MOM BLOGGER

A Journal Of Life

Berteman Dengan Eczema

Senin, 22 Juli 2019
Halo semua. Setelah sekian lama ga nulis, semoga apa yang saya tulis sekarang kelar dan published ya πŸ˜…

Semenjak Zaynab terkena eczema, saya memang tidak memaksakan diri memenuhi target menulis di blog yang tadinya satu kali kali dalam satu minggu. Seminggu berlalu, dua minggu dan akhirnya dua bulan. πŸ˜… Tak terasa kebiasaan menulis memudar dan dan masuklah saya dalam zona nyaman yang berkepanjangan. Nyaman kagak ngeblog πŸ™ˆ.

Sekarang? Alhamdulillah perlahan saya mulai mengerti bagaimana eczema itu dan cara mengontrolnya. Jadilah saya pengen aktif nulis lagi di blog. Kangen kaaaaaan akutu πŸ€—πŸ€—πŸ€—

Baca Juga: Alergi dan Eczema

Eczema atau Dermatitis?
Sesungguhnya ku tak tak ingin membahas istilah. Selain lelah bolak balik nge-googling. Ku juga takut salah paham dan jadi sok tau. Tapi eh tapi, ga papalah ya tak tulis saja disini. Kalo-kalo misal ada yang keliru kan bisa dikoreksi sama kamu😁.

Eczema atau dermatitis merupakan dua istilah untuk sebuah kondisi serupa. Namun ternyata, ada perbedaan dalam dua istilah ini.


Eczema sendiri, merupakan istilah yang digunakan untuk sebuah kondisi kulit yang mengalami peradangan. Sedangkan dermatitis , istilah umum yang digunakan untuk seseorang yang memiliki gejala gangguan kulit seperti merah-merah, gatal, kering dan lain-lain yang salah satunya adalah eczema.

Tapi, kayanya ini mah ya. Eczema ataupun dermatitis merupakan dua istilah untuk kondisi serupa. Kalo kata saya sih, eczema itu istilah terkenalnya, dermatitis itu istilah medisnya. Yang intinya si dua istilah ini kerap digunakan untuk sebuah kondisi kulit yang tidak wajar dan bersifat genetis atau turun temurun.

Istilah Lainnya
Saya kurang paham memang kenapa ada berbagai macam istilah yang digunakan untuk sebuah kondisi kulit meradang ini. Selain eczema dan dermatitis, penggunaan istilah eksim atopik juga kerap ditemukan atau dermatitis atopik. Nah eksim atau dermatitis atopik inilah yang disebut sebagai istilah lain dari eczema.

Nah dikalangan masyarakat awam, selain istilah eksim, kondisi kulit dengan gangguan berupa rasa gatal, kering, merah-merah, mengeras, bintik-bintik terkadang muncul dengan istilah amis darah atau manis darah. Saya pribadi sih ga tau apakah istilah tersebut sama atau tidak. Yang pasti istilah dermatitis memang digunakan untuk menggambarkan sebuah gangguan kulit. Jenisnya atopik atau tidak, perlu diagnosa lebih lanjut. Sedangkan amis darah, kalo kulit kita gampang borokan.

Yaaaa kalo udah eczema ya bakal borokan πŸ™ˆ. Jadi sama apa tidak?

Appointment 25 April masih ke dokter anak

Kondisi bulan Mei memburuk lagi pasca 25 April
Akhirnya minta rujukan ke deematologis

Cing lah pokona mah kitu. Intinya, kalo denger istilah-istilah di atas, berarti kamu harus siap-siap sama 5 hal berikut.

5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Eczema
Dari secuil ilmu dan pengalaman yang saya peroleh dari berbagai macam sumber, saya pun berniat untuk menuliskan treatment eczema Zaynab. Mana tau ada yang bisa diadopsi atau diadaptasi.

