MOM BLOGGER

A Journal Of Life

Pendidikan Hati untuk Membentuk Karakter Anak

Jumat, 08 Februari 2019
Mendidik dan membesarkan anak tak bisa lepas dari tantangan dan juga ujian. Mulai dari saat mereka terlahir hingga mereka tumbuh dewasa. Setiap orang tua tentunya menginginkan ujian dan tantangan tersebut mampu terlewati dengan baik dengan melihat anak-anak tumbuh menjadi anak yang berkarakter baik.


Karakter Baik Menurut Al-Qu'ran
Di dalam islam, karakter baik yang dimaksud yaitu taat kepada Allah, mencintai Rasulullah, berbakti kepada orang tua, dan saling menghargai sesama. Lebih lengkapnya, karakter baik yang perlu dimiliki oleh seorang mukmin sudah dijelaskan di dalam Al-Quran. Di antaranya terdapat dalam surat Al-Mu'minun ayat 1-11.

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (3) وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ (4) وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (7) وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (8) وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (9) أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ (10) الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (11)

Artinya: "Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya, serta orang yang memelihara salatnya. Mereka itulah orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi (surga) firdaus. Mereka kekal di dalamnya." (QS. 23: 1-11)

Untuk mengantarkan anak-anak kita pada pembentukan karakter seperti yang termaktub di dalam Al-Quran tersebut, maka perlu dilakukannya tarbiyah atau pendidikan hati untuk anak.

Pendidikan Hati
Tentunya kita semua sudah pada tahu apa itu hati yang dimaksud dalam konteks pendidikan. Makna hati lebih mendekat ke perasaan atau batin seseorang. Dalam KBBI hati disebut sebagai "sesuatu yang berada di dalam tubuh manusia yang dianggap sebagai tempat segala perasaan batin dan tempat menyimpan segala macam pengertian". Arti lainnya yaitu "sifat (tabiat) batin manusia".

Secara ruhaniyah hati diartikan sebagai tempat beradanya keimanan, ketaatan, dan pengagungan kepada Allah Azza Wajalla (Suparlan, 2012). Sehingga pendidikan hati yaitu sebuah proses yang dilakukan secara bertahap dalam membentuk sifat atau tabiat dan juga kebiasaan termasuk di dalamnya keimanan dan ketakwaan.

Lalu Apa Hubungannya Pendidikan Hati dengan Pembentukan Karakter?
Karakter menurut Alwisol, penulis buku Psikologi Kepribadian, merupakan penggambaran dari tingkah laku namun bukanlah kepribadian yang dilakukan dengan memperlihatkan serta menonjolkan  nilai, baik itu benar atau salah secara implisit maupun eksplisit.

Hati yang terdidik akan bisa mengarahkan tingkah laku sehingga terbentuk karakter positif. Seperti karakter jujur yang merupakan salah satu teladan yang dicontohkan Rasulullah. Karakter ini tentu hanya akan muncul pada individu yang memegang nilai menteladani Rasul sebagai wujud pendidikan hati yang cinta rasul, misalnya.

Sehingga bisa dikatakan mendidik hati umpama mendidik kepala suku agar bisa mengajak dan mengarahkan pasukannya, dalam hal ini seluruh anggota tubuh manusia. Hati yang baik tentu kan mengarahkan lidah untuk berkata yang baik, mengendalikan kaki untuk melangkah ke jalan-jalan yang baik, dan lain-lain.

Dari An Nu'man bin Basyir radhiyallahuanhuma, Nabi Shallallahualaihi wa sallam bersabda,
"Ketahuilah bahwa di dalam diri manusia ada segumpal darah, jika baik maka akan baiklah semua dirinya, dan jika rusak maka rusaklah semua dirinya, ketahuilah segumpal darah itu adalah hati" (Hr. Bukhari & Muslim)

Cara Mendidik Hati Anak Untuk Membentuk Karakter Baik
Anak, sebagaimana yang telah kita ketahui, terlahir bersama fitrahnya, seperti fitrah keimanan dan kebaikan. Mendidik hati anak artinya mendidik fitrah mereka berjalan pada jalur yang sudah ditetapkan Allah Azza Wa Jalla. Tentunya semua ini membutuhka usaha dan langkah konkrit dari kita sebagai orang tua yang dititipi amanah olehNya.

Bagaimana caranya mendidik hati anak untuk membentuk karakter baik yang Islami?

