota ini. Dan saya suka!!! Tidak perlu repot memikirkan destinasi wisata alam layaknya orang perkotaan yang jenuh dengan hiruk pikuk kota dan butuh melipir ke desa. Disini, hanya dengan berjalan kaki sedikit, saya sudah bisa memperoleh ketenangan desa. Bahkan, halaman belakang rumah pun sudah sangat menenangkan dan menentramkan (kecuali jika halaman di serbu rombongan angsa yang migrasi, pup nya dimana-manaπŸ˜‚).

Nah, keelokan alamnya ini cukup membantu saya juga dalam memuaskan jiwa turis saya hahaha.

http://www.merisaputri.com/?m=1
backyard apartment

Mau foto-foto ala winter dengan latar belakang pohon cemara? Atau foto di warna warni dedaunan musim gugur? Bisa bangeeeeeet. Mau menikmati gemercik aliran air sungai??? Cherry blossom??? Tulip? Semua adaaaaaa masya Allah ... Begitulah pesona kota Columbus yang bukanlah kota destinasi wisata ini πŸ˜‚. Meskipun semua pesona alam yang dimiliki kota ini hanya secuil jika dibandingkan dengan kota-kota wisata, tapi bagi saya pesona hijaunya sudah sangat lebih dari cukup bakal bikin rindu karena hijaunya mengalahi hijaunya kota Payakumbuh πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

RAMAH STROLLER
Sesedikit pengalaman saya jalan-jalan di kota Columbus, bangunan-bangunan yang saya kunjungi baik di lingkungan kampus maupun luar kampus nyaris semua ramah stroller. Sebenernya sih ramah untuk temen-temen difable (disini lebih menggunakan kata difable ketimbang disable karena dianggap lebih berkonotasi positif), mulai dari tombol pintu otomatis hingga pengadaan ruangan khusus untuk akses ke ruangan yang lebih tinggi (bukan beda lantai juga sih), sejenis mini lift gitu. Sehingga memudahkan saya yang awal-awal tinggal disini anak-anak masih sangat kecil untuk diajak berjalan kaki cukup jauh.

NO DESKRIMINASI
Alhamdulillah selama beraktivitas di Columbus, saya belum menemukan perlakuan yang deskriminatif. Apakah karena faktor penampilan atau karena status ekonomi. Contohnya saja saat saya dirawat di rumah sakit sebulan yang lalu. Jumlah beasiswa dari LPDP termasuk ke dalam kelas ekonomi rendah wkwkwkwk, tapi dalam pelayanan dan perlakuan, saya merasa jadi orang gedongan karena menikmati fasilitas rumah sakit layaknya fasilitas orang kaya kalo Indonesia πŸ˜†πŸ˜….

Ruangan ber AC (disini kayanya AC bukan barang mewah deh πŸ˜…), tempat tidur ramah pasien yang dilengkapi tombol 'help' itu lhooo yang pake remote #norakye. Alat medis lengkap dan movable. Kamar mandi pasien plus wastafel dengan standar kelas VIP (kalo kata saya mah di Indonesia hehehehe). Belum lagi pelayanan yang penuh selama 24 jam dengan nurse dan PCA (Patient Care Association) yang sangat ramah dan perhatian. Kebutuhan makanan dilayani layaknya di hotel-hotel dengan pegawai restoran khusus kumplit dengan buku menunya.

http://www.merisaputri.com/?m=1

Dan perlakuan tanpa deskriminasi inilah yang membuat saya sebagai minoritas merasa nyaman. Sehingga cukup membuat saya jadi refleksi karena kalo di Indonesia saya akan kembali menjadi mayoritas. Ya sebenernya mayoritas minoritas, dua-duanya ada aja sih yang suka zolim #nooffense πŸ˜†

HARGA MOBIL
Kendaraan roda 4 kami sekeluarga pertama kali ya belinya disini, di Amerika. Hebat ya, mahasiswa bisa beli mobil πŸ˜…

Inilah dia Amerika. Harga mobil sangat-sangatlah terjangkau. Dengan living allowance $1500 + $1500 family allowance, membeli mobil seharga $2500 (lebih kurang 40 juta) wajarkan? 😁. Jika saving perbulan bisa dilakukan sebesar $500, artinya 1 semester sudah lebih dari cukup untuk mampu membeli mobil minivan keluaran tahun 2003 πŸ˜„πŸ˜….

Ekspresi pertama punya mobil sendiri
Norak ada tipinya πŸ˜‚πŸ˜…

Coba dibawa ke hitung-hitungan gaji di Indonesia. Untuk kelas gaji 10 juta saja, jika bisa saving 5 juta/bulan, beli mobil jenis yang sama, Toyota 2003 cing berapa harganya? Hitung sendiri aja ya hehehe.

Memang, mobil disini bukanlah barang mewah. Sehingga harga mobil di Amerika memang murah-murah jika dibandingkan di Indonesia. Jika saya di Indonesia bawa duit sebesar 40 juta untuk beli mobil, mungkin paling banter hanya dapat suzuki Espass (bener ga sih)

Ya intinya mah, rasa-rasa pengen paketin mobil dari sini wkwkwkwkwk. Andai bisa ya mobilnya diselundupkan ✌πŸ˜…

Segitu dulu ya tulisan tentang negri 1000 mimpinya. Harusnya masih banyak lagi poinnya, tapi saya lupa dan saat mgedraft ga diketik dulu poin-poinnya. Jadilah pas draft dilanjut poin-poin fatamorgananya jadi lupa.

Makasi yang udah bacaaaa πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—

Columbus, 11 Mei 2018
draft bulan April 2018

Hi Blog!

Minggu, 15 April 2018
Hi blog! Tepat banget hari ini tanggal 14 April, tepat 1 bulan kamu ga dijejaki tulisan. Sebenarnya dari beberapa hari yang lalu saya sudah membuat beberapa draft tulisan, tapi sayang, moodnya belum dapet. Kemudian saya putuskan membuat tulisan ini sebagai pembuka mood. Mudah-mudahan aja bener-bener kebuka moodnya πŸ˜….

