MOM BLOGGER

A Journal Of Life

Copas tips mengatasi anak terlambat bicara

Kamis, 04 Agustus 2016

Siapa sih orangtua yang tidak mau anaknya pintar berkomunikasi dan berkepribadian menyenangkan? Anda pasti mau kan? Tapi,  bagaimana apabila anak ternyata sulit untuk berbicara? Masalah ini tentunya harus diwaspadai oleh para orangtua. Kalau dibiarkan, maka anak akan terlambat bicara dan kesulitan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Apabila seorang anak yang berusia sekitar 2-3 tahun belum juga lancar bicara, maka bisa dianggap mengalami keterlambatan bicara.

Perlu diingat, anak yang terlambat bicara tidak bodoh. Mereka memiliki tingkat kepintaran yang sama dengan anak normal lainnya kok. Keterlambatan bicara pada anak bisa terjadi karena banyak faktor, seperti kurang pendengaran karena infeksi telinga sehingga anak sulit untuk memahami dan menggunakan bahasa, lalu ada gangguan pada otak anak sehingga ia sulit menggunakan lidah, bibir, dan rahang untuk berbicara, kemudian kurang berinteraksi dengan orangtua, dan terlalu sering menonton televisi. Daripada terus dikuasai oleh rasa khawatir yang berlebihan, Anda sebaiknya mulai mengatasi masalah ini untuk menghindari dampak psikologis yang bisa terjadi pada anak.

Berikut 12 tips dari kami yang bisa membantu Anda mengatasi anak yang sulit untuk berkomunikasi:

1. ANDA HARUS SERING MENGAJAK ANAK BICARA UNTUK MENSTIMULASI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI
Semakin sering Anda berbicara dengan anak, maka makin banyak kosakata baru yang ia dengar. Maka dari itu, jangan pernah bosan untuk melakukannya ya. Anak suka sekali ketika mendengar Anda bicara. Ia akan mengamati cara bicara dan ekspresi wajah Anda. Anak akan mengingat apa yang diucapkan oleh lawan bicaranya, dan ia akan mengucapkannya di lain hari. Anda juga bisa mengajaknya bernyanyi atau membacakan cerita atau dongeng, untuk menstimulasi kemampuan anak untuk berkomunikasi. Amati reaksi anak ketika sedang diajak bicara. Apabila ia masih terlihat antusias, maka lanjutkan saja. Namun, apabila anak terlihat bosan dan sudah mulai terdistraksi oleh hal lain, maka lebih baik sudahi dulu dan lanjutkan di lain hari.

2. AJARI ANAK BERINTERAKSI DENGAN TEMAN SEBAYANYA UNTUK MENGHILANGKAN RASA MALUNYA
Anak yang sulit bicara biasanya adalah pemalu. Untuk itu, biasakan anak bermain dengan teman-teman sebayanya. Ajari anak Anda bagaimana menyapa lalu mengajak anak lain untuk bermain bersama. Ketika sedang bermain bersama teman-temannya, anak Anda akan belajar bagaimana cara bicara, cara bersosialisasi, dan cara bermain dari anak lainya.

3. AJARI ANAK UCAPKAN KATA DAN KALIMAT DENGAN BENAR AGAR IA TIDAK CADEL
Beberapa orangtua terkadang sengaja mencadel-cadelkan kata atau kalimat yang sedang diucapkan kepada anaknya, seperti susu menjadi cucu. Padahal, orangtua sebaiknya mengajari anak untuk mengucapkan kata- kata yang benar agar ia bisa berbahasa Indonesia dengan baik.  Anda bisa memperjelas gerak bibir ketika sedang mengucapkan kata-kata. Pilih kata dan kalimat yang gampang dimengerti sesuai dengan usia anak Anda. Anda juga bisa memperlihatkan benda-benda sambil mendeskripsikannya kepada anak agar ia bisa mengenali benda apa saja yang ada di sekelilingnya.

4. SELALU DENGARKAN ANAK AGAR IA BISA MEMBUKA PIKIRANNYA DAN BEBAS MENGEKSPRESIKAN PERASAANNYA
Setiap anak tentunya memiliki masalahnya masing-masing. Untuk itu, Anda harus selalu mendengarkan apa saja yang mereka ucapkan, karena anak membutuhkan orang yang bisa membantu memecahkan masalahnya. Ingat, jangan pernah kendalikan anak dengan menasihatinya apa saja yang harus dilakukan. Selalu mendengarkan anak juga bisa mendekatkan hubungan Anda berdua karena saling memahami satu sama lain.