1. Tauhid Sejak Dini

“Rafi’ ra. meriwayatkan bahwa aku melihat Rasulullah saw. menyerukan adzan ke telinga Hasan bin Ali ketika ia baru saja dilahirkan oleh Fathimah ra.” (HR. Tirmidzi).

Hadits di atas menyiratkan pentingnya pengenalan tauhid sejak dini. Bahkan ketika ilmu pengetahuan menjelaskan bahwa janin di dalam rahin sudah mampu menangkap suara di usia kandungan tertentu, artinya kita sebagai muslim bisa memperkenalkan kalimat tauhid sejak bayi masih berada di dalam kandungan.

2. Tanamkan Nilai Tanpa Gengsi
Mendidik hati artinya menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak, seperti nilai kejujuran, tanggung jawab, tolong menolong, toleransi, memaafkan, dan lain sebagainya. Tentunya hal ini dilakukan sedini mungkin sembari kita terus memperbaiki diri. Tak ada manusia yang luput dari kesalahan pun kita sebagai orang tua. Jika kita sempat terlalai atau khilaf dalam mendidik anak maka kita pun bisa menanamkan nilai kehidupan kepada anak. Seperti nilai kejujuran dan ketulusan meminta maaf tanpa perlu merasa gengsi.

3. Berikan Teladan
Perkara hati bukanlah soalan yang mudah diaplikasikan ke anak seperti halnya logika matematika yang kita ajarkan bahwa 1+1=2. Sehingga mendidik hati anak perlu dilakukan dengan sentuhan. Sentuhan seperti apa? Yaitu sentuhan keteladanan. Sehingga ketika menginginkan anak berkarakter baik, maka berikanlah teladan untuk karakter baik tersebut. Karena mendidik dengan suri tauladan akan mudah masuk dan menyentuh hati anak.

4. Kondisikan Lingkungan
Lingkungan merupakan pembawa pengaruh terbesar dalam kehidupan manusia. Dalam mendidik hati anak agar memiliki karakter yang baik, maka memastikan lingkungan yang kondusif perlu dilakukan. Karena anak akan dengan cepat menyerap nilai dan kebiasaan dari lingkungan sekitar.

"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur." (QS. 16:78)

5. Berdoa
Tak ada yang lebih penting dari doa terlebih ketika kita berbicara hati. Karena pada hakikatnya setiap yang ada di langit dan di bumi adalah dalam kendali dan kuasa Allah azza wa jalla. Termasuk hati kita dan hati anak-anak kita. Untuk itu selalu berdoa dan meminta perlindungan kepada Allah perlu senantiasa dilakukan dalam mendidik hati anak.

Abdullah ibnu Abbas meriwayatkan bahwa ketika Hasan dan Husain lahir, Rasulullah saw. memanjatkan doa kepada Allah memohon perlindungan bagi kedua cucunya dengan doa berikut ini.
أُعِيْذُ كُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ.
“Aku mohonkan perlindungan bagi kamu berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, jiwa yang jahat, dan dari setiap mata yang memperdaya.”
Kemudian, Rasulullah saw. bersabda,
هٰكَذَا كَانَ اَبِي اِبْرَاهِيْمُ يُعَوِّذُ اِسْمَاعِيْلَ وَاِسْحَاقَ.
“Demikianlah bapakku, Ibrahim, memanjatkan doa perlindungan bagi Ismail dan Ishak.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Penutup
Meski hati tak tampak dalam pandangan manusia, namun hati bisa tercermin dari tingkah laku dan karakter. Hati pun diyakini memiliki peran utama dalam menghidupkan jiwa manusia. Seperti halnya jantung sebagai organ utama yang menghidupkan raga manusia. Sehingga, mendidik hati adalah kunci utama dalam mengantarkan anak menjadi individu yang berkarakter positif dan islami.

Dengan mendidik hati anak, secara tidak langsung kita sebagai orang tua juga tengah mendidik hati kita. Maka didiklah hati kita dengan ilmu dan iman. Semoga kita mampu menjaga amanah ini.