Hi blog! Mau menulis apa kita? πŸ˜… Rasa pening dikepala ini memang sedikit mengganggu produktifitas. Jika 4 minggu lalu yang mengganggu adalah mual muntah yang tak kunjung berhenti, seminggu kebelakang pening dan pusing karena efek obatlah faktor penghambatnya. Lalu mau menulis apa kita blog?!

Hi blog! Banyak kisah yang hendak dibagi, mulai dari pengalaman menggunakan fasilitas kesehatan di kota kecil Columbus ini hingga pengalaman menderita Hyperemesis Gravidarum. Namun sayang, aliran tulisan agak menghilang sehingga saya merasa kehilangan jati diri dalam menulis πŸ˜†

Hi blog! Saya berharap tulisan yang diketik saat ini publish ya. Tak peduli ada yang baca atau tidak, menarik atau tidak, yang saya peduli hanyalah produktifitas! Tak peduli kondisi fisik lemah sekalipun, sesekali saya pun ingin menjadi pejuang😎. Ya ... meskipun pejuang ala ala ... Saya hanya tidak ingin setelah masa ini berlalu kemudian jadi penyesalan ...

"kenapa ga kamu paksa dirimu menulis?!",
atau
"kenapa ga kamu paksa dirimu berkarya?!".

Ala ala drama sinetron.πŸ˜†

Duh blog! Ini tulisan apa sihπŸ˜‚ ... GJ amat. Berasa lagi nulis diary jaman remajahπŸ˜….

Ya beginilah pemirsa, sebulan ga nulis jadi tumpul lagi otaknya. Kudu banyak-banyak baca at least blog walking. Semoga kondisi dibawah pengaruh obat ini segera berakhir dan ku kembali normal ... aamiin.

Mohon doanya mentemen 😊😊😊

Columbus, 14 April 2018


Tulisan Diulas Oleh Dream.co.id, Gimana Caranya?

Rabu, 14 Maret 2018
https://www.google.com/amp/s/m.dream.co.id/amp/community/merisa-putri-3-cara-orang-tua-pantau-perkembangan-anak-180308y.html

Saya menyadari diluaran sana tentunya sangat banyak para blogger keren yang memiliki bejibun prestasi di dunia blogger. Apalah saya seorang blogger pemula yang baru serius dan rutin menulis kurang dari 3 tahun ini. Tapi setiap kita tentunya punya cerita perjalanan masing-masing yang bisa dibagi. Berharap, ketika ada yang membaca, ada yang mencari infonya, tulisan kita bisa menyumbang sudut pandang dan informasi yang sekiranya dibutuhkan. Karena bagi saya, menulis bukanlah perihal kebanggaan, tapi lebih ke kepuasan berbagi #eaaaa #filsafatblogger πŸ˜†

Jadi ceritanya, sekitar seminggu yang lalu, saya memperoleh sebuah email dari salah satu reporter situs muslim lifestyle terkenal, Dream.co.id. Yang mana situs ini merupakan anak perusahaan dari Kapanlagi.com. Kaget? Ya tentu saja. Dan saya juga sempat curiga khawatir ini spam atau sejenisnya πŸ˜…. Namun setelah memastikan segala keakuratannya, akhirnya saya mesem-mesem bahagia.

Dalam email yang dilayangkan oleh Kak Popo, nama reporter dream.co.id, beliau menyampaikan bahwa ada konten web saya yang layak untuk diulas di situs mereka. Dan email ini beliau maksudkan untuk meminta izin kepada saya untuk mengulas konten yang dimaksud.

Setelah menanyakan teknis pengulasannya dan memastikan saya paham dengan sistem kerjasamanya, akhirnya tulisan ulasannya pun terbit dengan judul "Merisa Putri: 3 Cara Pantau Perkembangan Anak Tanpa Jadi Resah". Berasa bak seorang artis, nama saya dicantumkan di awal judul artikel πŸ˜…. Sungguh hal ini membuat saya melayang dan bertambah semangat dalam menulis.

Lalu apa kira-kira yang membuat dream.co.id menghubungi saya secara personal untuk sebuah ulasan singkat ini?

Sejujurnya saya tidak tau πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Selain karena memang saya tidak mengerti dengan dunia jurnalistik, blog, algoritma atau apapun yang berhubungan dengan dunia media, saya juga tidak paham apa yang jadi pertimbangan sebuah situs mengulas tulisan dari situs lain. Yang saya tau sepertinya memang mereka mencari tulisan dari blogger pemula yang kontennya dinilai unik, dan tak memerlukan dana endorse alias gratisanπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Cukup memberikan backlink yang tentunya bermanfaat untuk performa blog si blogger ini.

Namun, terlepas dari itu semua, satu hal yang saya yakini tentang dunia blog dan kepenulisan adalah semakin rutin sebuah blog diisi, maka semakin besar peluang blog tersebut muncul di mesin pencari. Semakin rutin seseorang menulis, maka semakin meningkat kemampuan menulisnya.

Hmmm, tapi itu hanya dugaan saya saja. Anggap saja penyemangat untuk terus menulis dan menulis tak peduli apapun yang terjadi, bagaimana respon publik atau jumlah viewer dan komentator. Benar begitu? 😁

Nah, ada beberapa value yang saya peroleh terkait penglaman tak terduga ini. Dimana value ini benar-benar membantu saya untuk memurnikan kembali niatan awal untuk ngeblog. Terlebih setelah saya benar-benar bertekad menjadi seorang blogger bermanfaat yang tak hanya bergantung pada keberuntungan takdir hidup, tapi lebih dari itu.

Apa saja value nya?