Namun sebelum saya menuliskan tentang treatment eczemanya Zaynab, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan jika anak didiagnosis dermatitis atopik atau eczema.

1. Kenali Eczemamu
Apa itu eczema. Siapa yang bisa terkena eczema. Apakah eczema sama dengan alergi. Dan lain sebagainya. Observasi dan pelajari terus menerus hingga menemukan klik terhadap eczema yang diderita (untuk kasus saya, diderita anak saya).

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, saya pada mulanya menyerahkan sepenuhnya penanganan eczema kepada ahlinya (dokter). Saya berfikir bahwa dokter lebih paham tentunya. Namun ternyata, karena Zaynab tidak langsung dirujuk ke dermatologis. Jadilah Zaynab setiap kali berobat diresepkan obat baru sesuai mazhab dokter jaga saat itu. Maklum, disini kami tidak punya dokter keluarga. Jadi dokternya beda-beda terus 😁.

21 Mei, nyaris satu bulan dari appointment sebelumnya
Ke dermatologis baru tanggal 10 Juni

Dengan mengenali eczema kita, menjalani
apa yang dokter nasehatkan dan obat yang diresepkan cukup membantu mengurangi kebingungan saat eczema tak kunjung mereda padahal kita merasa sudah melakukan semua yang dikatakan dokter dan menggunakan obat yang diresepkan dokter.

Baca Juga: Eczema Pada Bayi Usia 2-6 Bulan

Berhubung eczema berbeda dari penyakit lainnya yang memiliki pemicu yang jelas. Jadi eczema tidak serta merta hilang atau sembuh seperti halnya sakit demam, flu atau penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus. Sehingga jika kita tidak memahami apa itu eczema, maka kita bisa dengan mudahnya berpindah dari satu dokter ke dokter lain atau dari satu obat ke obat lainnya karena panik kok kulitnya ga sembuh-sembuh (pengalaman pribadi ini mah hehehe).

Kondisi paling baik ya begini
Merah terang tanpa cairan

Ya meskipun pada perjalanannya memang eczema itu bikin kita melakukan trial and error sampe akhirnya  nemu yang pas. Baik itu dokter yang cocok atau obat yang adem di hati. Harapannya trial and error bisa diminimalisir dengan kita benar-benar mengenal eczema yang diderita.

2. Tingkatan dan Jenis Eczema
Eczema pada setiap orang itu berbeda-beda. Ada 3 tingkatan jika mau dibagi berdasarkan tingkat keparahannya.
- eczema ringan (mild)
- eczema sedang (accute)
- eczema berat (chronic)

Selain itu, setiap orang  bisa  jadi  memiliki jenis eczema yang berbeda. Yang mana setiap jenisnya memiliki ciri fisik yang berbeda. Ada 7 jenis eczema yang pernah saya baca. Salah satunya ya dermatitis atopik yang lagi diderita Zaynab ini. Untuk jenis lainnya silahkan pelajari sendiri ya. Saya kurang ahli merangkum hal-hal diluar kapabilitas saya. Uhuk. Alias males.

10 Juni saat pemeriksaan di dermatologis

3. Faktor pemicu
Aneka ragam faktor pemicu munculnya eczema bergantung pada respon tubuh masing-masing. Secara garis besar eczema kambuh  karena dipicu oleh lingkungan sekitar. Bisa karena debu, polusi, asap rokok, dan lain-lain. Bisa juga karena makanan tertentu seperti turunan susu sapi, kacang-kacangan, berry-berryan dan lain-lain.

Nah yang perlu kita ingat, respon tubuh setiap orang akan berbeda reaksinya. Waktu kambuh eczema setelah terpapar faktor pemicu pun bisa berbeda. Jadi coba diperhatikan dengan seksama. Dan hindari membanding-bandingkan satu individu dengan individu yang lain ya. Misal:

"Anak temen saya eczema juga karena makan ayam suntik. Kamu kebanyakan makan ayam suntik kali!"
Padahal keluarga kita ga punya riwayat alergi ayam suntik.