5. JANGAN GUNAKAN LEBIH DARI 1 BAHASA KETIKA SEDANG BERBICARA AGAR ANAK TIDAK BINGUNG
Ketika anak masih dalam tahap belajar bicara, Anda sebaiknya hanya menggunakan satu bahasa ketika sedang berbicara dengannya atau ketika sedang bicara dengan suami atau istri Anda, karena penggunaan lebih dari satu bahasa akan membuat anak bingung dan kehilangan fokus. Apabila kemampuan bicara si anak sudah lebih baik, Anda baru bisa menggunakan lebih dari satu bahasa. Selain untuk mengenalkan jenis bahasa baru, cara ini juga bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi si anak.

6. KURANGI PENGGUNAAN GADGET  KARENA BISA MEMBUATNYA SULIT BERSOSIALISASI
Sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak juga suka menggunakan gadget, terutama untuk bermain game. Namun, Anda sebaiknya bisa tegas dalam membatasi anak untuk menggunakan gadget. Anak bisa sulit untuk meningkatkam kemampuan bicaranya apabila kebablasan bermain gadget. Terlalu asyik bermain gadget bisa membuat anak lupa akan orang-orang di sekitarnya.

7. JANGAN BOLEHKAN ANAK MENONTON TELEVISI SENDIRIAN TANPA PENGAWASAN
Terlalu sering menonton televisi bisa menghambat anak belajar bicara. Jadi, jangan pernah membolehkan anak menonton televisi sendirian tanpa pengawasan. Pasalnya, tidak terjadi interaksi ketika sedang menonton televisi. Untuk itu, temani anak ketika sedang menonton acara yang ia suka lalu tanyakan apa saja soal acara itu. Apabila anak belum bisa lancar bicara, maka Anda yang bisa menjelaskan soal acara itu agar anak mengerti. Apabila tidak ada interaksi yang terjadi, anak akan tumbuh hanya sebagai pendengar yang tidak aktif. Selain itu, tayangan-tayangan televisi yang tidak sesuai usia anak juga bisa berdampak buruk terhadap perkembangan perilakunya.

8. JANGAN GUNAKAN KATA-KATA NEGATIF KETIKA SEDANG BERBICARA DENGAN ANAK
Anda harus menghindari penggunaan kata-kata yang negatif di depan anak. Ketika Anda mengucapkan kata atau kalimat yang positif, maka ia pun akan melakukan hal yang sama ketika berbicara dengan lawan bicaranya.

9. AJARI ANAK MENGGUNAKAN BAHASA TUBUH DAN EKSPRESI WAJAH KETIKA SEDANG BERKOMUNIKASI
Anak perlu belajar tentang bagaimana menggunakan bahasa tubuh dan ekspresi wajah untuk memudahkannya ketika sedang berkomunikasi. Menggunakan bahasa tubuh sangat berguna terutama ketika sedang berhadapan dengan lawan bicara yang memiliki perbedaan bahasa dan budaya.

10. AJAK ANAK BERNYANYI AGAR IA BISA TERHIBUR DAN MENGETAHUI KOSAKATA BARU
Musik diyakini mempunyai banyak manfaat bagi anak-anak, bahkan sejak mereka masih di dalam kandungan. Anda bisa mengajak anak bernyanyi sambil bertepuk tangan atau menari untuk membuatnya terhibur sekaligus bisa mengetahui banyak kosakata baru. Setel lagu anak-anak yang memiliki lirik berunsur edukasi agar mereka bisa bernyanyi sambil belajar.

11. LIBATKAN ANAK DALAM AKTIFITAS YANG BISA MENGASAH KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI
Untuk mengasah kemampuan berkomunikasi si anak, Anda bisa mengajaknya untuk terlibat dalam berbagai aktifitas dimana ia dituntut untuk aktif berbicara dan mendengar, seperti menelpon kakek neneknya. Dengan cara itu, anak bisa belajar tentang bagaimana melakukan komunikasi yang efektif serta bagaimana bersikap baik ketika sedang berkomunikasi dengan orang lain.

12. BIASAKAN ANAK UNTUK BEBAS BERBICARA DAN MENGEMUKAKAN PENDAPATNYA AGAR PERCAYA DIRI DAN TIDAK MALU
Anak harus terbiasa untuk bebas berbicara tanpa dibatasi dan juga bebas mengungkapkan pendapatnya, baik di rumah maupun sekolah. Beberapa anak justru tidak banyak bicara ketika sedang berada di sekolah, karena mungkin malu dengan guru dan teman-temannya. Anda sebagai orangtua harus bisa membantu mengatasi masalah itu sejak anak masih berusia dini.

Sumber: Sayangi Anak

Post Comment
Posting Komentar

Komenmu sangat berarti bagiku 😆
Makasi ya udah ninggalin komen positif ... 🤗