1. Menulis bukan soalan siapa yang membaca, tapi soalan siapa yang menuliskannya.
2. Ketika menulis melibatkan hati maka dengan sendirinya pembaca akan terkait dalam tulisan kita.
3. Menulislah tanpa ekspektasi, karena ekspektasi tertinggi itu adalah keikhlasan
4. Sesuatu yang dilakukan dengan ikhlas akan bernilai abadi.
5. Menulislah untuk masa depan, bukan masa sekarang.
6. Jadikan masa sekarang peluang dan masa lalu pelajaran.
7. Reward bukanlah apa yang manusia beri kepada kita tapi apa yang Allah hadiahkan untuk kita, maka bersabarlah.
8. Tak ada perjuangan instan, yang ada hanyalah mie instan πŸ˜…. Maka teruslah menulis apa yang nuranimu bisikkan. Tak peduli bisikkan itu lagi happening atau out of date πŸ˜†
9. Tak usah malu belajar berapapun usia kita. Kepada siapapun kita memetik hikmah. Karena hikmah bukan milik orang yang telah sukses saja, hikmah juga milik mereka yang sedang mengeja makna.
10. Buka mata batin dan perluasan pandangan. Bacalah dengan hati olahlah dengan pikiran. Belajar seimbang dari alam, semoga kita benar-benar menjadi penulis andalan.

Itu sedikit value yang saya peroleh selama menjadi blogger. Fluktuasi semangat itu wajar, yang terpenting tak berhenti karena alasan klasik "tak ada viewer". Berhentilah menulis jika memang sudah tidak ada hal yang layak kamu tuliskan.

Semoga kita tetap semangat ya ... meski yang klik web kita cuma puluhan orang #curhat πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Gimana Sih Rasanya Hamil?

Selasa, 13 Maret 2018
Dulu, waktu saya kecil, melihat orang hamil hanya seperti melihat ibu-ibu berperut buncit saja πŸ˜…. Tak pernah terpikirkan sedikitpun oleh saya bagaimana rasanya hamil, berat atau tidak, capai atau biasa saja. Ya, saya memang anak kecil yang tidak kritis 😜


Namun, seiring bertambahnya usia, terlebih ketika hendak menuju pelaminan, saya pun mulai penasaran. Namun saya tidak lantas menanyakannya langsung pada ibu saya atau teman yang sedang hamil. Sampai akhirnya, ketika kakak pertama saya hamil, saya menyimpulkan bahwa hamil itu membuat orang jadi gampang ngambek dan doyan makan rujak πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

Suatu ketika, saya lupa dialog ini kapan terjadi, seorang teman bercerita tentang apa yang ibunya gambarkan tentang bagaimana beratnya beban yang dipikul saat hamil. Ibunya mengatakan bahwa ibu hamil besar itu seperti kamu sedang membawa 7 butir kelapa tua yang diikat diperutmu. Begitu lebih kurang gambaran berat yang dipikul ibu hamil berdasarkan deskripsi ibu teman saya.

Dan setelah mengalami sendiri, apalagi dengan hamil pertama anak kembar, saya merasa perlu mendeskripsikan detail gimana sih rasanya hamil itu. Mulai dari hamil muda hingga hamil tua versi saya. Karena kehamilan saya yakini memiliki sensasi yang berbeda di setiap wanita πŸ˜‰

Rasa Mual
Hamil, katanya membawa perubahan hormon pada seorang wanita. Salah satunya hormon estrogen yang memberikan efek rasa mual pada ibu hamil.

Selain hormon estrogen, kandungan hormon HCG (Human Chorionic Gunadotropin) yang dihasilkan oleh embrio yang sedang berkembang sebagai hormon kehamilan membuat para ibu hamil juga akan mengalami rasa mual yang hebat setiap harinya.

Nah rasa mual yang seperti apa?

Pernah masuk angin? Trus merasa mual dan keluar keringat dingin? Makan salah ga makan salah, dan dua-duanya bikin mual  Nah seperti itu lebih kurang rasa mual pada ibu hamil, terutama ibu hamil muda sekitaran trimester pertama. Bahkan di beberapa kasus mengalami rasa mual diiringi muntah ini di sepanjang kehamilannyam. Seperti saya πŸ˜†.

Sekarang coba bayangkan rasa mual yang bisa jadi diikuti muntah ini terjadi setiap pagi, bahkan setiap selesai memakan suatu makanan. Kebayang? Itulah yang dihadapi ibu hamil setiap harinya.

"... ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, ..." (Qs. Lukman 31: 14)

Setiap ibu hamil memang memiliki reaksi tubuh yang berbeda-beda. Dan setiap ibu hamil juga memiliki daya respon yang berbeda terhadap reaksi tubuh mereka. Perbedaan respon ini bisa saja tergantung pada suka atau tidak sukanya seorang ibu hamil terhadap sesuatu.

Misal, ketika saya hamil si kembar, saya tidak suka bau bawang putih. Memang pada dasarnya saya tidak terlalu menyukai bawang putih. Dan ketika hamil, ketidaksukaan itu meningkat berlipat ganda. Termasuk terhadap semua bau tidak enak lainnya seperti bau pesing, apek, busuk, keringat, bau nafas dan lain-lain. Dan inilah hal kedua yang akan dirasakan ibu hamil, terkait dengan bebauan.

Sensitif Terhadap Bau
Konon memang ibu hamil akan memiliki daya penciuman yang hebat selama kehamilan. Mendadak ibu hamil menjadi sangat sensitif terhadap bau-bau tertentu. Dan hal ini tentunya sangatlah wajar. Seperti yang diulas oleh bidanku.com:

"Penelitian yang dilakukan oleh Philadelphia's Monell Chemical Senses Center di AS menyatakan bahwa wanita usia subur lebih sensitif terhadap aroma. Bahkan wanita yang tidak berada di usia subur (di bawah pubertas dan wanita menopause) memiliki sensitifitas atau daya penciuman yang sama. Dengan kata lain sensitivitas penciuman ibu hamil disebabkan karena hormon estrogen."

