MOM BLOGGER

A Journal Of Life

Image Slider

Pendidikan Hati untuk Membentuk Karakter Anak

Jumat, 08 Februari 2019
Mendidik dan membesarkan anak tak bisa lepas dari tantangan dan juga ujian. Mulai dari saat mereka terlahir hingga mereka tumbuh dewasa. Setiap orang tua tentunya menginginkan ujian dan tantangan tersebut mampu terlewati dengan baik dengan melihat anak-anak tumbuh menjadi anak yang berkarakter baik.


Karakter Baik Menurut Al-Qu'ran
Di dalam islam, karakter baik yang dimaksud yaitu taat kepada Allah, mencintai Rasulullah, berbakti kepada orang tua, dan saling menghargai sesama. Lebih lengkapnya, karakter baik yang perlu dimiliki oleh seorang mukmin sudah dijelaskan di dalam Al-Quran. Di antaranya terdapat dalam surat Al-Mu'minun ayat 1-11.

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (3) وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ (4) وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (7) وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (8) وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (9) أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ (10) الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (11)

Artinya: "Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya, serta orang yang memelihara salatnya. Mereka itulah orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi (surga) firdaus. Mereka kekal di dalamnya." (QS. 23: 1-11)

Untuk mengantarkan anak-anak kita pada pembentukan karakter seperti yang termaktub di dalam Al-Quran tersebut, maka perlu dilakukannya tarbiyah atau pendidikan hati untuk anak.

Pendidikan Hati
Tentunya kita semua sudah pada tahu apa itu hati yang dimaksud dalam konteks pendidikan. Makna hati lebih mendekat ke perasaan atau batin seseorang. Dalam KBBI hati disebut sebagai "sesuatu yang berada di dalam tubuh manusia yang dianggap sebagai tempat segala perasaan batin dan tempat menyimpan segala macam pengertian". Arti lainnya yaitu "sifat (tabiat) batin manusia".

Secara ruhaniyah hati diartikan sebagai tempat beradanya keimanan, ketaatan, dan pengagungan kepada Allah Azza Wajalla (Suparlan, 2012). Sehingga pendidikan hati yaitu sebuah proses yang dilakukan secara bertahap dalam membentuk sifat atau tabiat dan juga kebiasaan termasuk di dalamnya keimanan dan ketakwaan.

Lalu Apa Hubungannya Pendidikan Hati dengan Pembentukan Karakter?
Karakter menurut Alwisol, penulis buku Psikologi Kepribadian, merupakan penggambaran dari tingkah laku namun bukanlah kepribadian yang dilakukan dengan memperlihatkan serta menonjolkan  nilai, baik itu benar atau salah secara implisit maupun eksplisit.

Hati yang terdidik akan bisa mengarahkan tingkah laku sehingga terbentuk karakter positif. Seperti karakter jujur yang merupakan salah satu teladan yang dicontohkan Rasulullah. Karakter ini tentu hanya akan muncul pada individu yang memegang nilai menteladani Rasul sebagai wujud pendidikan hati yang cinta rasul, misalnya.

Sehingga bisa dikatakan mendidik hati umpama mendidik kepala suku agar bisa mengajak dan mengarahkan pasukannya, dalam hal ini seluruh anggota tubuh manusia. Hati yang baik tentu kan mengarahkan lidah untuk berkata yang baik, mengendalikan kaki untuk melangkah ke jalan-jalan yang baik, dan lain-lain.

Dari An Nu'man bin Basyir radhiyallahuanhuma, Nabi Shallallahualaihi wa sallam bersabda,
"Ketahuilah bahwa di dalam diri manusia ada segumpal darah, jika baik maka akan baiklah semua dirinya, dan jika rusak maka rusaklah semua dirinya, ketahuilah segumpal darah itu adalah hati" (Hr. Bukhari & Muslim)

Cara Mendidik Hati Anak Untuk Membentuk Karakter Baik
Anak, sebagaimana yang telah kita ketahui, terlahir bersama fitrahnya, seperti fitrah keimanan dan kebaikan. Mendidik hati anak artinya mendidik fitrah mereka berjalan pada jalur yang sudah ditetapkan Allah Azza Wa Jalla. Tentunya semua ini membutuhka usaha dan langkah konkrit dari kita sebagai orang tua yang dititipi amanah olehNya.

Bagaimana caranya mendidik hati anak untuk membentuk karakter baik yang Islami?

1. Tauhid Sejak Dini

“Rafi’ ra. meriwayatkan bahwa aku melihat Rasulullah saw. menyerukan adzan ke telinga Hasan bin Ali ketika ia baru saja dilahirkan oleh Fathimah ra.” (HR. Tirmidzi).

Hadits di atas menyiratkan pentingnya pengenalan tauhid sejak dini. Bahkan ketika ilmu pengetahuan menjelaskan bahwa janin di dalam rahin sudah mampu menangkap suara di usia kandungan tertentu, artinya kita sebagai muslim bisa memperkenalkan kalimat tauhid sejak bayi masih berada di dalam kandungan.

2. Tanamkan Nilai Tanpa Gengsi
Mendidik hati artinya menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak, seperti nilai kejujuran, tanggung jawab, tolong menolong, toleransi, memaafkan, dan lain sebagainya. Tentunya hal ini dilakukan sedini mungkin sembari kita terus memperbaiki diri. Tak ada manusia yang luput dari kesalahan pun kita sebagai orang tua. Jika kita sempat terlalai atau khilaf dalam mendidik anak maka kita pun bisa menanamkan nilai kehidupan kepada anak. Seperti nilai kejujuran dan ketulusan meminta maaf tanpa perlu merasa gengsi.

3. Berikan Teladan
Perkara hati bukanlah soalan yang mudah diaplikasikan ke anak seperti halnya logika matematika yang kita ajarkan bahwa 1+1=2. Sehingga mendidik hati anak perlu dilakukan dengan sentuhan. Sentuhan seperti apa? Yaitu sentuhan keteladanan. Sehingga ketika menginginkan anak berkarakter baik, maka berikanlah teladan untuk karakter baik tersebut. Karena mendidik dengan suri tauladan akan mudah masuk dan menyentuh hati anak.

4. Kondisikan Lingkungan
Lingkungan merupakan pembawa pengaruh terbesar dalam kehidupan manusia. Dalam mendidik hati anak agar memiliki karakter yang baik, maka memastikan lingkungan yang kondusif perlu dilakukan. Karena anak akan dengan cepat menyerap nilai dan kebiasaan dari lingkungan sekitar.

"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur." (QS. 16:78)

5. Berdoa
Tak ada yang lebih penting dari doa terlebih ketika kita berbicara hati. Karena pada hakikatnya setiap yang ada di langit dan di bumi adalah dalam kendali dan kuasa Allah azza wa jalla. Termasuk hati kita dan hati anak-anak kita. Untuk itu selalu berdoa dan meminta perlindungan kepada Allah perlu senantiasa dilakukan dalam mendidik hati anak.

Abdullah ibnu Abbas meriwayatkan bahwa ketika Hasan dan Husain lahir, Rasulullah saw. memanjatkan doa kepada Allah memohon perlindungan bagi kedua cucunya dengan doa berikut ini.
أُعِيْذُ كُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ.
“Aku mohonkan perlindungan bagi kamu berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, jiwa yang jahat, dan dari setiap mata yang memperdaya.”
Kemudian, Rasulullah saw. bersabda,
هٰكَذَا كَانَ اَبِي اِبْرَاهِيْمُ يُعَوِّذُ اِسْمَاعِيْلَ وَاِسْحَاقَ.
“Demikianlah bapakku, Ibrahim, memanjatkan doa perlindungan bagi Ismail dan Ishak.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Penutup
Meski hati tak tampak dalam pandangan manusia, namun hati bisa tercermin dari tingkah laku dan karakter. Hati pun diyakini memiliki peran utama dalam menghidupkan jiwa manusia. Seperti halnya jantung sebagai organ utama yang menghidupkan raga manusia. Sehingga, mendidik hati adalah kunci utama dalam mengantarkan anak menjadi individu yang berkarakter positif dan islami.

Dengan mendidik hati anak, secara tidak langsung kita sebagai orang tua juga tengah mendidik hati kita. Maka didiklah hati kita dengan ilmu dan iman. Semoga kita mampu menjaga amanah ini.

Referensi:
- Endah H, Darosy (2011), Jurnal Psikologi UNDIP.
- Suparlan (2015), Mendidik Hati Membentuk Karakter.
- dakwatuna.com
- dosenpsikologi.com
- rumaysho.com

Columbus, 7 Februari 2019

'Yes Man': Inspirasi Belajar Keluar Negeri

Senin, 04 Februari 2019
Siapa sih yang ga mau belajar ke luar negeri. Jujur-jujuran aja, kalo belajar ke luar negeri itu memang keren kan ya. Keren pengalamannya dan keren juga tantangannya. Yang pasti, belajar di luar negeri sendiri alias di negeri orang itu bakal berpeluang memperoleh insight baru. Bisa dikatakan lebih kaya akan nilai dan pesan moral lah. Menurut saya ya ...


Saya, bukanlah pribadi yang senang belajar di jenjang formal. Melanjutkan pendidikan formal ke tingkat yang lebih tinggi juga bukan menjadi impian. Jadi boro-boro kepikiranbuat  belajar ke luar negeri, lanjut ke jenjang yang lebih tinggi saja ga jadi targetan pribadi saya.

Baca Juga: Sekolah di Amerika, Beda?

Tapi meskipun demikian, saya selalu penasaran dengan orang-orang yang seneng banget belajar di jenjang pendidikan formal. Baik yang non stop kuliahnya (beres kuliah S1, lanjut S2. Belum lama beres S2, lanjut lagi S3), maupun yang kuliah kerja kuliah kerja. Masha Allah. Otaknya ga panas apa ya ... 😅.

Memetik Inspirasi Dari Sekitar
Bersyukurnya saya saat ini berada di lingkungan orang-orang yang seneng belajar. Jadi saya bisa melihat langsung gimana sih orang yang hobi belajar itu nuntasin pekerjaannya sebagai mahasiswa, misalnya. Gimana sih cara mereka membahagiakan diri kalo misal otak udah ngebul. Atau gimana cara mereka bersosialisasi, mengatur ritme dengan peran lain mereka terutama bagi yang sudah berkeluarga.

Tiga tahun menyaksikan fenomena ini, kesimpulan awal yang bisa saya ambil adalah mereka memang orang-orang pilihan yang ulet dan bekerja keras. Pintar dan ga malesan. Mereka mau tenggelam dalam ilmu, terseok kepayahan dalam ujian. Dan yang pasti, mereka membuat saya jadi sangat ingin seperti mereka, belajar tanpa henti, dengan menjadi mahasiswa (lagi).

Tapi apa sesempurna itu mereka? Saya protes donk!!! ASLI IRI!!! Dan dalam tulisan ini saya bahas kisah inspiratif yang menurut saya bisa memotivasi kita untuk terus menjadi pribadi pembelajar sejati.

