MOM BLOGGER

A Journal Of Life

Jurnal Ramadan: Yang Terbaik Wisuda Virtual

Sabtu, 02 Mei 2020
Aslinya saya malam ini lagi dijangkiti virus malas nulis. Rencananya mau nulis besok pagi aja karena malam ini udah ngantuk. Tapi udah dibawa tidur kok ga tidur-tidur. Mungkin karena saya takut Pak Topik (suami saya) ketiduran. Sedangkan jam 12 malam ini akan ada wisuda virtual di jurusannya.



Kehadiran Covid-19 ini tentunya diluar dugaan kami. Saya dan suami yang tadinya merencanakan LDM hingga bulan Mei, membatalkan rencana tersebut. Kenapa? Hanya karena alasan saya ga sanggup melihat anak-anak terbengkalai terlalu lama, terutama untuk urusan pendidikan mereka. Padahal di lain sisi saya sangat menginginkan suami mengikuti wisuda doktoralnya. Bukan karena gengsi, tapi karena lagi-lagi alasan keluarga yang membuat beliau tidak pula merasakan wisuda masternya.

Namun bulan November 2019, detik-detik menjelang suami ujian disertasinya, saya semakin tidak tenang. Merengeklah saya seusai suami ujian disertasi agar beliau pulang saja secepatnya setelah menyelesaikan segala sesuatu terkait kelulusan. Dan akhirnya pulanglah beliau di akhir tahun 2019, tepatnya tanggal 25 Desember 2019.

Saya, sebagai (lagi-lagi) faktor penyebab beliau tidak merasakan dua wisudanya berkali-kali meminta maaf sembari berdoa di dalam hati agar kami diberikan kelapangan rezeki sehingga suami bisa kembali ke US untuk menghadiri wisudanya. Meski kondisi ril nya, saya tidak tau akan menggunakan uang apa untuk kembali ke US.

Saat itu ternyata wabah Corona mulai menghantui dunia. Namun baru saya sadari di bulan Januari 2020. Saat itu hati hanya menerka-nerka. Tak berani bersuara melainkan hanya gumam hati saja. Dan saya juga tak berani berfikir rentang waktunya. Berapa lamakah dan akankah sampai ke Indonesia dan Amerika?

Waktu bergulir, satu persatu apa yang jadi terkaan seolah jadi kenyataan. Apa yang diguman hati seolah terjadi. Tapi lagi-lagi saya tak berani berfikir terlalu jauh. Tentu saja saya menginginkan situasi normal dalam segala hal. Namun saya berkeyakinan, seburuk apapun situasi, Allah tidak akan pernah zolimi hambaNya.

Corona dan Wisuda
Salah satu hikmah yang saya dan suami bisa peroleh melalui pandemi ini adalah, bahwa dibalik beratnya hati saya meminta suami untuk mempercepat kepulangan dengan konsekuensi tanpa wisuda yaitu Allah masih mengizinkan kami melewati pandemi dalam situasi terbaik. Untuk kasus keluarga kami, Allah kumpulkan kami di Bandung. Ga kebayang sama saya jika suami masih di US dalam situasi seperti sekarang 😭

Selain itu, karena pandemi ini suami berkesempatan menghadiri wisuda meski hanya virtual bersama dengan para wisudawan lainnya. Tidak. Saya tidak sedang berbahagia di atas penderitaan orang lain 🙏. Saya hanya sedang memetik hikmah yang dialami keluarga saya. Dan saya meyakini, di setiap kita tentu ada hikmah dan pelajaran yang ingin Allah sampaikan kepada kita yang sifatnya lebih personal.

Semoga kita bisa membuka mata hati kita lebih lebar lagi untuk melihat apa yang tadinya tak terlihat.  Jika belum terlihat, barangkali belumlah sekarang melainkan nanti. Karena yakinlah, Allah tidak akan pernah menzolimi kita. Yakinlah bahwa Allah paling mengetahui apa yang terbaik untuk kita.

Demikian perenungan saya malam ini sembari menunggu jam 12 malam yang ternyata masih 1 jam lagi 😅🙄. Semoga kita diberikan kemudahan, kelapangan dan ketenangan dalam menghadapi segala cobaan dariNya. Aamiin ya Rabb.

Dan untuk teman-teman yang sedang mengurus kepulangan ke Indonesia, semoga Allah mudahkan dan dilancarkan. Aamiin ya Rabb ...

Batujajar, 2 Mei 2020
Selamat hari Pendidikan!!!
Post Comment
Posting Komentar

Komenmu sangat berarti bagiku 😆
Makasi ya udah ninggalin komen positif ... 🤗