Rasa mual efek dari peningkatan hormon HCG yang merangsang produktifitas asam lambung ditambah sensitif terhadap bebauan, menjadi perpaduan yang sempurna kan? πŸ˜‚πŸ˜†πŸ˜…

Kuantitas Liur Bertambah dan Cenderung Asam
Saya kurang tau juga apakah ini terjadi di setiap ibu hamil atau hanya orang-orang tertentu saja. Tapi saya pribadi mengalaminya. Dan yang paling ga enak dari perpaduan 2 hal ini adalah, mereka juga mengundang rasa mual karena asam nya mulut. Belum lagi liur yang berlebih yang dikenal juga dengan istilah  Ptyalism atau Sialorrhea sehingga ada hasrat ingin meludah terus-terusan. Jika ditahan dimulut, mual. Kalo meludah terus, bisa bikin illfeel orang-orang sekitar. πŸ˜₯

Ya begitulah nasib ibu hamil, terlebih hamil muda yang notabene perutnya belum terlihat layaknya ibu hamil. πŸ˜…

Asam Lambut Meningkat
Katanya, peningkatan asam lambung terjadi pengaruh dari hormon HCG. Bagi yang punya magh, pahamlah ya gimana rasanya. Dan kombinasi ludah asam yang bisa jadi disebabkan oleh peningkatan asam lambung inilah yang bikin ibu hamil berkurang nafsu makannya.

Sedangkan, dilain sisi ibu hamil harus dituntut memenuhi nutrisi dirinya dan si jabang bayi. Kalo kata saya, bagian inilah yang benar-benar perjuangan. Dimana kita belajar mengalah dari ego pribadi dan mulai bertindak sebagai ibu, tak lagi sebagai diri sendiri.

Gampang Letih dan Denyut Jantung Meningkat
Selain memiliki rasa mual dan muntah di waktu-waktu tertentu, dan sensitif terhadap bau tertentu, ibu hamil juga biasanya jadi gampang letih. Hal ini disebabkan karena jantung bekerja lebih keras untuk memompakan darah untuk kebutuhan dua makhluk sekaligus.

Sehingga, ibu hamil sangat disarankan memiliki istirahat yang cukup selama kehamilan. Apalagi di usia kehamilan awal, dimana janin masih sangat lemah. Jadi, jika kamu sedang hamil, tubuhnya dirasa-rasa aja, masih kuat atau udah mulai letih. Berhenti sejenak untuk sekedar menata energi dan menakar seberapa kuat kita untuk melanjutkan aktivitas terkadang dibutuhkan, biar tidak menyesal nantinya.

Sering Buang Air Kecil
Tak hanya jantung yang bekerja ekstra, ginjal pun demikian. Sehingga ibu hamil akan mengalami peningkatan rentang waktu buang air kecilnya. Jadi, yang biasanya minum air 1 gelas hanya akan buang air kecil satu kali per 6 jam, ketika hamil bisa saja jadi 2 atau 3 kali dalam 6 jam, misalnya.

Memasuki trimester ketiga, biasanya buang air kecil akan semakin sering lagi. Selain faktor ginjal yang bekerja lebih ekstra dari biasanya, posisi janin yang menekan ginjal juga menjadi faktor penyebab seringnya ibu hamil buang air kecil. Dan tak jarang ginjal mengalami trauma pasca melahirkan akibat digencet sang janin. Seperti yang saya alami πŸ˜†.

Yang Perlu diingat, meskipun mengalami peningkatan kuantitas buang air kecil, jangan pernah ditahan ya jika tidak mau mengalami infeksi saluran kemih. Mending BAK sering kan ketimbang punya penyakit baru. Naudzubillah.

Perut Membuncit, Tidur Pun Jadi serba Salah
Nah memasuki usia kehamilan yang semakin bertambah, tentunya perut ibu hamil akan membuncit. Situasi inilah yang membuat ibu hamil akan mengalami kesulitan posisi dalan tidur. Telentang jadi sesak nafas, miring kiri miring kanan ga nyaman. Belum lagi ketika berubah posisi, dede janin yang sudah semakin membesar mulai terasa mengikuti gerakan tubuh kita. Maka tak jarang, dulu saat hamil si kembar, saya sering menopang perut saya dengan tangan karena khawatir anak-anak di dalam perut kaget dengan perubahan posisi tidur yang saya lakukan. Maklum, aslinya saya tidur motah πŸ˜‚

Bagaimana dengan ngidam?
Bagi saya ngidam itu hanyalah asosiasi terhadap makanan yang diciptakan oleh ibu hamil karena dianggap bisa mengurangi rasa mual yang dialaminya.

Jauh-jauh saya terbang ke Padang buat makan soto Padang, tetap saja mual muntah itu terjadi. Disitulah saya berfikir bahwa ngidam itu hanya fatamorgana. Tapi tak jarang ibu-ibu yang lain memiliki makanan andalan masing-masing untuk mengatasi rasa mual. Seperti ibu mertua saya yang doyan makan ubi talas ketika hamil suami.  Atau bibinya suami yang doyan ngemutin mawar ketika hamil anak pertama πŸ˜…

Udah ya ... segitu dulu. Cuma itu aja? Masih banyak sih sebenernya (kayanya). Tapi yang diingat ini aja πŸ˜…. Ada satu lagi sih, soal ibu hamil yang suka kegerahan. Tapi saya ga terlalu mengalaminya. Jadi ya ga dibahas.

Okeh! Dilihat dari pemaparan saya di atas, apakah ibu hamil itu sama dengan orang yang lagi sakit?

Saya rasa setiap wanita hamil tidak akan setuju dibilang orang sakit. Meski memang rasa yang dialami selama hamil 11 12 sama orang sakit πŸ˜…. Ya dikembalikan sajalah pada sugesti diri masing-masing. Kalo saya? Dulu saya emang ngerasa kaya orang sakit. Tak jarang saya nangis merasa kehamilan ini begitu sulit dan menyiksa. Namun setelah dijalani, inilah ladang amalannya, saya pun mencoba menerima kenyataan dengan lapang dada πŸ˜‚.