Baca Juga: Produktif Dampingi Suami Bersekolah

Haruskah Belajar Formal?
Geliat belajar generasi muda saat ini memang luar biasa ya (kalo ngomong kaya gini saya mendadak merasa tua). Entah karena saya memang lagi berada di lingkaran mahasiswa, tapi memang kesadaran masyarakat kita akan pentingnya pendidikan semakin meningkat. Terlebih semakin banyaknya peluang bagi setiap kalangan memperoleh pendidikan yang lebih tinggi tanpa terkendala dana dengan aneka macan tawaran beasiswa.

Tapi apakah harus belajar di jenjang pendidikan formal?

Pertanyaan ini lantas saya lontarkan ke salah seorang kenalan saya. Pertanyaan yang sangat menghantui saya yang baru memiliki predikat sarjana. Meski pernah mengecap pendidikan master selama 1 semester, tak lantas membuat saya memiliki keinginan kembali bersekolah master dengan berbagai macam pertimbangan, apalagi setelah beranak pinak seperti sekarang.

Lalu apa jawaban dari kenalan saya tersebut?

"Belajar tak harus bersekolah!" Begitu katanya.

Saya, yang mendengar jawaban itu merasa memperoleh pembenaran atas segala pertimbangan yang ada dalam pikiran saya. Saya ga lanjut S2 berarti ga salah donk ya. Tapi saya kurang puas meski sesaat merasa terbela. Saya coba tanya lebih mendalam lagi.

"Lha, terus kamu kenapa mau cape-cape sekolah sampe sejauh ini?"

Pertanyaan ini saya lontarkan karena saya sudah cukup kapok dengan karakter orang-orang pintar yang selalu membuat orang lugu seperti saya terjebak. Seperti yang pernah saya alami zaman sekolah dulu. Dengan polosnya saya percaya bahwa teman saya tidak belajar apapun untuk persiapan ujian harian. Saya lugu mengikutinya. Alhasil, ujiannya bernilai baik sedangkan saya??? Ga usah dijawablah ya.

Baca Juga: Persiapan Keberangkatan Studi ke Amerika

Dalam jawaban teman saya ini, saya mencurigai hal senada bakal terjadi. Bisa saja dia tidak mau saya menjadi pintar seperti dirinya 😅. Makanya dia tidak memotivasi saya untuk bersekolah kembali dengan mengeluarkan jawaban seperti di atas.

Menjawab pertanyaan saya selanjutnya, dia hanya berkata,

"Saya tu Yes Man. Kaya judul film ya?!" Katanya.

"Maksudnya? Saya belum pernah nonton fiom itu" Dialog pun mulai terbuka.

"Tapi ga ada kaitannya sih sama film. Itu cuma istilah saja buat diri sendiri. Saya ga sadar ternyata saya selalu mengiyakan tawaran yang datang. Tak banyak pikir dan pertimbangan. Jadi saya merasa kaya Yes Man gitu. Termasuk ketika menjalani kehidupan akademis dan karir. Saya melakukan apapun yang orang sekitar saya minta. Dan ternyata, setelah dipikir-pikir semua itu jadi jalan buat saya untuk sampai ke titik sekarang." tambahnya menjelaskan.

"Ya tapi ga mungkin donk tawaran dan permintaan datang ke sembarang orang" ungkap saya rada sewot.

"Proses sih!" Katanya singkat.

Singkat cerita, tersadarlah saya bahwa keberuntungan memperoleh jenjang pendidikan yang lebih tinggi itu tidak melulu soal ambisi. Ada orang-orang yang ternyata sampai ke titik tertentu justru karena tak memiliki ambisi akan hal tertentu. Tapi tidak pula tanpa usaha.

Inspirasi Part 1
Seperti teman saya ini. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, bisa dikatakan dia lanjut ke jenjang berikutnya dengan cukup cepat tahapannya. Lulus S1 tahun 2010, lanjut S2 2013 dan selesai 2014. Kemudian bersekolah lagi S3 di tahun 2016 awal hingga sekarang. Semua mengalir, tanpa dia targetkan. Begitu dia menceritakannya pada saya.

Bagi orang-orang sekitarnya, dia seperti sosok jenius yang bisa lanjut bersekolah ke luar negeri tanpa harus merasakan kegagalan dalam melayangkan permohonan beasiswa. Setelah lulus sarjana tahun 2010, di tahun yang sama dia mencari beasiswa S2 ke Amerika Serikat. Dapatlah dia beasiswa USAID dengan kampus negara Amerika sebagai kampus bidikan dan tujuan. Terlihat mulus tanpa penolakan dan kegagalan.

Belumlah beres masa studinya S2 nya, datang tawaran untuk melanjutkan S3 dengan mengikuti sebuah program kerjasama. Sehingga tak lama berselang dari kelulusan masternya, S3 lah dia di Ohio State University (OSU) ini. Di kampus yang sama dengan suami saya. Masha Allah.

Penasaran ga sih dengan kisahnya teman saya ini? Jujur, saya saja sampai sekarang ga percaya kalo dia sampe ke titik sekarang hanya karena dia seorang Yes Man. #sayajulid

Yes Man Story
Tak banyak orang yang mengetahui kisahnya, kata teman saya ini pada saya. Karena memang dia bukanlah sosok yang pandai membuat cerita apalagi mengisahkan diri untuk dijadikan inspirasi sekitar. Memang, teman saya ini terlihat sebagai pribadi yang serius dan cukup kaku. Media sosialnya lebih sering berbincang perihal yang berat-berat kaya batu 😅.

Kadang saya suka bingung, kenapa hanya sedikit orang-orang hebat yang mau dan mampu membagikan inspirasi hidup mereka ke khalayak, termasuk teman saya ini.

Jadilah saya berpikir untuk meneruskan kisah-kisah keren ini. Setelah sebelumnya saya berhasil memperoleh kisah keren lainnya dari seorang wanita sekaligus ibu. Dan sama, dia juga tidak mau identitasnya dimunculkan. Masha Allah tawadhu sekali. Tabarakallah.

Baca Juga: Menempuh Doktoral Bersama Bayi

Back To Yes Man's Story
Teman saya ini, sebelum berangkat S2, bekerja sebagai salah satu staf administrasi di salah satu kampus negeri. Kalo dipikir-pikir, staf administrasi kok bisa-bisa nya sekolah tinggi, keluar negeri pula. Tapi disinilah inti cerita saya tentang apa yang saya cantumkan pada judul tulisan saya, Yes Man: Inspirasi Belajar Keluar Negeri

Berawal dengan kepribadian yang senang meng-iya-kan segala macam tawaran selagi bermanfaat dan positif, tanpa memikirkan benefitnya-teman saya ini secara tidak sadar menjemput takdir baiknya seperti sekarang. Terkesan minimalis sih usahanya. Ga kaya para pemburu beasiswa yang pernah saya baca yang jatuh bangun sampe berdarah-darah.

Bukan Berarti Tak Ada Usaha
Memang, teman saya ini tidak memiliki target capaian tertentu. Katanya, dia hanya mengusahakan apa yang bisa dilakukan dan melihat peluang yang bisa diambil.

Jadi, ketika sedang skripsi, saya lupa lagi apakah setelah sidang atau justru sebelum sidang skripsi, dia memperoleh tawaran dari salah seorang dosen di jurusannya untuk melamar menjadi staf administrasi salah satu pembantu rektor. Tanpa pikir panjang dia melayangkan lamaran tersebut dan setelah melalui fit and proper test, dia diterima.

Tadinya, dia melirik balai bahasa kampus tersebut sebagai tempat memulai debut karirnya. Tapi ternyata nasibnya tak berjodoh disana katanya. Sempat sedih dan kecewa juga dia, karena bisa dikatakan dia sangat berharap bisa bekerja di balai bahasa.

Ternyata, jalan rezeki memang terbuka melalui pintu lain. Begitu ungkap teman saya ini. Setelah menjadi staf administrasi, kesempatan berselancar di dunia maya jadi lebih banyak. Disinilah dia memiliki waktu dan fasilitas lebih dalam mempersiapkan diri untuk melamar beasiswa dan mencari kampus tujuan. Berbekal internet kampus disela waktu istirahat kerja.

Tentunya persiapan ini perlu usaha dan kerjakeras. Saya bilang ke teman saya ini, kok bisa kamu langsung lulus. Kamu hebat banget donk ya. G-E-N-I-U-S

Baca juga: Yang Muda Yang Inspiratif

Dan dia menangkis, entahlah, mungkin hanya ingin rendah hati 😅. Dia bilang dia hanya mengatur strategi dengan tidak ngoyo harus ke negara mana dan di kampus apa. Dia juga hanya memastikan kemampuan dirinya untuk memperoleh beasiswa yang dia bidik dan kampus yang dia lirik mampu dia penuhi standar kelulusannya. Istilah orang sekarang mah kaya memantaskan diri gitu.

Dia Ternyata Pernah Gagal
Mengulik kisah lainnya agar saya tak terlalu terhempas, akhirnya saya pun iseng bertanya.

"Pernah gagal ga? Atau punya fase pahit atau apalah yang ga ideal dalam hidup." Kata saya.

"Pernahlah ... ... ...". Cerita pun mengalir panjang kali lebar kali tinggi.

Saya yang mendengarkan mengangguk-ngangguk paham. Hati saya bergumam dan secara tidak sadar membandingkan dengan diri sendiri. Saya jadi menyadari bahwa penyikapan teman saya ini terhadap masalah, kegagalan atau ketidak idealan dalam hidup, sangat berbeda dengan saya.

Sedikit Tentang Latar Belakang Yes Man ini
Berasal dari keluarga sederhana, ayahnya seorang guru dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Melanjutkan SMP dan SMA di pesantren modern yang tak jauh dari rumahnya di sebuah kabupaten. Pesantren ini baru saja berdiri saat itu, tanpa kualitas yang mumpuni dan prestasi yang menjanjikan.

Kehilangan sang Bapak di tahun 2008 justru nyaris membuat dia tak bertitel sarjana. Berbekal beasiswa kesana kemari dengan bantuan orang sekitar yang baik hati, 2010 gelar sarjana dia raih.

Diterima S2 atas restu ibu, harapan mendiang bapak dan dukungan atasannya
Selain "Yes Man" ke segala hal, teman saya ini ternyata juga "Yes Man" ke orang tuanya. Bersekolah di pesantren, yang katanya jadi pembuka kebebasan berfikir dan berindak, karena mengiyakan permintaan ayahnya.

Berkesempatan pesantren di Gontor, tapi karena sang ibu tidak rela berjauhan dan meminta sekolah di pesantren dekat rumah saja, jadi jalan buat dia memperoleh berkah ilmu. Padahal teman saya ini bilang, dia bersekolah di pesantren nodern yang belum ajeg sistemnya kala itu. Kelas dan guru pun masih terbatas. Tapi memang ilmu kalo berkah mah ya. Ga usah cari tempat favorit atau ternama apalagi mahal hehehe.

Setelah direstui sang Ibu, lamaran beasiswa dia diterima atas bantuan rekomendasi atasannya. Pada tau kan kalo pengajuan ke beasiswa ada yang meminta untuk menyertakan rekomendasi profesor atau doktor?