Referensi:
- Endah H, Darosy (2011), Jurnal Psikologi UNDIP.
- Suparlan (2015), Mendidik Hati Membentuk Karakter.
- dakwatuna.com
- dosenpsikologi.com
- rumaysho.com

Columbus, 7 Februari 2019
53 komentar on "Pendidikan Hati untuk Membentuk Karakter Anak"
  1. Teladan dari nabi muhammad memang yang terbaik dan orang terdekat seperti orangtua, kakek dan nenek mempengaruhi peekembangan anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mpo. Kita sbg orang tua bantu anak buat kasih contoh rasul tu kaya gimana. Berat ya mpo hiks

      Hapus
  2. Nah, pendidikan hati ini yang kadang sering dilupakan atau diabaikan ya. Padahal penting banget dan berpengaruh terhadap perilaku dan pembentukan karakter positif anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seringnya kita fokus ke pendidikan fisik atau kognitif ya mba ... mudah2an kita bisa seimbang aamiin

      Hapus
  3. Setuju bgt dengan kalimat "Hati yang baik tentu kan mengarahkan lidah untuk berkata yang baik, mengendalikan kaki untuk melangkah ke jalan-jalan yang baik"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi mba mara ... mudah2an kita bisa ngeaplikasiin ya aamiin

      Hapus
  4. Setuju. Kalau hatinya baik, karakter yang terbentuk biasanya juga bagus luar dan dalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ... makasi udah baca dan mampir ya mba 🤗🤗

      Hapus
  5. Hati memang penting banget dan perlu dijaga baik-baik. Salah satunya dengan dipelihara baik sejak kecil.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mba ... biar lebih mudah ngarahinnya ya mba ..

      Hapus
  6. Hati yang baik akan membentuk karakter baik, setuju.
    Mengasah hati anak, sejak awal akan bermanfaat ke depannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. In sya allah aamiin. Makasi mba udah berkunjung 😍

      Hapus
  7. Subhanallah.. membaca tulisan ini jadi berkaca diri, apakah aku sudah mendidik anak dengan karakter yang islami.. bismillah ya mba, semoga aku bisa jadi Ibu yang dapat memberikan keteladanan kepada anak-anak dirumah agar dapat menghasilkan generasi islami

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.in sya allah selagi hayat masih dikandung badan kesempatan utk memperbaiki diri masih ada ya mba. Saling mendoakan mba 😘😘

      Hapus
  8. masyaAllah, nabi Muhammad memang teladan dan panutan terbaique
    meski belum punya anak, menggali pengetahuan parenting biar gak tersesat waktu udah jadi orang tua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba susi. In sya allah persiapan pun bernilai pahala. Semoga segera diamanahi momongan ya mba . Aamiin...

      Hapus
  9. memberikan teladan kepada anak memang harus dilakukan mba. Dan ini juga harus dilakukan sejak dini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba. Terlihat mudah tp rada sulit ya mba ...

      Hapus
  10. MasyaAllah tabarakallah mba. Dapat banget poin nya untuk dipahami. Insyaallah penanaman tauhid sejak dini adalah sebaik2nya bekal untuk anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah wabarakallahu fiik mba eka .. aamiin in sya allah..

      Hapus
  11. MasyaAllah mba. Tulisannya bagus banget. Mendidik anak adalah tantangan. Semoga anak-anak kita menjadi manusia yang bertauhid dan berkarakter. Aamiin ya Allah yra.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiin in sya allah mba zia. Alhamdulillah lagi belajar nulis mba 🙈

      Hapus
  12. MasyaAllah tabarakallah mba. Dapat banget semua point nya terutama penanaman tauhid sbg bekal terbaik dan utama

    BalasHapus
  13. Terima kasih banyak kak atas tulisannya, makasih sudah diingatkan lagi untuk memberikan yang terbaik dan benar dalam mendidik anak. Pokoknya pendidikan agama itu paling utama ya kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mba kurnia ... iya betul. Pendidikan agama tu paling utama. Kaya gerbang utk bidang yg lainnya

      Hapus
  14. Hati yang terdidik dengan baik dan compassion insya Allah menjadi bekal hidup yang sangat bermanfaat

    BalasHapus
  15. Semua kembali ke hati. Klo hati bersih, prilaku pun menjadi baik. Maka penting banget ya Mbak untuk membentuk hati anak sejak dini agar kelak apa yg kita ajarkan bisa tertanam di diri mereka.