Langkah awal mengenali faktor pemicu menurut saya, cari tau riwayat kesehatan keluarga kita. Jangan keluarga orang lain hehehe. Karena biasanya ini mah ya, faktor pemicunya suka sama.

Baca Juga: Eczema Zaynab dan Dermatologis

4. Treatment
Selain respon tubuh yang berbeda, jenis peradangan yang berbeda, hingga faktor pemicu dan lamanya eczema menyerang seseorang yang juga bisa berbeda, ternyata treatment masing-masing orang pun berbeda.

Memang secara umum, prosedurnya sama, namun dalam perjalanannya akan ada perbedaan treatment yang dilakukan bergantung pada:
- Lamanya eczema meradang
- Obat yang sudah diberikan
- Riwayat kesehatan dan alergi di dalam keluarga
- Tingkat keparahan kulit yang mengalami peradangan

19 Juni sisa warna gelap di titik eczema nya

5. Imunitas dan Steroid
Bisa dikatakan, penyakit eczema merupakan penyakit yang terkait dengan sistem kekebalan tubuh. Tidak ada penyebab yang pasti dan pengobatan yang jelas.

Karena eczema terkait kekebalan tubuh, maka tak heran setiap individu memeliki reaksi yang berbeda terhadap faktor pemicu ataupun treatment yang diberikan. Karena semua bergantung imunitas tubuh masing-masing.

Lalu apa hubungannya imunitas dengan steroid?

Jadi katanya, setiap penyakit yang belum ada obatnya, steroid merupakan obat yang digunakan untuk mengurangi keluhan terhadap sebuah penyakit. Seperti eczema yang jika dibiarkan maka rasa gatalnya akan membuat kita ingin menggaruk berkepanjangan. Dan efek sampingnya membuat kulit mengalami peradangan terus menerus. Jika kulit terus meradang, virus dan bakteri dengan sangat mudah masuk dan menyerang.

Baca juga referensi di Milis Sehat biar kamu makin oke pahamnya. Karena bahasa saya mah belibet bahasa orang awam πŸ˜‚.

Mulai provokasi Zaynab dengan lingkungan baru
Biar terbentuk imun tubuhnya
Abis dari sini? Ya eczemanya meradang lagi hehehe

Nah, jika sudah memperhatikan 5 poin di atas, harapannya ketika membaca treatment eczema yang dijalani Zaynab, kita bisa mengambil langkah-langkah pengobatan dengan bijak. Alias tidak mengikuti plek ketiplek seperti apa yang saya lakukan.

Karena apa? Karena masing-masing individu itu berbeda.πŸ˜‰

Saya ulang-ulang terus soal ini ya, bahwa tiap individu itu berbeda. Resep dokter aja belum tentu cocok, apalagi rekomendasi orang lain. Tapi ya memang harus siap-siap rajin observasi sih sampe nemu yang cocok πŸ™ˆ.

Bayi yang suka bersin bisa jadi indikasi awal bayi sensitif
Bisa juga karena reaksi alergi dari paparan lingkungan

Apa saja treatment eczema Zaynab?
Bagi yang pernah membaca tulisan saya sebelumnya tentang eczema Zaynab, pasti tau donk gimana ketar ketirnya saya menghadapi eczema Zaynab yang tak kunjung membaik. Padahal nasehat dan resep dokter saya jalankan sesuai panduan. Meski sempat krisis kepercayaan terhadap dokter, saya tetap menjalani apa yang disarankan dokter.

Memang setelah peristiwa salah resep, saya jadi termotivasi untuk membaca lebih lanjut tentang eczema. Selain itu, saya juga jadi dipaksa memahami alur cerita meradangnya eczema Zaynab.