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui Sebelum Studi ke Amerika

Tawaran S3 Datang
Meski sedang cuti sementara dari kantornya, atasannya teman saya ini memang tipe atasan yang mendukung sekali jika ada bawahan ulet menuntut ilmu. Jadi, saat teman saya ini sedang di titik akhir penuntasan S2 nya, tiba-tiba dia memperoleh tawaran S3 dari atasannya melalui sebuah program kerjasama. Dimana teman saya ini bisa melanjutkan S3 di salah satu dari 3 kampus yang tergabung dalam program tersebut. Artinya, dia dibantu semua hal untuk memperoleh LoA dari kampus-kampus tersebut.

Setelah menuntaskan semua syarat dan ketentuan untuk mendaftar di kampus yang dia pilih, yaitu OSU, dia pun mulai mencari beasiswa karena kerjasama yang ditawarkan tidak mengurusi funding. Singkat cerita, dia berhasil memperoleh beasiswa LPDP. Lagi-lagi, tanpa mengalami kegagalan dulu 😅. #guesewot

Inspirasi Part 2
Kita tentunya tidak bisa menyamakan jalan hidup kita dengan orang lain. Karena setiap manusia memiliki jalan hidup dan garis takdir masing-masing. Tapi, tak lantas membuat kita menutup mata dari kisah hidup orang lain juga.

Hikmah, inspirasi atau pelajaran bisa datang dari mana pun, siapapun. Mungkin nasib kita tidak akan serupa dengan orang sukses yang tengah kita baca atau dengar kisahnya. Tapi, semangat atau pengalaman dan cara mereka menjalani hidup, tentu bisa kita ambil untuk ditiru yang baik-baiknya. Pun dari mereka yang mungkin di mata kita bukan siapa-siapa, inspirasi tetap bisa kita petik jika kita mau jeli melihat dan menyusuri.

Baca Juga: Rubrik Baru: Inspirasi Hari Ini

Belajar dari kisah teman saya, sebut saja namanya Yes Man tadi, banyak pelajaran yang bisa saya ambil.

1. Lakukan Apapun Selagi itu Baik
Kadang, saya suka picky dalam melakukan sesuatu. Apalagi kalo dirasa hal tersebut tidak terlihat benefitnya. Saya mengenal teman saya ini sebagai orang yang sangat pintar. Heran, kok dia mau jadi staf administrasi alias kerjaan yang ga ada sama sekali bayangan karirnya sebagai lulusan sarjana pendidikan. Tapi, ternyata justru disitulah batu pijakannya untuk melompat menjemput takdir akademik dan karirnya.

2. Ijabahnya Doa sang bapak
Tertampar rasanya saya ketika mendengar kisah teman saya ini. Sebegitunya dia memuliakan orang tuanya. Dan ternyata, sebelum ayahnya meninggal, ayahnya sudah berfikir menyekolahkan teman saya ini ke jenjang S2. Saya melihatnya, takdir dia bersekolah ini sebagai ijabahnya doa sang bapak untuk anaknya.

3. Kebiasaan Baik Kepada Ibu
Ada sebuah kebiasaan yang dimiliki teman saya ini yang menurut saya membuat jalan hidupnya berkah. Yaitu selalu memberi kabar dimana pun dia berada dan meminta doa kepada ibunya setiap kali hendak tes, ujian dan lain-lain.

4. Belajar lagi belajar terus dimana dan kapan pun
Motivasi teman saya ini dalam belajar ternyata sederhana, yaitu hanya ingin mengetahui sesuatu yang belum diketahui. Wow! Lha saya? Baru aja merasa belajar rada banyak, ngedadak udah merasa cape karena motivasinya salah niat 😅. Makanya teman saya ini kerjaannya belajar lagi belahar terus dimana pun dan kapan pun. Tak harus melalui jalur formal, non formal atau informal, semua adalah tempat belajar.

Tips Mencari Beasiswa dan Kampus
Sebagai penutup dari tulisan ini, teman saya menitipkan beberapa tips buat temab-teman atau adik-adik yang sedang mencari beasiswa baik di dalam atau pun luar negeri. Tips umum dan mendasar dalam mencari beasiswa dan kampus.

1. Pelajari
Banyaknya informasi tentu harus benar-benar kita pelajari. Baik informasi mengenai beasiswa ataupun kampus. Setelah yakin paham dengan semua syarat, ketentuan, proses dan prosedurnya, maka mulai list persiapan yang perlu dilakukan.

2. Persiapkan dengan matang
Persiapan untuk berkuliah dengan bantuan beasiswa, biasanya meminta beberapa hal sebagai gambaran kemampuan dan kelayakan kita sebagai applicant. Sehingga pastikan apa yang kita persiapkan itu detail, mulai dari persiapan dokumentasi maupun persiapan tes.

3. Pasrahkan diri
Jika usaha yang kita lakukan sudah maksimal, maka pasrahkan diri untuk hasil terbaik di mata Allah. Luruskan kembali niat.

Dari Saya
Itulah sekisah yang bisa saya sampaikan tentang inspirasi hari ini. Semoga kita jeli dan ga pake gengsi melihat dan memetik inspirasi dari sekitar.

Buat yang belum tau, rubrik inspirasi ini terlahir untui melatih diri saya pribadi untuk bisa lebih peka terhadap inspirasi-inspirasi yang terserak.

Columbus, 3 Februari 2019

Blog dan Literasi Parenting

Rabu, 23 Januari 2019
Jaman sekarang siapa sih yang ga kenal Blog. Ya, meskipun Blog sepertinya tidak setenar Vlog dikalangan anak muda jaman now, tapi Blog itu bisa dikatakan emaknya Vlog.


Tentang BLOG
Blog alias Weblog sudah sejak lama melanglang buana di dunia maya. Sebelum diakusisi oleh Google pada tahun 2002, Blog sudah beredar sejak tahun 1997 dengan nama weblog. Lalu pada tahun 1999 dipopulerkan dengan nama blog oleh Peter Merholz.

Blog sendiri digunakan untuk berbagai macam kepentingan, mulai dari sebagai catatan harian, hingga media untuk berdagang online atau bahkan kampanye politik. Bisa dikatakan blog adalah web pribadi yang cara membuatnya lebih mudah ketimbang membuat website.

Platform terkenal yang biasa digunakan oleh para pemulis blog pemula di Indonesia yaitu blogger dan wordpress. Selain itu ada beberapa platform lain seperti tumblr, wix dan lain-lain.

Berawal Dari Ketidakmengertian
Saya, tadinya bukan tipe orang yang melek teknologi. Kehadiran internet tak lantas membuat saya penasaran. Orang-orang heboh friendster, multiply atau apalah, saya malah tidak tertarik sama sekali. Sekali-kalinya bikin blog hanya karena tugas salah satu mata kuliah saja. Wow banget ya saya 😂.

Ketika facebook muncul, saya juga tidak sekonyong langsung membuat akun. Jujur saya tidak mengerti apa fungsi Facebook (FB) saat itu. Benar-benar ga ngerti blas 100% Sampe akhirnya saya tergoda membuat akun FB karena semua orang sudah punya akun disana. Azas ikut-ikutan banget ya.. Pelan-pelan terjerumus juga saya ke lembah per media sosialan ini😆.

Bersyukurnya, saya terjerumus ke jalan yang rada benar. FB mengawali diri saya melek internet dan teknologi. Sebagai ibu-ibu milenial, saya merasa terbantu dengan adanya kemajuan teknologi ini. Terutama ketika teknologi sudah menjadi milik bersama seperti sekarang alias internetnya gampang diakses. Sehingga apa-apa yang saya butuhkan bisa dicari tahu informasinya dengan internet.

Kalo diinget-inget zaman dulu, apa-apa yang berhubungan dengan internet pasti rada ribet karena kita harus nyalain komputer dulu, yang kadang loadingnya suka lama. Kalo ga punya komputer, terpaksa pergi ke warung internet (warnet). Sekarang? Tinggal buka smartphone, buka browser, udah deh! Berbekal paket data kita pun bisa berselancar di dunia maya menikmati kecanggihan teknologi dunia.

Motivasi NgeBLOG
Tidak mau menyia-nyiakan kemudahan ini, tanpa berfikir muluk, saya pun memberanikan diri membuat akun di salah satu hosting blog gratisan, Blogger. Motivasinya? Hanya butuh tempat buat cuap-cuap tapi ga mau nulis pake pulpen, jadilah blog sebagai jawabannya. Memanfaatkan kebiasaan menggunakan HP dalam keseharian, agar HP lebih optimal dan tepat guna, agar si smartphone benar-benar dirasakan kepintaran.

Lama kelamaan, kebiasaan cuap-cuap yang topik utamanya ini perihal pengasuhan dan anak, membuat kemampuan menulis saya sedikit terasah. Selain itu, perlahan teori-teori parenting yang dulu hanya sekedar berseliweran di otak, akhirnya bisa dituangkan dalam bentuk tulisan sederhana sebagai salah satu cara untuk mengikat ingatan dan mengasah kemampuan. Buat saya tentu hal ini sangat wow luar biasa. Karena menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT) produktif menulis itu saya akui sangatlah berat tantangannya. Terutama buat para IRT yang sudah terlanjur menikmati perannya sebagai istri dan ibu di rumah dengan aktivitas khas IRT.

Menulis Blog Untuk Meliterasi Diri
Menulis pun berubah motivasi menjadi wadah literasi parenting. Tempat dimana saya mampu mengembangkan teori parenting yang sudah / belum / akan saya realisasikan dalam sebuah tulisan yang saya harapkan memiliki unsur informatifnya meskipun sekedar curahan hati belaka. Sehingga tidak hanya saya yang terlegakan melainkan juga pembaca blog saya bisa memperoleh pelajaran dari tulisan saya. Semoga.

Memang tidak semua topik tulisan saya membahas tentang parenting. Tapi bisa dikatakan nyaris sebagian besarnya adalah tentang anak, pengasuhan, dan pengalaman. Tidak ada alasan khusus kenapa saya lebih banyak menulis topik parenting ini. Barangkali karena kehidupan yang paling ngalir pengejawantahan teorinya dalam keseharian saya ya tentang parenting atau pengasuhan ini 😅. Jadi saya bisa menuliskannya dengan bebas sebagai orang awam yang tengah belajar tentang teori pengasuhan. Bukan sebagai seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan tertentu, misal seperti psikolog anak, dokter anak, tenaga pendidik atau ustadzah hehehe.

Literasi Parenting
Berbicara tentang literasi parenting, arti kata literasi sendiri memiliki makna kemampuan seseorang dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup (KBBI). Jika disandingkan dengan kata parenting maka arti literasi parenting adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mengolah informasi dan pengetahuan terkait parenting untuk memperoleh kecakapan peran.

Sederhananya, literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Sehingga penggunaan istilah literasi parenting kaitannya dengan blog, melihat blog merupakan salah satu sarana dimana aktivitas membaca dan menulis terjadi secara bersamaan. Sehingga bisa digunakan untuk meliterasi diri dalam hal ini sebagai orang tua.

Dengan demikian, blog tak hanya untuk kepentingan dokumentasi atau catatan harian pribadi, tapi bisa lebih dari itu. Yaitu menjadi tempat berbagi opini, pengalaman, tips, saran dan ajakan kebaikan terkait parenting. Lebih penting dari itu semua, literasi parenting melalui blog menggiring kita untuk jadi lebih melek teknologi dan perkembangan zaman sehingga kita bisa menyesuaikan gaya parenting kita. Tentunya kecakapan ini bisa membantu kita untuk tidak gagap mendampingi anak yang bertumbuh bersama generasi mereka yang mungkin memiliki tantangan pergaulan yang berbeda dengan generasi kita.