Tak heran kan jika surga dikatakan terletak dibawah telapak kaki ibu. Dan nama ibu disebut-sebut nabi solallahu'alaihiwassalam sebanyak 3 kali sebagai pemuliaan untuk para ibu.

Jadi ladies, sudah siap untuk hamil?

Daripada nyari-nyari tau pengalaman orang tentang gimana rasanya hamil, mending cobain sendiri deh. Hihihihi. Fase beratnya cuma trimester pertama kok. Selanjutnya udah kaya biasa. Bahkan ketika perut udah membesar, gerakan janin bisa dirasakan, masa-masa sulit itu seolah hilang. Dan ketika si janin terlahir menjadi baby, waaaaaah lupa deh semua keluh kesah di masa lalu 😜.

Tapi kalo masa-masa sulit mencari pasangannya yang kamu keluhkan, hmmm maaf saya ga bisa bantu banyak kecuali doa πŸ˜†✌

Semoga tulisan singkat ini membantu ya buat kalian calon ibu dan calon bapak yang penasaran sama rasanya hamil. Dan diharapkan melalui tulisan ini kita bisa lebih berempati kepada para ibu hamil. Terutama untuk ibu kita sendiri. Jug langsung sungkem minta maaf sama mama/ibu/ummi/bunda 😁

Columbus, 13 Maret 2018


5 Fakta Ajaib Dibalik Film Wonder

Kamis, 08 Maret 2018
Siapa yang sudah membaca buku dan atau menonton film 'Wonder'?


Ya, di tulisan sebelumnya saya memberikan sedikit ulasan tentang kisah 'Wonder' ini. Belumlah tulisan itu saya terbitkan, saya kemudian tertarik menuliskan fakta-fakta ajaib dibalik buku 'Wonder' yang kemudian difilm kan dengan judul yang sama ini.

Jujur saja, ketika menuliskan review filmnya, saya benar-benar ingin menuliskan review yang berbeda. Sebut saja review penuh makna, paling tidak bermakna untuk diri saya. Sehingga jadilah sebuah tulisan yang berjudul "Mengubah Mindset dengan Menonton Film Wonder".

Sejujurnya, sangat banyak draft tulisan yang saya buat terhadap semua film yang saya tonton, yang kisahnya menurut saya sangat bermakna. Sebut saja film 'Mengejar Hilal', "Critical Eleven", atau film India "Tumhari Sulu". Dimana film-film ini terasa begitu dekat dengan kehidupan saya.

Lalu kenapa tulisannya tidak diterbitkan? Karena saya kehilangan momen untuk menyelesaikan tulisan dan membuat saya lupa poin-poin pentingnya. Hehehe #shorttermmemory a.k.a keburu males πŸ˜…

Entah kenapa, cerita Wonder ini benar-benar membawa keajaiban. Saya ga berniat tadinya malah menulis review  Eh taunya malah nulis 2 judul untuk bahasan yang setema. Mungkin karena saya bener-bener dapet momen pas kali ya. Pas karena saya sudah diposisi sebagai orang tua. Entahlah πŸ˜…

Disaat saya benar-benar meresapi apa yang terdapat di dalam ceritanya, saya kemudian semakin takjub mendapati fakta-fakta setelah peluncuran bukunya. Sampai tak terasa, air mata saya mengalir ketika menonton liputan tokoh asli yang tak sengaja dikisahkan ini.

Saya mendapatkan infonya ketika sedang mencari-cari foto di Google untuk diunggah untuk tulisan review saya. Karena penasaran, jadilah kepo. Dan semakin terharu saya dibuatnya. Jadi tak hanya filmnya yang bikin haru, kisah dibaliknya dan kisah lain yang mengikutinya juga bikin haru.

Ga panjang-panjang deh dalam tulisan ini, langsung aja ya kita bahas singkat 5 fakta ajaib dari kisah Wonder.

1. Wonder ditulis berdasarkan kisah nyata?
R.J. Palacio, penulis novel 'Wonder' , menjawab bahwa penulisan bukunya bukanlah berdasarkan kisah nyata. Namun dia mengakui memang buku ini terinspirasi dari kehidupan nyata. Berawal dari pengalamannya bertemu dengan seorang anak seperti August Pullman (tokoh utama cerita Wonder) di sebuah toko es krim. Disana Palacio mendapati anaknya menangis setelah melihat wajah anak tersebut. Dari sanalah dia merasa terketuk untuk menuliskan kisah dari seorang anak penderita kelainan genetis yang kemudian tokohnya diberi nama August Pullman.

Keluarga Newman, Real Augie

2. Sosok  Asli August Pullman muncul sesaat buku Wonder diluncurkan
Tanpa di duga, ternyata apa yang di kisahkan Palacio di bukunya mewakili apa yang dirasakan oleh sebuah keluarga yang memiliki anak dengan penyakit genetis yang sama.

3. Beberapa kisah seolah menjadi hidup
Setelah kedatangan tokoh nyata dari August Pullman yang kemudian dikenal dengan nama Nathaniel Newman, ditemukan fakta bahwa apa yang digambarkan Palacio di dalam bukunya adalah kisah nyata Nathaniel.

4. Lirik lagu favorit
Palacio tidak menduga bahwa lirik lagu yang dia kutip di tulisannya merupakan lagu favorit Nathaniel yang selalu dinyanyikannya setiap hari ulang tahunnya.

5. Tautan usia 
Nathaniel dan Auggie (August Pullman) memiliki usia yang nyaris sama. Seolah cerita dibuat berdasarkan kisah nyata dari seorang Nathaniel. Padahal, semua terjadi secara tidak sengaja atau bisa dibilang keajaibanlah membuat kisah ini seolah nyata.

