MOM BLOGGER

A Journal Of Life

Hobi Baru

Jumat, 24 Maret 2017

Beberapa minggu yang lalu atau mungkin sudah 1 bulan yang lalu, saya memiliki kesukaan baru, fotografi.

Entah bisa dikatakan hobi atau tidak, yang pasti saya lagi suka. Dan sebenarnya, sejak berteman dengan seorang teman jaman kuliahan dulu dimana doi sukaaaaaaaaa banget fotografi sudah membuat saya menjadi suka (juga) dengan fotografi. Namun saya yang pada dasarnya 'flat people' (bukan temennya teori flat earth ya) alias orang yang datar susah dipancing (kaya ikan), saya hanya mentok menjadi penikmat hasil fotografi saja. Hasil foto sendiri??? Suka bikin saya nyun manyun 🙈

Tidak hanya di fotografi saya datar, di dunia menulis pun demikian. Nyemplungin diri di berbagai komunitas kepenulisan sudah saya lakukan. Memang belum optimal, dan sama hal nya dengan fotografi, saya mentok hanya menjadi penulis amatiran ... yang hanya menorehkan blog nya dengan aneka curhatan ringan dengan sesekali selingan resep makanan atau puisi gombal dan sedikit review. Tidak lebih. Bahkan jika googling judul atau tema atau bahkan judul kumplit blog saya tanpa link di google, dijamin yang muncul duluan bukan blog saya 😂😂😂

Itulah kesenangan atau kesukaan tanpa ilmu...

Sampai akhirnya saya merasa, ya Allah ... saya teh demennya apa? Saya kalo sudah besar (sekarang emang belum besar????😱😱) mau jadi apa???? Kenapa saya kalo suka ini cuma mentok di level pemula terus ... dari saya kecil ya Allah ... misal nya saat saya gabung pramuka, drumband, teater, penulis cerpen remaja, semua hal yang saya senengin ga pernah lanjut jadi sebuah karya yang bisa nyenengin hati saya ya Allah ... gimana bisa nyenengin hati orang-orang ... gimana caranya biar saya jadi orang yang manfaat??? #mulaigalau

Oke! 😎 ada hal yang saya skip dalam kehidupan saya (pasang wajah serius). Rek korek, li gali ... sampai saya ngos ngosan sendiri dan "Tuhaaaaaaaaaaaan" teriak saya perih (ala ala drama sinetron atau pilem FTV), "apa yang salah dari dalam diri ini sehingga mendekati usia yang tak lagi muda saya masih menjadi manusia yang tak tentu arah dan tak tau arah jalan pulang" (lah kenapa jadi lirik lagu 🤔🤔🤔) maksudnya belum memiliki manfaat bahkan untuk diri sendiri. 😭😭😭

🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵
Perjalanan hidup memang pada hakikatnya perjalanan batin. Bahkan untuk bisa mengaplikasikan "kuntum khairu ummah!!!" aja kita butuh perenungan tak sekedar angguk anggukan berwibawa tanda mengerti saja. Perlu usaha ... perlu kesungguhan ... perlu niat.

Dan inilah dia, hobi baru buah dari perenungan panjang. Saya tidak menamai nya passion atau minat atau bakat. Cukup hobi saja. Kesenangan. Atau sesuatu yang mampu membuat saya terlahir kembali menjadi manusia. Manusia yang hidup dalam pemaknaan bukan kehampaan.

Yah! Hobi jepret jepret (fotografi itu terlalu dini sebenarnya untuk saya nisbatkan sebagai passion ... karena ilmu fotografi itu masih sebesar debu yang saya tau). Dimana hobi ini merupakan ide awalan dalam saya menulis.

Sinergitas yang sempurna!!! Dan ini baru terkuak pemirsah!!!!

Sebelum saya benar-benar nyemplung menggunakan teknis belajar otodidak di fotografi dengan style 'amati, imitasi, dan modifikasi' saya memang selalu memulai menulis blog dengan memilih terlebih dahulu foto yang nantinya akan saya jadikan cover tulisan saya di blog saat di share ke medsos. Namun selama ini saya masih sembarang jepret dan segala hal di jepret. Kalo lagi beruntung dapat engle mantep, kalo lagi ga beruntung ya dapet foto yang entah apa 😂😂😂

Perjalanan untuk menjadi manfaat itu masih panjang. Hal yang terskip dalam hidup saya itu adalah kelurusan niat dan keberkahan ilmu. Ya! Untuk sementara saya masih terus diasah sama Allah agar lurus niat dalam manfaat dan berkah ilmu dan menjaring ilmu untuk manfaatnya.

Semua hal itu adalah guru. Perlu keberkahan agar apa apa yang terjadi dalam hidup kita bisa kita petik sebagai ilmu kehidupan. Jika berkah, maka in sya Allah niatan pun untuk menjadi manusia bermanfaat tak lagi pakai kacamata duniawi tapi ukhrawi. In sya Allah ...

Janganlah berlebihan menyukai sesuatu dan jangan pula berlebihan dalam membenci sesuatu. Karena suka dan benci itu beda tipis.

Columbus, 23 Maret 2017

Post Comment
Posting Komentar

Komenmu sangat berarti bagiku 😆
Makasi ya udah ninggalin komen positif ... 🤗