Karena menjadi orang tua bukanlah sebuah peran tunggal hanya sebagai orang tua saja bagi anak-anak kita, melainkan juga sebagai teman, sahabat, dan lain-lain. Sehingga meningkatkan kapasitas diri tentu perlu terus menerus kita lakukan dengan semangat Long Life Education mengingat menjadi orang tua itu merupakan peran seumur hidup. Artinya sepanjang hidup adalah untuk mendidik diri, anak, keluarga dan lingkungan. Tak hanya dengan membaca banyak hal-hal terkait pengasuhan baik secara teoritis maupun empiris, tetapi bagaimana kita mampu menuliskan kembali apa yang kita baca tersebut sehingga bisa lebih komprehensif.

Apapun itu cara yang kita tempuh untuk meningkatkan kapasitas diri, semoga kita menjadi pribadi yang tidak cepat puas atas capaian diri. Sehingga kita terus dan terus belajar tak peduli status sosial hanya sebagai IRT alias Ibu di Rumah dan di Tangga 😆, tetap semangat meliterasi diri, salah satunya dengan ngeblog 😉. Karena ngeblog tentang pengasuhan anak tidak menuntut kita jadi ahli dulu kan. Berbekal semangat berbagi pengalaman, bisa deh kita nulis blog tentang pengalaman pengasuhan anak-anak kita.

Tertarik buat ngeblog? Yuk belajar bareng 🤗 Belajar mengukir sejarah dengan kata lewat tulisan di laman blog kita. Semoga jadi amal jariyah kita.

Columbus, 23 Januari 2019

Merawat Bayi Minim Baby Blues

Sabtu, 19 Januari 2019
70 sampe 80% wanita mengalami baby blues pasca lahiran. Kenapa? Karena perubahan-perubahan yang terjadi seperti perubahan hormon dan juga kebiasaan.



Perubahan hormon memang menyumbang cukup banyak 'kegalauan' mood alias mood swing. Sehingga letupan emosi bisa terjadi tanpa sebab. Sekarang ketawa, semenit kemudian bisa nangis bombay. Ya kaya pas lagi pra menstruasilah ya lebih kurang. Cuma levelnya agak lebih lebay 😅

Apa Sih Baby Blues itu?
Baby blues (BB) atau dikenal juga dengan istilah postpartum blues (PB) adalah sebuah perasaan sedih yang dimiliki seorang ibu pasca melahirkan bayinya. Biasanya, baby blues mulai dirasa hari ketiga pasca melahirkan dan bisa berlanjut hingga 2 minggu setelahnya.

Baby blues merupakan hal yang wajar dialami setiap ibu yang baru melahirkan. Namun akan menjadi tidak wajar jika perasaan sedih tersebut terjadi lebih dari 2 minggu dan diikuti perasaan ingin menyerah dengan keadaan. Kondisi lanjutan dari baby blues ini disebut Post Partum Depression (PPD).

Meskipun baby blues merupakan hal yang wajar, bukan berarti munculnya gejala baby blues ga jadi perhatian ya. Karena cukup banyak kasus yang berawal dari baby blues ini dengan berbagai macam faktor pemicunya berujung pada hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti putus asa dengan diri sendiri sehingga ingin mengakhiri hidup, rasa tidak ingin melihat si bayi bahkan ingin menjauhkan bayi selamanya atau rasa khawatir yang berlebihan terhadap berbagai macam pikiran yang muncul.

Gejala-gejala Baby Blues
Untuk menghindari terjadinya PPD, perlu untuk mengetahui gejala-gejala dari baby blues, karena PPD sendiri merupakan lanjutan dari baby blues syndrome (BBS). Dengan mengetahui gejala-gejalanya, diharapkan baby blues bisa diminimalisir kemunculannya sehingga tidak berlanjut pada PPD.

Berikut 10 gejala baby blues berdasarkan americanpregnancy.org
  • Menangis tanpa alasan yang jelas
Menangis biasanya muncul ketika kita memiliki perasaan sedih akibat suatu hal. Apakah sedih karena rindu, sedih karena menyesal atau kesedihan lain yang memiliki alasan yang jelas. Sedangkan saat baby blues, rasa sedih yang muncul tidak memiliki alasan yang jelas melainkan ujug-ujug hanya ingin menangis.
  • Tidak sabar
Masing-masing orang memiliki kadar kesabaran yang berbeda-beda. Saat baby blues, tingkat kesabaran bisa menurun drastis. Sehingga hal-hal yang biasanya bisa kita hadapi dan jalani dengan sabar jadi tidak bisa lagi kita tolerir. Perasaan tidak sabar ini juga bisa menjadi pemicu munculnya gejala-gejala lain dari baby blues yaitu cepat marah.
  • Cepat marah
Seperti yang saya sebutkan di atas yaitu perasaan tidak sabar bisa memicu munculnya gejala cepat marah. Untuk hal-hal yang sederhana kadang kita bisa terpancing untuk marah. Bahkan saat baby blues, kita bisa marah tanpa alasan yang jelas dan dipandang berlebihan oleh orang-orang sekitar kita.
  • Gelisah
Gelisah yaitu perasaan tidak tentram, selalu merasa khawatir, dan tidak tenang. Perasaan ini bisa membuat jadi susah tidur dan kehilangan nafsu makan. Ketika muncul perasaan gelisah pasca melahirkan, bisa jadi gejala baby blues mulai muncul.
  • Cemas
Cemas memiliki artian yang serupa dengan gelisah yaitu tidak tentram hati karena khawatir. Dalam baby blues, kecemasan bisa muncul karena peran baru yang tengah dijalani, baik dipicu oleh diri sendiri maupun dari lingkungan sekitar.
  • Lelah
Adaptasi dengan rutinitas baru, fisik yang belumlah sempurna, dan amanah yang bertambah membuat rasa lelah cepat menghampiri. Saat baby blues, meskipun lelah, biasanya tubuh tidak bisa diajak kompromi untuk beristirahat, sehingga kelelahan semakin menjadi-jadi. 
  • Imsomnia bahkan saat bayi sudah tertidur
Meskipun lelah, justru malah jadi sulit tidur. Bisa karena dirundung rasa cemas dan gelisah tadi. Atau susah tidur tanpa alasan yang jelas. Padahal kita memiliki cukup waktu untuk beristirahat.
  • Sedih
Berbagai macam faktor pemicu, sehingga wanita yang mengalami baby blues sering dirundung rasa sedih. Tak mengenal tempat, waktu dan momen. Sehingga kita sulit untuk tertawa dan tersenyum meskipun tengah berada di momen menyenangkan.
  • Perubahan mood
Perubahan suasana hati yang terlalu mendadak seperti yang saya sampaikan di atas. Semua perubahan mood ini tidak bisa dikontrol dan berganti begitu saja tanpa kita ketahui penanda bergantinya mood tersebut. Hal-hal yang tadinya biasa, ketika terkena baby blues ternyata bisa menjadi pemicu perubahan mood.
  • Konsentrasi berkurang
Dengan banyaknya hal-hal yang wanita yang terkena baby blues itu sendiri tidak mampu mendefinisikannya, membuat konsentrasi berkurang. Mengatur aneka rupa rutinitas dengan peran baru dan amanah baru, membuat kita secara tidak sadar terfokus hanya pada anak. Sehingga untuk hal-hal lainnya konsentrasi menjadi terganggu.

Apakah Baby Blues hanya Menyerang Wanita Pasca Melahirkan?
Berbicara baby blues artinya kita berbicara tentang kejiwaan. Setiap manusia memiliki berbagai macam perjalanan kejiwaan. Variasi kehidupan di setiap individu, tentunya membawa variasi pengalaman yang mengisi jiwa. Sehingga, baik itu laki-laki ataupun perempuan, tidak menutup kemungkinan bahwa baby blues bisa saja menyerang. Seperti suami, orang tua, atau mungkin saudara si bayi.

Namun, karena faktor pemicu utama munculnya BBS adalah perubahan hormon di tubuh si ibu, yang tadinya memiliki hormon kehamilan lalu berganti dengan hormon menyusui, maka memang BBS adalah sebuah istilah yang ditujukan untuk sindrom kejiwaan yang menyerang ibu-ibu pasca melahirkan.

Adapun gejala kejiwaan lain yang menimpa pihak lain selain si ibu, bisa saja serupa, tapi mungkin memiliki faktor pemicu berbeda sehingga membutuhkan bahasan yang berbeda pula.

Tips Merawat Bayi Minim Baby Blues

Melihat dari gejala baby blues, sebenarnya kita bisa meminimalisir atau bahkan menghindar agar tidak terkena BBS. Sehingga, berdasarkan pengalaman pribadi, saya mencoba meramu apa saja yang bisa dilakukan untuk bisa terhindar atau meminimalisir munculnya baby blues syndrome ini. Yang pasti, tips ini sebaiknya dilakukan sebelum melahirkan mengingat BBS biasanya muncul beberapa hari pasca melahirkan.

1. Memperkuat Keimanan
BBS, muncul begitu saja memang. Bahkan seorang wanita biasanya tidak menyadari bahwa dirinya terkena BBS. Tips ini sengaja saya bahas paling awal karena menjadi faktor penentu keberhasilan tips selanjutnya.
Saya meyakini bahwa keimanan berbanding lurus dengan prasangka. Semakin kita meningkatkan keimanan kita kepadaNya, semakin positif prasangka yang muncul untuk setiap kesulitan yang kita terima. Termasuk tantangan-tantangan yang akan kita terima dengan peran baru kita pasca melahirkan.

2. Mengenal diri sendiri
Menghadapi babak baru dan peran baru, tentunya tidak semudah yang kita bayangkan. Untuk meminimalisir bisikan negatif yang muncul dari dalam diri, mengenal kekuatan dan kelemahan diri sendiri bisa membantu kita memilah dan memilih mana bisikan yang bagus dan tidak. Karena biasanya ibu yang baru saja melahirkan akan sibuk bermain dengan bisikan pikirannya sendiri.

3. Mengenal keluarga dan lingkungan sekitar
Mengenal keluarga dan lingkungan bisa membantu kita untuk mengklasifikasi mana hal yang patut didengar mana yang tidak. Mana hal yang patut dijelaskan mana yang tidak. Dan lain sebagainya. Sehingga otak kita tidak terlalu bising dengan hal-hal yang kurang penting.

4. Mengenal Karakter Bayi
Mengenal karakter bayi baru lahir secara umum bisa membantu kita lebih waras dalam menjalani masa awal adaptasi. Misal, menyadari sepenuhnya bahwa bahasa komunikasi bayi adalah dengan tangisan, sehingga kita mendengar tangisan  bayi sebagai bahasa komunikasi bukan sebagai hal yang memekakkan telinga.

5. Belajarlah seperlunya dan secukupnya
Hasrat ingin menjadi ibu yang baik memang sangatlah bagus. Namun ketika mengawali peran, membatasi diri untuk mengetahui semua hal tentang peran baru sebagai ibu agaknya perlu dilakukan. Ibaratkan gelas, isilah sebagian saja dengan teori untuk menghindari overload. Lalu sebagian lagi isi dengan pengalaman. Agar kita bisa fleksibel dengan hal baru dan bisa lebih jernih menerimanya.