5 fakta ajaib ini seolah menyempurnakan buku Wonder ini menjadi benar-benar ajaib sesuai judulnya. Jadi, selain memiliki banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik, Wonder benar-benar membuka mata kita untuk melihat lebih bijak lagi dalam menjalani hidup. Bahwa hidup tak lagi persoalan benar atau salahnya, tapi persoalan seberapa manfaatnya kita.

"When given the choice between being right and kind, choose kind"

Columbus, 8 Maret 2018 

Mengubah Mindset Dengan Menonton Film 'WONDER'

Seorang anak penderita kelainan genetik meraih penghargaan dari sekolahnya sebagai tokoh yang mampu membawa perubahan. Dialah Auggie, anak lelaki berusia 11 tahun yang memiliki wajah tak seperti anak lainnya. Namun, ternyata dia mampu membawa perubahan terhadap apa yang orang pikirkan tentangnya.

https://m.sevendaysvt.com/vermont/wonder-promotes-kindness-with-schmaltz/Content?oid=10444482
Dari kiri: Nate Pullman, August Pullman,
Olivia Pullman dan Isabel Pullman

Setelah menjalani 27 kali operasi dibagian wajah akibat penyakit genetis yang dideritanya, Auggie harus memulai hidup bersama lingkungan baru. Tak lagi hanya bersama keluarganya, Ibu, Ayah, dan Via kakaknya, tapi bersama orang lain di luar sana. Yang kerap melayangkan tatapan jijiknya ketika melihat Auggie.

Merasa tertarik dengan kelas sains yang dimiliki sekolah yang direkomendasikan orang tuanya, Auggie memutuskan untuk memberanikan diri memulai bersekolah di sekolah umum. Ya! Selama ini Auggie bersekolah di rumah dengan homeschooling bersama ibunya karena alasan kesehatan dimana Auggie bisa menjalankan operasi 3 kali dalam satu tahun.

R.J. Palacio dan Cover Buku Wonder

Bertemu dengan orang-orang baru di lingkungan sekolahnya, Auggie mencoba menjalankan semua sugesti positif yang ditanamkan orang tuanya kepadanya. Salah satunya, sugesti untuk menganggap semua tatapan aneh orang terhadapnya adalah tatapan penuh kebanggaan dan penghargaan. 

Namun ternyata semua berjalan tak semulus apa yang dia harapkan. Kekecewaan demi kekecewaan terjadi. Yang akhirnya membuat Auggie kehilangan kepercayaannya kepada semua orang. Termasuk kepada keluarganya.
Bagi Auggie, dianggap sebagai orang biasa itu jauh lebih menyenangkan baginya. Tapi kenyataannya, Auggie harus menerima perlakuan orang tuanya yang dia rasa terlalu berlebihan. Seolah dia adalah orang yang tak biasa, dengan wajah yang juga tak biasa yang harus diberikan perhatian penuh karena dikhawatirkan akan melewati hari yang buruk, terutama saat menghadapi hari pertama masuk sekolah.

Dalam pikiran Auggie, memiliki hari pertama sekolah dengan pengalaman yang baik pasti akan selalu dialami setiap anak biasa, seperti kakaknya, Via. Sehingga, dia pun menjadi sangat sensitif ketika mendapati kenyataan bahwa hari pertamanya sangatlah menyedihkan. Dan keluarganya terkesan mendesaknya untuk bercerita pengalamannya di hari pertama sekolah.

August Pullman, Charlotte dan Jack

Di lain sisi, Via ternyata juga mengalami sebuah permasalahan serupa. Dimana, di hari pertama sekolahnya dia harus kehilangan sahabat kecilnya, Miranda. Karena Miranda lebih memilih bergaul dengan teman barunya yang terlihat high class. Namun, tak ada seorangpun yang mengetahui hari berat yang dialami Via di hari pertamanya sekolah. Dan disinilah konflik dimulai.

Film Wonder, yang kisahnya diangkat dari sebuah buku fiksi berjudul sama, 'Wonder', karya R.J. Palacio memang menghadirkan pemandangan khas permasalahan remaja di Amerika. Dimana setiap anak akan memiliki perasaan yang sama di hari pertama sekolahnya. Perasaan was-was memiliki hari yang buruk yang bisa saja menimpa siapa pun, orang biasa ataupun tak biasa seperti Auggie.


Saya, ketika menonton film ini, benar-benar hanyut dalam perasaan dan tebakan pikiran. Seolah digiring kembali memasuki dunia remaja, yang sedang mencari jati diri dan berlomba untuk sebuah eksistensi dan pengakuan. 

Ada 4 sudut pandang tokoh dalam cerita Wonder ini. Pertama, Auggie sebagai tokoh utamanya yang memiliki konflik karena kelainan yang dia derita. Kedua, Via kakaknya Auggie, yang memiliki konflik krisis perhatian dari orang tua. Ketiga, Jack teman baru Auggie di sekolah, si anak kurang mampu yang harus menjaga nama baiknya demi keberlangsungan beasiswanya. Dan terakhir Miranda, sahabat baik Via sejak kecil yang orang tuanya bercerai dan ayahnya nikah lagi.

Menghadirkan 4 sudut pandang dalam satu cerita membuat cerita Wonder ini syarat makna. Tak menghilangkan sedikitpun rasa penasaran ketika masing-masing tokoh bercerita dari sudut pandang mereka. Seolah cerita terkonfirmasi kebenarannya, tapi ternyata tetap saja, kita tidak bisa menebak alur dan endingnya (mungkin karena saya emang ga ahli nebak alur cerita kali yak πŸ˜…).
Menurut saya, sang sutradara berhasil menghidupkan goresan tulisan Palicio menjadi bernyawa. Dimana inti cerita sangat tergambarkan sempurna lengkap dengan esensi cerita yang ingin disampaikan Palacio di dalam bukunya. Meski tak semua bagian di film kan, tetap tidak mengurangi esensi cerita. Ada beberapa tokoh yang tidak ditayangkan, tapi lagi-lagi tidak mengurangi keindahan alur ceritanya yang khas drama keluarga.