Yang membuat saya:

1. Meyakini bahwa tak ada penyakit yang tak ada obatnya, sehingga terus lakukan ikhtiar dan petik pelajaran dari pengalaman orang-orang
2. Selalu observasi lingkungan sehingga ngeh setelah terpapar apa eczema Zaynab kembali meradang
3. Meyakini kandungan ASI itu rasanya percis apa yang kita makan
4. Jadi tau bahwa setelah makan makanan alergen, rasa ASI tidak disenangi Zaynab
5. Kita yang paling tau, dokter hanya menyarankan berdasarkan keilmuannya.
6. Second, third, forth bahkan fifth opinion itu perlu agar tak gegabah memberikan obat

Provokasi makanan buat liat reaksi tubuh Zaynab
Seberapa toleran Zaynab dengan ASI setelah Uminya konsumsi makanan alergen

Saya  berharap semoga teman-teman pembaca yang nyangkut di blog saya ini tidak mengalami kebingungan seperti saya atau bahkan kasus salah resep.

Oke oke ... Berikut treatment nya Zaynab.

Treatment Saat Meradang Akut
Meradang akut versi saya untuk kasus Zaynab:
πŸ‘‰ Kulit merah gelap, mengeluarkan cairan bening, rasa gatal parah.

Treatmentnya yaitu: (aplikasikan berurutan)
1. Antibakteri oles
2. Corticosteroid (hydrocortisone 1%)
3. Ceramide atau pelembab

Treatment Saat Meradang Biasa
Dengan ciriπŸ‘‰ kulit merah terang, tidak mengeluarkan cairan, gatal ringan.

Treatmentnya yaitu: (aplikasikan berurutan)
1. Fluocinolon 0.05 %
2. Ceramide atau pelembab
3. Petrolleum jika kulit masih kering setelah diberi ceramide untuk mengikat kelembaban kulit

Kalo tidur, tangannya diikat untuk mengurangi garukan
Saya masih menghindari pemberian antihistamin

Berteman dengan Eczema
Eczema bukan penyakit berbahaya. Namun jika dibiarkan, bisa membahayakan. Kenapa? Karena bisa memudahkan bakteri dan virus masuk ke dalam tubuh kita yang bisa menjadi penyebab munculnya penyakit lain.

Meskipun bukan penyakit berbahaya, eczema bisa mengundang kepanikan dan mengganggu psikis. Karena eczema penyakit yang terlihat dan bisa menimbulkan reaksi sosial yang jika kita menolak memiliki penyakit tersebut, hanya akan menambah beban mental kita yang juga bisa berefek pada eczema itu sendiri. Sehingga, berteman dengan eczema merupakan langkah awal dalam mengobati eczema.

Meski belum tiap hari, Alhamdulillah Zaynab makin bisa dibiarin tidur dengan tangan bebas ikatan

Semoga buat teman-teman yang memiliki eczema atau anaknya terkena eczema bisa menemukan treatment yang adem di hati ya.

Kalo keluarga kamu punya riwayat atopik (alergi, asma, dan rhinitis), 50% kemungkinan kamu bakal punya anak atopik juga. Jadi be ready aja. Jinakkan eczema dengan berteman dengannya. Biar ga pake panik kaya saya di awal πŸ™ˆ.

Yang pasti, kemunculan eczema memang tidak bisa dihilangkan 100%. Namun bisa di manage sehingga dia tidak meradang parah.

Kondisi saat ini
Setelah melalui perjalanan yang ga sepanjang Kirana Retno Hening (saya ga mau ya Allah 😭), alhamdulillah meski masih sering meradang. Paling tidak saya bisa melewatinya dengan agak sedikit tenang bertemankan steroid. Tapi, berteman dengan steroid bukan berarti memberikan steroid tanpa panduan ya.

Columbus, 22 Juli 2019

Post Comment
Posting Komentar

Komenmu sangat berarti bagiku πŸ˜†
Makasi ya udah ninggalin komen positif ... πŸ€—