Jika ternyata kita baru saja menyadari terkena BBS dan sangat khawatir berlanjut ke PPD, maka perlu melakukan tips berikut:

1. Mintalah bantuan untuk bisa 'berhenti sejenak'
Menjaga diri agar tidak terlalu forsir sangat penting di masa awal menjadi ibu. Tak perlu khawatir peran kita sebagai ibu tergantikan oleh orang lain. Berhenti sejenak dengan aktivitas ringan seperti mandi, makan, buang air, atau bahkan dandan dengan tenang. Hal ini tidak akan mengubah 'ketergantungan' bayi kepada ibunya.

2. Tenanglah, tangisan bayi ada maknanya
Biasanya, hal yang paling membuat ibu baru merasa diburu-buru dan tidak tenang adalah karena tangisan bayi. Pelajarilah bahasa komunikasi si bayi, lalu tenanglah. Karena perasaan tidak tenang biasanya memicu munculnya gejala lain dari baby blues.
Jika sudah tenang, maka selesaikanlah apa yang sedang dilakukan tanpa perasaan terburu-buru karena tangisan bayi. Meninggalkan bayi di tempat yang aman lalu sejenak kita selesaikan apa yang ingin atau sedang kita lakukan tidak akan membuat bayi kita tersakiti. Bayi adalah makhluk cerdas yang mampu diajak komunikasi dan memahami kondisi. Jadi, tenanglah dan nikmatilah aktivitas.

3. Speak Up
Jika berbagai macam upaya sudah kita lakukan untuk meminimalisir munculnya BBS namun ternyata tetap masih dirasakan gejalanya, maka komunikasikanlah. Bisa kepada pasangan, keluarga atau kerabat. Tapi jangan terlalu berharap mereka langsung paham dengan kondisi kita. Karena tak semua orang paham terkait kejiwaan ini.
Jika masih dirasa tidak memperoleh support yang dibutuhkan, maka komunikasikanlah kepada psikolog atau tenaga medis.

Pada akhirnya, apapun terkait sindrom kejiwaan, tentunya kita dan yang menguasai jiwa inilah yang tau, yaitu Allah. Mau bagaimana pun kita mengusahakan agar terhindar, jika tips pertama tidak kita lakukan, saya sangat yakin BBS bisa saja terus menghantui. Apalagi faktor pemicu selain perubahan hormon atas munculnya BBS di setiap individu ini berbeda-beda. Sehingga, tips agar selalu dekat dengan Allah adalah tips paling general yang bisa dilakukan untuk aneka ragam situasi dan kondisi setiap individu.

Semoga tulisan ini sedikit membantu teman-teman yang tengah mempersiapkan diri menanti kelahiran buah hati ataupun teman-teman yang tengah berjuang menjalani peran baru ini.

Columbus, 19 Januari 2019

Persiapan Awal Sebelum Melakukan Sleep Training Pada Bayi Usia 3 Bulan

Jumat, 21 Desember 2018
Ada yang sudah akrab dengan istilah Sleep Training? Saya pribadi baru mendengar istilah ini setelah mejadi emak-emak. Saat kelahiran ZaZi saya tidak begitu ambil perhatian untuk hal ini. Karena perhatian saya sudah terkuras banyak soalan gimana caranya bisa ASI eksklusif buat si kembar ZaZi bisa tercapai.


Lalu kenapa sekarang saya fokus ngelatih tidurnya Zaynab?

Segala sesuatu pasti ada latar belakangnya ya ... Saya pribadi hanya termotivasi karena melihat (lebih tepatnya mendengar sih) tetangga saya disini (US) melakukan sleep training untuk anaknya. Ketika tau saya hamil, salah satu hal yang ingin saya praktekan ya sleep training ini 😁

Pasca melahirkan, motivasinya bertambah, yaitu agar Zaynab mandiri dan saya bisa melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya.

Disclaimer
Saya sangat menyadari bahwa pengasuhan anak itu banyak mengundang kontroversi. Entah kontroversi dari sisi medisnya, kulturnya, atau keyakinannya. Saya hanya meyakini bahwa tidak ada hal baku dan kaku di dunia ini yang mana X lebih baik dari Y. Apalagi, hal tersebut terkait pilihan pengasuhan. Semua dikembalikan ke preferensi pribadi. Karena kita punya nurani 😉. Begitu juga terkait sleep training, ikutin kata hati aja ya 😊

Apa Itu Sleep Training
Sedikit membahas tentang sleep training berdasarkan definisi yang saya tangkap.

Sleep training itu katanya proses membantu seseorang untuk belajar bagaimana caranya biar bisa tidur dan tetap tertidur di saat jam tidur. Intinya belajar caranya buat tidur dan menjaga tidur kalo-kalo kebangun sehingga memiliki pola tidur yang baik.

Sleep training bisa dilakukan untuk segala usia ya. Nah berhubung Zaynab adalah bayi mungil yang berusia dibawah 3 bulan, jadi di tulisan ini saya akan berbagi tentang sleep training bayi usia 0-3m.

Apa Tujuan Dilakukannya Sleep Training pada bayi?
Pada bayi, sleep training dilakukan agar si bayi memiliki pola tidur mengingat bayi belum memiliki pola tidur seperti halnya manusia dewasa normal (maksudnya yang ga punya insomnia atau sindrom lainnya).

Bayi baru lahir hingga 6 bulan, normalnya memiliki jam tidur sekitar 16-17 jam (8-9 jam diwaktu siang dan 8 jam diwaktu malam). Tapi seringnya rentang waktu mereka tidur itu suka pendek. Sehingga terkadang kita suka sulit menentukan kapan jam tidur mereka atau apa ciri-ciri bayi mengantuk karena tidur mereka yang belum keliatan polanya.

Kenapa sih bayi cepet kebangun?
Karena katanya, bayi memiliki dimensi bermimpi yang pendek. Itu lho ... yang kalo lagi tidur mata suka bergerak-gerak, itu berarti bayi lagi mimpi dan itu siklusnya pendek, ga sepanjang manusia dewasa. Istilahnya REM (Rapid Eye Movement yaitu waktu bermimpi saat tidur) kalo saya ga salah yaaaa ...

Selain itu, bayi baru lahir memang membutuhkan kenyamanan mengingat mereka saat dalam kandungan sangatlah nyaman dan penuh kehangatan. Jadi katanya lagi nih (kata orang pinter alias ahlinya), setelah terlahir bayi akan memiliki perasaan takut ditinggalin atau istilahnya Separation Anxiety. Makanya kalo abis digendong, padahal udah kenyang, lagi sehat dan diaper udah diganti si bayi tetep nangis (meskipun ga semua bayi ya kaya gini ...)

Memang segitu pentingnya ya membentuk pola tidur bayi? 
Ya kembali lagi ke kitanya, melihat urgensi si sleep training itu sendiri bagi kita.

Bagi saya pribadi, sleep training untuk Zaynab cukup penting. Karena saya tidak mau energi saya terkuras untuk menidurkan Zaynab tapi anaknya tak kunjung tidur. Digendong 30 menit lalu 30 menit kemudian bangun dan lanjut nangis lagi. Lalu kita gendongan lagi, ganti diaper, nenenin, ayun-ayun dan begitu seterusnya.

Sedangkan, kondisi tidak memungkinkan saya menjadi 100% milik Zaynab. Ada Abang Uda yang juga butuh perhatian saya. Ada dapur yang harus tetap ngebul dan rumah yang butuh dibersihkan. Serta segenap pekerjaan rumah tangga lainnya.

Apa yang perlu diketahui sebelum melakukan sleep training?
Berdasarkan pengalaman pribadi selama 5 minggu melakukan trial and error sleep training Zaynab, saya menyimpulkan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menerapkan sleep training pada bayi.

1. Mempelajari metode-metode sleep training
Ada 2 jenis metode yang sering digunakan dan disarankan para ahli.

  • Metode Cry It Loud (CIL)
Yaitu melatih bayi mengenal rasa kantuknya dengan membiarkannya menangis. Dalam menerapkan metode ini, pastikan bayi dalam keadaan fisik yang sehat. Tempatkan bayi di tempat tidur khusus bayi sejenis crib atau bassinet. Jangan bedong bayi atau menyelimuti bayi. Untuk menjaga bayi tetap hangat, bisa menggunakan baju tidur bayi (sleepwear). Selain itu, pastikan juga diaper bayi tidak basah atau berisi pup dan perut bayi terisi sempurna.

Pengkondisian tempat tidur ideal
Standar Baby Safe sleep
  • Metode No Tears (NT)
Yaitu metode tanpa tangisan. Metode ini menurut saya yang paling banyak digunakan di Indonesia. Dimana bayi ketika sudah menunjukkan gelagat mau menangis, maka harus segera diberikan perhatian. Apakah dengan pelukan, tepukan lembut, diayun, dan lain sebagainya.
Dalam menggunakan metode ini, kita juga harus memastikan bahwa satu-satunya penyebab tangisan bayi adalah karena mengantuk. Bukan karena diaper penuh, kesakitan, atau karena lapar.

2. Kenali kepribadian anak
Belajar dari Zaid dan Ziad lalu sekarang Zaynab, saya meyakini bahwa setiap anak membawa karakter pribadi sejak lahir. Ada anak yang easy going, sensitif, manja, mandiri, dan lain sebagainya.

Harapannya, dengan mengenal kepribadian anak, kita bisa menentukan perlu tidaknya melalukan sleep training. Dan metode mana yang tepat untuk si anak jika memang dirasa perlu sleep training. Misal, Zaynab yang sensitif akan lebih cocok metode NT. Sedangkan Zaid dan Ziad, bisa menggunakan metode CIL karena anaknya yang easy going. Atau anak yang sudah memiliki pola tidur cukup bagus, ya berarti tidak perlu sleep training.

3. Mengenal bahasa komunikasi bayi
Bahasa pertama bayi adalah dengan menangis. Sehingga, mengenal jenis tangisan bayi diperlukan sebelum melakukan sleep training. Kapan bayi menangis karena lapar, mengantuk, kecapean, cari perhatian, atau kesakitan.
Setelah yakin mengenal jenis tangisan bayi, maka akan membantu kita dalam memilih metode yang mana yang mau diterapkan.

Jika memilih CIL, maka tidak usah khawatir bayi akan menangis melengking karena tidak diperhatikan misalnya. Prinsipnya, selama tangisan bayi tersebut hanya karena mengantuk saja, para ahli menyatakan tangisan tersebut aman. Dan pun jika memilih mentode NT, jangan sampai salah tafsir tangisan bayi. Jika salah tafsir, maka waktu dan tenaga kita akan habis seharian untuk menenangkan bayi yang menangis.

4. Mengenal pola makan bayi
Terkadang, untuk mengenal bahasa tangisan bayi, membuat kita frustrasi atau tidak percaya diri. Apakah benar tangisan begini karena si bayi lapar dan tangisan begitu karena bayi ngantuk. Untuk membantu mengatasinya, mengenal pola makan bayi bisa mengurangi ketidak-PD-an kita dalam mendefinisikan tangisan bayi.

Salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi ketidak-PD-an ini yaitu dengan mencatat berapa lama bayi menyusu (khusus bayi breastfeeding) dan berapa lama setelah menyusu bayi kembali lapar.

Biasanya, 5 menit menyusu tanpa jeda berhenti, bisa membuat bayi anteng selama 30 menit. Menyusu 10 menit bisa untuk bertahan 2 jam. Menyusu 15-20 menit bisa bertahan selama 3-4 jam.

Untuk bayi bottlefeeding, bisa melihat panduan dari dokter anak, sekian ml susu untuk berapa lama. Karena jika bayi over feeding, juga membuat bayi rewel karena kekenyangan.

Dengan mengenal pola makan bayi, membantu kita untuk yakin bahwa bayi menangis bukan karena lapar atau justru karena lapar. Sehingga kita bisa melakukan pengecekan lain semisal pengecekan diaper, pakaian, atau hal lain yang sekiranya mengganggu bayi.

Sleep Training pun Bisa Dimulai
Setelah mengetahui hal-hal terkait 4 poin di atas, maka sleep training bisa dilakukan.

Pengkondisian tempat tidur ideal
Standar Baby Safe sleep

Saya pribadi, melakukan sleep training sembari belajar. Jadi tidak menunggu 4 poin di atas terkuasai. Kenapa? Karena saya ga mau kaku saja dengan teori yang ada. Seperti yang saya katakan, dengarkan saja nurani kita 😁.

Awal Mula Sleep Training Zaynab
Pada suatu hari, saya mulai merasa kelelahan mengatasi semua hal sendirian terkait urusan domestik rumah tangga. Sedangkan yang namanya bayi, pastilah akan sering menangis mengingat memang itulah satu-satunya bahasa komunikasi mereka.

Awalnya Zaynab masih layaknya bayi baru lahir. Tidur sepanjang hari. Namun memasuki usia 4 minggu, Zaynab mulai bertambah cerdas. Tangisan semakin variatif dan sering.

Tiba-tiba saya teringat tentang sleep training ini. Spontan saja, di hari itu juga, dengan berbekal baca-baca yang belumlah terlalu banyak, saya mentraining tidur Zaynab. Harapannya hanya satu: saving my energy.

Minggu awal Sleep Training
Minggu awal, saya mencoba 2 jenis metode yang saya sebutkan di atas secara bergantian.

Pertama saya terapkan metode NT. Zaynab nyenyak dan ceria keesokan siangnya. Sedangkan saya lelah tak terhingga. Zaynab saat itu belum bisa co-sleeping jadilah saya harus menyusui sambil duduk. Selain itu, Zaynab juga masih butuh ditenangkan ketika mau tidur. Sedangkan waktu itu Zaynab belum punya ayunan. Empeng terkadang mau terkadang tidak. Dan teknik tepuk-tepuk pantat atau pundak belum kepikiran saat itu.

Jadi, setelah menyusui, saya harus gendong Zaynab dengan posisi gendong dipundak. Lumayan pegel dan bikin capek kan itu.

Kedua, saya cobakan metode CIL. Zaynab tidur pulas setelah menangis cukup lama. Saya pun bisa beristirahat ekstra. Tapi keesokan siangnya, Zaynab kehilangan keceriaannya. Saya melihat Zaynab seperti insecure padahal ada saya yang bermain dengannya. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, Zaynab terlihat tenang ketika bermain dan terjaga di siang hari.

Minggu ke 2 dan ke 3
Sleep training mulai tak terlalu saya pikirkan pasca merasa bersalah setelah menerapkan metode CIL pada Zaynab. Tapi saya masih tetap penasaran. Konon katanya, jika konsisten selama seminggu saja, maka anak akan bisa tertidur ketika mengantuk dengan sendirinya.

Akhirnya, saya coba pelajari perlahan prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam sleep training ini tanpa tergesa dan terburu target pribadi. Sembari mengamati Zaynab mulai dari karakternya, jenis tangisannya, pola makannya, pencernaannya, dan lain sebagainya.

Pertengahan pekan ke 2, saya mulai merasa percaya diri bahwa Zaynab sudah memiliki pola tidur yang cukup bagus. Kenapa?
* Karena Zaynab tidur pulas di malam hari tanpa perlu digendong. Cukup ditepuk-tepuk.
* Ketika terjaga di malam hari, Zaynab akan langsung tertidur kembali setelah kenyang menyusu
* zaynab hanya bangun 2-3 kali di malam hari
* Zaynab bermain dan terjaga di siang hari tanpa kerewelan yang berarti. Hanya tangisan kecil.
* Zaynab bisa jatuh tertidur sendiri tanpa perlu di gendong, ayun, atau ngempeng. Cukup di bedong untuk mencegah Zaynab menggaruk wajahnya yang gatal karena kulit kering lalu tepuk-tepuk lembut sampai akhirnya tertidur.

Pola bagus ini memang belum konsisten. Terkadang Zaynab terganggu dengan refluxnya, ingusnya (karena disini lagi musim dingin), dan gatalnya kulit keringnya. Tapi dengan aneka macam gangguan tersebut, menurut saya Zaynab cukup bagus pola tidurnya.

Minggu ke 4 dan ke 5
Pada minggu-minggu ini, saya memang sudah bersiap jika pola tidur Zaynab akan terganggu. Karena Zaid dan Ziad tengah libur musim dingin selama dua minggu. Benar saja, yang tadinya Zaynab bisa tidur siang dengan nyenyak, sepanjang liburan Zaynab terganggu. Hingga akhirnya memuncak disaat kami sekeluarga terserang batuk dan pilek.

Alhamdulillah Zaynab tidak sampai batuk pilek parah. Tapi hidungnya mulai mampet dan ingus berair. Sehingga menyebabkan pola makannya pun ikut terganggu. Yang tadinya 15 menit menyusu efektif membuat Zaynab bertahan selama 2 jam, jadi tidak lagi. Bahkan Zaynab menyusu 30 menit dan banyaknya hanya mengempeng. Tertidur 30 menit lalu bangun dan rewel.

Tadinya saya sempat putus asa. Wah Zaynab benar-benar ga bisa ditebak nih polanya. Saya menduga idung mampet Zaynab hanya sebatas mampet karena ingus yang mengeras seperti halnya di pekan awal sleep training. Ternyata setelah di cek berkali-kali, hidungnya bersih tapi Zaynab tetap terlihat susah bernafas. Dan keluar ingus air. Wah ini mah pilek.

Hikmah Sakit
Dengan dua kondisi ini yaitu disaat sehat dan sakit, saya jadi lebih memahami Zaynab. Mulai dari memahami jenis tangisannya, bagaimana tangisan Zaynab saat lapar, ngantuk, cari perhatian dan ketika kesakitan. Kemudian memahami pola makannya, yang lapar setelah BAB meski baru saja menyusu, yang lelap kekenyangan jika sudah menyusu 15-20 menit.

Selain itu, pasca sakit, Zaynab kembali ke pola semula membuat saya berkeyakinan bahwa bukan pola Zaynab yang ga ketebak. Tapi saya nya yang ga tau kapan Zaynab nyaman dan ga nyaman. Alhamdulillah dengan Zaynab pilek dikit ini saya jadi tau Zaynab kalo sakit kaya gimana.

Akhirnya
Setelah menjalani proses cukup panjang selama 5 minggu ini, saya berkesimpulan bahwa Zaynab tipe anak yang tidak susah tidur selama:
1. Badan sehat
2. Kenyang
3. Diaper kering (kena pup sedikit saja anaknya langsung bangun) dan
4. Diperhatikan (diajak main) saat terjaga

Kalo udah ngantuk ya tidur aja sendiri
Asal 4 poin di atas terpenuhi
(Tetep bandel dikasi mat lagi. Padahal ga boleh 😆✌)

Kondisi terbaru, hasil observasi lebih lanjut, Zaynab ternyata memiliki rentang tidur yang pendek di siang hari mau gimana pun cara penidurannya. Mau digendong, diayun, di bouncer, bahkan di crib sekalipun tetep aja tidurnya ga akan lama.

Tadinya saya agak khawatir anaknya kurang tidur. Tapi setelah diperhatikan, memang pola anaknya begini. Tidur 30-45 menit. Main dan cimelekete perbayian 1-2 jam. Anaknya ngantuk lagi, kasih ASI lagi, bungkus badannya biar anget, taro di bouncer atau crib, anaknya nyerocos bentar, lalu dia tertidur lagi.

Di malam hari Zaynab udah bisa co-sleeping alhamdulillah. Jadi Uminya bisa tidur dengan nyenyak 😍😍😍😍

Sedikit tentang Pacifier atau Empeng
Saya sangat menyadari tentang kontroversi benda ini. Karena saya belum mempelajari lebih lanjut tentang pengaruh empeng terhadap rahang atau kesehatan mulut bayi, jadi saya ga akan berbagi apa-apa ya soal pengaruh penggunaan empeng. Cari sendiri aja hehehe.

Zaynab sendiri diperkenalkan empeng sejak awal lahir saat dirawat di NICU selama 11 hari. Sepulang dari NICU, saya pun tak ambil pusing dan tetap menggunakan empeng sebagai salah satu cara untuk menenangkan Zaynab. Meskipun Zaynab sendiri bukan tipe anak yang menyukai empeng. Tak ada alasan khusus bagi saya untuk memberi empeng kepada Zaynab selain alasan kewarasan 😅😆.

Nah, saya pribadi memberi empeng kepada Zaynab hanya di kondisi tertentu saja. Entaj kondisi kepepet atau kondisi lainnya yang saya tidak ingin terlalu banyak berdalih. Kembali ke alasan kewarasan, daripada pusing, yang penting anak diem dululah. Apa saja kondisi tersebut?

1. Pengalihan saat anaknya mengantuk berat tapi ga bisa tertidur.
Anak yang mengantuk berat biasanya bakal rewel. Segala hal udah dilakuin, kenyamanan udah di cek, tapi tetep anaknya nangis. Nah, saya gunakan empeng buat bantu Zaynab nenangin diri.

Kenapa ga pake nenen? Karena kalo Zaynab di nenen lagi, sedangkan anaknya udah kenyang, malah membuat Zaynab muntah karena dia nenen sambil ngamuk dan jadi kaya keselek gitu plus Zaynab juga reflux sehingga sangat mudah muntah jika terlalu full.

Silahkan diamati aja anaknya. Kalo Zaynab bisa, belum tentu di anak lain bisa ya.

2. Saat berkendara
Karena di sini bayi wajib duduk di car seat, sehingga ada situasi tertentu Zaynab nangisnya mulai ga tenang. Kalo penyebabnya karena ngantuk berat, ya saya kasih pasifier. Tapi kalo karena ga enak perut, biasanya anaknya juga ga akan mau dikasih empeng. Yang ada malah makin ngamuk 😆.

3. Saat lagi sibuk

Saya di rantau tidak ada pembantu komersil wkwkwk alias yang bergaji. Yang ada sukarelawan bernama Zaid, Ziad dan Pak Topik. Terkadang ketika saya masak, beres-beres rumah, mandi atau buang air, mereka suka inisiatif kasih Zaynab empeng  kalo nangis😅 sebelum akhirnya ngajak Zaynab main. Hanya butuh waktu beberapa detik hingga Zaynab tenang lalu empeng pun dilepeh. Setelahnya, Zaynab pun bisa diajak main.