Ada 7 pelajaran yang saya petik dari film 'Wonder' ini yang akan saya coba bagikan. Poin-poin ini murni opini saya yang saya tangkap tentang value yang coba disampaikan si penulis. 

1. Setiap manusia pasti memiliki masalah, tak peduli sebesar apapun masalah kita, tetap saja orang lain pun akan merasakan hal yang sama, yaitu "saya memiliki masalah besar/berat" πŸ‘‰ pelajaran dari konflik Auggie dan Via

2. Kehidupan ini tidak melulu hanya soalan kita. Karena kehidupan itu adalah rangkaian cerita antara kita dan orang lain di sekitar kita. Yang akan membentuk sebuah cerita suka, duka, bahagia ataupun lara. Itulah hal yang harus kita sadari. Dan tanpa itu semua, hidup kita tidak akan bermakna πŸ‘‰ pelajaran dari konflik Auggie di hari Halloween.

3. Mengalah sejenak untuk kemudian melihat lebih dekat kehidupan orang lain dan kemudian memetik hikmah terhadapnya seringkali membantu kita lebih bijaksana dalam menghadapi permasalahan kita πŸ‘‰ pelajaran dari konflik batin Miranda.

4. Menjalani hidup bersama nilai-nilai positif tanpa sebuah rasa pamrih akan membuahkan hasil yang melegakan ketimbang hidup bersama gaya hidup yang penuh kepamrihan sebut saja demi sebuah eksistensi πŸ‘‰ pelajaran dari konfliknya Miranda pasca summer camp.

5. Kekuatan sugesti bisa sangat membantu kita dalam mengatasi krisis kepercayaan diri dengan tetap terus membuktikan kelebihan diri kita dengan cara yang lebih elegan πŸ‘‰ pelajaran dari konflik Auggie di hari pertama sekolah

6. Rasa sayang itu tak melulu berupa perhatian dan rasa iba. Terkadang butuh sentakan keras untuk 'menampar' orang yang kita sayangi agar mau melihat lebih luas tak sebatas dirinya dan hidupnya semata πŸ‘‰ pelajaran dari konflik Via yang mendapatkan perhatian minim dari orang tuanya pasca kelahiran Auggie. 

7. Menjadi terasing itu tak selamanya buruk, karena tak selamanya memiliki banyak teman pun akan baik untuk hidup kita. Jadi nikmati saja takdir yang tengah membersamai kita hingga akhirnya orang lain menyadari kekeliruannya menjauhi kita πŸ‘‰ pelajaran dari konflik Auggie dengan wajahnya yang tak sempurna dan konflik Via yang dijauhi sahabatnya Miranda.

Itulah sedikit ulasan tentang film Wonder beserta 7 pelajaran yang terdapat di dalamnya. Semoga bermanfaat dan 7 pelajaran yang saya petik ini membantu kita merubah mindset dalam menghadapi hidup dengan segenap persoalannya. 

Columbus, 6 Maret 2018


Serba Serbi Mendaftar Kindergarten Di Columbus, USA

Selasa, 06 Maret 2018

Beberapa minggu kebelakang, saya dan suami disibukkan dengan persiapan pendaftaran sekolah anak-anak ke kindergarten. Setelah dua tahun mengenyam pendidikan di Headstart - Early Learning Childhood Center (ECLC) setingkat PAUD, akhirnya anak-anak mulai memasuki level kindergarten, setingkat Taman Kanak-kanak di Indonesia. Aaaaaaaaaa mereka sudah besar #inhaleexhaledulu

Berhubung ini merupakan pengalaman pertama saya dan suami menyekolahkan anak-anak dengan sebuah tes, sehingga saya merasa terpanggil untuk menuliskannya πŸ˜†.

pengalaman mendaftarkan anak sekolah TK di amerika
Tampak depan enrollment center

Pada dasarnya, tes yang dilakukan untuk memasuki level kindergarten bukanlah penentu diterima atau ditolaknya anak. Tes dilakukan untuk mengetahui readiness level atau tingkat kesiapan anak-anak memasuki babak baru pendidikan mereka. Termasuk di dalamnya kesiapan dalam berkomunikasi, dalam hal ini kemampuan bahasa. Tapi, meskipun tidak menentukan diterima atau ditolaknya anak-anak, tetep saja saya keder duluan πŸ˜…. Hmmm

front office of enrollment center columbus city school
front office enrollment center

Amerika, sebagai negara dengan angka kedatangan imigran cukup besar menyadari bahwa bahasa Inggris bukanlah satu-satunya bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi. Sehingga, dalam persiapan belajar anak, pemerintah menyediakan fasilitas berupa ESL (English as a second language) class. Nah untuk mengetahui siapa saja anak yang membutuhkan ESL class ini, maka salah satu caranya dengan tes masuk kindergarten ini.

kaya barak rumah sakit ya πŸ˜…
www.merisaputri.com
diruangan verifikasi data
 ada pojokan kids friendly

Sejujurnya, saya dan suami tidak terlalu menyadari bahwa tes yang dilakukan cukup serius. Mengingat kami beberapa kali berurusan dengan sekolah anak-anak, dan mendapati proses yang dilakukan dalam memverifikasi seorang anak untuk bersekolah sangatlah sederhana. Yaitu hanya dengan memenuhi syarat administratif berupa rekam medis dan surat keterangan lahir. Mungkin karena kami hanya mendaftar Headstart kali ya. Barangkali akan beda cerita jika anak-anak masuknya ke Pre-school.

Menuju ruangan tes ZaZi

nomor ruangan tes mereka πŸ˜…

Nah, dua hari lalu, tepatnya hari Kamis, 1 Maret kemaren, kami mendatangi kantor enrollment center (pusat pendaftaran) sekolah kota Columbus, (Columbus City School) negara bagian OHIO, Amerika Serikat. Jadi ditulisan ini, saya hanya berbagi pengalaman mendaftar Kindergarten sesuai pengalaman saya di kota Columbus saja ya.