    PR nih buat kita para orangtua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penting mba kl menurut aku. In sya allah PR nya kita kerjain bareng2 mba hehehe

      Hapus
  16. Iya setuju dhn tulisan ino. Doa berperan teramat pentimh jg, krn sekuat apapun usaba kita mendidik anak tetaplah Allah yg hrs kita ketuk utk memudahkan dan menjadikan anak2 kita sholeh sholeh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Doa juga bikin kita selalu inget buat bertawakal ya mba ida. Masha allah. Hatur nuhun udah berkunjung mba 🤗

      Hapus
  17. Saat ketemu teman kos saat kuliah, dia mengeluhkan tentang lingkungannya yang sangat berpengaruh untuk anaknya. Berkumpul dengan orang-orang yang memiliki kebiasaan bernada suara yang tinggi membuat anaknya gemar membentak-bentak. Dia sampai bingung. Mau mengurung anaknya di dalam rumah salah, kumpul dengan lingkungan juga salah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah2an temannya menemukan solusinya ya mba .. in sya allah aamiin

      Hapus
  18. Ibu adalah madrasah kehidupan pertama bagi seorang anak. Berat memang ya tp kalau anak kita berhasil dididik dengan baik masya Allah bahagianya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbaaaa. Amal jariyah yg ga akan pernah terputus buat kita 😭😭

      Hapus
  19. Sangat penting mendidik krakter anak yah kak, sebagai clon ibu, artikel seperti ini sangat bermanfaat. Makasih kak sharingnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Sama2. Makasi ya udah berkunjunhg 😁😊

      Hapus
  20. Karakter yang positif ditentukan dari hati yang terdidik, ternyata sebenarnya mudah ya caranya supaya punya karakter positif hanya saja mungkin untuk mendidik hati yang harus dipelajari ilmunya. Peran serta orangtua sangat penting untuk mendidik hati. Semoga anak-anak kita menjadi orang yang mempunyai karakter islam ya mbak, Aamiin

    BalasHapus
  21. Harusnya kita berkiblat kepada Nabi Muhammad swt dalam mendidik anak-anak kita seperti Nabi Muhammad SWT mendifik Fatimah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba .. rasul sallahu'alaihi wassalam teladan kita ... 🤗

      Hapus
  22. Suami dan aku sepakat utk selalu menghususkan alfatihah utk anak anakku supaya jadi orang yang sholeh. Mendoakan anak adalah upaya yang bisa dilakukan setelah mengusahakan nengajarinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Barakallah mba norma.. semoga kita selalu dalam bimbinganNya ya mba aamiin

      Hapus
  23. masyaAllah mbak.. pendidikan hati ini menginspirasi sekali.. makasih ya tips mendidik hati anak nya, semoga saya bisa mulai menerapkan dan menyontohkan karakter yang baik yang Islami, Aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah semoga bermanfaat ya mba cifer ... aamiin aamiin .. begitu juga aku 😢😭

      Hapus
  24. Nah berdoa itu ya yg tetep kudu dilakukan oleh ortu. Krn doa ortu utk anak2nya biasanya diijabah cepat. Moga kita sennatiasa jd ortu yg bisa membentuk karakter anak yg lbh baik aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba ... makanya bnyak2in berdoa ya mba. Aamiin untuk semua doa2 baik kita

      Hapus
  25. Aamiin~
    Senang sekali membaca tulisan parenting yang disarikan dari beberapa sumber islami.
    Karena terkadang orangtua lupa bahwa mendidik anak itu investasi untuk perhitungan amal di akhirat kelak.

    Maka,
    Perbaiki dulu hati kedua orangtuanya.
    Agar sampai pendidikan kita ke hati ananda.


    Barakallahu fiik...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tabarakallah mba ... masha allah bener banget mba ... semoga kita menjadi ortu yg selalu memperbaiki diri aamiin.

      Hapus
  26. thanks for this beautiful reminder.
    betul, mbak. mendidik anak dengan hati dan tak lupa menjadi teladan. Sebelum berharap anak punya sifat ABC, sebaiknya diri orang tua yang menjalankan sifat dan sikap tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap mba ... mendidik hati anak memang butuh teladan ya mba 🤗

      Hapus
  27. Aq dr dulu itu udah mikirin gmn cara mengenalkan tauhid sejak dini utk anak nih mak. Peer terbesar setiap oraangtua menurit saya pribadi. Klo urusan nomer 1 ini clear, insya Allah anak lebih lurus n gampang hidupnya. Insya Allah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. In sya allah udah bnyak yg bahas ttg penanaman tauhid utk anak usia dini mba. Semoga dipermudah utk menerapkannya ya mba 🤗

      Hapus

Komenmu sangat berarti bagiku 😆
Makasi ya udah ninggalin komen positif ... 🤗