Pada dasarnya berdasarkan pengalaman ke Zaynab, anak ga akan mau ngempeng kalo kenyang. Tapi anak butuh ketenangan kalo ngantuk. Nah ternyata, dengan sleep training penggunaan empeng bisa direduksi. Selama kita berhasil menciptakan pola dan definisi ngantuk buat si kecil.

Penutup
Setiap anak tentunya akan berbeda-beda dalam penerapan Sleep Training ini. Dari pengalaman saya, sleep training tidaklah plek penerapan sebuah metode. Sleep training adalah masa dimana kita diminta mengenal lebih detail anak kita. Sehingga bisa memutuskan apakah perlu dilakukan sleep training atau tidak. Jika perlu, metode mana yang kira-kira efektif untuk anak kita.

Seiring bertambahnya usia, bertambah pula lah kecerdikan anak. Harapan saya, Zaynab bisa mengetahui cara mengatasi rasa kantuk yaitu dengan tidur. Bukan dengan menangis atau digendong dan lain sebagainya. Kecuali jika memang lagi sakit atau colic.

Buat teman-teman yang bayinya memang susah tidur dengan segala macam problemnya, semoga ditemukan solusinya. Setiap kita ada ujiannya masing-masing, semoga share saya tentang sleep training ini bisa sedikit membantu.

Columbus, 8 Januari 2019

Nb:
* Zaynab start sleep training hari Selasa tanggal 4 Desember 2018 (usia 5 minggu 2 hari)
* Tulisan ini mulai ditulis pada hari Kamis, 6 Desember 2018
* Selesai ditulis hari Selasa, 8 Januari 2019 (Zaynab usia 10 minggu 2 hari)



Aspirasi Mekonium: Sebuah Pengalaman

Kamis, 20 Desember 2018
Tak pernah menyangka sebelumnya proses hamil hingga melahirkan anak ketiga ini, saya akan dihadapkan pada kondisi medis yang lumayan bikin naik turun emosi. Setelah melewati masa-masa hamil yang cukup sulit, ternyata saya harus melewati proses persalinan yang sulit dan lama. Tak berhenti disitu, masa postpartum pun saya lewati 11 hari terpisah dari sang buah hati.

www.merisaputri.com
Sesaat sebelum pulang ke rumah
Screenshoot foto dari fotografer rumah sakit
Ga kuat beli fotonya, mahal 😂

Memang kasus yang menimpa saya bukanlah kasus berat mengingat teman seperjuangan saya disini (diperantauan) memiliki ujian yang lebih menantang. Namun kondisi yang cukup mendadak ini membuat saya harus segera tanggap dalam mengatur ritme emosi. Jika tidak, postpartum depression siap menanti 😁😅

Renungan Dikit
Beberapa waktu sebelum akhirnya memutuskan promil anak ketiga, saya dan suami memang menimbang matang-matang, mengingat kami jauh dari kampung halaman. Artinya, jika hamil, segala sesuatu harus serba mandiri. Ga ada cerita minta pulang kampung seperti jaman hamil si kembar. Siap? In sya allah siap! Jawab saya mantap.

Sematang-matangnya rencana manusia, Allah yang tetap berkuasa. Qodarullah saya melewati masa kehamilan yang cukup berat bahkan lebih berat dari hamil si kembar. Padahal saya saat itu berpikir bahwa kehamilan tunggal akan lebih mudah. Saya sangat optimis bisa melewati fase-fase morning sickness tanpa dopingan obat. Tak pernah terpikirkan sama sekali kondisi akan lebih buruk dari hamil ZaZi.

Kemantapan hatipun diuji ... terus dan terus.

Baca Juga: Hyperthyroid dan Low Potassium Saat Hamil

Mitos Bukanlah Fakta
Konon, jika kita memiliki masa kehamilan yang cukup berat, maka proses persalinan biasanya akan menjadi ringan begitu juga sebaliknya. Tak ada bukti ilmiahnya memang, sehingga tentulah ini hanya sebuah mitos 😅. Susah atau gampangnya kehamilan ataupun proses persalinan kalo kata saya, faktanya, semua adalah takdir 😁

Dan saya pun tertakdir melewati fase kehamilan, proses persalinan dan postpartum dengan keadaan yang lumayan sulit. Karena saat saya menulis tulisan ini sudah terlewati semua alhamdulillah, jadi saya bisa katakan tetap ada jalan kemudahan yang Allah berikan ternyata. Tapi kan gitu, kita suka lupa kalo sedang dalam kondisi berat mah ya 😔

DISCLAIMER
Sebelumnya saya mau disclaimer dulu. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman saya. Adapun istilah-istilah medis, karena keterbatasan pengetahuan dan juga pemahaman saya saat mendengar penjelasan tenaga medis dalam bahasa inggris, sehingga saya menambahkan informasi yang sesuai dari beberapa link artikel. Jika ada yang kurang tepat mohon dikoreksi ya 😊

11 hari terpisah dari Zaynab, anak ketiga saya, karena Zaynab masih perlu perawatan intensif terkena aspirasi mekonium. Dan dalam tulisan ini saya hendak berbagi pengalaman saja. Barangkali ada yang bisa diambil pelajaran dan hikmahnya.

Belajar Sikit Tentang Apa itu MAS atau SAM?
Meconium Aspiration Syndrome (MAS) atau Sindrom Aspirasi Mekonium (SAM), sebuah sindrom terhirupnya cairan ketuban yang sudah tercampur mekonium oleh bayi ketika masih berada di dalam rahim. Biasanya terjadi jika usia kehamilan melewati hari perkiraan lahir, yaitu di atas 40 minggu.

Namun, aspirasi mekonium tidak menutup kemungkinan terjadi saat usia kehamilan kurang dari 40 minggu dengan berbagai macam faktor penyebabnya, yaitu:
  • Sulit atau lamanya proses persalinan
  • Kesehatan ibu saat hamil
  • Infeksi
Mekonium itu sendiri merupakan feses pertama yang diproduksi usus bayi saat memasuki usia matang kehamilan. Normalnya, mekonium keluar setelah bayi lahir. Namun, pada beberapa kasus, bayi mengeluarkan mekonium ketika masih berada di dalam rahim sebelum, selama, atau sesaat setelah dilahirkan. 

Dari seperempat bayi yang terlahir dengan cairan ketuban yang sudah tercampur mekonium, hanya 11 persen bayi yang terkena MAS. Gejalanya bisa dilihat dari warna kulit bayi ketika dilahirkan dan dari suara tangisan bayi.

Terhirupnya mekonium membuat paru-paru bayi dimasuki cairan ketuban yang sudah tercampur mekoniun. Akibatnya, bayi akan merasa sensasi panas terbakar saat bernafas. Sehingga tak jarang bayi yang terkena MAS akan sulit bernafas sampai akhirnya partikel mekonium dikeluarkan dari paru-paru. 

Semakin kental cairan mekonium yang terhirup, semakin serius penanganan yang dibutuhkan. 

Jadi, meskipun bukanlah kasus berbahaya, penanganan yang kurang tepat bisa berakibat fatal. Untuk itu, memastikan paru-paru bersih dan aliran udara masuk optimal perlu dilakukan. 

Zaynab's Journey
Saat hamil ZaZi, saya sangat menjaga dan mengingat untuk melewati proses persalinan dengan bahagia. Agar bayi tidak stres yang menjadi penyebab keluarnya mekonium saat masih di rahim. Nah entah kenapa, di hamil anak ketiga ini saya lupa sama sekali tentang hal ini. Fokus saya lebih ke menenangkan diri dengan mencari cara melewati tahapan kontraksi dengan nyaman tanpa induksi.

Kenapa ga mau diinduksi? Ga ada alasan khusus selain cuma ingin merasakan gimana sih kalo ga diinduksi tu. Karena saat ZaZi saya diinduksi.

Ternyata, takdir lupa untuk menjaga agar tetap bahagia saat menjelang persalinan membawa saya pada konsekuensi akan takdir berikutnya. Persalinan dramatis berujung pada bayi yang sempat kehilangan detak jantungnya. Tak ada penjelasan apa-apa dari dokter saat itu. Namun saya yakin, disaat itulah baby Zaynab stres dan membuat mekoniumnya keluar. Tak hanya sekedar keluar, Zaynab juga menghirupnya.


Parah atau tidaknya MAS yang menimpa bayi tergantung pada rekam medisnya. Tindakan perawatan pun dilakukan sesuai kondisi si bayi dengan tahapan prosedurnya. Dan inilah sedikit gambaran perawatan berdasarkan pengalaman dari kasus Zaynab.

Indikasi Medis Awal Terlahir
Saat awal dilahirkan, Zaynab sempat di taro di atas dada saya untuk IMD. Namun hanya beberapa detik dan Zaynab langsung di angkat karena memiliki gejala yang kurang baik, yaitu Zaynab tidak menangis sebagaimana normalnya bayi baru lahir..

Tindakan awal sesaat setelah lahir

Setelah memakan waktu cukup lama dan saya tidak bisa melihat Zaynab karena ketutupan petugas kesehatan, salah seorang provider yang menangani Zaynab menghampiri saya. Dalam kondisi tragis karena masih operasi kecil penjahitan perineum, sang provider menjelaskan panjang lebar. Yang intinya Zaynab kehirup mekonium dan bakal dirawat di NICU.

Satu hal yang saya syukuri, saya ga ngedrop emosinya alhamdulillah. Karena pas dijelasin, saya langsung teringat bahwa konsekuensi logis memang saat saya mengalami long labor bayi saya bisa terkena MAS. Ya meskipun waktu itu saya ga tau kalo istilah medisnya Meconium Aspiration. Taunya mah ketelen mekonium ee pertama bayi aja 😆.

Ternyata ketelen sama kehirup itu beda ya 😆. Justru kalo ketelen doank mah ga akan kenapa-kenapa bayinya.

Dulu saat hamil pertama, saya selalu bilangnya ketelan mekonium. Jadi dikalangan ibu-ibu sudah sangat tau ketelan mekonium itu cukup bahaya. Ternyata maksudnya kehirup ya yang bahaya tu. Apa saya aja kali ya yang baru tau hehehe.

Usia 0 hari
5 jam pasca persalinan, setelah mengisi tenaga dengan makan malam, sekitar tengah malam jam 12 saya mengunjungi Zaynab di NICU. Normalnya seorang ibu, ya kangenlah ya ma anaknya 😍😁.

Bertemu untuk pertama kalinya
Pasca persalinan

Saat berkunjung, nurse yang merawat Zaynab menjelaskan kondisi terkini Zaynab. Tentang alat apa saja yang melekat di tubuh Zaynab dan treatment apa yang sedang diberikan kepada Zaynab.

Saya tidak terlalu paham sebenarnya. Yang saya tangkap, paru-paru Zaynab akan terus dibersihkan dari partikel mekonium. Nah selang (tube) yang terdapat dimulut Zaynab kata nurse nya digunakan untuk mengeluarkan lendir dan sisa mekonium.