Syarat Masuk TK di Amerika
Persyaratan masuk Kindergarten di Amerika memang ga susah. Selagi anak berada diusia yang tepat, yaitu usia 5 tahun, maka anak sudah bisa didaftarkan Kindergarten. Selebihnya hanya melengkapi syarat administrasi saja.

Setelah melakukan pendaftaran online dan melengkapi data-data berupa form pendaftaran, rekam medis (riwayat kesehatan dan imunisasi), data keterangan domisili dan surat keterangan lahir, kami pun membuat jadwal appointment yang jatuh pada hari Kamis, 1 Maret 2018. Setelah verifikasi selesai dilakukan di sebuah ruangan yang lebih mirip barak rumah sakit iniπŸ˜…, kami pun menunggu tahapan selanjutnya, Readiness Test for Kindergarten.

Apa saja yang di Tes?
Tesnya sederhana, dan sudah sering diujikan oleh guru anak-anak di Headstart. Yaitu tes:
1. Alphabet
2. Numeric
3. Shapes
4. Parts of body
5. Things around us
6. Retell a story

Dalam enam jenis tes inilah kemampuan berbahasa anak dilihat. Sudah seberapa pahamkah anak-anak dengan instruksi dan pertanyaan yang diajukan oleh pengujinya. Dan tentunya akan terlihat dari respon yang diberikan anak-anak, baik berupa ketepatan dalam menjawab pertanyaan ataupun kemampuan dalam merespon.

www.merisaputri.com
Candid yang gagal πŸ˜…
ZaZi mau tes dan saya harus enyah πŸ˜†

Apakah anak-anak didampingi orang tua selama tes dilakukan? Tentu saja tidak. Orang tua diminta menunggu diruang tunggu. Meskipun tes dilakukan hanya sekitar 15 menit saja, tetap saja, saya merasa kaget mengetahui peraturan ini. Pasalnya, saya dan suami tidak menyangka tes akan langsung dilakukan dihari kami mendaftar.

Alhamdulillah, setelah dikomunikasikan ke anak-anak, mereka mengerti dan terlihat happy ketika memasuki ruangan tes. Untungnya mereka berada diruangan yang sama hihihi ... masih ada untungnya ya πŸ˜„.

Pemilihan Sekolah
Perihal pemilihan sekolah, kita selaku orang tua dipersilahkan memilih sekolah yang kita inginkan. Namun, tetap saja keputusan apakah pihak dinas menyetujui atau tidak, bergantung pada hasil tes dan juga kuota di sekolah tersebut. Jadi, prioritas utama mereka tetap calon siswa yang berdomisili di wilayah yang sama dengan sekolah. Mirip ya dengan sistem rayon di Indonesia 😊.

Apakah ada sekolah Islam?
Di Amerika, sama seperti halnya di Indonesia terdiri dari dua jenis sekolah, private school (sekolah swasta) dan public school (sekolah negeri). Nah untuk sekolah Islam masuknya private school. Yang artinya biaya pendidikan ditanggung langsung oleh orang tua murid. Sedangkan public school, segala macam biaya dibebaskan alias gratis.

Di kota Columbus, kami memiliki satu Islamic school, namanya Sunrise Islamic School. Untuk kindergarten, biaya bulanannya sebesar $400/anak. Artinya, untuk anak-anak saya akan dibutuhkan biaya perbulan sebesar $800 hehehe ...

Bismillah aja ya ... Kita cus ke sekolah negeri aja 😊

Pengumuman Hasil Tes
Untuk pengumuman hasil, langsung disampaikan on the spot kepada orang tua. Penguji akan menyampaikan bagaimana anak kita dalam melewati tes yang diberikan. Dimana kelebihan mereka, dan apa kekurangan mereka. Skor diberikan dalam skala 1-5. Anak-anak alhamdulillah memperoleh skor 1 untuk Zaid, dan 2 untuk Ziad. Skor yang cukup baik untuk ukuran anak speech delay dan as a foreign learner 😁

Speech Screening
Mengingat anak-anak memiliki perkembangan bahasa yang unik. Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk melakukan speech screening untuk mereka. Sifatnya hanya ingin memastikan apakah anak-anak memiliki gangguan yang menyebabkan bahasa mereka berkembang agak lama. Sekaligus ingin mengetahui pendapat ahli langsung tentang perkembangan bahasa anak-anak. Mumpung gratis hehehe

www.merisaputri.com
Dapet gratisan alhamdulillah
Buku yang dibaca pas di ruang verifikasi

Jadilah sebelum mendaftar ke pusat pendaftaran sekolah, anak-anak terlebih dahulu melewati screening berbahasa. Dan alhamdulillah hasilnya tidak ada indikasi gangguan pendengaran, difungsi organ mulut ataupun ciri-ciri disablitas lainnya. Anak-anak hanya butuh waktu dan lingkungan baik untuk encourage kemampuan bahasa mereka.

Biaya Sekolah
Seperti yang sudah disinggung di atas, perihal biaya pendidikan, mulai dari preschool hingga high school, asalkan sekolah negeri pemerintah Amerika menyediakan fasilitas sekolah yang tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis

Meskipun gratis, sarana dan prasarananya sangat lebih dari cukup menurut saya. Bahkan setingkat sekolah swasta di Indonesia kualitasnya hehehe. Jadi, semua proses yang berhubungan dengan pendidikan ini kami tidak mengeluarkan dana sepeserpun kecuali bensin dan tinta printer untuk mengeprint πŸ˜†

Demikianlah sedikit serba serbi mendaftar sekolah di kota Columbus, negara bagian OHIO, Amerika serikat. Karena setiap negara bagian memiliki kebijakan yang berbeda, jadi saya spesifikasi tulisan ini berdasarkan kota tempat kami tinggal.

Columbus, 2 Maret 2018