Lalu Zaynab diberi penutup kepala dan dihangatkan dengan penghangat untuk menjaga agar tidak hipotermia. Dikepala Zaynab terdapat alat yang menutupi hidungnya, setelah saya cari tau nama alatnya adalah CPAP (Continous Positive Airway Pressure). Fungsinya untuk menjaga sirkulasi udara mengingat bayi baru lahir suka lupa nafas atau dikenal dengan istilah sleep apnea.

Selain tube dan cpap, untuk mendeteksi saturasi oksigen di dalam darah bayi, terdapat sticker di tangan dan kaki Zaynab. Ditambah sticker pendeteksi detak jantung.

Zaynab usia 1 hari

Masuknya mekonium ke dalam paru-paru berpotensi menginfeksi paru-paru. Sehingga Zaynab saat itu diberi cairan infus untuk pemberian antibiotik.

Berapa Lama Waktu Penanganan MAS ini?
Lamanya treatment yang diberikan bergantung pada kondisi bayi itu sendiri. Ada beberapa hal yang harus dipastikan sehingga bayi diperbolehkan pulang.

Pada banyak kasus, perawatan bayi MAS hanya memakan waktu sekitar 3-4 hari. Untuk kasus Zaynab sendiri, Zaynab dirawat selama 11 hari. 

Kenapa bisa selama itu?
Karena saturasi oksigen Zaynab masih belum stabil di angka 95-100%. Prosentase saturasi oksigen Zaynab masih suka ngedrop ke angka 75-85%

Saya juga kurang paham apa itu saturasi oksigen. Tapi dari hasil baca-baca, saturasi oksigen adalah ukuran prosentase oksigen yang dibawa hemoglobin di dalam darah.

Sedangkan untuk paru-paru Zaynab alhamdulillah sudah bersih dari mekonium keesokan hari pasca Zaynab lahir. Dan usia 2 hari CPAP sudah dicabut, artinya sudah tidak perlu lagi dilakukan penyedotan lendir dan sisa mekonium. Setelah CPAP dicabut, diganti oxygen cannula.

Zaynab usia 2 hari
Di hari ini saya discharge 😔

Harapan Segera Pulang: Renungan Batin Seorang Emak
Melihat Zaynab selalu memiliki progres yang baik selama saya recovery di rumah sakit, saya jadi cukup optimis bisa pulang bareng Zaynab. Kenyataannya? Harapan demi harapan seolah memberi saya pelajaran bahwa kepada Allah tempat harapan digantungkan. Bukan kepada pernyataan dokter 😥

Dengan berat hati, hari Selasa saya meninggalkan rumah sakit tanpa membawa serta si bayi mungil. 😢

Membangun energi positif dengan pikiran positif terus saya lakukan. Bukan apa-apa, obat terbaik Zaynab ada pada ASI. Jika saya stres berlebihan, bisa berpengaruh pada produksi ASI.

Sehari setelah pulang ke rumah, keesokan harinya saya dan suami mengunjungi Zaynab untuk membawakan ASI perah sekaligus mengetahui perkembangan terbaru Zaynab. Dokter pun saat itu memberikan  harapan bahwa Zaynab akan segera pulang dalam beberapa hari.

Zaynab usia 3 hari
Hari pertama bertemu setelah saya discharge

Dengan cannula yang masih terpasang, saya tidak terlalu berharap lebih saat itu. Mengingat perlu beberapa waktu dari cannula dilepas sehingga bayi bisa dibawa pulang. Sehingga patokan Zaynab bisa pulang menurut saya saat itu adalah setelah Zaynab terbebas dari aneka macam alat dan kabel.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Keesokan harinya, tepatnya hari Kamis, Cannula Zaynab dilepas. Sebenarnya sempat perawatnya bilang belum akan dilepas hari itu karena malam harinya Zaynab sempat ngedrop lagi. Tapi setelah saya berlama untuk menyusui Zaynab secara langsung, perawat melihat Zaynab cukup stabil untuk kemudian dicoba tanpa cannula.

Alhamdulillah penantian Abang dan Uda yang sudah tidak sabar bertemu adiknya pun tak sia-sia. Jadi sebelum ke rumah sakit, saya memang bilang ke ZaZi kalo mereka bisa bertemu Zaynab.

Zaynab usia 4 hari
Kekikukan Abang Uda ketemu adik cantiknya 😄

Akhirnya untuk pertama kalinya duo kembar ini bertemu adik semata wayang mereka. Dan entah mengapa pasca pertemuan mengharukan tersebut, saya jadi terlupa untuk mengembalikan kembali harapan demi harapan kepada Sang Pemberi Takdir.

Entah rasa optimis yang terlalu berlebihan entah memang Allah ingin memurnikan hati saya dari berbagai macam hal kurang baik, yang awalnya Zaynab seharusnya memiliki progres yang cukup baik ini sudah bisa dibawa pulang tepat saat usianya 1 minggu, ternyata tak terwujud. Sehari sebelumnya, entah kebetulan entah memang terhubung. Kondisi saya saat itu sedikit ngedrop baik secara fisik ataupun emosi. Dan ternyata di waktu yang bersamaan, Zaynab mengalami hal yang sama.

Produksi ASI sesuai kondisi diri
Yang botol kecio itu hasil ASIP saat saya ngedrop

Disitulah saya mulai sadar bahwa perjalanan persalinan ini bukan sekedar perjalanan medis biasa melainkan perjalanan batin antara ibu dan anak. Entahlah! Rasa-rasanya kehadiran Zaynab memang menghubungkan ikatan yang terputus dan mengencangkan kasih sayang yang mengendor.


Pulang dengan rasa kecewa
Ya! Hari minggu itu, tepat di usia 1 minggu Zaynab, saya pulang membawa kekecewaan. Tak ada maksud hati meremehkan kasus ini. Saya berfikir bahwa inilah cara untuk mempositifkan diri. Yaitu dengan tidak memandang berlebihan kasus yang menimpa Zaynab.

Namun ternyata mungkin, cara saya kurang tepat sehingga perlu diluruskan. Bahkan saya sempat 'merutuki' prosedur rumah sakit dan menganggap penanganannya berlebihan. Karena dari banyak kasus yang saya dengar hanya membutuhkan waktu perawatan paling lama 3-4 hari untuk oerawatan bayi MAS.

Setelah mempelajari lebih detail lagi tentang MAS ini, dan berhusnudzon dengan semua pihak yang membantu proses penyembuhan Zaynab, saya pun mengumpulkan energi untuk menyempurnakan ikhtiar tanpa berlebihan dalam berharap.

Akhirnya Zaynab Beneran Pulang
Hari Selasanya. Dengan badan yang masih belum menentu dan luka jaitan perineum yang rasa sakitnya lebih aduhai dibanding pasca lahiran ZaZi, saya bertekad nginep di rumah sakit.

Saya hanya penasaran, Zaynab ritmenya selalu ngdrop di malam hari dan siang harinya stabil. Dugaan saya kayanya nih anak mulai ngeh kapan emak bapaknya datang. Selain itu saya juga pengen observasi langsung kaya gimana ngedropnya.

Foto saya ambil ketika saturasi oksigen Zaynab ngedrop

Selama di rumah sakit, ternyata memang benar, angka saturasi oksigen Zaynab anjlok drastis ke angka 75-80% sekitar jam 2 malam. Padahal anaknya kaya yang baik-baik aja.

Dokter yang merawat Zaynab hanya kontrol di setiap pagi. Perawatnya ngasih penjelasan tapi saya ga puas karena mereka kaya menjaga ga ngeluarin statemen yang berbau diagnosa. Ya memang karena itu bukan kapasitas mereka meski mereka kayanya pasti tau lah.

Saya sudah tidak sabar rasanya pengen tau kenapa bisa kaya gitu. Karena selama saya stay, perawatan Zaynab dilimpahkan full ke saya. Nurse jaga cuma ngecek tensi, suhu badan dan lama nya Zaynab ngeASI. Saya hanya khawatir cara saya menggendong, memposisikan sendawa dan lain sebagainya lah yang membuat Zaynab drop angka saturasinya.

Kata lain, saya cuma pengen tau penyebab biar saya bisa memperlakukan Zaynab agar ga bikin ngedrop saturasinya.

Akhirnya, setelah tanya sana sini secara online saat itu juga, pencerahan dari teman saya yang seorang dokter cukup membantu. Berikut beberapa hal yang menyebabkan turunnya angka saturasi oksigen:
1. Bayi tersedak
2. Bayi terlalu di dekap erat
3. Tidak disendawakan sempurna

PHP untuk kesekian kalinya
Besokan harinya, kami diminta membawa carseat untuk tes kemampuan Zaynab ketika duduk di car seat. Sesampai di rumah sakit, seorang perawat yang bukan menangani Zaynab bilang kalo dia dengar tadi pagi dokter Zaynab bilang Zaynab bisa pulang hari itu katanya. Giranglah ya saya dan suami.

Tapi karena kita sudah sangat sering di PHP in ..  jadi kita cepet-cepet kontrol diri biar ga terlalu percaya dulu sampai denger langsung. Bener aja donk, ternyata Zaynab tetep belum bisa pulang 🤒.

Saya sempet hopeless gitu. Ya udah lah kalo memang bakal lebih lama lagi dirawatnya. Yang penting mah sembuh. Saya juga mungkin dikasi waktu lebih untuk beristirahat.

Memang harapan terwujud ketika kita sudah tak bergantung kepada makhluk. Seharian di rumah sakit cukup membuat saya cape. Akhirnya saya hanya sebentar di rumah sakit.

Pertama kalinya Zaynab menghirup udara luar

Hari kamis, saya agak leyeh-leyeh. Rencananya mau ke rumah sakit agak sorean aja sepulang ZaZi sekolah. Sisa cape stay di rumah sakit dan begadang masih tersisa. Disela waktu leyeh-leyeh, saya ditelpon pihak rumah sakit yang menyatakan bahwa Zaynab sudah bisa pulang. Hah? Kagetlah saya. Ternganga bak di pilem-pilem lalu kemudian bersorak ucap syukur yang tak terhingga.

Romantisme Zaynab dan Abang Zaid
Bahasa cinta Zaid itu dalam diam dan tatapan plus perhatian 😄
Zaynab dan Mainan dari Uda Ziad

Jadi ternyata Zaynab lulus uji kelayakan dan mampu stabil selama 2 jam duduk di carseat. Alhamdulillah ... ... ... ... ... tak terkira girangnya saya saat itu. Pengen rasanya cium-cium si perawat yang nelpon 😆😅

Ga mikir mandi, saya langsung ke rumah sakit dengan sedikit perasaan harap-harap cemas. Cemas kalo sesampai di rumah sakit Zaynab kembali dinyatakan ga boleh pulang 😔. Tapi alhamdulillah, semua berjalan lancar dan Zaynab akhirnya bisa berkumpul bersama kami di rumah.

Foto penyambutan Zaynab
Alhamdulillah

Alhamdulillah bi ni'matillah.

Semoga ada hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari cerita saya ini. Jika ada kekurangan atau hal yang menyinggung, saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Semoga kita selalu diberi rahmat untuk bisa memetik hikmah dari setiap ujian hidup yang Allah berikan. Aamiin ...

Columbus, 20 Desember 2018